Monday, June 30, 2014

Wisuda Ceria

Kesan pertama saya saat saya membaca selebaran pengumuman acara wisuda Vania tempo hari adalah, "alamak... biaya wisuda saya saat sarjana jauh lebih murah daripada wisuda anak TK." 

Hahahaaa...

Walaupun begitu, saya tetap bersyukur dan terharu...
Vania akan melangkah ke jenjang yang lebih tinggi...
Menyiapkan mentalnya... Supaya lebih dewasa dan lebih disiplin...
Adalah tantangan bagi saya...

Kenangan Vania bersama teman-teman di Komimo Playschool

Komimo Playschool berada di bawah asuhan Kak Seto.. Sehingga belasan cabang yang tersebar di Jabodetabek ini juga biasanya diwisuda oleh beliau.. Namun, saat wisuda Vania kemarin, Kak Seto berhalangan datang, sehingga digantikan oleh saudara kembar beliau, yaitu Kak Kresno Mulyadi..



Sayangnya, sekolah yang berada di bawah Yayasan Mentari Indonesia ini sudah melakukan rebranding menjadi Indonesia Playschool, sehingga tidak lagi memakai tagline "Asuhan Kak Seto".. Saya tidak tahu yang terjadi di internal mereka.. Yang jelas, kabarnya angkatan Vania adalah angkatan terakhir yang diwisuda oleh Kak Seto (atau kembaran beliau), hehehe..

Setelah acara wisuda, ada performance dari anak-anak..

Sekolah Vania (Cabang Cilangkap), saya nilai kreatif sekali membuat pertunjukan.. Di saat yang lain menampilkan paduan suara, drumband, atau tarian... Cabang Cilangkap menampilkan drama musikal.. Vania, jadi ayam... Dan di foto atas dia sedang berada di "kandangnya" beserta ayam-ayam lainnya.. Hahahaaa..

Vania di paling kiri.. Selesai perform.. Mereka ini lucu-lucu dan menggemaskan!

Foto terakhir kali Vania dan teman-teman...

Kepada emak-emak Komimo yang selalu kompak... Sukses selalu yaaa.. I'll miss you moms!


Bersama posting ini juga saya dan keluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.. Mohon maaf lahir batin ya, teman-teman semua.. Mudah-mudahan kita mendapat keberkahan dari Allah SWT.. Aamiin.. 

Tuesday, June 24, 2014

Memetakan Potensi Unggul Anak

"Setiap anak itu jenius. Namun, jika kita menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat sebatang pohon, dia akan berpikir dirinya bodoh, di sepanjang hidupnya.(Albert Einstein) 

Adalah.. Salah satu kalimat bijak favorit saya...

Saya mendapat kiriman buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak dari Pak Isro Batavusqu, untuk acara sayembara Batavusqu tempo hari. Saya bersyukur sekali, kami para peserta diberi kebebasan untuk memilih sendiri bukunya.. Saat searching ke bukabuku.com, pandangan saya langsung tertuju pada buku ini.. Terima kasih Pak Isro.. :-)

Source

Buku ini berisi tulisan Ayah Edy yang berusaha membuat para orangtua paham, bahwa potensi anak bukan hanya bisa dilihat dari nilai-nilai akademisnya. Seorang dengan potensi unggul menari misalkan, tidak akan terlihat menonjol di sekolah. Sebaliknya, jika ia disekolahkan di sekolah yang tepat, ia akan melejit potensinya... 

Banyak sekali kasus-kasus yang Ayah Edy paparkan di buku ini. Salah satu yang membuat saya terkagum-kagum adalah cerita tentang Martha Tilaar, yang sempat dicap sebagai anak yang (maaf) slow learner di sekolah, padahal ternyata passion-nya adalah di bidang kecantikan. Dan lihatlah ternyata beliau jenius sekali yaa, karena orangtua Ibu Martha ini sangat mendukung anaknya.. Luar biasa, dukungan orangtua terhadap passion anak..

Setelah membaca buku ini, saya seakan mempunyai satu misi lagi dalam hal membesarkan Vania.. Yaitu untuk menemukan passion-nya, bakatnya... Saya pernah menulis disini tentang cita-cita Vania.. Ia yang ingin menjadi dokter gigi pasti karena pengaruh saya.. Saya yang ia lihat dan contoh sehari-hari.. Saat ini, saya sedang mencari cara bagaimana caranya Vania menemukan passion-nya tanpa ada pengaruh dari saya maupun keluarga besarnya..

Di buku ini Ayah Edy memaparkan beberapa tahap dalam mencari potensi unggul seorang anak. Tahap pertama di usia dini, adalah Program Stimulasi. Pada tahap ini seorang anak distimulasi dengan berbagai macam kegiatan dan profesi... 

