Tuesday, June 24, 2014

Memetakan Potensi Unggul Anak

"Setiap anak itu jenius. Namun, jika kita menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat sebatang pohon, dia akan berpikir dirinya bodoh, di sepanjang hidupnya.(Albert Einstein) 

Adalah.. Salah satu kalimat bijak favorit saya...

Saya mendapat kiriman buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak dari Pak Isro Batavusqu, untuk acara sayembara Batavusqu tempo hari. Saya bersyukur sekali, kami para peserta diberi kebebasan untuk memilih sendiri bukunya.. Saat searching ke bukabuku.com, pandangan saya langsung tertuju pada buku ini.. Terima kasih Pak Isro.. :-)

Source

Buku ini berisi tulisan Ayah Edy yang berusaha membuat para orangtua paham, bahwa potensi anak bukan hanya bisa dilihat dari nilai-nilai akademisnya. Seorang dengan potensi unggul menari misalkan, tidak akan terlihat menonjol di sekolah. Sebaliknya, jika ia disekolahkan di sekolah yang tepat, ia akan melejit potensinya... 

Banyak sekali kasus-kasus yang Ayah Edy paparkan di buku ini. Salah satu yang membuat saya terkagum-kagum adalah cerita tentang Martha Tilaar, yang sempat dicap sebagai anak yang (maaf) slow learner di sekolah, padahal ternyata passion-nya adalah di bidang kecantikan. Dan lihatlah ternyata beliau jenius sekali yaa, karena orangtua Ibu Martha ini sangat mendukung anaknya.. Luar biasa, dukungan orangtua terhadap passion anak..

Setelah membaca buku ini, saya seakan mempunyai satu misi lagi dalam hal membesarkan Vania.. Yaitu untuk menemukan passion-nya, bakatnya... Saya pernah menulis disini tentang cita-cita Vania.. Ia yang ingin menjadi dokter gigi pasti karena pengaruh saya.. Saya yang ia lihat dan contoh sehari-hari.. Saat ini, saya sedang mencari cara bagaimana caranya Vania menemukan passion-nya tanpa ada pengaruh dari saya maupun keluarga besarnya..

Di buku ini Ayah Edy memaparkan beberapa tahap dalam mencari potensi unggul seorang anak. Tahap pertama di usia dini, adalah Program Stimulasi. Pada tahap ini seorang anak distimulasi dengan berbagai macam kegiatan dan profesi... 

Setelahnya, disusun apa saja yang menjadi minat dan bakat si anak. Minat akan aneka kegiatan yang sudah tersaring ini juga harus dilihat dari segi konsistensi anak dalam menjalaninya, dan dinilai seberapa berbakat ia dalam bidang tersebut.

Lebih jauh dilakukan uji coba minat dan bakat tersebut, seperti diikutkan dalam aneka kursus.. 

Dan masih ada beberapa tahap untuk semakin mengerucutkan potensi unggul anak.. Sehingga bisa didapat potensi keahlian dirinya yang sangat spesifik. Jika itu ditemukan maka insya Allah anak bisa menjadi seorang ahli dalam bidangnya saat ia dewasa nantinya...

Saya sangat setuju dengan pendapat Ayah Edy, bahwa Allah punya tujuan dalam penciptaan manusia. Dan manusia bisa bermanfaat bagi orang lain dengan keahlian yang ia punya. Allah sudah memberikan petunjuk berupa perilaku si anak sehari-hari. Mudah-mudahan, kita sebagai orangtua, bisa melihat petunjuk Allah dalam diri anak kita.. Supaya kita mengarahkan anak kepada tujuan yang memang digariskan oleh-Nya... Semaksimal mungkin..

Saat ini yang saya lakukan kepada Vania masih pada tahap memberinya stimulasi sebanyak-banyaknya.. 

Dan yang bisa saya catat dari perkembangannya sampai saat ini, adalah:
1. Suka menggambar dan mewarnai 
2. Suka matematika dan sering membuat soal sendiri (sehingga kini Vania saya ikutkan kumon)
3. Saat membaca ensiklopedia, Vania hanya tertarik bab tentang "Makhluk Hidup dan Manusia"

Bagi saya, potensi apa yang dimiliki Vania dan seperti apakah masa depan yang Allah maksudkan untuk Vania masih terlalu abstrak bagi saya.. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan hamba-Nya petunjuk.. Karena apapun profesinya (asal halal), menurut saya, adalah sarana seorang hamba dalam beribadah kepada-Nya..

Menurut saya, buku ini harus dibaca oleh para orangtua... Berapapun usia anaknya.. Never say too late.. Nothing is ever too late.. :-)

Melakukan pekerjaan yang kita cintai adalah cita-cita setiap orang... Melakukan pekerjaan yang tidak kita suka akan memberi tekanan pada batin, dan kita tidak akan bahagia.. Padahal kita bekerja untuk bahagia, bukan?

Kalau bisa ada jalan yang lebih cepat mencapai panggilan jiwa, kenapa tidak? Walaupun ada beberapa orang yang harus melalui jalan berliku.. seperti saya... :-D 

Saya baru sadar bahwa saya salah jurusan saat semester tiga di FKG.. Hahaha..
Tapi, tidak ada kata mundur bagi saya saat itu..
 
