Saturday, July 26, 2014

Mereka Yang Tidak Pernah Meminta

Saat saya kuliah dulu, saya punya seorang sahabat dan kami sering berbagi cerita tentang kebaikan. Suatu kali, ia bercerita tantenya baru saja diberi mimpi indah.. Mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpinya tante tak melihat wajah beliau SAW, namun hanya melihatnya dari belakang.. Rasulullah SAW mengenakan jubah hijau, dan sedang berwudhu...

Merasa takjub, saya kemudian menanyakan rahasianya... Bagaimana kepribadian dan keseharian tante sahabat saya ini?

Sahabat saya pun menjawab bahwa tante tidak pernah ragu-ragu dalam memberikan sedekah ke orang lain.. Dimanapun ditemui peminta-minta maka akan ia beri tanpa pikir panjang...

Tapi akhir-akhir ini, banyak kejadian yang menyebabkan saya merubah cara pandang saya terhadap para peminta-minta... Baik karena pemberitaan, maupun yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri.. 

Padahal, sesungguhnya banyak sekali orang yang justru berperilaku sebaliknya.. Ijinkan saya memperkenalkan sebagian dari mereka, disini...

Bu Zaenab

Bu Zaenab adalah seorang ibu tua yang sering membersihkan masjid dan lingkungan sekitarnya. Beliau tinggal di sekitar Masjid Arif Rahman Hakim di kampus UI Salemba. Saat saya kuliah dulu, beliau terkenal galak, apalagi terhadap kami yang tak menjaga kebersihan atau yang tak bisa menjaga kerapihan shaf saat sholat berjamaah. Tapi beliau juga sangat baik. Sahabat saya pernah menangis setelah selesai ujian dan beliau ada disana untuk meringankan beban hati sahabat saya.

Selain menjaga kebersihan masjid, bu Zaenab juga berjualan minuman untuk tambahan penghasilan sehari-hari. Sampai sekarang beliau masih ada. Anak angkatnya yang dulu berjualan koran, kini sudah menikah dan memiliki kehidupan yang sudah lebih mapan. Anak angkatnya pernah meminta bu Zaenab untuk berhenti berjualan dan istirahat menikmati masa tuanya, toh kini ia bisa menafkahi bu Zaenab.

Tapi bu Zaenab menolak dan tetap berjualan...

Dan ketika saya menitipkan haknya padanya, ia malah bertanya balik ke saya, "Ini untuk Ibu? Atau untuk anak yatim, Nak?"

Membuat air mata saya jatuh tak terbendung. "Ibu atur sajalah," jawab saya.

Foto di atas saya ambil saat beliau belum menyadari kehadiran saya. Beliau sedang berusaha menamatkan membaca Al-Qur'an.

Yu buah...

Ah, bodohnya saya selalu saja lupa menanyakan namanya..
Saya sekeluarga hanya memanggilnya "Yu..."

Ia berjualan buah berkeliling... Sering mampir ke rumah saya dan beristirahat sejenak... Ia membawa beban berat di punggungnya, dalam keadaan berpuasa... Berkeliling menjajakan buah... Semangat pantang menyerah dalam menjemput rezeki dari-Nya...

Membuat saya merasa malu akan diri ini... 

Pemuda di Museum Satriamandala

Dan sosok ketiga yang ingin saya ceritakan disini adalah sosok seorang anak muda.

Jika ada kesempatan libur dan waktu luang, saya sering mengajak Vania jalan-jalan. Tidak hanya bermain, namun terkadang saya selipkan pelajaran-pelajaran. Tempo hari, kami mengunjungi Museum Satriamandala.

Setelah lelah berkeliling, kami istirahat sejenak di taman sebelah Mushola. Dari kejauhan Mama saya melihat sesosok pemuda berjalan terpincang-pincang sambil membawa pengki berisi daun kering. Setelah dekat nampaklah ia adalah seorang anak muda yang sedang menyapu halaman.

Tanpa mempedulikan kondisi dirinya yang sulit berjalan, ia tetap bersemangat menyapu halaman museum hingga bersih.. Saat Mama menitipkan haknya pada dirinya, maka meluncurlah sebaris do'a untuk kami. Alhamdulillah, terima kasih ya Dek...

Jika sahabat blogger berkesempatan mengunjungi Masjid ARH di Salemba, atau Museum Satriamandala, atau ke sekitaran Setu Cipayung, bisa saja sahabat blogger ditakdirkan berjumpa dengan mereka...

