Monday, October 6, 2014

Idul Adha Pertamaku

Idul Adha tahun ini, ada pelajaran istimewa yang Vania dapatkan.. ^_^

Yup! Tahun ini, Vania baru benar-benar merasakan seperti apa berkurban itu...

Hal pertama yang saya lakukan adalah menceritakan kepada Vania makna dari berkurban. Dengan menceritakan betapa Nabi Ibrahim rela mengurbankan anaknya sendiri demi rasa cintanya kepada Allah. Niat Nabi Ibrahim yang rela berkurban perasaannya demi Dzat yang lebih dicintainya menjadi poin penting yang saya sampaikan ke Vania.


Kemudian saat Vania ke sekolah, saya membeli hewan kurban dari penjual di dekat rumah yang langsung diantarkan ke masjid di dekat rumah kami. 

Pagi keesokan harinya, saya dan Opa Vania mengajak Vania melihat kambing miliknya. Tidak lupa kami membawa daun jambu untuk diberi makan kepada si kambing. Saat perjalanan, saya sudah mengingatkan kepada Vania, bahwa kambingnya nanti akan disembelih untuk dibagikan kepada orang-orang yang kurang berada. Vania harus ikhlas, supaya dapat pahala. Alhamdulillah Vania mengerti. 

Tak lama, sampailah kami di masjid. Vania melihat kambing miliknya sudah diberi nama "Vania" dan Vania tersipu melihatnya.


Kemudian, dengan sedikit takut-takut Vania memberinya daun jambu. Walaupun disekitarnya sudah diberi rumput dan daun oleh pengurus masjid, tapi si kambing senang diberi makan oleh Vania. Vania pun terlihat senang. Sangat senang malah. Sampai-sampai ia melompat-lompat kegirangan ketika daun jambunya diambil dan dikunyah si kambing.


Tibalah saatnya pulang.

Di perjalanan pulang, tiba-tiba saja Vania berubah histeris!

"Bundaaaaa!!! Kambingnya jangan dipotong, Bundaaaa... Kambingnya dipelihara aja, Bundaaa... Bundaaaa... Huaaaa...!!" Ia menangis mengiba dan air matanya mengucur membasahi baju tidurnya. 

Saya berusaha menenangkan hatinya. Saya peluk tubuhnya sampai reda tangisnya.

"Vaniaaa... Kan Vania udah ngerti kalau kambingnya mau dikasih ke orang-orang yang susah makan? Nanti kalau mereka nggak jadi dapat daging kambingnya Vania, gimana dong? Vania kalau ikhlas, nanti insya Allah dapat pahala..."

Vania masih menangis dan memohon, "Beli kambing yang lain ajaaa... Jangan yang itu, Bundaaa... Huaaaa..."

Dalam hati saya agak bimbang, apa saya salah ya mengenalkan proses hari raya kurban kepada anak sekecil Vania? Tapi toh nanti di sekolahnya, Vania juga akan mendapat pelajaran yang sama, tentang proses berkurban tanggal 7 Oktober besok. 

Yaa.. Insya Allah, mudah-mudahan memang waktunya sudah tepat untuk mengenalkan kepada Vania. Vania merasa sedih mungkin memang prosesnya saja. Posting ini juga akan menjadi catatan penting untuk Vania kelak.. ^_^


Kepada teman bloggers semua, saya dan keluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H. Semoga kita senantiasa meneladani sikap cinta Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Dan semoga Allah selalui meridhoi kita semua dalam setiap langkah hidup kita. Aamiin ya Robbal'alamiin.. 

Monday, August 25, 2014

Pertimbangan Memilih SD

Apa kabar sahabat blogger semua?

Tak terasa sudah hampir sebulan saya biarkan blog ini berdebu... Acara silaturahmi dan liburan lebaran yang dilanjutkan dengan 3 minggu penuh stress menyambut ujian, membuat saya akhirnya sangat merindukan menulis kenangan disini..

Alhamdulillah bulan Agustus tahun ini adalah bulan yang bersejarah untuk Vania. Untuk pertama kalinya, Vania masuk SD. 

Awalnya, tidak mudah bagi saya untuk merasa tenang.. Apalagi sekolah ini adalah sekolah pindahan dari Kalibata, yang baru pindah tahun ajaran ini juga ke lokasi baru.. Baru juga gedungnya. Dalam artian, baru dibangun tahun 2013 kemarin... Wew!

Banyak suara-suara ragu dari para Mama teman Vania sekolah di TK..

"Mak... Itu sekolah belum kelihatan wujudnya, padahal sudah bulan Mei! Nanti Vania mau sekolah dimana?!"

Dan suara senada lainnya...

Akhirnya dari TK Vania, hanya Vania seorang yang memilih sekolah ini...

Rasa ragu yang sempat terselip di hati berubah menjadi rasa syukur ketika setelah lebaran, saat ketika menjelang target hari pertama sekolah dimulai di lokasi baru, akhirnya saya mendapati gedung sekolah sudah jadi dan rapi. Surprised! 

Gedung ini dibangun dari nol sampai jadi, hanya dalam waktu 9 bulan.. ^_^

Bukan dari segi bangunan sekolah saja yang sempat membuat saya was-was...
Ada sedikit dongeng terkait Nizamia...

Saat saya telah selesai melakukan pembayaran uang masuk, saya dibuat terkejut dengan beberapa statement yang saya temui di web... Testimoni tentang sekolah Nizamia Andalusia...

Ternyata sekolah Nizamia Andalusia didirikan oleh Nurcholis Madjid.

Untuk yang peduli tentang Islam dan cara pandangnya, tentu tokoh tersebut punya reputasi yang cukup kontroversial. Hati saya sempat bimbang, dan sempat berpikir untuk pindah. Tapi bagaimana caranya? Padahal saya sudah bayar uang masuk lunas?

Kamis minggu lalu, pihak Nizamia mengadakan pengajian bulanan dan acara pemotongan tumpeng dalam rangka peresmian gedung sekolah baru. Acara ini seperti menjawab kebimbangan di hati saya. 

Di acara tersebut Bu Zahra Fajardini, Ibu kepala sekolah sempat bercerita tentang motivasinya membangun sekolah. Dan detik yang membuat saya ikut menitikkan air mata adalah ketika beliau bercerita tentang kain kafan yang beliau beli, yang diletakkan dilemari, sehingga setiap hari beliau melihat kain itu dan mengingat mati.. Sehingga sekolah yang didirikan ini semoga menjadi tabungan bagi beliau kelak di akhirat nanti.. Subhanallah!

