Monday, January 26, 2015

Gaya Kepemimpinan & Parenting

Salah satu yang saya sukai dari belajar manajemen adalah, ilmu itu bisa diaplikasikan di mana saja, siapapun kita... Mulai dari sebagai seorang pemimpin di tempat kerja, sebagai orangtua, sampai sebagai individu...

Kami baru mempelajari (dan sudah di-ujian-kan), salah satunya, mengenai leadership...

Ada 6 gaya kepemimpinan, menurut Goleman:

1. Authoritative atau Visionary
Pemimpin yang authoritative memiliki visi, akan dibawa kemana organisasi yang dipimpinnya. Dia mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya untuk mencapai visinya. Namun kelemahannya adalah, pemimpin tipe ini tidak membimbing pengikutnya bagaimana caranya untuk mencapai visinya tersebut, membiarkan mereka berinovasi sendiri.

2. Coercive atau Commanding
Pemimpin yang coercive memiliki gaya kepemimpinan seperti seorang diktator. Pemimpin tipe ini hanya ingin pengikutnya melaksanakan apa yang diperintahkannya. Kelemahannya, tentu saja, pengikutnya akan merasa tidak dihargai dan bahkan mungkin bisa merasa tertekan.

3.  Affiliative
Pemimpin yang affiliative adalah pemimpin yang fokus kepada hubungan emosional yang baik. Baik antara pemimpin dan pengikut, maupun antar para pengikut. Pemimpin tipe ini menyukai keadaan yang harmonis yang tercipta di dalam organisasi.

4. Democratic
Pemimpin yang demokratis adalah pemimpin yang banyak mendengar masukan dari orang lain. Sayangnya pemimpin tipe ini kerap tidak melakukan tindakan apapun.

5. Pacesetting
Pemimpin yang pacesetting menuntut pengikutnya untuk menunjukkan kinerja yang tinggi. Seharusnya, gaya kepemimpinan seperti ini cocok diterapkan kepada pengikut yang sudah memiliki kompetensi tinggi.

6. Coaching
Pemimpin yang coaching membimbing pengikutnya. Pemimpin tipe ini menemukan kelebihan dan kekurangan dari pengikutnya, kemudian membimbingnya untuk mengembangkan kemampuan mereka. 

I like this quote..!

Pemimpin yang bijak tentu saja mampu mengkombinasikan gaya kepemimpinannya sesuai situasi dan keadaan orang yang dimpimpinnya.


"... Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya." (HR. Bukhari) 

Setiap kita adalah pemimpin, setidaknya untuk dirinya sendiri...
Dan pastinya, tugas menjadi orangtua pun merupakan suatu tugas seorang pemimpin.

Kadang saya bercermin untuk diri sendiri.. Pemimpin seperti apakah saya?
Saya pikir saya adalah pemimpin yang coaching, affiliative dan democratic...

Tentu saja ketiga gaya kepemimpinan itu kurang dalam hal ketegasan dan visi...
Setidaknya hal itu yang harus saya perbaiki dari diri saya sendiri...

Hmmm... Pemimpin seperti apakah dirimu, sobat? :-D

Have a great monday ;-)

Wednesday, January 21, 2015

Universitas Kehidupan

Selain introspeksi, apa resolusimu di tahun 2015 ini?

Bagi saya, "jangan menyerah" adalah salah satu yang harus saya upayakan.

Di posting pertama saya tahun ini, saya menulis tentang progress yang saya lalui kemarin. Hari ini, ceritanya berbeda, kawan...

Setelah melalui beberapa hal yang (ehm) kurang menyenangkan (baca: feels like your friend stab you in the back --- but okay, let's be positive --- let's just say maybe he didn't do it on purpose )... Saya gagal membuat tesis dengan topik kompetensi.

Berarti saya harus memulai dari nol lagi, mencari topik lain dan memperdalam topik tersebut. Saya bersyukur akan hal ini, pastinya Allah sedang menghindarkan saya dari kesulitan-kesulitan yang mungkin akan saya alami jika saya tetap pada topik tersebut...

Hal yang harus saya maklumi adalah bagaimana mereka yang di atas sana memperlakukan orang lain...

