Monday, July 1, 2013

Wisata Alam dan Wisata Religi di Berastagi

Hari Minggu yang lalu saat kami berkesempatan ke Medan, saudara kami mengajak kami menikmati indahnya Berastagi. Dan memang menyenangkan sekali, suhu udara di dataran tinggi Berastagi sangat kontras dengan suhu udara yang panas di kota Medan. Dan walaupun perjalanan naik ke Berastagi cukup macet, tapi nggak semacet perjalanan ke Puncak Pass Bogor.. :-D

Kami berangkat agak terlambat.. Sekitar jam 10 pagi itu kami baru bertolak dari Mess Yos Sudarso, Polonia. Sekitar jam 9 pagi, saudara kami sudah datang dari rumahnya ke mess tempat kami menginap. Sayangnya karena si Ilham sedang nggak enak badan, akhirnya setelah ditunggu ia memutuskan nggak ikut serta.

Ini adalah pertama kalinya bagi Vania bertemu saudara baru, yaitu keluarganya Selvi, adik ipar saya yang asli Medan. Vania hanya akrab dengan Selvi karena memang sebelumnya Selvi dinas di Jakarta. Ketika adik saya Ilham pindah ke Medan, Selvi pun ikut mengurus surat pindah ke tempat yang sama.

Dira, Zia, Selvi dan Vania. Dira asik main tablet sedangkan Vania masih sibuk mengamati situasi.

Dira dan Zia adalah kakak beradik, keponakan Selvi dari kakaknya. Dira seumuran Vania, 5 tahun, sedangkan Zia adiknya berumur 3,5 tahun. Pertemuan pertama mereka diwarnai kekakuan. Vania masih belum mau dekat-dekat, apalagi berbicara dengan Dira dan Zia.

Untuk memecah kekakuan, saya memutar otak. Baiklah.. Saya putuskan mengajak mereka bertiga main petak umpet. Sebelumnya hompimpa dulu dong ya. Hehehe.. Saya tanya dulu, orang Medan main hompimpa nggak? Ternyata main juga. Hahaha...

Giliran jaga pertama, Vania. Dira ngumpet ditemani Opa, sedangkan Zia ngumpet dengan bibinya. Vania mencari, ketemu, kaget, anak-anak tertawa, dan semua lari-lari mengejar hong! Wah ternyata, berhasil juga.. Hahaha.. Alhamdulillah, akhirnya Vania mau juga berinteraksi dengan Dira dan Zia... Dira dan Zia pun yang tadinya agak malu-malu akhirnya bisa menjadi akrab dengan keluarga kami. Sudah mau saya gandeng tangannya dan mau bergaya saat saya ambil fotonya. ^_^

Pemandangan alam di sepanjang perjalanan ke Berastagi. Subhanallah, indahnya. ^_^
 
Makan siang di rumah makan wajik, Berastagi.

Sekitar jam 12:30 siang itu, kami berhenti di sebuah rumah makan, seingat saya namanya adalah rumah makan wajik (kalau ndak salah). Dan memang ketika kami duduk yang disajikan pertama kali adalah kue wajik beserta kue manis lainnya. Menu andalan disini adalah pecal lontong. Pecel dalam bahasa Jawa, sedangkan orang Sumatra Utara mengistilahkan dengan sebutan Pecal. Intinya sih sama saja, hanya sayurannya yang menurut saya sedikit berbeda. 

Ternyata ya Dira dan Zia susah makan. Tapi saya membuat perlombaan buat Vania dan Dira. Seperti yang saya ceritakan disini, Vania kemana-mana bawa permen di tasnya untuk iming-iming supaya mudah makan nasinya. Kemarin, cara ini cukup berhasil buat Dira. Ia mau saya beri hadiah permen asal dimakan nasinya. Walaupun makannya nggak sebanyak Vania, tapi lumayan lah ya.. Hahaha.. Peace ah mbak Endang (bundanya Dira & Zia). Menu buat anak-anak adalah nasi ayam goreng. Vania juga mau makan lalapan daun selada walau sedikit.

It's a duel! Hayooo, lomba makannya.. Opa jadi juri.. ^_^

Selesai makan siang, kami memasuki kawasan Bukit Kubu, yang berupa padang rumput yang sangat luas, tempat para wisatawan menikmati waktu bercengkrama dengan keluarga. Setiap mobil yang masuk ke kawasan Bukit Kubu ini dikenakan biaya Rp.100.000,- (2013 - per orang tidak dihitung lagi). Biaya sekian sudah termasuk satu buah layangan, sewa satu tiker dan biaya parkir.

