Thursday, January 30, 2014

Manfaat Fotografi Bagi Anak (Fieldtrip ke TSI)

Sejujurnya, ini adalah postingan yang tertunda lama.. ^_^

Sebelum libur sekolah akhir Desember lalu, Vania dan teman-teman sekolahnya berkesempatan fieldtrip ke Taman Safari Indonesia. Ini adalah kedua kalinya Vania ke TSI. Pertama kali kesini musim hujan juga, seingat saya tepat setahun yang lalu Vania ke TSI bersama Aira serta Oma dan Opa.

Fieldtrip ke TSI kemarin saya dan Eyang yang menemani Vania. Ini juga hiburan buat si Eyang biar jalan-jalan... ^_^

Selama di dalam bis sambil keliling Taman Safari, Vania menggunakan kamera digital saya untuk mengambil foto aneka hewan... Kebanyakan hasilnya masih blur karena tangannya belum bisa steady..  Namun Vania menjadi lebih perhatian dengan benda-benda dan hewan yang Vania lihat dibandingkan dengan kunjungan TSI setahun sebelumnya...

Salah satu hasil foto hewan yang Vania ambil... Ini "lumayan" nggak blur.. Dan cukup fokus.. (menurut saya).. :-D

Selain foto hewan, Vania juga tertarik mengambil foto aneka tumbuhan. Bunga dengan bentuk unik ini menarik perhatian Vania... ^_^

Selain foto-foto di atas, Vania juga suka foto teman-temannya. Salah seorang wali murid yang sering mendokumentasikan setiap kegiatan sekolah adalah Pamannya Pedorin, salah satu teman sekelas Vania di TK B. Karena Vania nggak suka difoto oleh seseorang selain saya, ia marah. Kemudian "membalas" Paman Pedorin dengan memfotonya juga. Jadilah berdua main foto-fotoan.. Lama-lama lucu juga dan tertawalah Vania.. Hahaha... ^_^

Foto kiri by Vania. Foto kanan by Paman Pedorin. :-D

Foto kiri by Viola (teman sekelas Vania). Foto kanan by Vania.

Dan sepanjang trip ini saya melihat anak-anak TK ini jago sekali mendokumentasikan ini dan itu. Baik berupa foto maupun video. Hebat deh...

Setelah selesai keliling Taman Safari, kami turun untuk mengunjungi Baby Zoo.. Saya melihat seekor orangutan bayi, dan saya menawari Vania, "Kak, mau nggak foto sama orangutan itu? Lucu ya?"

Dan saya takjub begitu Vania langsung mengangguk... Dan langsung ngeluyur ke dalam tempatnya baby orangutan... Ohohoho... Ternyata harus bayar duluuu.... Hahaha... Vania harus menunggu giliran deh sementara saya bayaran dulu... Aksinya Vania diikuti beberapa teman-temannya...

Vania dan baby orangutan.. ^_^

Saat mau pulang, para emak nggak mau ketinggalan untuk berfoto. Hmm... Can you find me..? :-D

On the way home... Kami mampir sebentar di Cimory Riverside. Vania belanja dengan trolley kecil, beli susu dan aneka keripik.. She loves mini trolleys!

Dan karena lelah yang menyenangkan, akhirnya Vania tertidur di pangkuan saya sepanjang perjalanan pulang.. :-D

Vania yang tiba-tiba saja mau difoto bareng orangutan sebenarnya mengejutkan saya. Secara, dia tipe anak yang sering ragu-ragu dalam segala hal. Mungkin ya (ini analisa saya), hal ini ada hubungannya dengan kepercayaan dirinya yang meningkat akibat saya mengizinkan dia menggunakan kamera saya untuk foto-foto dan saya memberi apresiasi terhadap semua hasilnya, bagaimanapun kondisinya.. :-D

Sebenarnya, apa sih manfaat fotografi bagi anak-anak..? 
  • Anak bisa memiliki kesempatan untuk mempelajari keahlian baru, dan ini dapat membuat anak lebih percaya diri.
  • Dapat meningkatkan kemampuan anak dalam hal perencaan dan mempresentasikan (menampilkan) suatu karya miliknya.
  • Memberikan anak kesempatan untuk menunjukkan potensinya melalui kreatifitas.
  • Memberikan anak kesempatan untuk menjadi inovatif.
  • Memberikan anak kesempatan untuk menyalurkan ide-idenya, pikiran dan perasaannya.
  • Merangsang anak-anak untuk mengembangkan ide-idenya dalam hal desain.
Sumber: The School Run

Wah banyak juga ya manfaatnya? Saya lagi terpikir untuk membeli kamera murah meriah untuk dimainkan Vania dan ponakan saya serta teman-temannya... Mungkin tema fotografi bisa menjadi ide permainan yang cukup menarik.. :-D

So, what do you think..? :-)

Monday, January 27, 2014

Jangan Buang Makanan Sisa

Sejak keempat kakek nenek saya masih ada, saya dan adik-adik selalu dididik untuk tidak membuang makanan sisa. Ini karena keempat kakek nenek saya hidup di jaman susah. Tentu saja bisa makan enak menjadi hal yang sangat mewah bagi beliau-beliau. 


