Thursday, October 8, 2015

Obat Anti Galau

Teman-teman yang mengenal saya, baik teman blogger maupun teman sekolah, pasti sudah paham kelakuan saya...

Yang gampang panik lah...
Yang suka galau lah...

Yang akhirnya semua itu berakhir di ruang UGD, karena obat maag tidak mempan lagi yang lewat minum... Ya, di titik terparah tingkat stress yang saya alami, obat maag itu harus diinjeksikan ke dalam tubuh saya, supaya lebih efektif.

Saya sungguh sangat ingin meninggalkan dunia penuh kegalauan dan kepanikan.

Kita hidup, sejatinya selalu berhadapan dengan masalah.

Tak ada seorang pun hidup tanpa masalah.

Tapi, bagaimana kita menangani masalah tersebut, itu yang menandakan kualitas diri kita. Bukan di depan manusia, tapi di hadapan Allah SWT.

Saya yang dulu sudah "tahu" bahwa setiap ada masalah, petunjuk penyelesaiannya adalah selalu kembali ke agama.

Saya sering mendengar ceramah-ceramah, membaca Qur'an, sholat wajib dan sunnah, sedekah, puasa.

Semua sudah saya kerjakan.

Tapi sekarang saya sadar, ternyata, selama ini... SAYA BELUM PAHAM.

Kenapa?

Karena saya masih sering galau.
Masih sering mencari jalan keluar dengan minta tolong ke sesama manusia (curhat berkepanjangan sampai tak sadar menjelek-jelekkan pihak-pihak tertentu).

Ah, begitu banyaknya dosa saya.

Sampai suatu ketika...

Allah SWT membenturkan saya kepada suatu masalah, yang tidak seorang manusiapun dapat memberi solusi.

Masalah tesis. Perbedaan pendapat antara dosen. Kendala di tempat penelitian. Saya tidak bisa maju penelitiannya.

Saya merasa... Semua pintu tertutup.

Di saat itulah... Allah SWT menegur saya lewat seorang teman saya.

Dia mengajak saya ikut training PPA (Pola Pertolongan Allah).

Source: PPA

YA! Di saat tak seorang pun mampu membantu saya, saya baru berpaling ke Allah. Allah saya letakkan di prioritas paling akhir dalam daftar pemberi pertolongan kepada saya.

Betapa zalimnya!

Ya Allah...................................

Tapi Allah masih sayang sama saya. Allah masih memberikan saya kesempatan untuk hidup dan bertaubat...........

Tanggal 30 Agustus 2015, di sebuah aula di hotel Sofyan Inn Tebet, di sebuah acara training, saya baru merasa betapa cintanya Allah SWT kepada hambaNya.

I'm speechless, actually...

Di posting ini pun saya tak tau lagi mau menulis apa... Hanya air mata ini yang membanjiri meja komputer saya...

Satu kalimat yang membuat saya tenang, adalah testimoni dari Papa saya...

"Tia... Papa liat kamu banyak berubah semenjak ikut PPA.... Bagus! Papa udah nggak pernah denger lagi kamu mengeluh..."

FYI, Papa saya adalah tempat saya curhat, tempat saya menumpahkan segala keluh kesah. Dan Papa dengan bijak akan memberikan nasihat-nasihat untuk selalu kembali kepadaNya.

Setiap saat saya curhat.... Setiap saat Papa sudah menjelaskan kepada saya..

Tapi ternyata saya yang bodoh ini tidak mengerti juga. Akhirnya lewat PPA, saya baru paham. Mendengarkan ceramah Aa Gym, saya baru paham. Mendengarkan nasihat Papa, saya baru paham.

Beda, sahabat-sahabat.... Rasanya bedaaa sekali... Antara tau dan paham, itu sangat jauuuh berbeda.... Hal ini tidak bisa saya rangkai dalam kata-kata. Rasanya hanya ada disini, di dalam hati....