Ceramah yang disampaikan oleh Ustad Doddy Al-Jambari juga membuat hati saya tenang, karena insya Allah pemahaman akidah sejalan dengan yang saya yakini selama ini.

Saat ini, yang ada di hati saya adalah keyakinan bahwa walau ada keterkaitan atau hubungan keluarga sekalipun (dimana di antara keduanya saya belum pasti benar), cara pandang antara dua manusia bisa jadi berbeda... Saya hanya ingat Rasulullah SAW dengan paman beliau... 

Dan dimanapun anak kita bersekolah, kita sebagai orangtua wajib meluruskan segala pemahaman yang keliru... Pengaruh bisa datang dari mana saja, baik teman sekolah, buku bacaan, dll... Kita nggak akan mampu mengontrol semuanya supaya sejalan dengan ideologi kita, yang bisa kita lakukan hanya menguatkan anak dari akarnya, bukan? ^_^

Sekarang setelah hingar bingar ujian usai, dan setelah kebimbangan di hati saya terhadap sekolah Nizamia sirna.. Saya ingin menulis tentang perjalanan saya dan Vania dalam memilih sekolah... ^_^


Banyak pertimbangan saya dalam memilih sekolah untuk anak... Diantaranya:

1. Visi dan misi sekolah
Mau dididik seperti apakah anak muridnya kelak? Ini penting untuk saya ketahui.. ^_^

2. Jenis sekolah
Usia Vania 6 tahun saat masuk SD, sehingga dia sudah hampir pasti tidak akan diterima di SD negeri. Jadi swasta lah sasarannya. Dan karena salah satu aspek yang bagi saya penting adalah aspek agama, maka SD swasta Islami lah yang jadi pilihan kami.

Tapi punya label Islam itu tidak cukup buat saya.. Saya harus tau... Islam yang bagaimana yang diajarkan di sekolah..? ^_^

3. Keramahan pihak sekolah
Selama tahun terakhir Vania di TK, saya banyak mengunjungi SD-SD swasta Islam yang bertebaran di Jakarta. Beberapa ramah, beberapa kurang ramah. Hal ini saya perhatikan dari mulai saya menanyakan perihal sekolah, cara pendaftaran, biaya, tes masuk, dsb..
Ada juga SD Islam yang (maaf) terkesan meremehkan ketika saya menanyakan tes masuk dan biaya..

4. Lokasi dan kondisi fisik sekolah
Menghabiskan waktu berjam-jam bagi anak untuk menuju dan pulang dari sekolah adalah sesuatu yang "nggak deh yaaa"

Energi anak seharusnya terfokus pada upaya belajar dan bersosialisasi di sekolah... Nggak semestinya mereka didera stress karena jalanan... :-(

5. Tes masuk
Ah yaaa... Tes masuk juga menjadi pertimbangan saya... Saya setuju bahwa sekolah adalah tempat mendidik anak... 

Pastinya tes masuk yang ramah kepada anak menunjukkan itikad baik pihak sekolah dalam komitmennya mendidik anak. Insya Allah.. 

6. Kecocokan anak
I believe in love at first impression...
Jika dia sreg hatinya, pasti ke depannya akan lebih mudah... Insya Allah...
Walaupun feeling anak nggak ada alasannya, tapi patut dipertimbangkan...

"Yaaa... Pokoknya suka aja..." begitu Vania pernah utarakan ke saya...

7. Kemampuan finansial
Cocok dalam semua aspek dan kualitas oke, tapi kalau nggak bisa bayar SPP yaaa lucu juga yah.. Hahahaa...

Dan saya yakin, mahalnya sekolah bukan jaminan kualitasnya... Insya Allah... ^_^

8. Keterbukaan sekolah terhadap orangtua (komunikasi)
Seberapa penting keterlibatan orangtua terhadap kegiatan dan perkembangan anak di sekolahnya? Pastinya, sekolah yang berkualitas akan menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua.. ^_^

Apalagi ya..? :-D

Alhamdulillah, kedelapan kriteria saya di atas cocok dengan pilihan kami di Nizamia Andalusia. Sebenarnya Vania juga ikut tes masuk di Global Islamic School di Condet, dan diterima. Saya nilai kedua sekolah ini sama bagusnya.. Dan karena GIS kendalanya ada di akses jalan yang melewati beberapa titik macet, akhirnya kami menjatuhkan pilihan kami di Nizamia Andalusia.

Mulai dari visi misi sekolah yang sejalan dengan saya, serta keramahan semua pihak sekolah yang mengagumkan bagi saya. Semua ramah insya Allah, mulai dari pak satpam di tempat parkir sampai dengan kepala sekolah. 

Tes masuk, agak berbeda dengan GIS. Saya perhatikan di Nizamia, anak-anak pertama kali datang diajak bermain untuk mencairkan suasana. Kemudian mereka masuk ke kelas. Saya kurang tau apa yang terjadi di kelas, tapi menurut laporannya Vania bisa mengerjakan semua perintah dengan baik. Kemampuan membaca dan berhitung bukan menjadi pertimbangan utama di Nizamia. Sejauh yang saya tahu, justru yang jadi pertimbangan adalah sikap belajar dan kemandirian.


 

Gambar di atas adalah buku komunikasi antara orangtua dengan pihak sekolah. Kami juga diberi pick-up card untuk menjemput anak. Waktu Vania TK, Vania juga punya buku komunikasi seperti ini. Namun karena saya pemalas (ups), saya jarang menulis di buku itu dan lebih sering berbicara saja langsung dengan guru. Saya baru sadar itu buku komunikasi TK belum saya buka-buka lagi semenjak Vania diterima di TK sampai dia lulus. Hahahaaa...

Agak berbeda dengan di Nizamia kali ini. Setiap hari Vania wajib membawa buku komunikasi ini. Jadi walaupun saya nggak pernah menulis di buku itu, guru Vania setiap hari memberi laporan di buku itu, menjelaskan kegiatan dan pelajaran apa saja yang dilakukan murid-murid.. Setiap hari... 

Vania nggak pernah bawa alat tulis, buku tulis, buku teks, dll.. Semua disediakan di sekolah, dipakai di sekolah dan tidak dibawa pulang... Kecuali nanti kalau mau ujian... ^_^

Isi tas Vania setiap hari hanya buku komunikasi, baju ganti dan makanan... :-D


Ohya, satu lagi tolok ukur bahwa suatu sekolah cocok dengan anak kita adalah... Melihat senyumnya yang manis setiap akan berangkat dan pulang sekolah... ^_^

Alhamdulillah...