Sosok-sosok di atas membuat saya kagum... Sehingga akhirnya saya mengambil kesimpulan sendiri...

Mereka yang sebenar-benarnya membutuhkan, terkadang tidak pernah meminta kepada manusia. Mereka ikhlas menjalani hidup, dan mensyukuri semua yang Allah berikan. Mereka yakin, sesulit apapun hidup, Allah pasti akan memberikan kemudahan.

* * *

Saya dan keluarga mengucapkan..
Selamat Idul Fitri 1435 H
Kami mohon maaf lahir dan batin
Semoga tahun ini membawa keberkahan untuk kita semua
Allahumma aamiin...

Friday, July 18, 2014

Masjid Indah


Salah satu yang menjadi pertimbangan saya saat bepergian adalah tempat sholat yang ada di tempat tujuan. Saat melihat peta lokasi saya juga mencari dimana masjid terdekat. Salah satu masjid yang menurut saya nyaman dan indah adalah Masjid Andalusia di daerah Sentul City.

Masjid ini terletak di depan tempat wisata Pasar Ah Poong Sentul City. Masjidnya sejuk, bersih dan nyaman. Di bagian belakang terdapat sekolah Islam dengan halaman luas dan miniatur Ka'bah. Buat anak-anak, betapa senangnya mereka berlarian dan bermain disini. Pasar Ah Poong dan Masjid Andalusia, sering menjadi destinasi jalan-jalan bagi saya dan keluarga.

* * *



Tuesday, July 8, 2014

Ide Bermain Dari Buku

Liburan anak... ^_^

Waktu yang menyenangkan untuk merencanakan aneka kegiatan bermain sambil belajar.. Suatu hari saya menemukan sebuah blog yang sangat inspiratif.. Dari sanalah saya mengetahui bahwa aneka buku cerita anak itu bisa menjadi sumber ide untuk bermain... ^_^

Beberapa buku di bawah ini sangat membantu saya untuk mendapatkan ide bermain dengan Vania..


Seri Sopan Santun BIP berjudul Bersenang-senang di Taman ini menceritakan tentang aneka kegiatan bermain anak dari sudut pandang beberapa anak. Dari segi edukasi, anak-anak diajarkan cara menjaga sopan santun di tempat umum seperti taman, misalnya dengan belajar mengantri mainan dan membuang sampah di tempatnya..


Seri Erlangga For Kids berjudul Fergus di Taman menceritakan petualangan seekor anjing lucu di sebuah taman. Semuanya diceritakan dari sudut pandang si anjing.. :-D

Dan kegiatan-kegiatan inilah yang sering Vania mainkan di taman...

Main balon sabun yuk.. ^_^

Lempar frisbee! Cara seru untuk melatih ketangkasan anak.. :-D

Di dekat rumah Vania baru setahun ini dibangun taman kota. Tamannya indah dan bersih. Namanya Taman Bambu. Semoga tetap terjaga kebersihan Taman Bambu ini ya..

Karena mirip piknik, maka Vania membawa bekal buah pisang. Tidak lupa untuk membuang kulit pisangnya di tempat sampah organik yang sudah disediakan.. ^_^

Belajar juga untuk saling berbagi... ^_^

Tempo hari, saat kami jalan-jalan ke daerah Jakarta Selatan, kami juga menyempatkan mampir ke Taman Ayodya di Jalan Barito. Ada satu cerita yang tak akan saya lupa di tempat ini. Dahulu, sebelum menjadi Taman Ayodya, tempat ini adalah tempat berjualan ikan hias, buah-buahan dan aneka binatang peliharaan. Saat akan digusur, Papa menyempatkan untuk terakhir kali mampir kesini. 

Ceritanya, sebelum tempat ini penuh dengan para pedagang, tempat ini memang aslinya adalah sebuah taman kota. Papa saat kecil sering bermain di taman ini. Papa meminta ijin kepada salah seorang pedagang ikan hias yang baik hati untuk melihat ke dalam taman (yang tertutup kios pedagang di semua sisi), tapi salah seorang pedagang (yang sepertinya kepala mereka semua), datang marah-marah dan mengusir Papa. Dikira, Papa adalah pihak yang akan menggusur mereka.

Padahal, akhirnya toh mereka tergusur. Pada masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo, akhirnya tempat ini dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai taman kota.. ^_^

Indahnya taman ini...

