Monday, June 9, 2014

Inspirasi Dari Sang Pemberani

Bangkit dari keterpurukan dan cobaan bertubi-tubi itu tidak mudah...

Saya sadar, apalagi bagi saudara-saudara kita di Aceh yang mungkin mengalami kehilangan banyak anggota keluarga karena musibah tsunami lalu.. Berhasil menjadi juara dengan jalan yang berliku seperti tokoh Madi (tokoh utama film Sang Pemberani) tentu adalah hal yang sangat membanggakan..

Source

Jika sahabat semua disini pernah nonton film Karate Kid, mirip seperti itulah ceritanya.. Namun bedanya, ini berdasarkan kisah nyata.. Dan tentu saja juga berbeda dalam hal siapa dan apa yang memotivasi Madi..

Tanggal 24 Mei lalu akhirnya saya berkesempatan nonton bareng Mas Budi...
Di Megaria tepatnya... Kami membeli tiket beberapa menit sebelum pertunjukan dimulai, saya melihat yang membeli tiket untuk menonton film ini bisa dihitung dengan jari.. :-D

Mungkin memang benar film Indonesia seperti ini tidak sekeren film-film macam Spiderman atau X-Men. Tapi buat saya, kalaupun saya nonton suatu film, saya ingin ada pelajaran dan manfaat yang bisa saya ambil.. Sayangnya, trailer film Sang Pemberani terlalu menjabarkan keseluruhan jalan cerita, sehingga orang tak tertarik lagi untuk melihat (mungkin loh ya), karena sekarang film ini sudah tak diputar lagi di bioskop.. :-D



Film ini menceritakan seorang anak Aceh yang bangkit dari keterpurukan keluarga akibat bencana tsunami. Walau jalan berliku dan banyak rintangan, namun ia pantang menyerah! Secara keseluruhan pengambilan gambar film ini bagus sekali... Pemandangannya indah... Akting para aktor dan aktrisnya juga oke.. Ini, opini saya loh yaa.. :-)

Kehadiran tokoh-tokoh seperti salah satu idola saya Ary Ginanjar Agustian, Artika Sari Devi dan suami, Baim, dan aktor aktris ternama lainnya ikut menyemarakkan film ini..

Ohya, satu lagi yang saya suka dari film ini adalah lagu soundtrack Sang Pemberani yang dibawakan Band Cokelat... Membangkitkan semangat kebangsaan Indonesia.. I love the song.. ^_^

Eniwei.. Setelah melihat filmnya, saya bertanya pada Mas Budi...
Di cerita itu, kira-kira faktor apa yang membuat Madi berhasil menjadi juara?

Jawaban mas Budi, dan (menurut opini saya) mungkin juga akan menjadi jawaban kebanyakan orang adalah... Karena Madi pantang menyerah dan berlatih keras demi mencapai mimpinya...

Tapi di film ini ada satu momen yang menurut saya.. "Aaah! Ini dia kunci keberhasilan Madi!"

Apa itu..?

Restu Ibu...

Sebelumnya, Madi begitu terobsesi menjadi seorang karateka.. Sampai ia sering melupakan kewajibannya... Bahkan hampir melakukan segala cara demi mendapatkan uang untuk berangkat ke Bali demi ikut kejuaraan karate internasional.. Ibunda Madi tidak ridho..

Sampai suatu saat Madi akhirnya sadar dan mulai memperbaiki diri... Walaupun begitu, ia tidak meninggalkan mimpinya menjadi seorang atlet karate seperti almarhum Ayahnya dan juara internasional seperti almarhum kakaknya.. Kedua Ayah dan kakak Madi hilang saat tsunami menerjang Aceh..

Akhirnya Madi melakukan segala hal baik untuk orang banyak, seperti membersihkan pasar di daerahnya, melindungi masyarakat dari para kriminal, dan semacamnya.. Karena hal itu pulalah, akhirnya Ibunda Madi luluh hatinya dan merestuinya.. Namun cobaan tak sampai disitu.. Madi tak bisa ikut kejuaraan karate internasional karena senseinya bermasalah...

Dan disinilah momen yang membuat saya terharu...

Di saat Ibunda Madi merestui, dan di sisi lain Madi pasrah akan keadaannya yang tak bisa ikut kejuaraan karate... Saat itulah tangan Allah berperan... Perwakilan dari daerahnya untuk dikirim ke Bali tiba-tiba mengundurkan diri dan ia diminta untuk menggantikannya.. 

Ridho Allah, ridho orangtua.. See?

Akhirnya Madi dapat mengharumkan nama bangsa...

Saya terharu, karena hal seperti ini baru saja saya lihat, terjadi di keluarga besar saya sendiri...

Adik sepupu saya, ingin menjadi seorang pramugari... Berkali-kali ia ujian untuk masuk pendidikan pramugari Garuda Indonesia namun gagal. Karena, Ibu belum merestui.. Namun setelah Ibu akhirnya memberikan ridhonya, ia pun lulus... Saat ini ia masih menempuh pendidikan pramugari..