Saya baru paham bahwa kejadian yang saya alami adalah kebalikan dari yang sepatutnya terjadi, saat saya menjelaskan secara rinci kepada seorang sahabat yang juga adalah direktur RS. Hmm..

Baiklah, tidak mengapa...

Leader pun bermacam-macam modelnya :-)

Anggap saja saya tak sengaja dikorbankan oleh "teman" yang juga "manajer" saya di situasi yang seharusnya menjadi tanggung jawabnya... Ouch! That hurts!

Tak perlu saya menuliskan secara rinci disini... Hanya di dalam buku diary pribadi saja saya menuliskannya.. Saya yakin, tidak semua orang bisa memahami... Pun kalau saya menulis kronologisnya disini... :-)

But again, it's okay...

Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosa saya dengan adanya kejadian ini... :-)


Al-Qur'an... Adalah obat paling ampuh di kala dada ini terasa sempit...

Tapi satu hal yang pasti... Kadang kita tak akan pernah tau rencana Allah yang sesungguhnya... Saya hanya yakin, Allah akan mengantarkan kita ke tujuan hidup kita, walau jalannya berliku..

Sesuatu yang kelihatannya.... Aah ini dia jalan hidupku! Disinilah tempatku... Inilah destinasiku...

Ternyata belum tentu juga merupakan fase final dari rencana Allah... Bisa jadi itu hanya persinggahan sementara, dimana Allah meminta kita supaya memahami pelajaran-pelajaran kehidupan yang akan memberi kita kesempatan memantaskan diri untuk sesuatu yang lebih baik...

Kemarin setelah kejadian kurang menyenangkan itu terjadi, saya menggambar jalan hidup saya yang sudah saya lalui... Dan apa yang saya temukan?!

Semua yang saya minta, dikabulkan oleh Allah!
Subhanallah walhamdulillah!

Walau jalannya... Berliku...



Saya yakin, jalan berliku itu tidak lain adalah cara Allah dalam mendewasakan hambaNya...

Saya yakin Allah tidak memberikan ujian tanpa satu paket dengan banyak solusi dan kemudahannya... :-)

Hidup ini layaknya sebuah universitas, bukan?
Isinya pelajaran dan ujian...
Dari ujian ada pelajaran...
Dan ada ujian lagi untuk pelajaran yang sudah kita lalui...
Sampai tiba ambil raport di akhirat nanti...

Jadi, buat diriku sendiri dan semua sahabatku disini...

Tertutupnya suatu jalan bukan berarti kegagalan...
Mari kita cari cara lain untuk menggapai cita-cita kita...
Jangan menyerah...
Jangan menyesal...
Jangan putus rahmat Allah...

Source

Kalau kita yakin Allah mengabulkan permintaan kita... Yakinlah!
Caranya bagaimana... Serahkan ke Allah... Just... Do your best!

#SebuahCatatanUntukDiriSendiri

Adakah sahabat saya disini yang pernah mengalami fase kehidupan yang berat dijalani, namun ternyata adalah cara Allah mengantarkan ke tempat yang lebih baik?

Please, feel free to share... :-)

May Allah bless you, always... Aamiin...

Monday, January 5, 2015

Tahun Baru dan Semangat Baru

Time flies....

Entah berapa lama blog ini saya abaikan...
Yang jelas, sepertinya sudah berbulan-bulan berlalu semenjak perayaan Idul Adha, dan beberapa hari yang lalu saya baru saja mendapat ucapan Selamat Idul Adha dari seorang sahabat di kolom komentar posting saya terakhir...

Ups...
Hahahahaaa...

Sejujurnya itulah "teguran" untuk saya karena mengabaikan blog saya tersayang ini... :-D

Tidak menulis secara rutin tentang rekam jejak perkembangan diri sendiri dan keluarga itu, seperti melanggar janji kepada diri sendiri...

Seharusnya saya mengabadikan disini tentang momen-momen yang terjadi dalam kehidupan saya dan perubahan pola pikir saya dari waktu ke waktu, tentu saja dengan bantuan sahabat semua yang kebetulan lewat dan membaca blog sederhana ini...

Ah, saya tidak hendak menulis tentang apapun...

Hanya ingin manyapa satu hari lagi di tahun yang baru dengan menyalakan semangat baru...
Berusaha supaya semua pekerjaan yang Allah tugaskan kepada saya dapat saya selesaikan dengan baik...