More info @ Nizamia Andalusia

Salah satu video Nizamia yang membuat saya terharu.. ^_^

Saturday, July 26, 2014

Mereka Yang Tidak Pernah Meminta

Saat saya kuliah dulu, saya punya seorang sahabat dan kami sering berbagi cerita tentang kebaikan. Suatu kali, ia bercerita tantenya baru saja diberi mimpi indah.. Mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Dalam mimpinya tante tak melihat wajah beliau SAW, namun hanya melihatnya dari belakang.. Rasulullah SAW mengenakan jubah hijau, dan sedang berwudhu...

Merasa takjub, saya kemudian menanyakan rahasianya... Bagaimana kepribadian dan keseharian tante sahabat saya ini?

Sahabat saya pun menjawab bahwa tante tidak pernah ragu-ragu dalam memberikan sedekah ke orang lain.. Dimanapun ditemui peminta-minta maka akan ia beri tanpa pikir panjang...

Tapi akhir-akhir ini, banyak kejadian yang menyebabkan saya merubah cara pandang saya terhadap para peminta-minta... Baik karena pemberitaan, maupun yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri.. 

Padahal, sesungguhnya banyak sekali orang yang justru berperilaku sebaliknya.. Ijinkan saya memperkenalkan sebagian dari mereka, disini...

Bu Zaenab

Bu Zaenab adalah seorang ibu tua yang sering membersihkan masjid dan lingkungan sekitarnya. Beliau tinggal di sekitar Masjid Arif Rahman Hakim di kampus UI Salemba. Saat saya kuliah dulu, beliau terkenal galak, apalagi terhadap kami yang tak menjaga kebersihan atau yang tak bisa menjaga kerapihan shaf saat sholat berjamaah. Tapi beliau juga sangat baik. Sahabat saya pernah menangis setelah selesai ujian dan beliau ada disana untuk meringankan beban hati sahabat saya.

Selain menjaga kebersihan masjid, bu Zaenab juga berjualan minuman untuk tambahan penghasilan sehari-hari. Sampai sekarang beliau masih ada. Anak angkatnya yang dulu berjualan koran, kini sudah menikah dan memiliki kehidupan yang sudah lebih mapan. Anak angkatnya pernah meminta bu Zaenab untuk berhenti berjualan dan istirahat menikmati masa tuanya, toh kini ia bisa menafkahi bu Zaenab.

Tapi bu Zaenab menolak dan tetap berjualan...

Dan ketika saya menitipkan haknya padanya, ia malah bertanya balik ke saya, "Ini untuk Ibu? Atau untuk anak yatim, Nak?"

Membuat air mata saya jatuh tak terbendung. "Ibu atur sajalah," jawab saya.

Foto di atas saya ambil saat beliau belum menyadari kehadiran saya. Beliau sedang berusaha menamatkan membaca Al-Qur'an.

Yu buah...

Ah, bodohnya saya selalu saja lupa menanyakan namanya..
Saya sekeluarga hanya memanggilnya "Yu..."

Ia berjualan buah berkeliling... Sering mampir ke rumah saya dan beristirahat sejenak... Ia membawa beban berat di punggungnya, dalam keadaan berpuasa... Berkeliling menjajakan buah... Semangat pantang menyerah dalam menjemput rezeki dari-Nya...

Membuat saya merasa malu akan diri ini... 

Pemuda di Museum Satriamandala

Dan sosok ketiga yang ingin saya ceritakan disini adalah sosok seorang anak muda.

Jika ada kesempatan libur dan waktu luang, saya sering mengajak Vania jalan-jalan. Tidak hanya bermain, namun terkadang saya selipkan pelajaran-pelajaran. Tempo hari, kami mengunjungi Museum Satriamandala.

Setelah lelah berkeliling, kami istirahat sejenak di taman sebelah Mushola. Dari kejauhan Mama saya melihat sesosok pemuda berjalan terpincang-pincang sambil membawa pengki berisi daun kering. Setelah dekat nampaklah ia adalah seorang anak muda yang sedang menyapu halaman.

Tanpa mempedulikan kondisi dirinya yang sulit berjalan, ia tetap bersemangat menyapu halaman museum hingga bersih.. Saat Mama menitipkan haknya pada dirinya, maka meluncurlah sebaris do'a untuk kami. Alhamdulillah, terima kasih ya Dek...

Jika sahabat blogger berkesempatan mengunjungi Masjid ARH di Salemba, atau Museum Satriamandala, atau ke sekitaran Setu Cipayung, bisa saja sahabat blogger ditakdirkan berjumpa dengan mereka...

Sosok-sosok di atas membuat saya kagum... Sehingga akhirnya saya mengambil kesimpulan sendiri...

Mereka yang sebenar-benarnya membutuhkan, terkadang tidak pernah meminta kepada manusia. Mereka ikhlas menjalani hidup, dan mensyukuri semua yang Allah berikan. Mereka yakin, sesulit apapun hidup, Allah pasti akan memberikan kemudahan.

* * *

Saya dan keluarga mengucapkan..
Selamat Idul Fitri 1435 H
Kami mohon maaf lahir dan batin
Semoga tahun ini membawa keberkahan untuk kita semua
Allahumma aamiin...

Friday, July 18, 2014

Masjid Indah


Salah satu yang menjadi pertimbangan saya saat bepergian adalah tempat sholat yang ada di tempat tujuan. Saat melihat peta lokasi saya juga mencari dimana masjid terdekat. Salah satu masjid yang menurut saya nyaman dan indah adalah Masjid Andalusia di daerah Sentul City.

Masjid ini terletak di depan tempat wisata Pasar Ah Poong Sentul City. Masjidnya sejuk, bersih dan nyaman. Di bagian belakang terdapat sekolah Islam dengan halaman luas dan miniatur Ka'bah. Buat anak-anak, betapa senangnya mereka berlarian dan bermain disini. Pasar Ah Poong dan Masjid Andalusia, sering menjadi destinasi jalan-jalan bagi saya dan keluarga.

* * *



Tuesday, July 8, 2014

Ide Bermain Dari Buku

Liburan anak... ^_^

Waktu yang menyenangkan untuk merencanakan aneka kegiatan bermain sambil belajar.. Suatu hari saya menemukan sebuah blog yang sangat inspiratif.. Dari sanalah saya mengetahui bahwa aneka buku cerita anak itu bisa menjadi sumber ide untuk bermain... ^_^

Beberapa buku di bawah ini sangat membantu saya untuk mendapatkan ide bermain dengan Vania..


Seri Sopan Santun BIP berjudul Bersenang-senang di Taman ini menceritakan tentang aneka kegiatan bermain anak dari sudut pandang beberapa anak. Dari segi edukasi, anak-anak diajarkan cara menjaga sopan santun di tempat umum seperti taman, misalnya dengan belajar mengantri mainan dan membuang sampah di tempatnya..