Setelahnya, disusun apa saja yang menjadi minat dan bakat si anak. Minat akan aneka kegiatan yang sudah tersaring ini juga harus dilihat dari segi konsistensi anak dalam menjalaninya, dan dinilai seberapa berbakat ia dalam bidang tersebut.

Lebih jauh dilakukan uji coba minat dan bakat tersebut, seperti diikutkan dalam aneka kursus.. 

Dan masih ada beberapa tahap untuk semakin mengerucutkan potensi unggul anak.. Sehingga bisa didapat potensi keahlian dirinya yang sangat spesifik. Jika itu ditemukan maka insya Allah anak bisa menjadi seorang ahli dalam bidangnya saat ia dewasa nantinya...

Saya sangat setuju dengan pendapat Ayah Edy, bahwa Allah punya tujuan dalam penciptaan manusia. Dan manusia bisa bermanfaat bagi orang lain dengan keahlian yang ia punya. Allah sudah memberikan petunjuk berupa perilaku si anak sehari-hari. Mudah-mudahan, kita sebagai orangtua, bisa melihat petunjuk Allah dalam diri anak kita.. Supaya kita mengarahkan anak kepada tujuan yang memang digariskan oleh-Nya... Semaksimal mungkin..

Saat ini yang saya lakukan kepada Vania masih pada tahap memberinya stimulasi sebanyak-banyaknya.. 

Dan yang bisa saya catat dari perkembangannya sampai saat ini, adalah:
1. Suka menggambar dan mewarnai 
2. Suka matematika dan sering membuat soal sendiri (sehingga kini Vania saya ikutkan kumon)
3. Saat membaca ensiklopedia, Vania hanya tertarik bab tentang "Makhluk Hidup dan Manusia"

Bagi saya, potensi apa yang dimiliki Vania dan seperti apakah masa depan yang Allah maksudkan untuk Vania masih terlalu abstrak bagi saya.. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan hamba-Nya petunjuk.. Karena apapun profesinya (asal halal), menurut saya, adalah sarana seorang hamba dalam beribadah kepada-Nya..

Menurut saya, buku ini harus dibaca oleh para orangtua... Berapapun usia anaknya.. Never say too late.. Nothing is ever too late.. :-)

Melakukan pekerjaan yang kita cintai adalah cita-cita setiap orang... Melakukan pekerjaan yang tidak kita suka akan memberi tekanan pada batin, dan kita tidak akan bahagia.. Padahal kita bekerja untuk bahagia, bukan?

Kalau bisa ada jalan yang lebih cepat mencapai panggilan jiwa, kenapa tidak? Walaupun ada beberapa orang yang harus melalui jalan berliku.. seperti saya... :-D 

Saya baru sadar bahwa saya salah jurusan saat semester tiga di FKG.. Hahaha..
Tapi, tidak ada kata mundur bagi saya saat itu..
 
Yaaa... Jujur saya tidak terlalu passion dalam mengutak-atik mulut orang... Bagi saya itu menjemukan.. Walaupun, saat dihadapan pasien tentu saya akan menyelesaikan pekerjaan saya sebaik mungkin... Saya tidak bisa membohongi hati saya... Saya lebih suka bekerja dengan mobilitas yang tinggi.. Saya suka berpindah-pindah tempat.. Hehehe.. Oleh karena itu saya kembali bersekolah, dan bukan bidang spesialisasi yang saya ambil.. Melainkan manajemen rumah sakit.. Oke.. Saatnya saya "tobat profesi"... hehehe.. :-D

Insya Allah...

Bayangkan, betapa hebatnya Indonesia kelak, jika semua profesionalnya bekerja dengan bahagia... Karena bukan hanya gaji yang dikejar, tapi bekerja karena cinta!

Apakah pekerjaan sahabat sekarang sudah sesuai dengan passion sahabat? Apakah anak-anak sahabat sudah menemukan passion-nya? Please, feel free to share.. ^_^

Semoga bermanfaat, kawan.. :-)

Tuesday, June 17, 2014

Tentang Resistensi Antibiotik

Singkat cerita, beberapa hari ini Vania terserang batuk pilek.. Tapi, bukan hal itu yang membawa saya mengunjungi dokter anak langganan Vania, dr. Syarifah Hanum, SpA. di Mitra Keluarga Cibubur. Vania ada masalah pencernaan. Tapi syukurlah, insya Allah bukan masalah besar.