Sebelah utara padang rumput, terdapat Bukit Kubu Hotel.

Ke sebelah selatan ada Gereja Protestan Karo. Arsitekturnya khas Sumatra Utara yang cantik banget. ^_^

Opa sedang bermain layang-layang.

Kami kesana mengendarai dua mobil. Kami menggelar tiker di bawah salah satu pohon. Satu tiker luas sekali, sehingga dua tiker muat untuk kami semua. Selain layangan, ada juga permainan flying fox, dan aneka mainan anak-anak yang dijual di kios-kios kecil.

Ketika saya sholat, Vania jalan-jalan bersama Tante Endang serta Dira dan Zia. Vania sudah mau bergabung bersama saudara-saudaranya, padahal ini hari pertama mereka bertemu. Ini adalah kemajuan yang besar untuk Vania. ^_^

Bukit Kubu yang ramai pengunjung di hari minggu. Hotel Bukit Kubu di kejauhan.

Selesai sholat di musholla yang terletak di sekitar Hotel, saya dan Selvi membeli beberapa mainan seperti pistol-pistolan balon sabun dan bola, serta rujak ala Berastagi. Rujak ala Berastagi (menurut saya) agak aneh karena sausnya cair seperti air.. Sepertinya gulanya beda ya.. Hehehe.. Tapi buah-buahannya oke banget. Manisan jambu batu adalah favorit saya. ^_^

Pistol-pistolan balon sabun di Berastagi harganya Rp.20.000,- sama dengan yang di TMII. Harganya seragam setanah air sepertinya ya.. Hehehe.. Dan ya, logat itu penting! Dua bola itu harganya Rp.15.000,- per buah, dan saya tawar dua Rp.25.000,-.. Baru berhasil ketika Selvi menawar dengan logat kentalnya. Hahaha...

Taman Alam Lumbini
Dari Bukit Kubu, kami menuju ke Taman Alam Lumbini. Lokasi ini ternyata cukup mudah ditemukan. Patokannya, jika sudah naik ke Berastagi akan menemui Tahura (Taman Hutan Raya), kemudian nggak jauh dari situ ada Tugu Buah Jeruk, yang seingat saya merupakan persimpangan jalan. Jika akan ke Bukit Kubu belok kanan, sedangkan jika akan ke Taman Alam Lumbini belok kiri. Tidak ada 1 km, ada belokan ke kiri dan sebuah Pagoda berwarna keemasan yang megah sudah terlihat di kejauhan.

Ini adalah Replika Pagoda Shwedagon yang di Myanmar, yang juga berfungsi sebagai International Buddhist Center.

Masuk ke lingkungan pagoda ini gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun. Kami langsung mencium aroma hio begitu melewati gerbang masuk. Di dalam, ada sebuah orang-orangan boneka yang Vania ingin sekali foto bersamanya. Sayangnya, kalau mau foto harus membeli produk terlebih dahulu. Barang yang dijual macam-macam, ada alat tulis, buku dan sebagainya. Dan semua hasil penjualan adalah untuk sumbangan bagi umat Buddha. :-)


Di sekeliling pagoda terdapat berbaris-baris objek yang menyerupai tabung. Entah apa istilahnya. Tidak ada papan keterangan namanya (ya iyalah ya, ini kan tempat sembahyang umat Buddha, bukan tempat yang khusus diperuntukkan sebagai objek wisata).. Tabung-tabung itu ada keterangannya, yaitu untuk diputar searah jarum jam. Saya kurang paham maknanya. Pasti ada maksud tersendiri ya. Vania memutar semaunya saja, dan bahkan memanfaatkannya untuk bermain petak umpet. Hehehe.. Serombongan orang chinese di gambar atas dengan tertib memutar semua tabung searah jarum jam.

Arsitektur yang cantik sekali. Cat berwarna emas menambah kesan megah.

Gong!

Sebelah kanan adalah tempat meletakkan hio.

Puas melihat-lihat, kami turun ke taman di bawah.. Taman terletak di sebuah lembah.. Taman ini akan tutup pada pukul 17:00 WIB. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 16:45 WIB. 15 menit tersisa kami manfaatkan sebaik mungkin. Tamannya memang indah sekali. Ditata dan dirawat dengan baik.

Keindahan Taman Alam Lumbini.