Seri Erlangga For Kids berjudul Fergus di Taman menceritakan petualangan seekor anjing lucu di sebuah taman. Semuanya diceritakan dari sudut pandang si anjing.. :-D

Dan kegiatan-kegiatan inilah yang sering Vania mainkan di taman...

Main balon sabun yuk.. ^_^

Lempar frisbee! Cara seru untuk melatih ketangkasan anak.. :-D

Di dekat rumah Vania baru setahun ini dibangun taman kota. Tamannya indah dan bersih. Namanya Taman Bambu. Semoga tetap terjaga kebersihan Taman Bambu ini ya..

Karena mirip piknik, maka Vania membawa bekal buah pisang. Tidak lupa untuk membuang kulit pisangnya di tempat sampah organik yang sudah disediakan.. ^_^

Belajar juga untuk saling berbagi... ^_^

Tempo hari, saat kami jalan-jalan ke daerah Jakarta Selatan, kami juga menyempatkan mampir ke Taman Ayodya di Jalan Barito. Ada satu cerita yang tak akan saya lupa di tempat ini. Dahulu, sebelum menjadi Taman Ayodya, tempat ini adalah tempat berjualan ikan hias, buah-buahan dan aneka binatang peliharaan. Saat akan digusur, Papa menyempatkan untuk terakhir kali mampir kesini. 

Ceritanya, sebelum tempat ini penuh dengan para pedagang, tempat ini memang aslinya adalah sebuah taman kota. Papa saat kecil sering bermain di taman ini. Papa meminta ijin kepada salah seorang pedagang ikan hias yang baik hati untuk melihat ke dalam taman (yang tertutup kios pedagang di semua sisi), tapi salah seorang pedagang (yang sepertinya kepala mereka semua), datang marah-marah dan mengusir Papa. Dikira, Papa adalah pihak yang akan menggusur mereka.

Padahal, akhirnya toh mereka tergusur. Pada masa pemerintahan Gubernur Fauzi Bowo, akhirnya tempat ini dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai taman kota.. ^_^

Indahnya taman ini...

Sejuk...

Banyak bunga kamboja berguguran.. Dan saya punya satu ide untuk Vania..

Membuat aneka perhiasan dari bunga.. ^_^

Saya ajak Vania membuat mahkota bunga seperti punya Zoe di buku ini... ^_^

Ini hasilnya.. :-D

Selain taman, ada satu tempat lagi yang bagi anak-anak membosankan.. Supermarket! (Ya setidaknya begitulah menurut pendapat Vania)... :-D

Berawal dari membaca buku aneka resep makanan sehat untuk anak yang berwarna warni alami ini, saya mengajak Vania dan Aira bermain di supermarket...

Buku ini berisi kumpulan resep sehat dengan mengkombinasikan makanan yang berwarna warni (sayur dan buah), setiap hari.. ^_^


Bukan sesuatu yang "wah"
Hanya berlomba mencari buah atau sayuran yang saya sebutkan...  :-D
Khusus Vania, saat ia sudah mendapatkan yang dicari, maka ia harus menyebutkan kandungan vitamin dan manfaatnya bagi tubuh... (secara garis besar saja sih, heheheee)... 

Karena saya heboh, mereka pun ikut heboh..

Bermain itu bisa dimana saja, bukan..? :-D

Bagaimana dengan agenda liburan teman-teman Vania disini..?
Permainan apa yang biasa dimainkan di taman, atau pada saat piknik...?

Hmm... Atau pernahkah sahabat mendapat ide tentang apapun yang didapat dari buku?

Please feel free to share... 

Have a nice tuesday... ^_^

Sunday, July 6, 2014

Topi Kebanggaan

Sekitar setahun yang lalu saya berkesempatan mengikuti training ESQ 165 yang bertajuk Total Action. Training ini adalah yang pertama dari training-training serupa yang diadakan ESQ 165 setelahnya. Oleh karena itu, pesertanya cukup banyak. Termasuk, mereka yang datang dari negara tetangga.

Di tengah berbagai masalah dengan negara tetangga kita Malaysia, entah masalah kebudayaan pariwisata atau apapun, sebagian kecil dari mereka bersedia jauh-jauh datang ke Jakarta untuk mengikuti training yang dibawakan oleh Pak Ary Ginanjar ini.

Seperti training-training ESQ lainnya, di training ini juga ada sesi permainan. Dan seperti biasa setelah setiap sesi permainan akan ada perenungan makna dari permainan yang telah dilakukan. Kali ini permainannya adalah mengenakan aneka topi secara bergantian dan setiap peserta diminta untuk mencermati bagaimana perasaan masing-masing saat mengenakan topi tersebut.

Kami diminta untuk berpasangan. Dan kebetulan pasangan saya yang duduk di sebelah saya adalah seorang ibu berkebangsaan Malaysia yang ramah dan banyak senyum.

Ada topi polisi, ada topi sarjana, ada topi pantai, ada topi tentara, dan masih banyak lagi. Kami diperbolehkan berfoto dengan topi-topi tersebut. Menakjubkan, karena ternyata hanya dengan mengenakan topi saja bisa membuat perasaan saya berubah.

Saat mengenakan topi sarjana saya merasa sangat cerdas dan berpendidikan. Saat mengenakan topi tentara dan polisi saya merasa sangat berwibawa dan berani. Saat mengenakan topi pantai saya merasa seakan sedang berlibur di tepi pantai.. :-D

Foto ini diambil oleh sahabat yang berasal dari Malaysia.

Setelah kami diminta melepas topi-topi tersebut, saya pribadi merasa kembali menjadi diri saya sendiri. Saya sadar akan siapa saya, dan mau kemana saya.. Saya dan sahabat baru saya warga negara Malaysia, merenungi hakikat topi itu. Sesungguhnya, itu hanya topi!

Terlepas dari topi apa yang kami kenakan, dan terlepas dari negara mana kami berasal, berada di ruangan itu pada hari itu, kita sebenarnya satu. Satu tujuan dan satu akidah. Kami adalah sesama muslim.

Sayangnya, saat ini saya merasa negeri tercinta sedang terpecah menjadi dua. Para oknum yang (katanya) pendukung masing-masing capres gencar menyebarkan kampanye hitam. Rasanya sedih sekali. Saya menganalogikan keadaan ini seperti penyakit autoimun. Dimana sistem imun seseorang menyerang organ tubuh orang itu sendiri. Penyakit berbahaya yang bisa berujung kematian.