Hal yang ingin saya tulis disini adalah share dari dr. Syarifah Hanum, tentang penyalahgunaan antibiotik. Untuk Vania sendiri, memang batuknya disebabkan bakteri, terlihat dari keadaan tenggorokannya yang memerah, sehingga antibiotik cefixime yang sedang  saya berikan diinstruksikan untuk dilanjutkan saja sampai habis. 

Namun.. Seperti pendahulunya, semisal amoxicillin atau cefadroxil... Cefixime kabarnya juga mengalami penyalahgunaan sehingga sekarang ada kemungkinan bakteri-bakteri yang beredar sudah resisten terhadap antibiotik yang satu ini (juga)..

Dr. Syarifah Hanum adalah dokter anak yang menurut saya sangat komunikatif terhadap pasien. Saat kunjungan kami kemarin, beliau pun cerita tentang beberapa perilaku orangtua dari pasiennya yang menyalahgunakan antibiotik..

Misalnya...
  1. "Dok, anak saya jangan diberi antibiotik. Kasihan dok, anak saya nanti kebal sama antibiotik.."
  2. "Dok, saya nggak tega kasih anak saya antibiotik banyak-banyak. Jadi kalau disuruhnya 2 sendok, saya cuma kasih 1 sendok saja.."
  3. "Anak saya panas udah 3 hari jadi saya kasih cefixime aja dok, 2 hari sembuh."

Tiga pernyataan di atas adalah beberapa contoh perilaku orangtua pasien yang diceritakan dr. Syarifah Hanum kepada kami. Dan masih banyak lagi kasus yang berbeda tapi intinya sama.

Untuk pernyataan no.1, FYI, anak kita dari sel kecil dalam perut ibunya juga sudah resisten terhadap antibiotik.. Karena antibiotik adalah obat untuk membunuh bakteri, bukan untuk membunuh manusia... :-D

Jadi sebenarnya yang resisten terhadap antibiotik adalah bakteri, bukan manusianya.. ^_^

Untuk pernyataan no.2 dan no.3, hampir sama... Saking takutnya sama antibiotik, sehingga orangtua mengurangi dosis pemakaian dan lama pemakaian.. FYI, ini adalah perilaku kita untuk lebih menyehatkan bakteri... :-D

Analoginya...

Saat anak kita diimunisasi... Adalah proses saat anak kita disuntikkan sejumlah bakteri/ virus yang "dilemahkan"... Tujuannya, supaya sistem imun dalam tubuh mengenali musuhnya.. Sehingga saat benar-benar ada infeksi menyerang, sistem imun dapat mengatur strategi perang dengan benar.

Nah.. Untuk kasus penyalahgunaan antibiotik, persis seperti itu yang kita lakukan terhadap bakteri. Kita memberinya dosis kecil obat pembunuh bakteri, bakteri hanya pingsan sebentar, dan ketika pemakaian antibiotik dihentikan sebelum bakteri benar-benar mati, bakteri akan sehat kembali dengan kekuatan yang lebih!

 Bakteri-bakteri yang sudah kuat ini, akan menular ke siapa saja... 

Source

Jadi, walaupun kita sudah menjaga anak kita baik-baik dan menggunakan antibiotik secara bijaksana, tetap saja sangat besar kemungkinan anak kita terjangkit bakteri yang sudah berevolusi ini..!

Tanpa kita semua paham dan bekerjasama dengan para ahli kesehatan (dokter, perawat, dkk), kita akan menciptakan dunia untuk anak-anak kita yang berisi dengan bakteri-bakteri yang kebal terhadap aneka jenis obat...

Ada baiknya, kalau anak sakit, pertama kali kita kunjungi adalah orang ahlinya, seperti dokter anak.. Ikuti semua perintahnya. Jangan dulu mendengarkan kata orang tentang resistensi antibiotik, apalagi orang yang berbicara bukan pakar dalam bidangnya.. Mohon maaf, nanti bisa salah kaprah..

Sebagai catatan saja, ini juga yang terjadi di bidang kesehatan gigi.. Hilang sakit gigi, stop juga antibiotik. Kalau anak sakit mungkin lebih banyak orang yang akan perhatian terhadap kesehatan anaknya. Tapi tidak dengan gigi. Cenderung disepelekan. Tapi, intinya sama saja. Resistensi bakteri terhadap antibiotik. Dan kalau pasien tak kunjung sembuh, terpaksa diresepkan obat yang lebih mahal kan.. :-(

Hmm..

Saya yakin, sahabat-sahabat saya disini sudah paham... Tapi, mungkin di luar sana ada beberapa orangtua yang belum benar-benar paham.. Mudah-mudahan tulisan sederhana ini dapat bermanfaat. ^_^

Friday, June 13, 2014

Silaturahmi Blogger

Di tengah kebingungan saya bertanya pada seorang satpam, "Pak, foodcourt ada dimana ya?"