Tapi bukan berarti rumah saya bebas dari makanan sisa... Vania adalah salah seorang di rumah saya yang paling banyak memproduksi makanan sisa.. :-D

Dan sayalah yang bertugas menghabiskannya... Kalau saya sudah makan atau masih kenyang.. Sisa makanan Vania saya taruh di kulkas, untuk dimakan saat waktu makan berikutnya... Biasanya saya buat nasi goreng.. Nasi dan lauk pauk sisa, semua dicampur dengan nasi dan bumbu yang baru...

Saat kami makan di restoran atau tempat makan lainnya, dan jika ada sisa, mama selalu siap sedia kantung plastik di tasnya kalau pihak tempat makan tidak menyediakan kantung. 


Cara mengolah makanan sisa ala keluarga kami macam-macam caranya... 
  • Sisa nasi dan aneka sambal bisa dibuat nasi  goreng
  • Sisa lauk pauk seperti ikan, ayam atau daging bisa dimasak ulang dengan diberi bumbu baru. Misalkan bumbu balado, bumbu kecap atau dimasak santan. 
  • Sisa sayuran kuah juga bisa diolah kembali dengan diberi bumbu baru atau dimasak santan. Sedangkan sisa sayuran tumisan bisa dibuat bakwan sayur.
  • Sisa mie biasanya kami buat omellete.. 
  • Dan sisa roti (yang sudah lewat tanggal kadaluwarsa namun masih baik kondisinya karena kami taruh di kulkas), bisa dibuat puding roti..

Begitulah yang biasa keluarga kami lakukan. Kami jarang membuang makanan sisa, kecuali jika kondisi makanannya yang tidak memungkinkan lagi dimakan, seperti basi atau berjamur. 

Walau demikian, beberapa kali saya terpaksa membuang makanan sisa saat makan diluar. Saya merasa bersalah sekali jika harus melakukan itu. Biasanya saya pulang dengan membangun strategi di kepala saya bagaimana caranya supaya hal itu tidak terulang kembali. Mungkin bisa memesan porsi lebih kecil, atau bagaimana... Sesuaikan dengan situasi dan kondisi.. Yang penting diusahakan tidak membuang makanan.

Terlebih akhir-akhir ini saat bencana banjir melanda saudara-saudara kita... Sedih sekali melihat orang-orang yang mengantri hanya demi mendapat satu bungkus mie instan. Semoga saudara-saudara kita yang sedang mendapat musibah dikuatkan dengan kesabaran ya. Aamiin.. 

Dan semoga kita semua menjadi orang yang selalu menghargai setiap yang kita makan. Aamiin..


“Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi Bukan Pelit yang diadakan oleh Kakaakin

Saturday, January 25, 2014

Sepeda Sawah


Salah satu cara mengistirahatkan mata yang paling menyenangkan... Bersepeda di antara hijaunya sawah sambil menikmati angin semilir... ^_^ Foto ini saya ambil saat saya berkesempatan mengunjungi kampungnya Mbak Atun di Klaten, Jawa Tengah. Keramahan masyarakat desa sungguh luar biasa. Sepanjang jalan kami menerima begitu banyak oleh-oleh hasil kebun dari ladang para tetangga. Alhamdulillah... 

Foto ini diposting sebagai partisipasi di acara Turnamen Foto Perjalanan ke-34 dengan tema kampung yang diadakan oleh Bunda Monda.


Thursday, January 23, 2014

Angka Sial

Kebetulan tempo hari saya dan teman-teman sekelompok saya mendapat tugas kuliah, sehingga kami berkesempatan untuk mengunjungi bagian bedah di salah satu rumah sakit terbesar di Jakarta.. kunjungan kami tersebut dalam rangka melihat gap antara situasi di lapangan dengan kondisi ideal yang diharapkan... Tentu saja tidak banyak gap yang kami temukan, secara rumah sakit ini sudah berstandar internasional.. hehehe... Malah kami yang banyak belajar dari mereka... Khususnya manajemen sistem mikro di bagian bedah..