Saya paham, pastinya kita bangga dengan pilihan masing-masing. Tapi alangkah baiknya kita lepas topi sejenak, dan menyadari bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Kita adalah satu tubuh, satu kesatuan. Satu bagian tubuh sakit maka sejatinya seluruh tubuh akan merasakan.

Saya memang bukan seseorang yang punya pengaruh apa-apa. Tapi saya berharap lewat tulisan singkat di blog saya ini, saudara-saudara saya dan sahabat-sahabat saya di luar sana, rela melepaskan topi sejenak dan lihat saudaramu, lihat sahabatmu.. Sesungguhnya di bawah perbedaan yang melapisi kulit kita, kita sejatinya satu. Satu tujuan. Satu bangsa. Satu tanah air. Satu bahasa.

Seharusnya kita saling menyayangi...

Marilah mulai memperbaiki diri. Karena Indonesia yang lebih baik berawal dari diri kita sendiri.

Hadits Abdullah bin Umar ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.." 

Jangan biarkan setan menang atas diri kita karena kita rela mengikuti ajakannya untuk berkampanye hitam. Apapun yang kita tulis dan ucapkan, semua ada pertanggungjawabannya. Untuk kepentingan kita bersama, saya mohon untuk tidak menuliskan kampanye di kolom komentar (apalagi kampanye hitam!). Mohon maaf jika komentar seperti itu harus saya hapus.

Satu tulisan, untuk Indonesia yang saya cintai. 

* * *

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Aku dan Indonesia


Friday, July 4, 2014

Anak-anak Tahun 80an

Luar biasa bagaimana pikiran manusia bekerja...

Hanya melihat/ mendengar/ membaca.. satu barang atau satu tempat bisa membawa pikiran ke dalam kenangan akan masa terdahulu... Bagi saya, selain pohon pinus, barang yang membawa saya mengenang masa kecil adalah sepatu converse... ^_^


Sepatu model ini mengingatkan saya akan masa SMP dan SMA belasan tahun yang lalu... :-D

Source

Tahun 90an... Tahun-tahun saya melewati empat level masa sekolah saya... SD.. SMP.. SMA... Kuliah... Masa-masa saya melewati masa kecil dengan kebahagiaan tanpa rasa khawatir...

Masa dimana saya mahir bermain Nintendo namun hanya punya satu game: Mario Bros!
Masa dimana saya dan teman-teman bebas jalan-jalan dan bersepeda tanpa takut diculik...
Masa dimana saya suka merekam lagu favorit saya saat diputar di radio... Karena saya nggak mampu beli kasetnya.. :-D
Masa dimana saya bermain di taman dan harus mengeluarkan segenap imajinasi saya untuk memanfaatkan daun kering, ranting dan botol-botol bekas sebagai mainan... Karena mainan saya nggak sebanyak Vania sekarang... :-D

Indeed.. Nevertheless I had a great time.. :-D


Saat saya menemani Vania bermain di sekitar rumah, atau jalan-jalan ke taman, dengan teman-temannya.. Adalah saat saya mengenang masa kecil saya... I love these moments...

Tentu saja jaman sekarang berbeda dengan dulu... Saya tak bisa melepas Vania main di luar (yang agak jauh, seperti ke taman atau ke tanah kosong, tanpa pengawasan saya)... Bahaya akan adanya human trafficking... Begitupun teman-teman Vania lainnya... Mereka pun diijinkan oleh orangtuanya, karena ada saya dan si Eyang...

Acara jalan-jalan Vania saya isi dengan aneka kegiatan, seperti belajar fotografi.. Teman-teman tentu boleh meminjam, semua bergantian.. Sekalian, belajar sopan santun dan bersabar... ^_^

Bermain bersama anak-anak itu salah satu cara saya untuk refreshing...

Satu hal.. Satu benda.. Satu tempat.. Satu kegiatan.. Bisa menjadi sarana kita untuk bernostalgia dengan masa lalu.. Atau bahkan berangkat dari nostalgia tersebut, kita bisa merencanakan masa depan...? Dan betapa saya menjadi orang yang tidak up to date ketika saya membuka web Zalora dan mendapati bahwa produk converse tidak hanya sepatu.. Hahahaaa..

Hmm.. Bagaimana seandaikan jaket converse ini dijadikan hadiah untuk someone special..? :-D

Jadi, apa nostalgia sahabat di tahun 90an..? :-D

Have a happy friday everyone, happy Jum'at Mubarok.. :-)

Monday, June 30, 2014

Wisuda Ceria

Kesan pertama saya saat saya membaca selebaran pengumuman acara wisuda Vania tempo hari adalah, "alamak... biaya wisuda saya saat sarjana jauh lebih murah daripada wisuda anak TK." 

Hahahaaa...

Walaupun begitu, saya tetap bersyukur dan terharu...
Vania akan melangkah ke jenjang yang lebih tinggi...
Menyiapkan mentalnya... Supaya lebih dewasa dan lebih disiplin...
Adalah tantangan bagi saya...

Kenangan Vania bersama teman-teman di Komimo Playschool

Komimo Playschool berada di bawah asuhan Kak Seto.. Sehingga belasan cabang yang tersebar di Jabodetabek ini juga biasanya diwisuda oleh beliau.. Namun, saat wisuda Vania kemarin, Kak Seto berhalangan datang, sehingga digantikan oleh saudara kembar beliau, yaitu Kak Kresno Mulyadi..



Sayangnya, sekolah yang berada di bawah Yayasan Mentari Indonesia ini sudah melakukan rebranding menjadi Indonesia Playschool, sehingga tidak lagi memakai tagline "Asuhan Kak Seto".. Saya tidak tahu yang terjadi di internal mereka.. Yang jelas, kabarnya angkatan Vania adalah angkatan terakhir yang diwisuda oleh Kak Seto (atau kembaran beliau), hehehe..

Setelah acara wisuda, ada performance dari anak-anak..

Sekolah Vania (Cabang Cilangkap), saya nilai kreatif sekali membuat pertunjukan.. Di saat yang lain menampilkan paduan suara, drumband, atau tarian... Cabang Cilangkap menampilkan drama musikal.. Vania, jadi ayam... Dan di foto atas dia sedang berada di "kandangnya" beserta ayam-ayam lainnya.. Hahahaaa..

Vania di paling kiri.. Selesai perform.. Mereka ini lucu-lucu dan menggemaskan!

Foto terakhir kali Vania dan teman-teman...

Kepada emak-emak Komimo yang selalu kompak... Sukses selalu yaaa.. I'll miss you moms!


Bersama posting ini juga saya dan keluarga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.. Mohon maaf lahir batin ya, teman-teman semua.. Mudah-mudahan kita mendapat keberkahan dari Allah SWT.. Aamiin.. 

