Friday, May 15, 2015

Cool Auntie

Saya menikmati peran yang saya jalani sekarang. Menjadi seorang ibu, seorang mahasiswa, seorang dokter gigi yang nggak praktek setiap hari, dan tentu saja seorang tante!

Saya sering menulis di posting-posting saya sebelumnya, bahwa salah satu cara bagi saya untuk refreshing dari kejenuhan adalah jalan-jalan. Dan, jalan-jalannya yang rame! Dalam artian, jalan bareng Vania serta keponakan-keponakan saya.

Masa kecil saya sebagian besar dihabiskan bersama dengan keluarga besar Papa saya. Papa adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara, yang enam diantaranya adalah perempuan. Jadi, saya punya enam orang tante, dan tante-tante saya adalah teman-teman saya. Karena jaman saya kecil dulu, jarang ada anak sebaya saya di komplek perumahan tempat kami tinggal. 

Di mata saya, tante adalah seseorang yang sering membawakan oleh-oleh, sering memberi nasihat, sayang sama saya, sering mengajak saya jalan-jalan dan mengajak saya jajan... All the good things, minus marah-marah... Hehehe... Yap! Tante saya nggak ada yang pernah marah sama saya.

Dan, sekarang setelah saya menjadi tante, saya baru mengerti kenapa. :-D

Aira, Vania, baby Neila and me... @ Mall The Living World, Februari 2015

Jujur, saya hanya berusaha menjadi ibu yang baik untuk Vania. Walau demikian, saya bukanlah ibu yang sempurna. Ya... Saya juga pernah marah-marah kepada Vania, melarang ini dan itu, tentu saja dengan alasan yang logis.

Dan, Vania sepertinya belum bisa menerima perlakuan yang tidak sama, dari saya kepada dirinya dan kepada Aira!

Vania: "Kenapa sih Bunda nggak pernah marahin Aira? Nggak pernah ngelarang-ngelarang Aira? Semua yang Aira minta Bunda kasih?! Kalau aku sering dimarahin, sering dilarang-larang... Bunda lebih sayang Aira ya daripada sama aku?!"

Saya: (ouch!)

Saya kaget mendengarnya. Dan tak menyangka dia membandingkan dirinya dengan sepupunya. Walaupun, hal ini tentu saja menjadi bahan introspeksi buat diri saya. 

Penjelasan yang saya berikan kepada Vania adalah, bukan wewenang bunda untuk marah dan melarang Aira. Karena bunda bukan ibunya. Bunda hanya tantenya.

Lalu saya balikkan pertanyaan kepada Vania. "Vania pernah lihat Tante Ayu marah-marah dan melarang Aira ini dan itu?"

Vania mengangguk.

Saya: "Tapi Tante Ayu pernah nggak marahin Vania? Dan ngelarang Vania ini itu?"

Vania menggeleng.

Source

Tentu saja, kasih sayang ibunda melebihi siapapun di dunia ini. Oleh karena itu, tanggung jawab ibunda di dunia dan di akhirat adalah suatu hal yang menjadi sangat penting bagi seorang ibu. Jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan, dan jika seorang ibu sedang lelah, tentu saja manusiawi jika keluar marahnya. Marah, karena ingin anaknya menjadi sempurna. Menjadi yang terbaik. 

Walaupun tante juga sayang kepada keponakannya, tapi ternyata, saya tak bisa memarahi Aira. Saya hanya bisa memberi nasihat dan masukan. Final decision tentu saja di tangan kedua orangtuanya. 

Dan saya bersyukur sekarang Aira menganggap saya seperti saya dulu menganggap tante-tante saya. Kalau saya main ke rumahnya, semangat sekali ia menunjukkan video-video kegiatannya di sekolah. Selain kakak Vania, saya pun yang sering dipanggil untuk diajak main, entah mewarnai atau petak umpet. 

Saya nggak tau apakah Vania sudah paham atau belum, tapi saya menjelaskan sesuai kemampuan saya dengan bahasa yang mudah-mudahan bisa Vania mengerti. 

Happy Jum'at mubarok, my dear friends. :-)

20 comments:

  1. Kalau anak orang mau marahin gak enak sama emaknya ya :D
    tapi anak2 memang belum paham, jadi perlu dijelasin

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau aku bukan nggak enak sama emaknya, mbak Enny...
      aku ngerasa nggak tega dan ada rasa takut nggak jadi tante favorit lagi.. ahahaha...

      Delete
  2. yup...begitulah. Aku juga dengan keponakan2ku sayang banget, seperti ibu mereka. Kalau mereka ngambek sama ibunya, larinya ke aku tantenya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... bener kan kalau jd tante yg keren pasti jadi tempat curhat... hehehe...

      Delete
  3. Yah, saya pernah marah keponakan saya mbak :-(

    Gmn ya, kdg kelakuan keponakan mmg msh bisa dimaklumi. Tp ada kalanya gtw ya enth saya yg cape trs ponakan rewel jdny saya smpe marah. Smg kedepannya saya lbh bs mnjaga emosi. Ga mau deh diinget2 jd tante yg pemarah..makasih mama Vania nasehatnya ^____^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapaa... Yang penting tetep asik dan gokil... hihihi... Pasti Ajeng juga jadi tante favorit buat keponakan2 yah Jeng... ^_^

      Delete
  4. Hihihi. . .
    Entah kenapa, hal macam gini sering bgtt terjadi ya, Mbak. Sama halnya embah kepada anak dan cucu. Beda perlakuan, ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... tapi kalau eyang-eyang mah emang lebih sayang cucu yah... ahahaha,... dan anak-anaknya pasti paham sekali akan hal ini :-D

      Delete
  5. Vania makin kritis, itu tandanya udah gede bunda....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah aamiin, Bun...
      sebentar lagi 7 tahun, Bun.. ^_^

      wah bunda Monda pake akun blogspot skrg... susah yah Bun kalau ninggalin komen di blogspot...

      Delete
  6. kalau anak kita di marahi orang lain tentunya gak mau ya bun, begitu pula kita tidak pernah memarahi anak orang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... ya kira2 gitu mbak Lidya.. walau ponakan sendiri suka nggak tega... :D

      Delete
  7. kalo gitu, aku tante yang buruk ya mbak
    suka marahin dija dan kakak kakaknya...
    hehehehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Elsa itu lebih dari seorang Tante.. :D

      Lebih kasih sayangnya, lebih tanggung jawabnya.. :D

      Ya Tante, ya Emak juga :D

      Delete
  8. pas banget apa yang lidya bilang...biar orangtua aja yang marahin anak ya, tante jangan deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. tante itu bagian senang2nya ajah yah mbak fitri :-D

      Delete
  9. Neila itu adiknya Aira ya mba? hihiii tante favorit, kayak aku juga harus sebar kuisioner ini hehehe. Dulu sih waku belum di Gorontalo dekat sekali dengan keponakan apalagi masih kecil-kecil sekarang jarang bertemu dan mereka udah ABG kadang kayak malu gitu pas ketemu lagi lucuuu, apalagi yang cowok-cowok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wew... ponakannya Nophi dah gede2 yah...
      skrg mainannya kudu beda sama dulu yah Noph... :-D
      walau jarang ketemu, semoga tetep jd cool auntie buat mereka Noph :-D

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)