Sunday, December 13, 2015

Keajaiban Kata Maaf

Kata orang...

Memberi maaf itu lebih berat daripada meminta maaf...

Tapi di suatu hari di bulan Agustus lalu...

Saya menemukan sesuatu yang lebih berat...

Yaitu di saat kita, dengan hati ikhlas, bersedia meminta maaf, dimana seharusnya kita yang menerima permohonan maaf...


Awalnya berat...

Berat sekali...

Jika seseorang sudah menyakiti hati kita... Sudah merugikan kita lahir dan batin... Lalu akankah kita sudi memohon maaf padanya?

Banyak orang tak sudi. Termasuk saya.

Hey, dia yang salah. Kenapa saya yang harus meminta maaf?!

Tapi...

Itulah yang membebaskan hati ini dari bangkai busuk yang kita bawa-bawa...

Sekalinya berhasil melakukannya...

Maka insya Allah selanjutnya akan mudah... Dengan ijin Allah SWT...

Lagipula, tau dari mana diri ini, bahwa diri ini yang benar?
Jangan-jangan, memang kita punya salah? Atau, kita punya salah di tempat lain, lalu Allah menegur kita dengan caraNya?

"Paling tidak, meminta maaflah padanya, karena merasa sampeyan paling benar," begitu jawab beliau.

Sebuah kalimat yang menusuk sampai ke hati yang paling dalam.

Tapi hati nurani saya mengakui kebenaran kata-katanya.

Dan sekalinya berhasil melakukannya...

Maka hati ini insya Allah, tidak lagi merasakan ada titik-titik kebencian dan warna hitam disana. Hati ini lebih sejuk rasanya.

Ah, betapa sayangnya Allah pada diri ini...

Sudah mengijinkan saya bertemu dengan mereka...

Alhamdulillah.

Keajaiban dariNya tidak sebatas rejeki materi yang tiba-tiba melimpah. Tidak juga sebatas kemudahan jalan hidup yang tiba-tiba terbentang di depan mata. Tapi di atas itu semua, keajaiban dariNya yang paling indah, adalah sembuhnya hati yang sakit. 

Semoga diri ini istiqomah selalu di jalanMu ya Rabb.
Do'aku untuk sahabat-sahabatku semua. 
:-)


10 comments:

  1. kata maaf tidak hanya diuapkan ya bun tapi juga dengan iklash dari hati. Wah bunda Vania kemana aja nih baru posting lagi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak Lidya, harus ikhlas... semoga kita istiqomah ya...
      aku nggak kemana-mana mbak... baru sembuh dari malas menulis.. hahaha...

      Delete
  2. PR bangat ini mbak,memaafkan orang dengan tulus walaupun yang salah dari pihak sono nya. Tapi bunda mah keren sudah bisa melakukannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan saya yang keren atuh mbak Adel.
      Ini juga karena Allah udah kasih "pukulan" ke saya karena sombong. Alhamdulillah saya kapok, dan akhirnya sadar, semoga kita semua istiqomah, aamiin...

      Delete
  3. Aamiin. Betul mba, ketika kita memaafkan atau meminta maaf dgn ikhlas, maka hati kita akan terasa lapang. Dan kalimat di atas yg mengatakan Paling tidak, meminta maaflah padanya, karena merasa sampeyan paling benar, ngena banget dan kalimat yg bagus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah, terasa adem sekali di hati mbak Santi.. ^_^

      Delete
  4. mesti banyak belajar soal ini nih bun...

    ReplyDelete
  5. minta maaf sebenernya mudah kok
    justru habis itu beban kita terlepas
    kalo dia masih bersikap menyebalkan itu mah dianya aja yang bermasalah bukan kita (kan udah minta maaf) hehe :)

    ReplyDelete
  6. Alhamdulillah Ninda..
    insya Allah semoga kita semua istiqomah ya... :-)

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)