Sunday, July 6, 2014

Topi Kebanggaan

Sekitar setahun yang lalu saya berkesempatan mengikuti training ESQ 165 yang bertajuk Total Action. Training ini adalah yang pertama dari training-training serupa yang diadakan ESQ 165 setelahnya. Oleh karena itu, pesertanya cukup banyak. Termasuk, mereka yang datang dari negara tetangga.

Di tengah berbagai masalah dengan negara tetangga kita Malaysia, entah masalah kebudayaan pariwisata atau apapun, sebagian kecil dari mereka bersedia jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mengikuti training yang dibawakan oleh Pak Ary Ginanjar ini.

Seperti training-training ESQ lainnya, di training ini juga ada sesi permainan. Dan seperti biasa setelah setiap sesi permainan akan ada perenungan makna dari permainan yang telah dilakukan. Kali ini permainannya adalah mengenakan aneka topi secara bergantian dan setiap peserta diminta untuk mencermati bagaimana perasaan masing-masing saat mengenakan topi tersebut.

Kami diminta untuk berpasangan. Dan kebetulan pasangan saya yang duduk di sebelah saya adalah seorang ibu berkebangsaan Malaysia yang ramah dan banyak senyum.

Ada topi polisi, ada topi sarjana, ada topi pantai, ada topi tentara, dan masih banyak lagi. Kami diperbolehkan berfoto dengan topi-topi tersebut. Menakjubkan, karena ternyata hanya dengan mengenakan topi saja bisa membuat perasaan saya berubah.

Saat mengenakan topi sarjana saya merasa sangat cerdas dan berpendidikan. Saat mengenakan topi tentara dan polisi saya merasa sangat berwibawa dan berani. Saat mengenakan topi pantai saya merasa seakan sedang berlibur di tepi pantai.. :-D

Foto ini diambil oleh sahabat yang berasal dari Malaysia.

Setelah kami diminta melepas topi-topi tersebut, saya pribadi merasa kembali menjadi diri saya sendiri. Saya sadar akan siapa saya, dan mau kemana saya.. Saya dan sahabat baru saya warga negara Malaysia, merenungi hakikat topi itu. Sesungguhnya, itu hanya topi!

Terlepas dari topi apa yang kami kenakan, dan terlepas dari negara mana kami berasal, berada di ruangan itu pada hari itu, kita sebenarnya satu. Satu tujuan dan satu akidah. Kami adalah sesama muslim.

Sayangnya, saat ini saya merasa negeri tercinta sedang terpecah menjadi dua. Para oknum yang (katanya) pendukung masing-masing capres gencar menyebarkan kampanye hitam. Rasanya sedih sekali. Saya menganalogikan keadaan ini seperti penyakit autoimun. Dimana sistem imun seseorang menyerang organ tubuh orang itu sendiri. Penyakit berbahaya yang bisa berujung kematian.

Saya paham, pastinya kita bangga dengan pilihan masing-masing. Tapi alangkah baiknya kita lepas topi sejenak, dan menyadari bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Kita adalah satu tubuh, satu kesatuan. Satu bagian tubuh sakit maka sejatinya seluruh tubuh akan merasakan.

Saya memang bukan seseorang yang punya pengaruh apa-apa. Tapi saya berharap lewat tulisan singkat di blog saya ini, saudara-saudara saya dan sahabat-sahabat saya di luar sana, rela melepaskan topi sejenak dan lihat saudaramu, lihat sahabatmu.. Sesungguhnya di bawah perbedaan yang melapisi kulit kita, kita sejatinya satu. Satu tujuan. Satu bangsa. Satu tanah air. Satu bahasa.

Seharusnya kita saling menyayangi...

Marilah mulai memperbaiki diri. Karena Indonesia yang lebih baik berawal dari diri kita sendiri.

Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.." 

Jangan biarkan setan menang atas diri kita karena kita rela mengikuti ajakannya untuk berkampanye hitam. Apapun yang kita tulis dan ucapkan, semua ada pertanggungjawabannya. Untuk kepentingan kita bersama, saya mohon untuk tidak menuliskan kampanye di kolom komentar (apalagi kampanye hitam!). Mohon maaf jika komentar seperti itu harus saya hapus.

Satu tulisan, untuk Indonesia yang saya cintai. 

* * *

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Aku dan Indonesia


16 comments:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Kontes Unggulan :Aku Dan Indonesia di BlogCamp
    Dicatat sebagai peserta
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kembali, Pakde...
      Sukses selalu utk Pakde.. :-)

      Delete
  2. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga menggunakan topi tertentu ya Mbak Lyliana, entah kita sadar atau tidak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak evi... ^_^
      tapi mudah2an topi apapun yang kita kenakan, tetap menjadikan kita orang yang rendah hati... ^_^

      kebersamaan tetap nomor satu.. ^_^

      Delete
    2. amin ...apa kbr mba Thia, selamat berpuasa ya :)

      Delete
    3. @mbak ketty, alhamdulillah baik...
      Makasih mbak ketty.. :-)

      Delete
  3. Saya mau pinjam topinya Vania aja, biar berasa cute teruuuus. . . :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Topi vania gambar hello kitty, kalau pake itu berasa imut pastinya.. :-)

      Delete
  4. Mau dong pinjam topinya... kalo dipake bintang gimana ya...

    ReplyDelete
  5. Topinya keren Bunda.....tulisannya bagus

    ReplyDelete
  6. Semoga sukses ya mbak kontesnya :)

    ReplyDelete
  7. Wah dulu aku ESQ nggak ada part topi-topi ini hihihi... Dan nggak ngefek ESQnya hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya esq ada yg ada, ada yg nggak una.. :-D

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)