Ada jembatan gantung dengan puluhan lampion di bawahnya. Cantik sekali.

Patung dengan pakaian adat Karo. Ini berdasarkan penjelasan Selvi yang memang asli dari keluarga Karo (Tarigan).

Tepat pukul 17:00 WIB petugas menggunakan toa memberitahu kami untuk segera naik. Walaupun naiknya cukup tinggi namun tangganya lumayan landai, sehingga tidak membuat lelah. Oma dan Ibunya Selvi tidak ikut turun ke bawah, para nenek ini menunggu di kafe yang terletak di halaman pagoda. Disana dijual aneka minuman dan pop corn.

Sebenarnya, kami yang berlainan agama diperbolehkan masuk ke pagoda. Hanya saja waktunya sudah habis. Ketika kami naik ke atas, terlihat tempat hio yang kembali penuh dengan asap. Saatnya saudara-saudara kami sembahyang ya.. ^_^

Seorang umat yang bersembahyang di depan replika Patung Dewi Kwan Im.

Zia, Vania dan Dira. ^_^

Di halaman pagoda juga dipenuhi kolam-kolam yang ditanami bunga teratai. Sepertinya bunga teratai punya makna khusus untuk saudara-saudara kita umat Buddha ya..

Dira: "Eh.. Ada ikannya! Keciiill.."  Vania: "Mana? Mana..?"

Di sekeliling pagoda juga terdapat kebun sayuran yang luas. Macam-macam tumbuh disini, di antaranya lobak, strawberry, kubis, brokoli, dan bahkan ada pohon terong belanda. 


Kami turun sekitar pukul 17:30 WIB. Di tengah perjalanan kami mampir dulu ke Penatapan. Nah, saya bingung sekali ketika saudara kami memeberitahu kami akan dibawa ke Penatapan. Apa itu Penatapan? Siapa menatap apa? Hehehe... 

Ooh.. Ternyata.. Penatapan adalah rumah-rumah makan jagung rebus/ bakar di sepanjang jalan yang berliku-liku di dataran tinggi Berastagi, mirip seperti yang kami dapati jika naik ke Puncak Pass Bogor. Kami memang menatap indahnya alam dan kota Medan di kejauhan. Kursi-kursi ditata sedemikian rupa sehingga pengunjung yang datang dapat menikmati keindahan alam.

Menatap di Penatapan.

Di Penatapan, Vania pesan mie rebus sebagai makan malam. Suhu udara menurun drastis ketika hari beranjak sore. Sayang sekali saya lupa membawakan Vania jaket. Untungnya mie rebus yang hangat cukup membantu. Kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 18:00 WIB, dan tiba di kota Medan sekitar pukul 21:30 WIB. Luar biasa macetnya Medan.

Buat saudara-saudara kami di Medan, terima kasih ya untuk jalan-jalannya. Nanti lain waktu kalau ke Jakarta, insya Allah kami ajak jalan-jalan ya.. ^_^

Saya mendapat beberapa kosa kata baru selama jalan-jalan di Medan.. Satu yang lucu adalah ketika saya bergandengan dengan Vania di depan sebuah rumah makan, kemudian Ibunya Selvi berteriak, "Hati-hati ada kereta!"

Jantung saya hampir copot. Kemudian saya celingak celinguk dan satu-satunya kendaraan yang saya lihat adalah sebuah motor yang melaju dengan kecepatan rata-rata. Oh ternyata di Medan, kereta itu adalah motor, dan motor itu adalah mobil. Hihihi.. ^_^
`

53 comments:

  1. asik ih jalan2nya Vania .. seru ...

    ReplyDelete
  2. rujaknya kalo cair gitu makannya kaya makan bakso gitukali ya mba, berkuah gitu aku ngebayanginnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. mirip sop buah jadinya mbak Rina :-D

      Delete
    2. hahaha... jadi mirip sop buah gitu, mbak Rina :-D

      Delete
  3. asyik men to vania, belum pernah nih ke brastagi, ituh pagoda masih buat sembayangan gitu? wah, nek bisa liat pas panen sayuran, atau panen strawberry, ddek Fira pasti seneng banget :)

    jangan luppa oleh2 ya mbak vania :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenernya pengen panen-panen juga, mpok Oyen.. tapi udah kesorean.. pengen kesana lagi deh jadinya :-D

      Delete
  4. wah serunya..kaya di myanmar ya mbak...
    lain waktu pgn deh kl ada kesempatan ke medan ajak anak2 ke sana...
    salam ya u vania, makin gede aja...makin cantik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Medan memang asik kok Pu.. :-D
      makasih ya Pu, alhamdulillah Vania baik dan sehat ;-D

      Delete
  5. bunda ke Brastagi waktu masih anak2.. udah tentu nggak ada obyek seperti dilihat Vania..
    yang udah ada dulu itu kebun kolnya aja he..he..sama bukit Gundaling

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah Bunda Monda belum pulkam lagi kah?
      kapan-kapan kalau ke Medan siapa tau bisa bareng ya.. hihihi..