Satpam: "Foodcourt yang blok apa mbak?"

Saya (mulai mumet): "Errr... Blok apa yah?"

Satpam: "Kalau blok A di lantai sekian, dan blok B lantai sekian.."

Saya: "Ooh.. itu gimana Pak kesananya?"

Satpam: "Kalau blok A ke arah sana.." (sambil menunjuk jalan)

Saya: "Ooh.. kalau blok B dimana Pak?"

Satpam: "Lah mbak, mbak ini lagi di blok B" (sambil nyengir lebar)

Never in my life I felt so stupid.. Hahahaaa...

Singkat cerita, hari Rabu kemarin saya janjian dengan mbak Elsa yang sedang di Jakarta untuk kopdar di Tanah Abang... Senangnya lagi, ternyata mbak Nia mama Ina juga bisa bergabung bersama kami.. :-D

Mbak Elsa mengajak bertemu di foodcourt... Saya menganggap foodcourt Tanah Abang itu sama seperti foodcourt di mall-mall atau ITC-ITC lainnya.. Alias, cuma satu... Makanya saya mumet begitu tanya foodcourt, terus ditanya balik foodcourt yang di blok apa.. Hahahaaa...

Yaaa beginilah nasib seorang warga Jakarta yang nggak pernah ke Tanah Abang.. Hahahaaa.. Luar biasa sibuk dan luasnya Tanah Abang... Sampai-sampai mungkin nggak ada toko yang bisa dijadikan patokan... 

Saya sampai sekitar jam 13:00 siang (memang saya berangkat agak siang karena terima raport Vania dulu)... Saat itu mbak Elsa serta mbak Nia sudah akan turun dari foodcourt, sehingga kami janjian di lantai bawah saja...

Via whatsapp (karena telp error), saya dan mbak Elsa komunikasi untuk menjadikan toko Al-Mia sebagai titik bertemu... Ketika kami masing-masing sudah di toko Al-Mia (lantai yang sama dan blok yang sama), tapi tak juga saling menemukan, akhirnya mbak Nia telp saya... 

Ternyata saudara-saudara, toko Al-Mia itu ada di setiap pintu (timur, selatan, dan masih banyak lagi). See..? Toko pun nggak bisa dijadikan patokan... Luar biasa sibuk dan ramainya... Subhanallah...

Terima kasih untuk mbak Nia dan mbak Elsa yang akhirnya bisa menemukan saya... Hahahaaa...

Mbak Nia, saya dan Mbak Elsa... Foto diambil oleh Nona, adik mbak Elsa... Makasih yaah Nona.. ^_^

Setelah bincang-bincang sebentar, mbak Nia harus segera pulang... Sayangnya mbak Nia harus buru-buru karena dedek Walu sekolah yaa.. Akhirnya saya ditemani mbak Elsa membeli baju untuk acara wisuda Vania besok.. 

Setelah putar-putar sebentar, akhirnya saya pamit pulang, karena selain mbak Elsa sepertinya masih banyak yang harus dibeli, saya juga nggak yakin si Surya (pengemudi keluarga kami) dapat parkiran... Heheheee...

Terima kasih sangat untuk mbak Elsa dan mbak Nia atas waktunya... Semoga kita bisa ketemuan lagi yaaah... Ngobrol-ngobrol lagi tentang bocah-bocah... :-D


Selain kopdar, tentu saja para blogger tetap bisa saling bersilaturahmi... Dengan saling mengunjungi blog.. Dengan pertanyaan-pertanyaan berikut rasanya para blogger bisa lebih saling mengenal yaa.. ^_^


Terima kasih ya Dhe, untuk pemberian awardnya... ^_^

Hmm... Apalagi yaa? Sebelas hal tentang saya yaa..

Lagu yang liriknya inspiratif adalah prioritas saya...
Yang lalu biarlah berlalu, itu motto saya...
Lalu lintas Jakarta adalah salah satu hal yang sering membuat saya pusing..
Inspirasi saya adalah anak saya...
Anak adalah ladang amal, hal ini akan berusaha saya ingat selalu...
Naik kelas dalam hal mental dan kepribadian membutuhkan perjuangan...
Andaikan bisa mengulang waktu, saya ingin memperbaiki semua kesalahan saya...

Tetap berusaha untuk optimis, walau terkadang rasa pesimis menyerang...
Harapan adalah bahan bakar saya dalam menjalani hidup...
Indahnya silaturahmi antar blogger.. :-)
Adalah orangtua saya, yang selalu membesarkan hati saya... ^_^

Pas yaah sama inisial nama saya.. Heheheee..