Subhanallah, bagaimana Allah menunjukkan betapa pentingnya peran seorang Ibu...

Saya jadi sadar, betapa beruntungnya saya masih memiliki Mama... Masih banyak waktu untuk memuliakan beliau, insya Allah...

Saya juga akhirnya sadar, betapa beratnya tanggung jawab menjadi seorang Ibu... Anak tak bisa berhasil kalau kita tidak ridho...

Mudah-mudahan kita semua dikuatkan ya.. Aamiin...

Terkait dengan awal posting ini, saya hanya bisa berdo'a dan berharap... Maju terus perfilman Indonesia! ^_^


28 comments:

  1. Wiw.. Film keren berbau Aceh?? Ini patut ditonton deh..
    makasii ya Mba Thia infonya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama Dhe... bumi Aceh itu indah sekali, subhanallah..

      Delete
  2. Padahal banyak film indonesia yang bagus ya mbak, kurang promosi mungkin yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus-bagus memang, dan sayangnya, selain kurang promosi juga kurang apresiasi dari bangsa sendiri.. :-)

      Delete
  3. Wah ... kapan aku bisa nonton film ini ya ?

    Penasaran nih sama soundtracknya , langsung ke you tube, nyari , makasih ya mbak :)

    ReplyDelete
  4. Wah jadi pengen ajakin anak2 nih nonton ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya udah nggak ada di bioskop mbak fitri..
      mudah2an film2 indonesia inspiratif lainnya nyusul yah mbak.. :-D

      Delete
  5. kalau nonton film indonesia harus bisa menerima ya bun, tidak menyamakan dengan film luar :) hmmm nonton sama mas budi ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sih mbak Lidya...
      nggak bisa dibandingin..
      abis, miris aja.. hehehe...

      Delete
  6. Berarti trailernya enggak greget yo, Mba. Hihihi

    Ridho org tua, khususnya Ibu, adalah rodho ilahi. Jadi, banyak di ijabah. Gtu ya kan ga, Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah bener Idah...
      tp film ini pengambilan gambarnya keren bgt loh mnrt aku.. :)

      Delete
  7. Begitulah yang seringkali saya temukan di masyarakat, banyak orang mengira keberhasilan yang ia peroleh dalam banyak hal dikiranya semata jerih payah yang bersangkutan. Padahal, meskipun tanpa harus memberitahu, orang tua menjadi salah satu penopang jalan menuju kesuksesannya. Orang tua yang di setiap doanya selalu memanjatkan kebaikan dan kesuksesan untuk anak-anaknya. Ia bangun di tengah malam, berpuasa, hidup prihatin untuk kebaikan keluarganya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Do'a orangtua, apalagi orangtua yang sholeh dan sholeha yah Pak..
      subhanallah...

      Delete
  8. wah kayaknya seru filmnya, jadi pengen nonton

    ReplyDelete
  9. Bagus juga buat ditonton anak2 ya Mbak ..

    ReplyDelete
  10. awalnya emang kaget, kok ary ginanjar main film. lihat trailernya keren! apalagi ditambah riview ini. Akk jadi pingin nonton

    ReplyDelete
    Replies
    1. filmnya keren... walau nggak bikin penasaran (karena dari trailernya udah jelas jalan ceritanya), tapi pengambilan gambarnya keren banget! :-D

      Delete
  11. Mba Thia, ada awarb buat dirimu di blog Dhe, diambil ya mba :D makasii

    ReplyDelete
  12. Ceritanya bagus sepertinya ya Mbak. Sayang bahkan sejak jaman Hang Jebat, film Indonesia belum jadi tuan di negeri sendiri. Walau ceritanya bagus tak mengundang penonton ramai-ramai melihatnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku mau mendidik anakku untuk cinta dengan produk dalam negeri mbak... hehehe...
      kalau bukan kita sendiri, siapa yang akan bangga dengan bangsa ini yah mbak... :-D

      Delete
  13. Semoga film-film yang seperti ini promonya makin ditingkatkan. tidak hanya horor abal-abal yang tampak promonya di masyarakat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iya, film horor indonesia pengecualian..
      aku males nontonnya, hahaha...
      nggak ada manfaatnya... ;-P

      Delete
  14. Betul Tia, doa ibu adalah bekal supaya anak melangkah di jalur yang benar dan Insya Allah diberi kemudahan. Saya sudah lama tidak pernah nonton film di bioskop, jadi film inipun baru saya tahu dari postingan ini...duh, kemana aja ya saya selama ini?
    :(
    Apapun itu, smoga Vania juga senantiasa mendapat kemudahan untuk menjalani pilihan hidup dan masa depannya. Tetep semangat, Tia!
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah.. makasih mbak Irma.. :-)

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)