Tuesday, March 31, 2015

Suka Duka Mahasiswa Kelas Jauh

Saya baru sadar bahwa jurusan kuliah yang saya ambil tidak begitu populer, bahkan diantara karyawan UGM sendiri. Hehehe...

Jadi sekarang saya tak heran jika teman-teman kuliah saya dulu, mantan dosen saya waktu jaman S1, serta teman-teman sejawat saya, tidak begitu familiar dengan konsep perkuliahan MMR kelas Jakarta. Apalagi, teman-teman blogger yah... Hahaha...

Pertanyaan yang kerap saya dapat adalah.. "Jadi sekarang tinggal di Jogja?"

Sebenarnya bukan jurusan kuliahnya yang tidak populer sih..
Tapi tipe kelasnya...

Waktu kemarin saya ke Jogja dan mengurus administrasi ini dan itu di DAA (Direktorat Administrasi Akademik), petugasnya nggak ngerti bahwa MMR juga ada kelas di Jakarta.

Petugas bertanya, "Kalau kelas Jakarta kenapa nggak urus admin di kampus Saharjo?"

Begitu kami jawab, kami adalah mahasiswa MMR Jakarta, dan bukan MM Jakarta, si mbak petugas malah bingung. "Hah? Emang MMR ada di Jakarta?"

Hahahaaa... Astaga...

FYI, kampus UGM Jl. Dr. Saharjo di Tebet itu adalah milik MM UGM. Bukan milik UGM secara keseluruhan. Jadi kelas MMR (Magister Manajemen Rumah Sakit) yang berada dibawah Fakultas Kedokteran Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, menyewa sebidang kantor di daerah Kuningan. Tepatnya di Gedung Granadi yang letaknya tepat di depan Kemenkes, Jl. HR Rasuna Said. 

Foto ini saya ambil saat pulang kuliah... Biasanya kuliah selesai sekitar jam 20:00 WIB... 

Dulu, ada juga seorang "teman" yang mengatakan, "UGM kan di Jogja. Kalo kuliah UGM Jakarta berarti abal-abal tuh! Hahahaaa.."

Kalimat yang terakhir saya tulis itu lumayan ngejleb.. Makanya saya masih ingat sampai sekarang. Hahaha... Baiklah... Terserah lah ya mau dibilang apa.. Bagi saya, yang penting ilmunya bermanfaat, Insya Allah...

Kenapa tidak di UI? 

Kalau saya ditanya begitu, biasanya saya menjawab karena apapun yang terjadi itu adalah yang terbaik dari Allah. Begitupun takdir dimana kita sekolah. Angkatan saya, MMR Jakarta 2013, sepertinya satu kelas yang unik. Dari semua angkatan MMR Jakarta, yang rata-rata isinya belasan sampai dengan dua puluhan mahasiswa, rasanya baru kelas saya saja yang mahasiswanya paling banyak. Bukan itu saja, setengah dari mahasiswanya adalah dokter-dokter senior yang sudah memiliki nama. Bahkan banyak dari mereka yang sudah S3! 

Kembali lagi ke soal takdir. Saya nggak tau maksudnya Allah apa, tapi yang pasti baik. FYI, mahasiswa di kelas saya ada 46 orang (yap! Banyak!). Mahasiswa Jakarta (murni) adalah 17 orang, sedangkan 29 orang lainnya adalah dokter-dokter dan karyawan RSCM yang ditugaskan belajar manajemen rumah sakit (biasanya yang ditugaskan belajar adalah beliau-beliau yang menduduki jabatan struktural seperti Ka Dept dan Direktur).

Foto ini saya ambil hari Jum'at minggu lalu. Setelah kopdar dengan sobat blogger, saya kuliah tapi agak telat. Hahaha... 

Kelebihan yang saya dapat, kami banyak mendengar pengalaman-pengalaman beliau-beliau yang sudah senior ini. Kekurangannya, saya yang masih anak bawang butuh waktu lama untuk menyerap pelajaran dimana speed mengajar dosennya disesuaikan dengan beliau-beliau yang senior. Tapi senangnya, ada beberapa dokter RSCM yang bersedia meluangkan waktu beliau untuk belajar bersama dengan saya dan teman-teman yang masih junior. 

Tenaga pengajar MMR kelas Jakarta, adalah dosen yang sama dengan yang mengajar MMR di UGM Jogja. Kelas yang diadakan di Jakarta adalah di hari Jum'at dan Sabtu. Memang kami yang di Jakarta harus sedikit mengalah dengan Jogja, karena tetap kelas Jogja yang lebih dahulu. Walau begitu, keuntungannya adalah, setiap ujian (yang sudah pasti Jogja duluan), kami bisa bertanya kisi-kisinya. Hahahaaa... 

