Friday, May 8, 2015

Anak-anak dan Mukena

Apa yang sahabat lakukan jika memiliki anak perempuan yang mengenakan mukena baru? Atau mengenakan mukena bersama saudarinya yang jarang pula bertemu? Atau anak-anak sholat berjamaah bersama teman-teman?


Saya pribadi, yang saya lakukan adalah mengambil kamera untuk mengabadikan momennya. :-D

Kebetulan saat saya mengambil gambar-gambar di bawah ini saya memang sedang libur sholat. Syukurlah saya mendapat kesempatan unik untuk mengambil gambar ini. Dulu, anak-anak tetangga memang sering main ke rumah. Bahkan saat bermain sampai sore, mereka pulang hanya sebentar ke rumah masing-masing, untuk kemudian kembali lagi dan sholat Maghrib berjamaah di mushola kecil kami. 

Sekarang anak-anak ini sudah tumbuh semakin besar dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing, sehingga jarang kembali berkumpul seperti dulu lagi. 

Sambil menunggu waktu Maghrib, anak-anak bermain di ayunan. Sudah lengkap dengan mukenanya.


Terkadang, ada-ada saja ide mereka. Saya menganggap ini unik. Selesai sholat, bukannya melipat dengan rapi mukena masing-masing, mereka malah bermain dengan mukenanya. Heboh, rame, dan lucu. Mereka menggelung mukena di kepala dan mengikat bagian bawahnya sehingga terbentuklah konde. Hahaha... 

Ulah bocah. 

Konde dari mukena.


Vania ingin meniru tapi belum berhasil. Dan lagipula, Vania tidak ingin dikonde, hanya ingin "rambut" panjang. Hahaha... Jadi, ia mengenakan sarung pasangan mukenanya di kepala dan jadilah ini. :-D

Berjamaah bersama Opa.

Saat ini yang main ke rumah Vania nggak sebanyak saat Vania TK dulu. Di antara teman-teman yang dulu, sudah banyak yang ABG, sehingga lebih memilih bermain bersama ABG juga. Yang masih usia SD antara kelas 1 - 5 masih sering berkunjung, walau tidak sampai malam seperti dulu. 

Bagaimanapun, cerita ini akan jadi kenang-kenangan untuk Vania. Sekarang, di rumah kami lebih mengutamakan sholat berjamaah dengan keluarga dan latihan membaca iqro setelahnya, tidak main-main lagi. :-)

Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan lafadz,
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ وَحْدَهُ سَبْعًا وَعِشْرِينَ
“Shalat seseorang dengan berjamaah lebih banyak daripada shalatnya sendirian 27 kali.”

Tak terasa bulan Ramadhan sudah semakin dekat, semoga kita semua beruntung berjumpa dengan bulan penuh mulia ya, Allahumma Aamiin... Mari mempersiapkan diri, baik kesehatan tubuh maupun kebersihan hati untuk menyambutnya, insya Allah... 



13 comments:

  1. wah wah wah kebiasaan berjamaah kebiaaan yang baik ya..

    sukses ganya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... insya Allah
      Makasih mbak Fitri :)

      Delete
  2. aamiin...
    xixixixi itu yang disanggul,kelakuanku waktu kecil banegttt hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha ternyata miss Hanna juga suka bermain dgn mukena ternyataa ^_^

      Delete
  3. Hihihi...ampuun, lucu2 banget kelakuan bocah2. :D
    Seruuu bangettt ngelihatyaa. . .

    ReplyDelete
  4. Ini juga kelakuan saya waktu jaman anak2 mbak Thia :)

    Tapi sekarang mushola tak seramai jaman dulu, padahal anak2 juga banyak lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mudah2an anak2 bisa kembali meramaikan mushola, ya Tarry... dimulai Ramadhan ini, aamiin... :)

      Delete
  5. hihi... tingkah laku anak2 memang ada2 aja ya mba....

    ReplyDelete
  6. Hahaha, anak2 itu, apapun bisa jadi sesuatu yang menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bu Dey, mereka kreatif kalau bikin mainan ya.. :-D

      Delete
  7. anak-anak ituuu, ulahnyaaa...bikin senyum-senyum dan geleng-geleng kepala ya mak..hihi

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)