      Delete
  6. paling menyenangkan kalau ke Brastagi itu liat kebun buah-buahan dan ladang sayuran.. udaranya sejuuuk bikin nyaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. seperti puncak ya mak Hilsya.. cuma di Berastagi sayurannya lebih banyak.. yuppp.. menyenangkan sekali.. :-D

      Delete
  7. keren banget yaa ada replikanya itu pun juga mirip, pengen deh ikutan vania jalan2 -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. replikanya saja udah megah banget ya Niar, gimana aslinya.. :-D
      hebat buatan manusia yang satu ini :-D

      Delete
  8. Tiaaaa....saya hampir tiga tahun tinggal di Kabanjahe, 18 km dari Berastagi itu...ah, ah...disana pula Risa menghabiskan tiga tahun masa kanak-kanaknya...Pasar Buah berastagi, Bukit Kubu (yang dulu masuknya masih gratis dan cuman bayar parkir doang) plus jalan-jalan ke Tahura...
    :D

    Kita sama Tia, saya juga dulu berusaha keras agar Risa pandai bersosialisasi.
    Kalau perlu, anak tetangga se-kompleks diajak bareng buat sekedar beli jagung bakar di Berastagi. Indaaaaah banget kalo diinget-inget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenangan tak terlupakan pastinya ya mbak Irma :-D
      apalagi kalau punya tetangga yang baik hati.. :-D
      Berastagi memang indah, ingin sekali pergi kesana lagi.. :-D

      Delete
  9. Oyaaaa, yang Tia bilang warung Wajik itu dulu namanya Peceren...hehe, coba apa artinya kata ini dalam bahasa Jawa...tapi memang itu nama bekennya, Tia...dan tentang wajik, mas Budi tuh jagonya...saya milih risolnya aja deh...*mungkin maksudnya risolles yang disingkat kali ya*
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wajik itu lebih enak bikinin si mbak Atun di rumah saya mbak Irma.. Hahaha... Belum ada wajik manapun yang lebih enak dari punya mbak Atun soalnya.. wkwkwk

      Delete
  10. Eh? replika pagodanya cantik ya mba, ga mesti jauh2 ke Myanmar nih hihihihi

    ReplyDelete
  11. Mbak Thia jalan jalan melulu yaaa...

    sumatera ternyata luar biasa ya Mbak, aku baru sekali ke sumatera. hehehhee....
    sebentar lgi Mbak Thia pastinya sering kesana ya, menjenguk adik.

    Vania beruntung sekali bisa jalan jalan sampai ke Medan yaa
    itu bukit nya keren banget, bisa main layang layang, bisa piknik... bisa main apa aja yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah selagi ada kesempatan, mbak Elsa :-D
      Berastagi memang indah pemandangan alamnya...

      Delete
  12. Luar biasa brastagi suasananya asri, ngak kalah sama objek wisata lain di Indonesia

    ReplyDelete
  13. wah serunya jalan jalan nya bersama kak vania dan keluarga..bagian mbaca acara jalan jalan seperti ini bikin saya seneng..seakan kayak melihat dan merasakan langsung nuansa jalan jalannya..:)
    brastagi dingin kayak puncak yah mbak?? wah keren keren mbak photonya..
    kak vania udah kelihatan gede yah...masyallah...udah TK B yah mbak sekarang?? kemarin ultah ke 5...tahun depan masyallah udah mau SD....
    kiss dan salam buat kak vania...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak Kinan, sekarang Vania masuk TK B.. :-D
      do'akan ya mak Kinan... makasih mak ^_^

      Delete
  14. Kak Vania, jalan-jalannya keren, seneng ssekali lihatnya. Brastagi memang indah sekali ya?
    Em...tipsnya bagus tuuuh, kadang anak-anak merasa asing jika abru bertemu ya? bisa dipakai juga niiich untuk anak-anak yang suka berantem diam-diaman...Hm...aku suka bingung bagaimana mengatasinya, paling aku suruh minta maaf, gandengan tangan...tapi enggak seru. Klo petak umpet seru banget tuuuh.