Sejuk...

Banyak bunga kamboja berguguran.. Dan saya punya satu ide untuk Vania..

Membuat aneka perhiasan dari bunga.. ^_^

Saya ajak Vania membuat mahkota bunga seperti punya Zoe di buku ini... ^_^

Ini hasilnya.. :-D

Selain taman, ada satu tempat lagi yang bagi anak-anak membosankan.. Supermarket! (Ya setidaknya begitulah menurut pendapat Vania)... :-D

Berawal dari membaca buku aneka resep makanan sehat untuk anak yang berwarna warni alami ini, saya mengajak Vania dan Aira bermain di supermarket...

Buku ini berisi kumpulan resep sehat dengan mengkombinasikan makanan yang berwarna warni (sayur dan buah), setiap hari.. ^_^


Bukan sesuatu yang "wah"
Hanya berlomba mencari buah atau sayuran yang saya sebutkan...  :-D
Khusus Vania, saat ia sudah mendapatkan yang dicari, maka ia harus menyebutkan kandungan vitamin dan manfaatnya bagi tubuh... (secara garis besar saja sih, heheheee)... 

Karena saya heboh, mereka pun ikut heboh..

Bermain itu bisa dimana saja, bukan..? :-D

Bagaimana dengan agenda liburan teman-teman Vania disini..?
Permainan apa yang biasa dimainkan di taman, atau pada saat piknik...?

Hmm... Atau pernahkah sahabat mendapat ide tentang apapun yang didapat dari buku?

Please feel free to share... 

Have a nice tuesday... ^_^

Sunday, July 6, 2014

Topi Kebanggaan

Sekitar setahun yang lalu saya berkesempatan mengikuti training ESQ 165 yang bertajuk Total Action. Training ini adalah yang pertama dari training-training serupa yang diadakan ESQ 165 setelahnya. Oleh karena itu, pesertanya cukup banyak. Termasuk, mereka yang datang dari negara tetangga.

Di tengah berbagai masalah dengan negara tetangga kita Malaysia, entah masalah kebudayaan pariwisata atau apapun, sebagian kecil dari mereka bersedia jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mengikuti training yang dibawakan oleh Pak Ary Ginanjar ini.

Seperti training-training ESQ lainnya, di training ini juga ada sesi permainan. Dan seperti biasa setelah setiap sesi permainan akan ada perenungan makna dari permainan yang telah dilakukan. Kali ini permainannya adalah mengenakan aneka topi secara bergantian dan setiap peserta diminta untuk mencermati bagaimana perasaan masing-masing saat mengenakan topi tersebut.

Kami diminta untuk berpasangan. Dan kebetulan pasangan saya yang duduk di sebelah saya adalah seorang ibu berkebangsaan Malaysia yang ramah dan banyak senyum.

Ada topi polisi, ada topi sarjana, ada topi pantai, ada topi tentara, dan masih banyak lagi. Kami diperbolehkan berfoto dengan topi-topi tersebut. Menakjubkan, karena ternyata hanya dengan mengenakan topi saja bisa membuat perasaan saya berubah.

Saat mengenakan topi sarjana saya merasa sangat cerdas dan berpendidikan. Saat mengenakan topi tentara dan polisi saya merasa sangat berwibawa dan berani. Saat mengenakan topi pantai saya merasa seakan sedang berlibur di tepi pantai.. :-D

Foto ini diambil oleh sahabat yang berasal dari Malaysia.

Setelah kami diminta melepas topi-topi tersebut, saya pribadi merasa kembali menjadi diri saya sendiri. Saya sadar akan siapa saya, dan mau kemana saya.. Saya dan sahabat baru saya warga negara Malaysia, merenungi hakikat topi itu. Sesungguhnya, itu hanya topi!

Terlepas dari topi apa yang kami kenakan, dan terlepas dari negara mana kami berasal, berada di ruangan itu pada hari itu, kita sebenarnya satu. Satu tujuan dan satu akidah. Kami adalah sesama muslim.

Sayangnya, saat ini saya merasa negeri tercinta sedang terpecah menjadi dua. Para oknum yang (katanya) pendukung masing-masing capres gencar menyebarkan kampanye hitam. Rasanya sedih sekali. Saya menganalogikan keadaan ini seperti penyakit autoimun. Dimana sistem imun seseorang menyerang organ tubuh orang itu sendiri. Penyakit berbahaya yang bisa berujung kematian.