Sebelas pertanyaan dari Dhe...
  1. Sudah pernah kopdar sesama Blogger? Berapa kali? Sudah... Kalau dilihat dari jumlah posting sudah 4 kali termasuk di posting ini... Masih sedikit.. Heheheee...
  2. Kalau dikasih kado, hal apa yang paling diinginkan? Saya suka diberi buku... ^_^
  3. Cita-cita masa kecil apa yang telah dicapai sekarang? Cita-cita saya dulu jadi dokter gigi.. Sekarang sudah kerja sebagai dokter gigi... :-D
  4. Hal apa yang buat kamu bangga jadi dirimu sendiri? Memiliki orangtua yang mendidik dengan hati... ^_^
  5. Siapa yang lebih dekat denganmu ayah atau ke ibu? Kenapa? Keduanya saya dekat.. ^_^
  6. Suka nonton? Film atau sinetron?  Saya lebih suka film.. ^_^
  7. Pernah merasa jenuh yang sangat? Kapan dan kenapa? Pernah... Kalau menghadapi rutinitas yang itu-itu saja tanpa ada waktu refreshing... :-D
  8. Benda apa yang biasa kamu bawa? Alasannya? Handphone... Membuat saya terhubung dengan dunia... ^_^
  9. Hal apa yang menurutmu sangat hebat yang pernah kamu lakukan? Saya pernah menulis tentang itu, disini... ^_^
  10. Pernah ke tempat wisata mana saja? Sebutkan secara singkat ya.. Salah satu yang berkesan buat saya dan Vania adalah ke Jendela Alam..
  11. Sebutkan beberapa makanan yang paling kamu sukai.. Saya suka apa saja dengan saus kacang... Gado-gado, siomay, asinan sayur... Saus kacang itu Indonesia banget... ^_^

Hmm... Sekarang harus buat sebelas pertanyaan yaa? Saya coba yaa..
  1. Permainan masa kecil apa yang terkenang olehmu sampai sekarang?
  2. Makanan apa di masa kecil yang terkenang sampai sekarang?
  3. Tempat wisata apa di masa kecil yang terkenang sampai sekarang?
  4. Waktu kecil, belajar itu membosankan tidak? Kenapa?
  5. Bagaimana perasaanmu waktu pertama kali masuk sekolah dasar?
  6. Apakah teman-teman TK masih kontak sampai sekarang?
  7. Apakah teman-teman SD masih kontak sampai sekarang?
  8. Tingkat sekolah mana yang paling berkesan buatmu? TK? SD? SMP? SMA? Kenapa?
  9. Pernah bolos sekolah waktu SMA?
  10. Fieldtrip sekolah kemana yang terkenang sampai sekarang?
  11. Masih ingat guru yang terkenang sampai sekarang? Siapa dan guru yang mengajar apa?

Pertanyaannya seputar masa kecil dan sekolah... Hahaha... Karena Vania mau masuk sekolah dasar, siapa tau saya dapat inspirasi dari teman-teman dalam mempersiapkan mentalnya... :-D

Baiklah.. Ada sepuluh teman yang kuberi award ini dan beliau-beliau adalah pemberi komentar diposting sebelumnya (selain Dhe)...

Nophi..  Mbak Ely..  Mbak Fitri..  Mbak Lidya..  Idah Ceris..  Pak Ies..  Enny Law..  Bu Dey..  Mbak Evi..  Novita Eka.. 

Buat kesepuluh teman di atas, monggo diterima awardnya... Kalau sudah memposting sebelumnya tak apa.. Hehehe... Terima kasih yaaa... ^_^

Selamat hari Jum'at teman semua... semoga berkah selalu.. Aamiin..

Monday, June 9, 2014

Inspirasi Dari Sang Pemberani

Bangkit dari keterpurukan dan cobaan bertubi-tubi itu tidak mudah...

Saya sadar, apalagi bagi saudara-saudara kita di Aceh yang mungkin mengalami kehilangan banyak anggota keluarga karena musibah tsunami lalu.. Berhasil menjadi juara dengan jalan yang berliku seperti tokoh Madi (tokoh utama film Sang Pemberani) tentu adalah hal yang sangat membanggakan..

Source

Jika sahabat semua disini pernah nonton film Karate Kid, mirip seperti itulah ceritanya.. Namun bedanya, ini berdasarkan kisah nyata.. Dan tentu saja juga berbeda dalam hal siapa dan apa yang memotivasi Madi..