Yaaa... Jujur saya tidak terlalu passion dalam mengutak-atik mulut orang... Bagi saya itu menjemukan.. Walaupun, saat dihadapan pasien tentu saya akan menyelesaikan pekerjaan saya sebaik mungkin... Saya tidak bisa membohongi hati saya... Saya lebih suka bekerja dengan mobilitas yang tinggi.. Saya suka berpindah-pindah tempat.. Hehehe.. Oleh karena itu saya kembali bersekolah, dan bukan bidang spesialisasi yang saya ambil.. Melainkan manajemen rumah sakit.. Oke.. Saatnya saya "tobat profesi"... hehehe.. :-D

Insya Allah...

Bayangkan, betapa hebatnya Indonesia kelak, jika semua profesionalnya bekerja dengan bahagia... Karena bukan hanya gaji yang dikejar, tapi bekerja karena cinta!

Apakah pekerjaan sahabat sekarang sudah sesuai dengan passion sahabat? Apakah anak-anak sahabat sudah menemukan passion-nya? Please, feel free to share.. ^_^

Semoga bermanfaat, kawan.. :-)

16 comments:

  1. Tiaaaa...minat dan potensi anak akan terus berubah sesuai usia.
    Sekarang saya baru ingat, bahwa Risa menemukan jurusan pilihannya buat kuliah justru pada saat dia hampir lulus dan 'terpaksa' memilih jurusan untuk meneruskan pendidikannya...
    Alhamdulillah, ternyata itu memang passion-nya. Sekarang di tempat kerjanya, dia juga sangat suka dengan pekerjaan dan teman-teman seprofesinya. Seru, katanya. Dan memang, doa adalah pelengkap semua pinta. Tak putus saya berdoa, smoga kelak Risa menemukan tempat kuliah terbaik yang sesuai dengan bakat dan minatnya...
    Saya berharap, apa yang menjadi kelebihan Vania sekarang, akan mengantarnya menjadi anak yang bahagia dengan pilihan hidupnya.
    Amiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hebat Risa..
      Keajaiban do'a Ibu yah mbak Irma :-)

      Aamiin utk do'a buat vania...

      Delete
  2. Tobat profesi?
    Duuuuhhh...baru denger nih istilah ini...hehehehe
    Smoga pilihan ilmu yang sekarang Tia jalani akan mengantar Tia ke pekerjaan impian ya...doa saya buat Tia :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. aku dpt istilah tobat profesi dari salah satu training2 yg aku ikuti mbak Irma.. *ketauan kan aku masih suka galau*

      Hahaaa..

      Aamiin juga utk do'anya buat saya...

      Makasih banyak mbak Irmaaa :-):-)

      Delete
  3. berarti Vania jangan sampai salah jurusan lagi ya :) sejujrunay aku juga salah jurusan

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. aku rasa hampir semua blogger ini seharusnya bekerja di bidang jurnalisme atau sastra, yah nggak mbak Lidya.. :-D

      karena suka nulis :D
      dan foto2 :-D

      Delete
  4. Yup, melakukan sesuatu (di sini ) bekerja dengan cinta dan sesuai passion akan lebih bermaknaa..tjaaah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinyaaaa yaaah mbak Astin... heheheee

      Delete
  5. g tau kenapa dulu ambil pilihan bahasa inggris dan psikologi,eh keterima di psikologi...knp pilih psikologi??bagi aku yg males belajar,apalagi matematika *auwooo hahaha* kok aku rasa psikologi itu keren aja hahaha..eh ternyata makin jatuh cinta sama dunia anak2...ketemu deh passionnya,seneng aja.. :D

    salam cerdas buat vania^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. dunia anak-anak itu dunia yang menyenangkan...
      sepertinya jadi guru TK itu awet muda yah miss Hanna.. ^_^

      Delete
  6. Kalau se usia Kynan begini sudah bisa diamatin gak ya mbak? kayaknya sih masih labil dan gak konsisten. Mungkin seperti Vania dulu ya distimulasi sebanyak-banyaknya semangat-semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat yaah Kynan...
      pasti Kynan nanti jadi anak hebat! Aamiin.. :-)

      Delete
  7. Bekerja dilandasi cinta itu menurut pengalamanku dulu malah seperti sedang menikmati hobi saat mengerjakan pekerjaan itu sendiri mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mengerjakan hobi dan dapat gaji itu adalah surga dunia, mbak Ely.. hehee

      Delete
  8. Orang tua harus selalu mendukung kegiatan anak2nya ya, Mba. Ide mapping ini bagus. Ortu terus menggali potensi anak2nya.

    Saya pernah merasa salah jurusan tuh ketika SMK, Mba. Yaitu masuk jurusan Sekretaris. Bukan saya bingiits pokoknya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. pokoknya cuma anak yang bisa rasa yah Idah... dan orangtua yang bersahabat dengan anaknya pasti akan mendengarkan suara hati anak.. insya Allah..

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)