Sunday, December 6, 2015

Gerakan Jum'at Berkah

"Assalamu'alaikum Nek... Apa kabar?" tanya saya seraya menjabat tangannya.

Si Nenek hanya tertawa, memperlihatkan absennya mayoritas gigi di rongga mulutnya.

"Nenek... Usianya berapa tahun..?"

"Sepuluh tahun..." jawabnya lagi, masih sambil tertawa.

Tiba-tiba ada rasa ngilu terselip di hati saya.



Di atas adalah cuplikan percakapan saya dengan seorang Nenek di sebuah panti jompo daerah Ceger, di suatu hari di bulan September yang lalu. Jika ada sahabat saya disini yang berteman dengan saya di FB, mungkin ada sedikit gambaran tentang kegiatan saya dan teman-teman akhir-akhir ini.

Sudah beberapa bulan ini saya meninggalkan blog, namun posting mbak Monik membuat saya semangat kembali mengaktifkan blog tersayang saya ini. :)

Sedikit flashback...

Suatu hari, mama dari teman anak saya di sekolahnya, mengabarkan tentang sebuah training, yaitu training Pola Pertolongan Allah. Setelah lama bertanya dan mempertimbangkan, akhirnya saya memutuskan ikut. Dan ternyata, saya sadar begitulah cara Allah supaya saya lebih dekat denganNya. 

Singkat cerita, para alumni PPA ini sangat aktif, berbeda dengan para alumni training sejenis yang pernah saya ikuti, walaupun lebih terkenal. Persahabatan antar alumni sangat terasa. Mereka benar-benar menerapkan prinsip, bahwa kita harus membantu orang lain supaya Allah pun membantu kita keluar dari kesulitan-kesulitan hidup. 

"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. 3: 92)

Penerapan dari ayat tersebut lahir dalam bentuk kegiatan mingguan, yang mereka beri istilah GJB (Gerakan Jum'at Berkah), atau JumBer. Setiap minggu para alumni PPA di seluruh Indonesia melaksanakan kegiatan ini. Walau mungkin beberapa sahabat tidak dapat hadir secara fisik, namun do'a dan aliran dana insya Allah senantiasa mengalir. Banyak atau sedikitnya, sama sekali bukan halangan. Momen kebersamaan dan hikmah dari setiap kegiatan itulah yang membuat saya pribadi merasa bahagia menjadi bagian dari komunitas ini.

Saya alumni yang terhitung baru. Saya ikut kelas PPA di tanggal 30 Agustus 2015 yang lalu. Namun sudah banyak sekali hikmah yang saya dapat sampai saat ini. Salah satunya adalah ketika saya ditunjuk sebagai PJ Jumber di tanggal 25 September 2015 kemarin. Hari itu adalah sehari setelah Hari Raya Idul Adha. Itu adalah momen yang sangat spesial untuk saya. 

Beberapa hari sebelumnya, saya dan seorang teman PPA survei ke Panti Sosial Budi Mulia yang berlokasi di daerah Ceger. Kami berkenalan dengan para petugas dan nenek kakek yang masih cukup sehat jiwanya. Para nenek dan kakek yang masih sehat di panti ini membuat kegiatan sendiri, berupa aktifitas kreasi kerajinan tangan seperti bros, gantungan kunci, keset, dan masih banyak lagi.

Ah, mereka bahagia sekali kami berkunjung seperti ini.
Saat kami selesai melakukan survei tentang keadaan nenek dan kakek disana, kami pamit untuk pulang.

"Sering-sering main kesini ya..." ujar salah seorang nenek.

Di suatu hari di bulan September, sepulang sekolah Vania saya ajak survei ke panti sosial untuk lansia ini.

Pada hari Jum'atnya, saya sudah berada di lokasi sejak sebelum sholat Jum'at. Saya berbincang-bincang dengan salah seorang pengurus panti. Bu Mur namanya. Beliau bercerita bahwa panti sosial ini menampung para lansia terlantar, yang memang tidak punya keluarga, atau tak ada keluarga yang mau mengurusnya.

Saya terkesiap.

"Jadi, masih ada nenek kakek disini yang sebetulnya masih punya keluarga?" saya bertanya.

"Iya! Bahkan, pernah ada suatu kali seorang kakek diletakkan begitu saja oleh anaknya di depan panti, diturunkan dari mobil," ujar bu Mur.

"Dan kalau keluarganya berhasil kami lacak dan bisa dihubungi, keluarga itu harus menandatangani surat kesepakatan. Bahwa apapun yang terjadi dengan orangtuanya, maka kami (pihak panti) nggak akan menghubungi mereka. Istilahnya, nenek kakek udah kita urusin, maka akan kita urus sampai meninggal. Nggak ada urusan lagi sama keluarganya. Karena memang mereka juga nggak peduli. Banyak nenek dan kakek disini yang psikosis (sakit jiwa) karena derita hidupnya, kasian..." bu Mur menambahkan.

Saya beristighfar dalam hati. Berdo'a semoga saya tidak memperlakukan orangtua saya seperti itu (na'udzubillah!) dan semoga saya pun kelak jika diberi usia panjang, tidak diperlakukan seperti itu pula oleh anak saya. Tak terasa air mata sudah mendesak ingin keluar. Tapi saya kemudian memilih untuk lebih berkonsentrasi kepada cerita bu Mur tentang aneka aktifitas yang dilakukan di panti ini.