Jika teman-teman disini pernah atau sering ke Granadi, mungkin ada sekali waktu melihat pemandangan bapak-bapak atau ibu-ibu menarik koper kesana kemari. Pemandangan yang lumayan unik di sebuah gedung perkantoran. Kemungkinan besar beliau-beliau itu adalah dosen MMR dari Jogja. Kami yang di Jakarta harus banyak sabar karena dosen seringkali tidak tepat waktu, dikarenakan delay pesawat dan banyak hal lainnya. Pernah juga kami "libur" hampir sebulan lamanya, terkait meletusnya Gunung Kelud tahun lalu. 

Kekurangan lainnya dari menjadi mahasiswa kelas jauh adalah, kami tidak dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Selama ini saya sering pesan buku lewat teman saya di Jogja yang mengambil langsung ke penerbit. Tapi kami sekarang sudah masuk penulisan tesis. Kami sangat butuh referensi lebih banyak lagi. Maka, dari sekian mahasiswa Jakarta, saya dan dua orang teman saya, dr. Titin Nurlaila dan drg. Ery Nurcahya, nekat ngebolang ke Jogja.

Tujuannya, selain ingin memanfaatkan perpustakaan, adalah untuk menemui dosen pembimbing kami (ya iya dong mahasiswa yang menghampiri dosen.. kasihan kalau dosen terus yang mendatangi mahasiswa di Jakarta, hehehe...) dan untuk mengurus administrasi (SPP dan aktifasi e-mail untuk mendapatkan jurnal-jurnal gratisan). 


Giliran saya yang geret-geret koper kesana kemari di lingkungan kampus. 



Ruang arsip tesis jadi salah satu tujuan kami.

Hmm.. Selfie tetep dong ya! Hahahaa.. Ini adalah salah satu manfaat buku, yaitu bisa jadi tripod darurat. Hehehe...

Selama 3 hari di Jogja saya tinggal di hotel yang nggak jauh dari kampus. Ini salah satu hotel baru yang lumayan oke kualitasnya, baik dari segi pelayanan maupun kenyamanan. Hotel Citradream ini terletak dekat monumen Tugu. Karena kami bertiga, kemana-mana kami menggunakan taksi. Biaya dibagi tiga, lebih murah meriah. Hehehe... Taksi yang biasa kami pesan adalah Jas Taxi yang lumayan cepat response-nya. Nomor telponnya juga mudah diingat. 


Kami pesan hotel tanpa sarapan pagi. Memang diniatkan karena kami yakin dekat hotel pasti banyak yang jual sarapan pagi, lebih murah pula. Maklum, kantong mahasiswa. Apapun yang bisa dihemat, benar-benar diperjuangkan. Hahaha...

Di satu pagi kami memanfaatkan waktu untuk jalan pagi sambil mengeksplorasi lingkungan sekitar.

Pemandangan Gunung Merapi dari jendela kamar kami. 


Dekat dengan hotel dan monumen Tugu, ada Pasar Kranggan. Disini kami membeli sarapan pagi. Banyak dijual nasi gudeg, ada juga bubur ayam, dan lain-lain. 


Waktu kami habis di kampus. Tapi malam sebelum pulang kami sempatkan jalan-jalan ke Malioboro. Saya harus membeli oleh-oleh titipan Vania. Dari hotel kami hanya lurus saja, kami turun di stasiun Tugu untuk menemani teman saya ngeprint tiket pulang. Tak jauh kami sudah tiba di jalan Malioboro.

Kami menjajal rumah makan lesehan yang banyak bertebaran sepanjang Malioboro. Menurut pengalaman  teman saya, banyak yang kurang pas di lidah, tapi kami menemukan tempat makan yang lumayan. Lesehan ini letaknya tepat di depan Hotel Ibis. 


Di Malioboro kami hanya mampir toko Mirota. Wah senang deh saya disini. Selain suasananya yang khas Jawa, barangnya juga lengkap. Mulai dari makanan, minuman kering, kain dan baju batik, lukisan, aneka wayang dan masih banyak lagi, ada disini. One stop shopping untuk belanja oleh-oleh. Saya membeli baju batik, cokelat dan bakpia disini. Seorang pria berblankon memainkan piano dan seorang ibu membatik menjadi pemandangan yang menghibur untuk pengunjung. 




Urusan tesis, dilanjutkan di Jakarta dan kami berjanji rajin berkirim e-mail dengan dosen di Jogja. Terakhir, di perjalanan saya ke bandara, tak lupa saya membeli satu lagi oleh-oleh favorit Vania. Yup! Gudeg Yu Djum!

Yogyakarta... Is a place I always wanna go back to.. ^_^

Banyak teman saya menanyakan informasi seputar MMR UGM ke saya. Saya akan share link-nya disini juga untuk teman-teman yang membutuhkan. PH GMU dan MMR UGM.