Hmm... Tapi bukan itu yang ingin saya bahas sebenarnya... 

foto narsis hehe... jamannya s1 dulu mana berani foto2 di OK..? :-P

Yaaah... Lucu saja... Karena ternyata semacam takhyul ini pun juga banyak terdapat di tempat-tempat  dimana pekerjanya adalah orang-orang dengan pendidikan tinggi... 

Angka sial... Di instalasi bedah ini, tidak terdapat OK (operatie kamer, atau kamar operasi) nomor 13! 

OK 11... OK12... OK14...

Loh mana OK13..? Ternyata nggak ada... Hehehe...

Ini hanya opini saya saja.... Karena walaupun bukan di OK no.13 pun jika sudah saatnya ajal, pasien bisa saja meninggal di atas meja operasi.. wallahu'alam...

Saya juga pernah seminar di salah satu hotel yang cukup ternama, yang tidak punya lantai 4... Hehehe..

Yah, ini hanya postingan iseng saja.. Opini... so, bagaimana pendapat sahabat tentang angka sial...? Apakah nomor rumah 4 dan 13 di skip juga..? :-)

Happy Thursdays, friends.. :-)

Monday, January 20, 2014

Bahagia Belajar

Pertama, saya ingin bertanya kepada sahabat...

Biasanya, seorang anak TK jika diajukan pertanyaan, "Siapa guru kesukaanmu..?"

Kira-kira, anak tersebut akan menjawab siapa?

Saya yakin sebagian sahabat akan berpendapat sama dengan saya.. Pastinya anak itu akan menyebutkan nama salah seorang guru di sekolahnya yang memang paling ia sukai..

Tapi saya terkejut saat membaca satu paragraf dalam satu buku yang sedang saya baca saat ini... Buku ini saya beli di ESQ Store, yang berjudul Catatan Parenting 1: Belajar Bahagia, Bahagia Belajar.. Buku yang ditulis oleh Ida S. Widayanti, dan diterbitkan oleh Arga Tilanta ini sepertinya judulnya, yaitu berisi tentang berbagai catatan parenting...

Gambar dari sini

Disini saya akan mengutip satu paragraf yang menurut saya menarik, seperti yang sudah saya tulis di atas... ^_^

Mengapa Harus Ibu?

Seorang ibu ingin tahu pendapat anaknya yang masih sekolah di TK tentang ibu gurunya, "Siapa guru yang paling kau sukai?"

"Ummi," si anak menjawab spontan.

"Maksud Ummi, di antara Ibu A dan Ibu B siapa yang paling kau sukai?" Si anak tetap dengan pendapatnya, "Aku paling senang Ummi yang mengajar."

Sang ibu masih penasaran akhirnya bertanya, "Oh ya, Ummi nomor satu ya, yang nomor dua dan tiganya siapa?"

Barulah si anak menjawab Ibu anu dan kemudian Ibu anu.

Membaca paragraf itu saya langsung merasa... Betapa hebatnya Ummi ini... Sampai-sampai anaknya menganggap dirinya bu guru favoritnya...

Penasaran, iseng-iseng saya menanyakan kepada Vania...

Saya: "Vania... Bunda mau tau dong... Guru kesukaan Vania, siapa?"

Vania (sambil bermain): "Bunda.."

Deg...! Saya kaget... Terharu...

Tapi saya masih penasaran... Secara Vania menjawab sambil bermain.. Mungkin belum paham maksud saya... 

Saya pegang pundaknya, melihat ke matanya, dan saya tanyakan sekali lagi, "maksud Bunda, bu guru kesukaan Vania siapa? Bu A atau Bu B...?" (saya menyebutkan nama guru-guru Vania di sekolah, mengikuti pertanyaan si Ummi).

Vania tetap dengan jawabannya: "Bunda!"

Saya: "Terus nomor dua siapa?"

Vania: "Tetep Bunda.."

Saya: "Terus, Bu A atau Bu B nomor berapa?"

Vania: "Nomor dua puluh..."

Seketika mata saya memanas dan dada saya dipenuhi keharuan.... Terharuuuu sangat.... Ingin menangis rasanya.. Langsung saya peluk tubuh mungilnya...

Mungkin saya lebay yah... Hahahaa... 

Tapi... Jujur statement Vania sangat berarti bagi saya... Di tengah kondisi dimana Vania terkadang harus saya tinggal-tinggal... Sehingga si Eyang, Oma atau Opa yang menggantikan saya mengajari Vania ini dan itu... Ternyata... Vania masih menempatkan saya di nomor satu sebagai guru kesukaannya...

Setelah kejadian itu, saya berusaha lebih memperbaiki diri... Lelah tak boleh dirasa... Dan sabar tak boleh ada batasnya... 