    Salam
    Astin

    ReplyDelete
    Replies
    1. diajak mainan yang melibatkan semua ternyata salah satu cara utk mencairkan suasana mbak Astin, hihihi...

      Delete
  15. woooooooooooooooow.. mupeeeeeeeeeeeeeeeeng jadinyaaa

    ReplyDelete
  16. lucu juga namanya penatapan. mungkin sambil makan jagung menatap alam, ya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya namanya unik,.. penatapan..

      kok aku jd ngebayangin tembok ratapan ya mbak.. ehehe

      Delete
  17. serius deh sob itu pemandangan alamnya indah banget, bersiiiih lagi

    ReplyDelete
  18. bangunan kubu hotelnya unik, khas sumatera utara

    ReplyDelete
  19. Kakak ipar saya orang Kabanjahe. Seringkali bercerita tentang kampung halamannya dan tentu saja brastagi. Dari ceritanya saja membuat hati saya kepincut pingin kesana. Apalagi ditambah pemaparan yang sanga rinci dari tulisan ini, sayapun mengiyakan apa yang dijelaskan Ipar bahwa brastagi dan sekitarnya memang menyimpan pesona wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang nggak rugi deh ke Berastagi walau jauh, Pak..
      pemandangan alamnya luar biasa indah ^_^

      Delete
  20. Berastagi..... semua tukang kebun mimpi ke sini.
    Jembatan gantung dengan lampionnya cantik sekali.
    Dan aura bahagia Vania terpancar bermain bersama kerabat.
    Salam wisata Jeng Thia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya alhamdulillah kami diberi kesempatan pergi kesana.. :-D

      Delete
  21. baru baca blog yg ini mbak....bagus foto2 nya.....

    ReplyDelete
  22. bundanya zia dira ni mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe,, iya mbak Endang...
      makasih mbak.. ^_^

      Delete
  23. Aku ko waktu ke Pagoda Taman Lumbini nggak boleh masuk ya mbak? Pas mo masuk di stop ma satpam nya... bete !!! Beruntunglah dirimu bisa menjelajah sampe kedalam ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenarnya nggak sampe ke dalam banget mom.. soalnya mereka lagi sembahyang.. ;-D

      Delete
  24. #PROMO !!

    Selamat Datang Di 988bet dengan minimal deposit 100rb anda bisa langsung bermain di agen kami dan berapapun kemenangan anda akan dibayar disini

    Berikut kami berikan bonus-bonus bila anda bergabung langsung dengan kami di 988bet untuk selanjutnya klik www.988bet.com


    . Sportsbook (SBOBET,IBCBET & Asia77)
    Bonus Sportsbook 20% Khusus Member Baru SBOBET,IBCBET & Asia77
    Bonus Kemenangan 5%
    Bonus Rollingan 0.7%
    Bonus Cashback 5%
    . Bonus 20% User Baru Asia77
    . Promo Trade In Account 30%

    . Live Casino
    . Bonus 10% User Baru 338A,1S Casino,Asia8bet
    . Bonus Kemenangan 2.5%
    . Bonus Cashback 10%
    . Bonus Rollingan 1%

    Ayo Gabung Sekarang Juga,Di Agen Kami Terpercaya

    Contact
    HP : +855977699180
    SMS : 081298888100
    BBM : 2B17ECD0 & 2BB7193B
    YM : Cs1_988bet & Cs2_988bet

    Agen Sbobet
    Agen Bola
    Agen Judi
    Bandar Judi
    Agen Bola Bonus
    Bandar Asia77
    Agen Poker
    Agen Asia8
    Agen 1sCasino
    Agen Casino
    Agen Bola IBCBET
    Agen Bola Sbobet
    Prediksi Bola

    ReplyDelete
  25. Selamat Pagi...
    Mau ke Danau Toba...
    Mau ke Berastagi..
    atau hanya jalan jalan di Medan..
    Butuh sewa mobil di Medan..
    Yuk hubungi ke Medan Star Rent Car
    Murah...
    Mulai dari Rp. 350.000/hari.
    bisa hubungi ke 085262831660/085297000264
    atau buka webnya untuk info lebih lanjut.

    http://medanstarrentacar.com/

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)