Monday, January 20, 2014

Bahagia Belajar

Pertama, saya ingin bertanya kepada sahabat...

Biasanya, seorang anak TK jika diajukan pertanyaan, "Siapa guru kesukaanmu..?"

Kira-kira, anak tersebut akan menjawab siapa?

Saya yakin sebagian sahabat akan berpendapat sama dengan saya.. Pastinya anak itu akan menyebutkan nama salah seorang guru di sekolahnya yang memang paling ia sukai..

Tapi saya terkejut saat membaca satu paragraf dalam satu buku yang sedang saya baca saat ini... Buku ini saya beli di ESQ Store, yang berjudul Catatan Parenting 1: Belajar Bahagia, Bahagia Belajar.. Buku yang ditulis oleh Ida S. Widayanti, dan diterbitkan oleh Arga Tilanta ini sepertinya judulnya, yaitu berisi tentang berbagai catatan parenting...

Gambar dari sini

Disini saya akan mengutip satu paragraf yang menurut saya menarik, seperti yang sudah saya tulis di atas... ^_^

Mengapa Harus Ibu?

Seorang ibu ingin tahu pendapat anaknya yang masih sekolah di TK tentang ibu gurunya, "Siapa guru yang paling kau sukai?"

"Ummi," si anak menjawab spontan.

"Maksud Ummi, di antara Ibu A dan Ibu B siapa yang paling kau sukai?" Si anak tetap dengan pendapatnya, "Aku paling senang Ummi yang mengajar."

Sang ibu masih penasaran akhirnya bertanya, "Oh ya, Ummi nomor satu ya, yang nomor dua dan tiganya siapa?"

Barulah si anak menjawab Ibu anu dan kemudian Ibu anu.

Membaca paragraf itu saya langsung merasa... Betapa hebatnya Ummi ini... Sampai-sampai anaknya menganggap dirinya bu guru favoritnya...

Penasaran, iseng-iseng saya menanyakan kepada Vania...

Saya: "Vania... Bunda mau tau dong... Guru kesukaan Vania, siapa?"

Vania (sambil bermain): "Bunda.."

Deg...! Saya kaget... Terharu...

Tapi saya masih penasaran... Secara Vania menjawab sambil bermain.. Mungkin belum paham maksud saya... 

Saya pegang pundaknya, melihat ke matanya, dan saya tanyakan sekali lagi, "maksud Bunda, bu guru kesukaan Vania siapa? Bu A atau Bu B...?" (saya menyebutkan nama guru-guru Vania di sekolah, mengikuti pertanyaan si Ummi).

Vania tetap dengan jawabannya: "Bunda!"

Saya: "Terus nomor dua siapa?"

Vania: "Tetep Bunda.."

Saya: "Terus, Bu A atau Bu B nomor berapa?"

Vania: "Nomor dua puluh..."

Seketika mata saya memanas dan dada saya dipenuhi keharuan.... Terharuuuu sangat.... Ingin menangis rasanya.. Langsung saya peluk tubuh mungilnya...

Mungkin saya lebay yah... Hahahaa... 

Tapi... Jujur statement Vania sangat berarti bagi saya... Di tengah kondisi dimana Vania terkadang harus saya tinggal-tinggal... Sehingga si Eyang, Oma atau Opa yang menggantikan saya mengajari Vania ini dan itu... Ternyata... Vania masih menempatkan saya di nomor satu sebagai guru kesukaannya...

Setelah kejadian itu, saya berusaha lebih memperbaiki diri... Lelah tak boleh dirasa... Dan sabar tak boleh ada batasnya... 

Saya yakin para mommies juga punya kesibukan yang sangat padat... Entah sebagai stay at home mom atau working mom... Waktu bersama anak memang penting sekali kualitasnya... It really pays off! Subhanallah...

Happy parenting, my dear friends...

And yeah... Menurut saya, this book is a must read... ;-)

30 comments:

  1. Terharu banget ya.. Kalo dzaky kira-kira jawab apa ya?? Secara dia belum sekolah juga..hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti bundanya jg yg jd fave na yah nggak bun..? ;-)

      Delete
  2. pasti bahagia sekali ya mbak... bagi resep ya supaya Kynan juga jawab begitu nantinya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Resepnya, pasti dirimu yg lebih tau yg terbaik utk Kynan, Noph.. ;-)

      (.̮)‎​​ђёéђё(.̮)‎​​ђёéђёђё...‎​​‎​‎​‎​‎​‎​

      Delete
  3. hihhihi..yang baca cerutanya aja terharu apalagi bundanya ^^...kangen vaniaaaaa....mbk,apa kabar???lama nga ngblog,pasti sibuk kuliah hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah baik, miss Hanna...
      Sibuk sih nggak jg miss... Hehehe.. Lebih je miskin ide nulis dan semangat yg lg jeblok.. Hahaha..

      Delete
  4. Bahagia banget kalo anak nganggep ibunya guru yang paling dia sukai :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. It's priceless mbak.. Hehe... Thanks for stopping by :-)

      Delete
  5. bila belajar menjadi suatu hal yang membahagiakan tentu tidak akan menjadikan suatu beban

    ReplyDelete
  6. Vania so sweet banegt ya...sayang Bunda...

    ReplyDelete
  7. Terharu bacanya....

    siapa dulu dong bundanya yaaa?

    Salam,

    Devi Yudhistira

    ReplyDelete
  8. terharu mbak, beli juga bukunya ah. Anak saya masih 18 bulan jadi belum bisa ditanyain seperti ini. oh ya salam kenal mbak makasih udah berbagi tulisan ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oowh masih 18 bulan mbak... kesempatan emas terhampar di depan mata.. :-)

      Delete
  9. Mungkin jawaban tsb, jawaban yang jujur karena naluri bukan instruksi :)

    ReplyDelete
  10. Bahagia sekali pastinya mbak, ikut terharu..

    ReplyDelete
  11. Jadi merasa tambah semangat dan merasa hebat menjadi seorang Ibu yang dibanggakan oleh anaknya ya, Mba.
    Vania udah bisa berhiitung sampai 20, ya? Pinter!

    ReplyDelete
    Replies
    1. jd berusaha lebih baik lagi, Idah.. insya Allah.. :-D

      Delete
  12. Duh, kacamataku jd berembun mbaaak, mengharukan sekali jawaban Vania. Semoga aku jg bisa begitu kelak..

    ReplyDelete
  13. wow, what a touching posting.....
    i really hope that my future son would said the same about me then......
    ponakanku juga gitu mbak, walau sering sama opung ataupun pengasuhnya, klo ada kakaku smuanya gak laku buat ngemong, hehehe

    ReplyDelete
  14. Pas baca postingan ini, iseng aja ngasih pertanyaan yg sama ke Fauzan. Deg2an juga dengan jawabannya. Tapi ternyata dia menjawab "ya orang tua, ibu".
    Tapi alasannya dong yg bikin ibunya mikir, karena katanya ibu galak, suka marah2, gara2 dimarahin jadi dapet nilai 100. Hadeuh ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa... Si Aa mah lucu banget... ^_^

      Delete
  15. Judul bukunya aja keren apalagi isinya.

    Buku tersebut pasti sangat membantu kaum ibu mengenal perkembangan anak belajar tentang lingkungan sekitar dan ketika dewasa belajar mengenal kehidupan hehe.

    Waah bu, bisa ga bukunya saya dibedah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. waaah udah nulis buku yaaa... semoga sukses selalu... ^_^

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)