Sumber

Sahabat... Hidup itu memang tidak mudah...

Tapi disitulah letak serunya, bukan?! Hehehe... :-D

Sejak 2 bulan yang lalu, Allah memberi kesempatan kepada saya untuk magang di sebuah Rumah Sakit swasta tipe C di daerah Cibubur...
Tugas saya adalah menyusun Standar Kompetensi karyawan...
Ternyata, banyak RS yang belum memiliki Standar Kompetensi...

Penyusunan Standar Kompetensi sejatinya adalah pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh Tim Konsultan Rumah Sakit...

Tapi sekarang saya sendiri mengerjakan hal ini...

Beberapa minggu yang lalu, saya hampir menyerah... Saya ingin mengundurkan diri...

Tapi Allah punya cara-Nya sendiri...

Tak disangka, di sebuah acara Benchmarking ke RSCM dan Eka Hospital, saya dan beberapa teman mendapat kesempatan untuk mengajak pak dosen makan malam... Sosok yang sangat sangat sibuk itu akhirnya bersedia duduk santai di mobil saya... :-D

Saat itulah saya dan beberapa teman banyak bercerita tentang masalah kuliah, dan banyak lagi... Saya pribadi pastinya bercerita tentang tugas magang saya... Dan beliau langsung memberikan persetujuan dan motivasinya...

Tugas saya di rumah sakit itu bisa dijadikan bahan tesis saya! Dan beliau sendiri yang akan menjadi pembimbingnya! Kalau bisa dibilang, ya saya merasa sedikit lega karena ada gambaran apa yang harus dikerjakan...

Saya yang sebelumnya "gelap" tentang ide tesis, seketika langsung tergambar jelas di kepala apa yang harus dilakukan...  Setidaknya, secara garis besar...

Walaupun teknisnya saya masih belum yakin, dan menurut saya ini sesuatu yang "berat" dan "besar" untuk dikerjakan... Bahkan, ada seorang teman berbicara ke saya, "Ly... Elo kan newbie, sama kayak gw! Bikin standar kompetensi itu tugasnya konsultan loh! Elo kuat nggak bikin itu?! Sendirian pula!"

Entahlah... Saya langsung galau....

Tapi setelah saya melihat wawancara Abdul Rozak di tivi kemarin, saya yakin Allah ada di balik setiap usaha manusia yang berniat untuk beribadah di jalan-Nya...

Saya hanya mengambil pelajaran dari apa yang terjadi kepada saya... Di saat saya ingin mengundurkan diri, di saat itu pula saya ketemu pak dosen yang langsung bersedia menjadi pembimbing saya menyelesaikan tesis tersebut...

Tahun ini adalah tahun terakhir saya menyelesaikan sekolah...
Saya tidak ingin tahun 2016 nanti nama saya berada di antara mereka yang di-DO seperti banyak kakak kelas saya diminta "pergi" oleh fakultas akhir tahun 2014 kemarin...

Tapi saya juga tidak menyangka, Allah (seperti) meletakkan tugas itu di tangan saya untuk saya selesaikan.. Saya tidak mencari, tugas itu yang datang kepada saya... Sejujurnya, ini tidak mudah...

Bisakah saya menyelesaikannya...???

Tapi...

Jika Allah memberi tugas, Insya Allah, Allah juga yang akan memberi kemudahan...

Jika Allah memberi saya usia... Saya ingin saya yang di masa depan membaca ini:

Bismillah...
If you can finish this task, Tia..
You would have done something great!

Insya Allah...

Sumber

Tahun baru memang bukan sesuatu yang "istimewa"...
Ia sama saja halnya seperti hari baru...

Tapi, setiap hari adalah... Waktu!
Kesempatan yang Allah berikan buat kita...
Untuk selalu memperbaiki diri... Dan untuk selalu siap menaiki setiap tangga yang Allah sediakan buat kita... Lelah tak boleh dirasa... Yang terpenting adalah pencapaian di atas sana untuk bekal kita di akhirat nanti...
Insya Allah, aamiiin....

Selamat menikmati hari Senin, sahabat...
Semoga hari ini membawa berkah untuk kita semua... Aamiiin...