Tanggal 24 Mei lalu akhirnya saya berkesempatan nonton bareng Mas Budi...
Di Megaria tepatnya... Kami membeli tiket beberapa menit sebelum pertunjukan dimulai, saya melihat yang membeli tiket untuk menonton film ini bisa dihitung dengan jari.. :-D

Mungkin memang benar film Indonesia seperti ini tidak sekeren film-film macam Spiderman atau X-Men. Tapi buat saya, kalaupun saya nonton suatu film, saya ingin ada pelajaran dan manfaat yang bisa saya ambil.. Sayangnya, trailer film Sang Pemberani terlalu menjabarkan keseluruhan jalan cerita, sehingga orang tak tertarik lagi untuk melihat (mungkin loh ya), karena sekarang film ini sudah tak diputar lagi di bioskop.. :-D



Film ini menceritakan seorang anak Aceh yang bangkit dari keterpurukan keluarga akibat bencana tsunami. Walau jalan berliku dan banyak rintangan, namun ia pantang menyerah! Secara keseluruhan pengambilan gambar film ini bagus sekali... Pemandangannya indah... Akting para aktor dan aktrisnya juga oke.. Ini, opini saya loh yaa.. :-)

Kehadiran tokoh-tokoh seperti salah satu idola saya Ary Ginanjar Agustian, Artika Sari Devi dan suami, Baim, dan aktor aktris ternama lainnya ikut menyemarakkan film ini..

Ohya, satu lagi yang saya suka dari film ini adalah lagu soundtrack Sang Pemberani yang dibawakan Band Cokelat... Membangkitkan semangat kebangsaan Indonesia.. I love the song.. ^_^

Eniwei.. Setelah melihat filmnya, saya bertanya pada Mas Budi...
Di cerita itu, kira-kira faktor apa yang membuat Madi berhasil menjadi juara?

Jawaban mas Budi, dan (menurut opini saya) mungkin juga akan menjadi jawaban kebanyakan orang adalah... Karena Madi pantang menyerah dan berlatih keras demi mencapai mimpinya...

Tapi di film ini ada satu momen yang menurut saya.. "Aaah! Ini dia kunci keberhasilan Madi!"

Apa itu..?

Restu Ibu...

Sebelumnya, Madi begitu terobsesi menjadi seorang karateka.. Sampai ia sering melupakan kewajibannya... Bahkan hampir melakukan segala cara demi mendapatkan uang untuk berangkat ke Bali demi ikut kejuaraan karate internasional.. Ibunda Madi tidak ridho..

Sampai suatu saat Madi akhirnya sadar dan mulai memperbaiki diri... Walaupun begitu, ia tidak meninggalkan mimpinya menjadi seorang atlet karate seperti almarhum Ayahnya dan juara internasional seperti almarhum kakaknya.. Kedua Ayah dan kakak Madi hilang saat tsunami menerjang Aceh..

Akhirnya Madi melakukan segala hal baik untuk orang banyak, seperti membersihkan pasar di daerahnya, melindungi masyarakat dari para kriminal, dan semacamnya.. Karena hal itu pulalah, akhirnya Ibunda Madi luluh hatinya dan merestuinya.. Namun cobaan tak sampai disitu.. Madi tak bisa ikut kejuaraan karate internasional karena senseinya bermasalah...

Dan disinilah momen yang membuat saya terharu...

Di saat Ibunda Madi merestui, dan di sisi lain Madi pasrah akan keadaannya yang tak bisa ikut kejuaraan karate... Saat itulah tangan Allah berperan... Perwakilan dari daerahnya untuk dikirim ke Bali tiba-tiba mengundurkan diri dan ia diminta untuk menggantikannya.. 

Ridho Allah, ridho orangtua.. See?

Akhirnya Madi dapat mengharumkan nama bangsa...

Saya terharu, karena hal seperti ini baru saja saya lihat, terjadi di keluarga besar saya sendiri...

Adik sepupu saya, ingin menjadi seorang pramugari... Berkali-kali ia ujian untuk masuk pendidikan pramugari Garuda Indonesia namun gagal. Karena, Ibu belum merestui.. Namun setelah Ibu akhirnya memberikan ridhonya, ia pun lulus... Saat ini ia masih menempuh pendidikan pramugari..

Subhanallah, bagaimana Allah menunjukkan betapa pentingnya peran seorang Ibu...

Saya jadi sadar, betapa beruntungnya saya masih memiliki Mama... Masih banyak waktu untuk memuliakan beliau, insya Allah...

Saya juga akhirnya sadar, betapa beratnya tanggung jawab menjadi seorang Ibu... Anak tak bisa berhasil kalau kita tidak ridho...