Tuesday, June 24, 2014

Memetakan Potensi Unggul Anak

"Setiap anak itu jenius. Namun, jika kita menilai seekor ikan dari kemampuannya memanjat sebatang pohon, dia akan berpikir dirinya bodoh, di sepanjang hidupnya.(Albert Einstein) 

Adalah.. Salah satu kalimat bijak favorit saya...

Saya mendapat kiriman buku Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak dari Pak Isro Batavusqu, untuk acara sayembara Batavusqu tempo hari. Saya bersyukur sekali, kami para peserta diberi kebebasan untuk memilih sendiri bukunya.. Saat searching ke bukabuku.com, pandangan saya langsung tertuju pada buku ini.. Terima kasih Pak Isro.. :-)

Source

Buku ini berisi tulisan Ayah Edy yang berusaha membuat para orangtua paham, bahwa potensi anak bukan hanya bisa dilihat dari nilai-nilai akademisnya. Seorang dengan potensi unggul menari misalkan, tidak akan terlihat menonjol di sekolah. Sebaliknya, jika ia disekolahkan di sekolah yang tepat, ia akan melejit potensinya... 

Banyak sekali kasus-kasus yang Ayah Edy paparkan di buku ini. Salah satu yang membuat saya terkagum-kagum adalah cerita tentang Martha Tilaar, yang sempat dicap sebagai anak yang (maaf) slow learner di sekolah, padahal ternyata passion-nya adalah di bidang kecantikan. Dan lihatlah ternyata beliau jenius sekali yaa, karena orangtua Ibu Martha ini sangat mendukung anaknya.. Luar biasa, dukungan orangtua terhadap passion anak..

Setelah membaca buku ini, saya seakan mempunyai satu misi lagi dalam hal membesarkan Vania.. Yaitu untuk menemukan passion-nya, bakatnya... Saya pernah menulis disini tentang cita-cita Vania.. Ia yang ingin menjadi dokter gigi pasti karena pengaruh saya.. Saya yang ia lihat dan contoh sehari-hari.. Saat ini, saya sedang mencari cara bagaimana caranya Vania menemukan passion-nya tanpa ada pengaruh dari saya maupun keluarga besarnya..

Di buku ini Ayah Edy memaparkan beberapa tahap dalam mencari potensi unggul seorang anak. Tahap pertama di usia dini, adalah Program Stimulasi. Pada tahap ini seorang anak distimulasi dengan berbagai macam kegiatan dan profesi... 

Setelahnya, disusun apa saja yang menjadi minat dan bakat si anak. Minat akan aneka kegiatan yang sudah tersaring ini juga harus dilihat dari segi konsistensi anak dalam menjalaninya, dan dinilai seberapa berbakat ia dalam bidang tersebut.

Lebih jauh dilakukan uji coba minat dan bakat tersebut, seperti diikutkan dalam aneka kursus.. 

Dan masih ada beberapa tahap untuk semakin mengerucutkan potensi unggul anak.. Sehingga bisa didapat potensi keahlian dirinya yang sangat spesifik. Jika itu ditemukan maka insya Allah anak bisa menjadi seorang ahli dalam bidangnya saat ia dewasa nantinya...

Saya sangat setuju dengan pendapat Ayah Edy, bahwa Allah punya tujuan dalam penciptaan manusia. Dan manusia bisa bermanfaat bagi orang lain dengan keahlian yang ia punya. Allah sudah memberikan petunjuk berupa perilaku si anak sehari-hari. Mudah-mudahan, kita sebagai orangtua, bisa melihat petunjuk Allah dalam diri anak kita.. Supaya kita mengarahkan anak kepada tujuan yang memang digariskan oleh-Nya... Semaksimal mungkin..

Saat ini yang saya lakukan kepada Vania masih pada tahap memberinya stimulasi sebanyak-banyaknya.. 

Dan yang bisa saya catat dari perkembangannya sampai saat ini, adalah:
1. Suka menggambar dan mewarnai 
2. Suka matematika dan sering membuat soal sendiri (sehingga kini Vania saya ikutkan kumon)
3. Saat membaca ensiklopedia, Vania hanya tertarik bab tentang "Makhluk Hidup dan Manusia"

Bagi saya, potensi apa yang dimiliki Vania dan seperti apakah masa depan yang Allah maksudkan untuk Vania masih terlalu abstrak bagi saya.. Mudah-mudahan Allah selalu memberikan hamba-Nya petunjuk.. Karena apapun profesinya (asal halal), menurut saya, adalah sarana seorang hamba dalam beribadah kepada-Nya..

Menurut saya, buku ini harus dibaca oleh para orangtua... Berapapun usia anaknya.. Never say too late.. Nothing is ever too late.. :-)

Melakukan pekerjaan yang kita cintai adalah cita-cita setiap orang... Melakukan pekerjaan yang tidak kita suka akan memberi tekanan pada batin, dan kita tidak akan bahagia.. Padahal kita bekerja untuk bahagia, bukan?

Kalau bisa ada jalan yang lebih cepat mencapai panggilan jiwa, kenapa tidak? Walaupun ada beberapa orang yang harus melalui jalan berliku.. seperti saya... :-D 

Saya baru sadar bahwa saya salah jurusan saat semester tiga di FKG.. Hahaha..
Tapi, tidak ada kata mundur bagi saya saat itu..
 
Yaaa... Jujur saya tidak terlalu passion dalam mengutak-atik mulut orang... Bagi saya itu menjemukan.. Walaupun, saat dihadapan pasien tentu saya akan menyelesaikan pekerjaan saya sebaik mungkin... Saya tidak bisa membohongi hati saya... Saya lebih suka bekerja dengan mobilitas yang tinggi.. Saya suka berpindah-pindah tempat.. Hehehe.. Oleh karena itu saya kembali bersekolah, dan bukan bidang spesialisasi yang saya ambil.. Melainkan manajemen rumah sakit.. Oke.. Saatnya saya "tobat profesi"... hehehe.. :-D

Insya Allah...

Bayangkan, betapa hebatnya Indonesia kelak, jika semua profesionalnya bekerja dengan bahagia... Karena bukan hanya gaji yang dikejar, tapi bekerja karena cinta!

Apakah pekerjaan sahabat sekarang sudah sesuai dengan passion sahabat? Apakah anak-anak sahabat sudah menemukan passion-nya? Please, feel free to share.. ^_^

Semoga bermanfaat, kawan.. :-)

Tuesday, June 17, 2014

Tentang Resistensi Antibiotik

Singkat cerita, beberapa hari ini Vania terserang batuk pilek.. Tapi, bukan hal itu yang membawa saya mengunjungi dokter anak langganan Vania, dr. Syarifah Hanum, SpA. di Mitra Keluarga Cibubur. Vania ada masalah pencernaan. Tapi syukurlah, insya Allah bukan masalah besar.