Walaupun pemahaman saya, belum seberapa... Walaupun iman di hati masih naik turun... Walaupun masih banyaaaaaakkkk sekali yang harus saya pelajari.... Walaupun saya masih harus mengulang PPA berkali-kali... Tapi sekarang saya tau kemana saya harus menuju... Allah memberikan bala bantuanNya berupa keluarga dan sahabat yang selalu mengingatkan kepadaNya...

Allah, terima kasih telah memberi saya kesempatan.... Untuk bertaubat....

Berserah dirilah.... Letakkan Allah di prioritas utama...

Kembali ke masalah tesis....
Akhirnya dengan sisa harapan yang ada...
Di saat semua pintu tertutup...
Di saat tak seorang manusiapun dapat membantu...
Di atas sajadah saya....
Dengan air mata membasahi mukena saya...
Saya menengadah...

"Allah..... Ampuni saya, ya Allah...Hanya kepadaMu saya bergantung... Saya tidak dapat mengandalkan dosen saya, tidak pengelola program studi, tidak orangtua saya, tidak juga teman-teman saya. Tidak ada dari mereka semua yang dapat membantu saya keluar dari masalah ini, ya Allah... Hanya ENGKAU ya ALLAH yang dapat membantu saya.... Saya pasrahkan semua kepadaMu...."

Di saat itulah... Keajaiban terjadi...
Hanya satu kalimat BBM dari dosen, maka saya dapat melanjutkan penelitian saya...

Itu semua karena ALLAH!
ALLAH yang menggerakkan hati manusia...
ALLAH yang memberi kemudahan...

Sekarang, ingin sepiring siomay pun saya minta ke Allah!

Saya mengaktifkan blog ini lagi, juga karena saya ingin sahabat-sahabat saya merasakan keindahan yang sama. Ingin sahabat-sahabat saya juga merasakan betapa cintanya Allah untuk kita..

Akhir kata, setan tentu tak akan menyerah. Kerikil di jalan hijrah ini tambah banyak. Gangguan di hati ini untuk kembali masuk dunia galau, banyak sekali.

Tapi saya bersyukur, dikaruniai sahabat-sahabat alumni PPA yang sudah seperti keluarga. Kami saling mengingatkan untuk selalu Just Focus on Allah.

Duh gusti Allah, begitu banyaknya nikmat dariMu....

Semoga saya terhindar dari penyakit maag karena stress....
Kalaupun suatu hari sahabat mendapati saya kambuh sakit maag lagi...

Tak mengapa...
Insya Allah sebagai penggugur dosa-dosa saya yang segunung banyaknya...

Taubat...
Taubat...



10 comments:

  1. ass jeng,,,lagi suka kutipan ini

    "God will make a way where there seems to be no way"

    Alhamdulillah sudah ngeblog lagi, bertanya2 selama ini mama vania kemana nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumsalam wr wb, mbak Fitri...

      Iyaaa.. ini lagi lurusin tekad lagi, untuk istiqomah, mbak Fitri.. hehehe...

      Delete
  2. "Insya Allah sebagai penggugur dosa-dosa saya yang segunung banyaknya..."

    mbak, alhamdulillah dosanya masih segunung
    dosaku bergunung gunung gunung gunung....

    hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita nggak akan sanggup menanggungnya ya mbak Elsa...
      kalau bukan karena kasih sayang Allah, kita semua sudah binasa :-(

      Delete
  3. Waduuuh, obat udah ngga mempan ya, Mbak. Hiks yg sehat ya.
    Btw, senang ya punya Papa yg bisa diajak sharing. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...
      iya alhamdulillah, Idah...
      bahagia selalu.. ^_^

      Delete
  4. Saya juga termasuk orang yg menempatkan Allah pada nomer sekian. Terima kasih sudah diingatkan Mbak Thia....
    Semoga sehat dan semua urusannya lancar. Amin....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin ya Rabbal 'aalamiin...
      sama-sama Tarry.. ^_^

      Delete
  5. jadi penasaran sama PPA aku mau baca-baca ah meluncur ke webnya

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)