Mudah-mudahan kita semua dikuatkan ya.. Aamiin...

Terkait dengan awal posting ini, saya hanya bisa berdo'a dan berharap... Maju terus perfilman Indonesia! ^_^


Thursday, June 5, 2014

Melihat Alam Dari Jendela Alam

Bulan Juni telah tiba.. Aroma liburan sekolah sudah di udara.. :-D

Saya pun tak ketinggalan, sudah menyiapkan serangkaian kegiatan yang bisa dilakukan Vania untuk mengisi liburannya, baik di rumah atau jalan-jalan... Salah satu cara yang saya pakai adalah dengan googling dan membaca pengalaman orangtua lain, untuk referensi tempat rekreasi dan aneka kegiatan kreatif yang bisa dilakukan di rumah...

Vania dan Aira berkesempatan mengunjungi Jendela Alam Lembang pada liburan sekolah akhir tahun 2013 lalu... Lebih dari lima bulan yang lalu yaa... Hahaha... Tak mengapa saya posting untuk kenang-kenangan mereka berdua, dan siapa tau bermanfaat juga untuk orang lain.. Who knows.. :-D

Di pintu masuk ada replika buah labu besar... Wah, kenapa ya kira-kira buah labu dijadikan ikon disini?

Way to the entrance gate.. I love the ambience..

Kami sampai di lokasi sudah agak siang, sekitar jam 11an... Hmm.. Maka makan siang adalah kegiatan prioritas.. Hehehe.. Supaya para bocah bisa bermain dengan semangat... ^_^

Kami makan di Kedai Alam, resto yang ada di dalam Jendela Alam. Rasanya lumayan lah.. Not bad.. Tapi akan lebih baik lagi kalau nasi beserta lauk pauk tidak terlalu keras.. ^_^

Daftar harga makanan di Kedai Alam tahun 2013

Setelah kenyang makan, Vania dan Aira menjajal mancing ikan kecil... Dua-duanya nggak ada yang dapat ikan.. Hahaha.. Akhirnya diambil alih Opa yang berhasil dapat satu... Aah, mana mungkin jaring yang kecil itu bisa menangkap ikan yang super lincah itu... Bisaaa aja akalnya.. :-P

Tapi tak apa, Vania dan Aira tetap mendapat sekantung ikan kecil.. Apa ya nama ikannya? Hehehe.. ^_^

Saya lebih tertarik kepada kebun buah yang hasil buahnya besar-besar... Wah, apa ya pupuknya?! Sepertinya salah satu pupuk organik.. Mantap!

Pengen masak pare yang segede gini.. :-D

Labu yang besar... Labu pendahulunya mendapatkan rekor Muri.. Wew..

Bersama salah seorang pemandu, kami dan beberapa pengunjung lain diajak berkeliling Jendela Alam.. Setelah puas melihat aneka buah dan sayur unik dengan ukuran super, kami diajak berkeliling tanaman yang dibudidaya secara hidroponik..

Senangnya melihat keceriaan anak-anak.. ^_^

Salah satu foto favorit saya.. ^_^

Ada ladang penuh dengan pohon tomat ceri dan jagung manis.. Vania yang sebelumnya pernah kecewa karena kehabisan strawberry untuk dipetik, kali ini seperti menemukan harta karun, hahaha.. Tomatnya banyaaak, bisa dipetik... Hasilnya seperti biasa, ditimbang dan dibayar sesuai beratnya... 

Selama memetik tomat kami juga diperbolehkan mencicipi tomat ceri yang manis-manis itu... Jagung manisnya juga kami boleh mencicipi.. Sedaaap sekali... ^_^

Vania senang dengan hasil panennya.. Sayangnya dia cuma senang petiknya, makannya tidak.. :-P

Selesai itu, Vania dan Aira ingin memberi makan hewan... Kami menunggu giliran di dekat gerbang masuk, dan seorang pemandu yang cantik dan ramah segera menghampiri Vania dan Aira untuk mengajaknya berkeliling melihat hewan..

Dadaaah Vaniaaa... Bunda ikut di belakang saja yaaah dan jadi tukang foto.. Hehehe..

Pertama yang dilakukan adalah panen wortel untuk makanan hewan... 

Wortelnya masih cilik-cilik.. Hehehe.. Tak lupa dicuci dulu sebelum diberi makan ke hewan yah..

Pemberhentian pertama di kandang rusa... Aah, rombongan sebelumnya adalah anak-anak sekolah... Sepertinya rusa jadi kekenyangan dan tak mau makan lagi.. Hahaha...

Tak mengapa, ternyata masih banyak hewan lainnya di sana... Ada landak... Kelinci... Hamster... Hmm.. Banyaaak...