Hal yang ingin saya tulis disini adalah share dari dr. Syarifah Hanum, tentang penyalahgunaan antibiotik. Untuk Vania sendiri, memang batuknya disebabkan bakteri, terlihat dari keadaan tenggorokannya yang memerah, sehingga antibiotik cefixime yang sedang  saya berikan diinstruksikan untuk dilanjutkan saja sampai habis. 

Namun.. Seperti pendahulunya, semisal amoxicillin atau cefadroxil... Cefixime kabarnya juga mengalami penyalahgunaan sehingga sekarang ada kemungkinan bakteri-bakteri yang beredar sudah resisten terhadap antibiotik yang satu ini (juga)..

Dr. Syarifah Hanum adalah dokter anak yang menurut saya sangat komunikatif terhadap pasien. Saat kunjungan kami kemarin, beliau pun cerita tentang beberapa perilaku orangtua dari pasiennya yang menyalahgunakan antibiotik..

Misalnya...
  1. "Dok, anak saya jangan diberi antibiotik. Kasihan dok, anak saya nanti kebal sama antibiotik.."
  2. "Dok, saya nggak tega kasih anak saya antibiotik banyak-banyak. Jadi kalau disuruhnya 2 sendok, saya cuma kasih 1 sendok saja.."
  3. "Anak saya panas udah 3 hari jadi saya kasih cefixime aja dok, 2 hari sembuh."

Tiga pernyataan di atas adalah beberapa contoh perilaku orangtua pasien yang diceritakan dr. Syarifah Hanum kepada kami. Dan masih banyak lagi kasus yang berbeda tapi intinya sama.

Untuk pernyataan no.1, FYI, anak kita dari sel kecil dalam perut ibunya juga sudah resisten terhadap antibiotik.. Karena antibiotik adalah obat untuk membunuh bakteri, bukan untuk membunuh manusia... :-D

Jadi sebenarnya yang resisten terhadap antibiotik adalah bakteri, bukan manusianya.. ^_^

Untuk pernyataan no.2 dan no.3, hampir sama... Saking takutnya sama antibiotik, sehingga orangtua mengurangi dosis pemakaian dan lama pemakaian.. FYI, ini adalah perilaku kita untuk lebih menyehatkan bakteri... :-D

Analoginya...

Saat anak kita diimunisasi... Adalah proses saat anak kita disuntikkan sejumlah bakteri/ virus yang "dilemahkan"... Tujuannya, supaya sistem imun dalam tubuh mengenali musuhnya.. Sehingga saat benar-benar ada infeksi menyerang, sistem imun dapat mengatur strategi perang dengan benar.

Nah.. Untuk kasus penyalahgunaan antibiotik, persis seperti itu yang kita lakukan terhadap bakteri. Kita memberinya dosis kecil obat pembunuh bakteri, bakteri hanya pingsan sebentar, dan ketika pemakaian antibiotik dihentikan sebelum bakteri benar-benar mati, bakteri akan sehat kembali dengan kekuatan yang lebih!

 Bakteri-bakteri yang sudah kuat ini, akan menular ke siapa saja... 

Source

Jadi, walaupun kita sudah menjaga anak kita baik-baik dan menggunakan antibiotik secara bijaksana, tetap saja sangat besar kemungkinan anak kita terjangkit bakteri yang sudah berevolusi ini..!

Tanpa kita semua paham dan bekerjasama dengan para ahli kesehatan (dokter, perawat, dkk), kita akan menciptakan dunia untuk anak-anak kita yang berisi dengan bakteri-bakteri yang kebal terhadap aneka jenis obat...

Ada baiknya, kalau anak sakit, pertama kali kita kunjungi adalah orang ahlinya, seperti dokter anak.. Ikuti semua perintahnya. Jangan dulu mendengarkan kata orang tentang resistensi antibiotik, apalagi orang yang berbicara bukan pakar dalam bidangnya.. Mohon maaf, nanti bisa salah kaprah..

Sebagai catatan saja, ini juga yang terjadi di bidang kesehatan gigi.. Hilang sakit gigi, stop juga antibiotik. Kalau anak sakit mungkin lebih banyak orang yang akan perhatian terhadap kesehatan anaknya. Tapi tidak dengan gigi. Cenderung disepelekan. Tapi, intinya sama saja. Resistensi bakteri terhadap antibiotik. Dan kalau pasien tak kunjung sembuh, terpaksa diresepkan obat yang lebih mahal kan.. :-(

Hmm..

Saya yakin, sahabat-sahabat saya disini sudah paham... Tapi, mungkin di luar sana ada beberapa orangtua yang belum benar-benar paham.. Mudah-mudahan tulisan sederhana ini dapat bermanfaat. ^_^

Friday, June 13, 2014

Silaturahmi Blogger

Di tengah kebingungan saya bertanya pada seorang satpam, "Pak, foodcourt ada dimana ya?"

Satpam: "Foodcourt yang blok apa mbak?"

Saya (mulai mumet): "Errr... Blok apa yah?"

Satpam: "Kalau blok A di lantai sekian, dan blok B lantai sekian.."

Saya: "Ooh.. itu gimana Pak kesananya?"

Satpam: "Kalau blok A ke arah sana.." (sambil menunjuk jalan)

Saya: "Ooh.. kalau blok B dimana Pak?"

Satpam: "Lah mbak, mbak ini lagi di blok B" (sambil nyengir lebar)

Never in my life I felt so stupid.. Hahahaaa...

Singkat cerita, hari Rabu kemarin saya janjian dengan mbak Elsa yang sedang di Jakarta untuk kopdar di Tanah Abang... Senangnya lagi, ternyata mbak Nia mama Ina juga bisa bergabung bersama kami.. :-D

Mbak Elsa mengajak bertemu di foodcourt... Saya menganggap foodcourt Tanah Abang itu sama seperti foodcourt di mall-mall atau ITC-ITC lainnya.. Alias, cuma satu... Makanya saya mumet begitu tanya foodcourt, terus ditanya balik foodcourt yang di blok apa.. Hahahaaa...

Yaaa beginilah nasib seorang warga Jakarta yang nggak pernah ke Tanah Abang.. Hahahaaa.. Luar biasa sibuk dan luasnya Tanah Abang... Sampai-sampai mungkin nggak ada toko yang bisa dijadikan patokan... 