36 comments:

  1. masuk mirota langsung menicum wangi rempah ya bun

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak bener... wanginya khas... dan nuansanya khas.. hehehe

      Delete
    2. aku gak suka tuh Mirota
      selalu bikin kalap... gelap mata, pingin beli semuanya....
      selalu bikin bangkrut.... gara gara gak bisa nahan diri
      habis lucu lucu semua sih barangnya

      Delete
    3. Aku aja bawa uang cash terbatas harus buru2 keluar dari situ... Lebih lama lagi disitu bisa2 aku gesek ATM... bahayaaa... hahahaa

      Delete
  2. mengejar dosen ke Yogya, tak lupa utk jln2 ya mba.... hehe
    semoga lancar tesisnya ya....

    ReplyDelete
  3. Apa kabar Thia? Lama ga saling menyapa ya? Semoga dirimu dan Vania baik2 saja ya. Duh, salut deh dg semangat belajarmu, sukses selalu ya! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak Al! Alhamdulillah kami baik2, mbaak..
      Aamiiin...., terima kasih mbak Al! :):):)

      Delete
  4. Kok saya malah tertarik sama pasarnya ya .. asik aja kalau masuk pasar tradisional.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga suka jalan-jalan di pasar, bu Dey.. hehehe

      Delete
  5. Di kampusku juga ada program kelas jauh begini, lucunya, pas wisuda kemaren.. yang kelas jauh disebutin juga lokasi kelasnya. Jadi anak2 kelas jauh, bikin lama wisuda karena pas dipanggil lebih panjang teksnya. hihihihihi x)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahh ternyata di kampusnya Pungky ada mahasiswa senasib juga nih... hihihi

      Delete
  6. smeoga lancar pengerjaan thesisnya ya mbak Thiaaaa, aku kangen deh ke perpus dan belajar ini itu hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orin mah keren euy! semua kegiatan tetap jalan yah waktu nyelesaiin sekolah kemarin :)
      aamiin, makasih, Orin :)

      Delete
  7. Senang sekali menikmati postingan Jeng Tia. Semoga tesis lancar ya Jeng, semangat belajar Bunda pastinya mengimbas ke Vania.
    Salam hangat

    ReplyDelete
  8. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

    ReplyDelete
  9. Idenya ada saja, ya. Teipod dadakan, Mbak. :D
    Sehat selalu ya, Mbak. Semoga dilancarkan segala urusan.

    Btw, Vania suka gudeg juga, yaa. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa vania suka gudeg, Idah :)
      aamiin, makasih ya Idah :)

      Delete
  10. senang kuliahnya lancar Thia
    semoga tesis juga segera selesai ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya Allah, aamiin.. makasih Bunda Monda :)

      Delete
  11. Semoga kuliahnya lancar ya.
    Jogja, saya pun merindukannya.... selalu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua orang suka Jogja yah mbak Zee..
      amiin, makasih mbak Zee :)

      Delete
  12. semoga dilancarkan kuliahnya. Jadi pengen ke Jogja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin, makasih mbak Myra...
      hayuk ke Jogja :-D

      Delete
  13. Hohohoho, makin lengkap deh ilmu saya tentang kuliah jarak jauh yang Tia ceritakan ini...iya Tia, kadang kalo nggak kecebur langsung, kita suka nggak ngeri apa yang dimaksudkan. Tapi untunglah saya nggak perlu kecebur *nggak mungkin juga kayaknya* tapi saya sudah paham kuliah jarak jauh yang Tia lakukan...sukses terus ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. iyaaah.. mbak Irmaa... makasiiih.. :D

      Delete
  14. Saya juga barutau kalau ada program seperti ini karena suami sempat mau ambil sekolah jauh untuk teknik sipil & saya bisnis tapi nggak ada. Eh, ternyata ada. Atau mungkin hanya bidang tertentu ya, mbak? Ada sih sempet googling dg penyelenggara swasta tapi kok kredibilitasnya diragukan. Kalau diperuntukkan jenjang yg seperti ini ya memang harus fleksibel krn pasti pesertanya sudah punya profesi yang tidak mungkin ditinggal sekian lama, kecuali tugas belajar spt instansi2 negeri. Semoga sukses ya mbak :D

    ReplyDelete
  15. semangad kuliah ya mbak,,, semoga lulus tepat waktu.. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, makasih mbak Nia..
      Apa kabar mbak..?

      Delete
  16. Menarik sekali cerita dan foto2nya mbak,.. hehe,.. saya juga mhs mmr tapi kelas reguler,.. baru aja tiba2 ketemu blog ini dan langsung mampir,.hehe,..
    Sukses terus ya mbak,...

    ReplyDelete
  17. Mbak gmn tata cara pinjem tesisnya ?
    Boleh kah di fotocopi atau gmn ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di perpustakaan ugm ada yg bisa didownload, mbak... tapi ada juga yg tidak.... busa dibaca di tempat :)

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)