Saya paham, pastinya kita bangga dengan pilihan masing-masing. Tapi alangkah baiknya kita lepas topi sejenak, dan menyadari bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Kita adalah satu tubuh, satu kesatuan. Satu bagian tubuh sakit maka sejatinya seluruh tubuh akan merasakan.

Saya memang bukan seseorang yang punya pengaruh apa-apa. Tapi saya berharap lewat tulisan singkat di blog saya ini, saudara-saudara saya dan sahabat-sahabat saya di luar sana, rela melepaskan topi sejenak dan lihat saudaramu, lihat sahabatmu.. Sesungguhnya di bawah perbedaan yang melapisi kulit kita, kita sejatinya satu. Satu tujuan. Satu bangsa. Satu tanah air. Satu bahasa.

Seharusnya kita saling menyayangi...

Marilah mulai memperbaiki diri. Karena Indonesia yang lebih baik berawal dari diri kita sendiri.

Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.." 

Jangan biarkan setan menang atas diri kita karena kita rela mengikuti ajakannya untuk berkampanye hitam. Apapun yang kita tulis dan ucapkan, semua ada pertanggungjawabannya. Untuk kepentingan kita bersama, saya mohon untuk tidak menuliskan kampanye di kolom komentar (apalagi kampanye hitam!). Mohon maaf jika komentar seperti itu harus saya hapus.

Satu tulisan, untuk Indonesia yang saya cintai. 

* * *

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Aku dan Indonesia


Friday, July 4, 2014

Anak-anak Tahun 80an

Luar biasa bagaimana pikiran manusia bekerja...

Hanya melihat/ mendengar/ membaca.. satu barang atau satu tempat bisa membawa pikiran ke dalam kenangan akan masa terdahulu... Bagi saya, selain pohon pinus, barang yang membawa saya mengenang masa kecil adalah sepatu converse... ^_^


Sepatu model ini mengingatkan saya akan masa SMP dan SMA belasan tahun yang lalu... :-D

Source

Tahun 90an... Tahun-tahun saya melewati empat level masa sekolah saya... SD.. SMP.. SMA... Kuliah... Masa-masa saya melewati masa kecil dengan kebahagiaan tanpa rasa khawatir...

Masa dimana saya mahir bermain Nintendo namun hanya punya satu game: Mario Bros!
Masa dimana saya dan teman-teman bebas jalan-jalan dan bersepeda tanpa takut diculik...
Masa dimana saya suka merekam lagu favorit saya saat diputar di radio... Karena saya nggak mampu beli kasetnya.. :-D
Masa dimana saya bermain di taman dan harus mengeluarkan segenap imajinasi saya untuk memanfaatkan daun kering, ranting dan botol-botol bekas sebagai mainan... Karena mainan saya nggak sebanyak Vania sekarang... :-D

Indeed.. Nevertheless I had a great time.. :-D


Saat saya menemani Vania bermain di sekitar rumah, atau jalan-jalan ke taman, dengan teman-temannya.. Adalah saat saya mengenang masa kecil saya... I love these moments...

Tentu saja jaman sekarang berbeda dengan dulu... Saya tak bisa melepas Vania main di luar (yang agak jauh, seperti ke taman atau ke tanah kosong, tanpa pengawasan saya)... Bahaya akan adanya human trafficking... Begitupun teman-teman Vania lainnya... Mereka pun diijinkan oleh orangtuanya, karena ada saya dan si Eyang...

Acara jalan-jalan Vania saya isi dengan aneka kegiatan, seperti belajar fotografi.. Teman-teman tentu boleh meminjam, semua bergantian.. Sekalian, belajar sopan santun dan bersabar... ^_^

Bermain bersama anak-anak itu salah satu cara saya untuk refreshing...

Satu hal.. Satu benda.. Satu tempat.. Satu kegiatan.. Bisa menjadi sarana kita untuk bernostalgia dengan masa lalu.. Atau bahkan berangkat dari nostalgia tersebut, kita bisa merencanakan masa depan...? Dan betapa saya menjadi orang yang tidak up to date ketika saya membuka web Zalora dan mendapati bahwa produk converse tidak hanya sepatu.. Hahahaaa..

Hmm.. Bagaimana seandaikan jaket converse ini dijadikan hadiah untuk someone special..? :-D

Jadi, apa nostalgia sahabat di tahun 90an..? :-D

Have a happy friday everyone, happy Jum'at Mubarok.. :-)