Saya sampai sekitar jam 13:00 siang (memang saya berangkat agak siang karena terima raport Vania dulu)... Saat itu mbak Elsa serta mbak Nia sudah akan turun dari foodcourt, sehingga kami janjian di lantai bawah saja...

Via whatsapp (karena telp error), saya dan mbak Elsa komunikasi untuk menjadikan toko Al-Mia sebagai titik bertemu... Ketika kami masing-masing sudah di toko Al-Mia (lantai yang sama dan blok yang sama), tapi tak juga saling menemukan, akhirnya mbak Nia telp saya... 

Ternyata saudara-saudara, toko Al-Mia itu ada di setiap pintu (timur, selatan, dan masih banyak lagi). See..? Toko pun nggak bisa dijadikan patokan... Luar biasa sibuk dan ramainya... Subhanallah...

Terima kasih untuk mbak Nia dan mbak Elsa yang akhirnya bisa menemukan saya... Hahahaaa...

Mbak Nia, saya dan Mbak Elsa... Foto diambil oleh Nona, adik mbak Elsa... Makasih yaah Nona.. ^_^

Setelah bincang-bincang sebentar, mbak Nia harus segera pulang... Sayangnya mbak Nia harus buru-buru karena dedek Walu sekolah yaa.. Akhirnya saya ditemani mbak Elsa membeli baju untuk acara wisuda Vania besok.. 

Setelah putar-putar sebentar, akhirnya saya pamit pulang, karena selain mbak Elsa sepertinya masih banyak yang harus dibeli, saya juga nggak yakin si Surya (pengemudi keluarga kami) dapat parkiran... Heheheee...

Terima kasih sangat untuk mbak Elsa dan mbak Nia atas waktunya... Semoga kita bisa ketemuan lagi yaaah... Ngobrol-ngobrol lagi tentang bocah-bocah... :-D


Selain kopdar, tentu saja para blogger tetap bisa saling bersilaturahmi... Dengan saling mengunjungi blog.. Dengan pertanyaan-pertanyaan berikut rasanya para blogger bisa lebih saling mengenal yaa.. ^_^


Terima kasih ya Dhe, untuk pemberian awardnya... ^_^

Hmm... Apalagi yaa? Sebelas hal tentang saya yaa..

Lagu yang liriknya inspiratif adalah prioritas saya...
Yang lalu biarlah berlalu, itu motto saya...
Lalu lintas Jakarta adalah salah satu hal yang sering membuat saya pusing..
Inspirasi saya adalah anak saya...
Anak adalah ladang amal, hal ini akan berusaha saya ingat selalu...
Naik kelas dalam hal mental dan kepribadian membutuhkan perjuangan...
Andaikan bisa mengulang waktu, saya ingin memperbaiki semua kesalahan saya...

Tetap berusaha untuk optimis, walau terkadang rasa pesimis menyerang...
Harapan adalah bahan bakar saya dalam menjalani hidup...
Indahnya silaturahmi antar blogger.. :-)
Adalah orangtua saya, yang selalu membesarkan hati saya... ^_^

Pas yaah sama inisial nama saya.. Heheheee..

Sebelas pertanyaan dari Dhe...
  1. Sudah pernah kopdar sesama Blogger? Berapa kali? Sudah... Kalau dilihat dari jumlah posting sudah 4 kali termasuk di posting ini... Masih sedikit.. Heheheee...
  2. Kalau dikasih kado, hal apa yang paling diinginkan? Saya suka diberi buku... ^_^
  3. Cita-cita masa kecil apa yang telah dicapai sekarang? Cita-cita saya dulu jadi dokter gigi.. Sekarang sudah kerja sebagai dokter gigi... :-D
  4. Hal apa yang buat kamu bangga jadi dirimu sendiri? Memiliki orangtua yang mendidik dengan hati... ^_^
  5. Siapa yang lebih dekat denganmu ayah atau ke ibu? Kenapa? Keduanya saya dekat.. ^_^
  6. Suka nonton? Film atau sinetron?  Saya lebih suka film.. ^_^
  7. Pernah merasa jenuh yang sangat? Kapan dan kenapa? Pernah... Kalau menghadapi rutinitas yang itu-itu saja tanpa ada waktu refreshing... :-D
  8. Benda apa yang biasa kamu bawa? Alasannya? Handphone... Membuat saya terhubung dengan dunia... ^_^
  9. Hal apa yang menurutmu sangat hebat yang pernah kamu lakukan? Saya pernah menulis tentang itu, disini... ^_^
  10. Pernah ke tempat wisata mana saja? Sebutkan secara singkat ya.. Salah satu yang berkesan buat saya dan Vania adalah ke Jendela Alam..
  11. Sebutkan beberapa makanan yang paling kamu sukai.. Saya suka apa saja dengan saus kacang... Gado-gado, siomay, asinan sayur... Saus kacang itu Indonesia banget... ^_^

Hmm... Sekarang harus buat sebelas pertanyaan yaa? Saya coba yaa..
  1. Permainan masa kecil apa yang terkenang olehmu sampai sekarang?
  2. Makanan apa di masa kecil yang terkenang sampai sekarang?
  3. Tempat wisata apa di masa kecil yang terkenang sampai sekarang?
  4. Waktu kecil, belajar itu membosankan tidak? Kenapa?
  5. Bagaimana perasaanmu waktu pertama kali masuk sekolah dasar?
  6. Apakah teman-teman TK masih kontak sampai sekarang?
  7. Apakah teman-teman SD masih kontak sampai sekarang?
  8. Tingkat sekolah mana yang paling berkesan buatmu? TK? SD? SMP? SMA? Kenapa?
  9. Pernah bolos sekolah waktu SMA?
  10. Fieldtrip sekolah kemana yang terkenang sampai sekarang?
  11. Masih ingat guru yang terkenang sampai sekarang? Siapa dan guru yang mengajar apa?

Pertanyaannya seputar masa kecil dan sekolah... Hahaha... Karena Vania mau masuk sekolah dasar, siapa tau saya dapat inspirasi dari teman-teman dalam mempersiapkan mentalnya... :-D

Baiklah.. Ada sepuluh teman yang kuberi award ini dan beliau-beliau adalah pemberi komentar diposting sebelumnya (selain Dhe)...

Nophi..  Mbak Ely..  Mbak Fitri..  Mbak Lidya..  Idah Ceris..  Pak Ies..  Enny Law..  Bu Dey..  Mbak Evi..  Novita Eka.. 

Buat kesepuluh teman di atas, monggo diterima awardnya... Kalau sudah memposting sebelumnya tak apa.. Hehehe... Terima kasih yaaa... ^_^

Selamat hari Jum'at teman semua... semoga berkah selalu.. Aamiin..