Panti ini sudah disubsidi oleh pemerintah, walaupun tidak 100% kebutuhannya benar-benar terpenuhi. Mereka masih memerlukan barang-barang seperti alat-alat mandi, dsb. Ada sekitar 210 lansia tinggal disini. Dan, kalau satu orang diberi sesuatu, maka semua harus diberi. Kami dari PPA kemarin, karena keterbatasan dana, maka hanya menyediakan goodie bag dengan isi aneka biskuit (kue kering) yang memang mudah dikunyah oleh lansia, tidak terlalu asin dan tidak terlalu manis.

Informasi dari pengurus panti, nenek dan kakek disini, dikunjungi dan dihibur saja bahagianya sudah luar biasa. Insya Allah. Alhamdulillah.

Tak berapa lama setelah sholat Jum'at, teman-teman saya alumni PPA mulai berdatangan satu per satu. Kakek dan nenek juga satu per satu mulai hadir di aula. Kami memulai acara dengan kata sambutan dari sahabat PPA dan wakil dari pimpinan panti. Acara dilanjutkan dengan sedikit tausiah (kultum), kemudian games dan menari serta menyanyi.

Senam jari! Vania juga ikut loh... ^_^

Selesai acara di aula, maka ada pembagian goodie bags..
Acara di aula tidak terlalu lama, maksimal 1 jam... Ini dikarenakan nenek dan kakek tidak sanggup duduk lama-lama... Pasti ada saja hajatnya, hehehe...

Nenek dan kakek yang kurang sehat dan tidak dapat berjalan ke aula, maka goodie bag-nya kami antarkan ke kamarnya. Kami juga melihat-lihat nenek dan kakek dengan beragam aktifitasnya. Duh, bahagia sekali mereka, hasil kerajinan tangannya kami borong. ^_^

Pembagian goodie bags... Vania aktif sekali, alhamdulillah. Vania mendapatkan do'a-do'a yang terbaik dari nenek dan kakek di panti ini. Supaya kelak jadi anak pintar yang sholeha. Ya Allah, aamiin... perkenankan do'a beliau-beliau... 

Seorang kakek sedang membuat keset (kiri)... Beberapa volunteer anak muda sedang mengadakan kegiatan senam bersama (kanan).

Saya dan teman-teman PPA.

Momen yang sangat berarti dalam hidup saya.

Acara diakhiri dengan sholat Ashar berjamaah di masjid di dalam panti. Masjid yang cukup besar dan sejuk. Dikelilingi oleh taman yang indah. Nenek dan kakek yang bahkan sulit berdiri pun dengan tertatih masih semangat sholat berjamaah di masjid. Duh, malunya diri ini.

Tanpa terasa, air mata saya akhirnya tumpah ruah di dalam mobil sepanjang perjalanan pulang. Hikmah dan pelajaran hidup yang sangat penting, saya dapatkan hari itu. Ya Allah...

Betapa bersyukurnya saya dengan keadaan orangtua saya yang sehat jiwa dan raga... Betapa beruntungnya saya...

Rabbana... Sesungguhnya, bukan tanpa alasan Engkau mentakdirkan hamba tinggal dekat dengan orangtua. Justru itu ladang pahala buat hamba. Ampuni hamba yang sering mengeluh karena keadaan..

Ya Allah... Tak terhitung nikmatMu...

Ya Rabb... Tanamkanlah dalam hati bahwa... Jika kami membantu seseorang... Bukan kami pahlawannya. Tapi mereka... Ya, mereka! Mereka adalah orang-orang yang Engkau kirimkan pada kami... Untuk meringankan beban dosa kami di akhirat nanti...

Hilangkan kesombongan itu dari hati kami ya Rabb... Jangan biarkan kami lupa...

Jadikanlah hamba dan sahabat-sahabat hamba disini, termasuk orang-orang yang Engkau mudahkan dalam jalan kebaikan... Aamiin ya Rabbal 'alamiin...

* * *

“Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando's Giveaway: Spread The Good Story"




14 comments:

  1. Sedih bacanya mba, kok ya anak2nya tega ya :(.. semoga Gerakan Jum'at Berkah benar2 menebarkan berkah ya mba... untuk sekitar dan untuk penebar kebaikan seperti mba..

    terima kasih telah berbagi.. salam kenal ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mbak.. salam kenal juga...

      aamiin YRA, semangat utk kita semua selalu :-)

      Delete
  2. Sedih banget. Tapi mungkin kudu flashback juga yah. Gemana orang tua ngedidik anaknya dulu sampai saat udah besar tega gitu ke orang tua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Enny, bahan instrospeksi untuk kita semua juga... Evaluasi diri untuk lebih baik, baik sebagai anak maupun sebagai orangtua.. :-)

      Delete
  3. ya ampuun mba... kegiatan yg bermanfaat sekali. memberikan kegembiraan walaupun sehari bagi mereka. Membacanya saya sedih, apalagi ada org tua yg anaknya tak mau mengurusnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak...
      Semoga kita terhindar dari perilaku seperti itu ya mbak Santi.. :)

      Delete
  4. jadi ingat nenek yang sudah nggak ada dan kakek yang sudah sakitsakitan mbak :') salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal mbak Ninda..
      semoga Kakek sehat selalu ya.. aamiin..

      Delete
  5. Saya itu sedih banget kalau ada cerita orang tua yang sudah sepuh ditelantarkan begitu saja oleh anaknya. Duh,semoga kelak kalau sudah sepuh, anak-anak saya gak akan seperti itu

    ReplyDelete
  6. semoga gerakan JUm;atberkah bisa dilaksanakan oleh banyak orang ya mbak

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)