Saya yakin para mommies juga punya kesibukan yang sangat padat... Entah sebagai stay at home mom atau working mom... Waktu bersama anak memang penting sekali kualitasnya... It really pays off! Subhanallah...

Happy parenting, my dear friends...

And yeah... Menurut saya, this book is a must read... ;-)

Wednesday, January 15, 2014

Jangan Menyerah, Bunda

Salam, apa kabar teman-teman blogger semua..? ;-)

Sejujurnya, kembali rajin ngeblog adalah salah satu resolusi tahun baru saya... 
Tapi apa daya, di tahun baru saya mendapatkan kejutan "menyenangkan" dari kampus... UJIAN! ;-)

Hehe... Eniwei, ujian sudah lewat... Dan sekarang saya ingin menuliskan sebuah review buku dari seorang sahabat saya, Anis Zoothera.


Saya pesan tiga buku dari Anis... Dua untuk teman-teman saya yang juga para pejuang momongan.. Satu untuk saya sendiri, yang dimaksudkan untuk dibaca juga oleh adik saya Selvi dan Ilham... 

Tapi.. Mohon maaf sebelumnya ya Nis... :-D
Sebenarnya saya ingin membaca dulu buku ini sebelum menulis review... Tapi sekarang sudah tanggal 15 Januari... Yang artinya, tinggal dua minggu lagi waktu menulis review...
Dikarenakan kemampuan membaca saya yang jauuuh berkurang akhir-akhir ini... Yang sudah baca bukunya bukan saya, tapi Mama saya a.k.a. Omanya Vania... :-D

Walau begitu, mudah-mudahan sedikit "review" dari sisi si Oma, bisa memberi gambaran bahwa buku ini insya Allah bermanfaat untuk para calon ibu, terutama para calon ibu pejuang momongan..

Oma and the book..

Oma tidak berkomentar banyak, hanya beberapa kalimat saja.. 

"Bukunya bagus... Kata-katanya mudah dicerna... Dan tahapan-tahapan dari usaha Anis dan teman-temannya untuk punya momongan, cukup rinci dan jelas di buku ini..."

Dan karena itu pula Oma kekeuh untuk bertemu dengan Anis, salah satu penulisnya. Itu karena Anis teman SMA saya dan Oma sudah kenal baik dengan Anis. Oma ingin mengenalkan adik ipar saya, Selvi (si adik bungsu) kepada Anis. Karena adik saya Ilham dan Selvi adalah juga para pejuang momongan. Sudah setahun lebih mereka menikah, namun Allah masih menguji kesabaran adik-adik saya.

Adik-adik saya yang dinas di Medan ini, ke Jakarta untuk liburan tahun baru, oleh karena itu niat Oma mempertemukan dengan Selvi, supaya Selvi (walaupun Ilham tidak ikut) menyimak tahapan demi tahapan yang dilalui oleh para pejuang momongan..

Selain do'a, ikhtiar juga harus.. Dan memang tidak bisa hanya seorang saja, namun suami istri, keduanya harus berusaha.. O:)

Pada akhirnya memang pertemuan kami kemarin lebih ke suasana reuni (atau istilahnya kopdar, karena kami berdua blogger? Hehehe..). Senangnya saya bertemu dengan Arsy... Arsy anak yang ramah dan cepat akrab... Lucuuu pulaaa... ^_^

Anis, Arsy, Vania and me..

Foto bersama dengan tante Selvi...

Tosss!

Selepas kami berbincang-bincang di Pizza Hut Margo City, Oma dan Selvi shopping... Sementara, saya dan Vania, serta Anis dan Arsy bermain naik kereta mini dan beli buku cerita di Toko Buku Gunung Agung. Buku Jangan Menyerah, Bunda selain di Gramedia, juga ada di Gunung Agung! Yeay!


Hmm... Walaupun tulisan "semacam review" ini tidak mengikuti aturan yang ada.. Tapi mudah-mudahan bisa memberi gambaran tentang isi buku Anis, dkk. Jarang-jarang loh Oma mau membaca buku yang saya beli. Makanya saya salut juga beliau mau membaca dengan detail sampai-sampai ingin bertemu langsung dengan penulisnya... ^_^

Untuk Anis Zoothera, Dessy dan Ayik... Selamat dan sukses selalu ya... Semoga banyak yang mengambil manfaat dari buku Jangan Menyerah, Bunda.. Amin ya Rabb..


Tulisan ini didedikasikan untuk

Mother’s Day Giveaway from Para Pejuang Momongan

Untuk teman-teman yang belum order bukunya... Buruan order... Informasi ada disini.. Masih ada waktu ikutan GA sampai dengan akhir Januari ini...! ^_^