Memberi makan kelinci dan hamster.. Vania senang sekali melihat hamster berebutan wortel yang ia berikan..

Lanjut... Sapi! Hahaha.. Vania takuuutt... Karena lidahnya panjaaaang sekali... :-D

Lanjut.. Ke kuda poni... Sebenarnya yang satu ini lebih imut dibandingkan sapi, tapi entah kenapa Vania dan Aira tak mau dekat-dekat... :-D

Selesai memberi makan hewan-hewan, tak lupa Vania dan Aira kembali mencuci tangannya... Aira sempat mencoba flying fox mini, yang sayangnya kurang Vania sukai.. Hari sudah menjelang sore dan kami berniat segera kembali ke hotel..

Dekat dengan pintu keluar ada area permainan anak dan kolam renang kecil, yang sepertinya kurang terawat... Kami membeli yoghurt beku, and we called it a day..! ^_^

Secara keseluruhan, Jendela Alam adalah salah satu tempat rekreasi yang menyenangkan bagi Vania... Mudah-mudahan suatu hari bisa kesini lagi... ^_^

More info @ Jendela Alam


Romantic Dinner @ Paskal Food Market

Dari Jendela Alam kami mampir di masjid untuk sholat.. Sebelum kembali ke hotel, akhirnya kami memutuskan untuk cari makan dulu... Pilihannya, Paskal Food Market.. ^_^


Lokasi tempat makan ini agak jauh di dalam area Paskal Hyper Square, Bandung... Saya bertanya-tanya, jika kami tak mengendarai mobil, tentu jauh sekali jalannya ke depan.. :-D

Tempat yang cantik dan menyenangkan! ^_^

Banyak sekali jajanan khas Bandung di area ini..
Buat yang suka wisata kuliner, puas deh di sini.. ;-)

Beautiful pond and garden ornaments..

Setelah berkeliling memesan makanan, saya duduk menikmati suasana di sana... Sesekali suara kereta terdengar melintas.. Langit Bandung semakin sore semakin indah dipandang...

Beautiful sky

Sayangnya, penerangan seperti ini tidak mendukung untuk makan ikan.. Hahaha.. Oma Vania yang pesan ikan gurame akhirnya harus membungkus untuk dimakan di hotel... 

Cantiknya lampu-lampu menghias lokasi ini saat malam...

Maghrib menjelang dan kami pun kembali ke hotel...

And we really called it our day.. ^_^
Sekolah tinggal beberapa hari lagi ya... Hmm... Apa rencana liburan teman-teman Vania disini? ^_^

Monday, June 2, 2014

Makanan Favorit Saat Sakit

Kalau lagi tak enak badan, seseorang pasti malas makan... Biasanya begitu ya..? :-D

Seminggu kemarin, Vania terkena campak yang diawali oleh demam dan malas makan.. Hmm... Kalau sedang malas makan, biasanya saya menyerah membujuknya makan makanan yang ada di rumah, dan menanyakan kepada Vania sedang ingin makan apa..

Buat Vania, pizza adalah favoritnya... :-D

Walau malam sekalipun, kalau sedang malas makan dia akan kekeuh dibelikan pizza.. Sayangnya, layanan delivery tidak menjangkau daerah rumah saya yang berada di pinggiran Jakarta ini, hehehe.. 

Akhirnya kami harus jalan sendiri ke outlet terdekat... Alhamdulillah ada yang cukup dekat dari rumah, yaitu Green Terrace depan pintu utama TMII... (yang, walaupun hanya berjarak waktu 20 menit dari rumah, tetap saja tidak bisa delivery, beuh!)

Taman di Green Terrace cukup indah dipandang... Saat malam banyak pohon buatan yang dihias lampu.. Vania suka main di tamannya.. ^_^

Kesukaan Vania cuma satu... Deluxe Cheese Pizza dengan pinggiran crown crust ala Pizza Hut...


Buat saya, saat sakit melanda dan malas makan... Saya suka dibuatkan soto ayam atau sop ayam... Aaah memang yah, chicken soup is the best dish.. hahaha...

Buat Oma Vania, saat beliau sakit inginnya makan Ikan Kuah Asam, masakan khas Manado tanah kelahirannya.. Hanya Opa Vania yang taat makan makanan sehat di kala sakit (rebus-rebusan, sayur bening, dan bubur... Wew!)

Hmm.. Kalau sobat blogger disini, apa makanan andalan supaya bisa makan saat sakit..? :-D

Eniwei, walau begitu saya tetap mendo'akan semoga sobat sehat selalu yaa.. Aamiin... ^_^