Saturday, June 29, 2013

Vania Saat Bepergian

Bunda bersyukur, pergi kemana-mana Vania nggak terlalu sulit soal makanan. Asal ada menu nasi plus ayam goreng, biasanya Vania makannya gampang. Tentu saja, dengan iming-iming sesuatu juga. Hahaha.. Kalau ada permen menanti, makan jadi lahap.. :-D

Akhir-akhir ini Vania sukanya bawa permen yuppi atau permen lunak lainnya yang rasa buah-buahan. Biasanya Bunda juga bawakan permen Scott's sekalian. Vania suka sekali. Bagus juga kan, karena permen Scott's yang chewy itu sudah mengandung vitamin C.. Hihihi.. :-D

Tas kecil yang selalu Vania bawa kemana-mana (khususnya ke tempat ramai seperti mall, dll), itu berisi identitas Vania, permen, tissue kering dan tissue basah, serta minyak kayu putih. Identitas Vania bunda buat sendiri, foto Vania dan bunda ditempel di kartu sebesar kartu nama, dengen keterangan alamat dan nomor telepon dibawahnya.


Seperti Kitiran
Jika urusan makan tidak ada masalah asal membawa permen, lain lagi urusan tidur. Ini yang membuat bunda pusing 7 keliling. Vania ini tidurnya seperti kitiran! Duh! Semalaman posisinya bisa berubah berkali-kali. Kadang bunda terbangun tengah malam dan mendapati kepala Vania di perut bunda. Tapi dini harinya bunda temukan jempol kaki Vania di depan hidung bunda.. Hmmph.. 

Kalau di rumah, bisa disiasati dengan meletakkan kasur di bawah. Tapi kalau saat bepergian bagaimana?!


Vania bepergian masih bisa dihitung jari.. Biasanya ke Bandung/ Lembang yang paling sering. Yang jauh pernah ke Jogja dan Medan. Waktu di Jogja, karena kami menginap di homestay, kasur busa yang di atas tempat tidur bisa kami turunkan ke bawah. Masih ringan.

Tapi beberapa kali Vania menginap di hotel, kasur springbed yang mereka sediakan terlalu berat untuk digotong ke bawah. Akhirnya mau nggak mau sewa extra bed yang diletakkan di bawah. Penyewaan extra bed lumayan mahal ya. Kalau ke Bandung/ Lembang masih bisa bawa kasur lipat di mobil, dengan catatan nggak menginap di hotel ya (di hotel mana boleh kan bawa kasur sendiri?). Kalau di homestay, cottage, atau villa kita bisa membawa kasur lipat sendiri ya sepertinya.. :-D

Saat keluar kota (bahkan keluar pulau) seperti ke Medan kemarin, akhirnya kami memutuskan beli kasur lipat di kota Medan. Karena kami menginap di mess tentara, jadi silahkan saja bawa kasur dari luar. Harga kasur lipat sekitar 250rb-300rb. Jauh lebih murah daripada kami menghadapi resiko Vania jatuh dari tempat tidur yang mana bisa mencederai kepalanya. Berbahaya sekali.


Gambar di atas itu Vania yang tidur di pojokan kamar mess Yos Sudarso, Polonia, Medan. Ujung sana dibatasi sofa empuk, samping-sampingnya dibatasi guling, dan bunda tidur di sebelah Vania beralaskan bed cover yang dilipat-lipat.

Gambar dari sini.

Begitulah susahnya urusan tempat tidur buat Vania saat kami bepergian. Sahabat Vania disini, ada yang punya masalah seperti Vania nggak? Tidur berputar-putar seperti kitiran? x_x

Ohya.. Catatan sedikit, teman.. Kalau habis makan permen jangan lupa kumur-kumur, gosok gigi anak pakai kassa saja, atau bawa saja sikat gigi nggak pakai pasta gigi juga nggak apa-apa, yang penting nggak ada sisa permen lengket di permukaan gigi.. Hihihi.. ^_^

17 comments:

  1. Hi Kak Vania, toooos lagi untuk urusan tidur ya...
    Faiz juga diberikan keleluasaan kasur di bawah, hampir setiap malam akan berpindah tiga sampai empat kali.

    Pernah ummi kehilangan Faiz ternyata sudah di luar kamar, itu pukul 03.00 pagi, pernah juga ada di karpet atau dilantai. Padahal kasur yang di bawah adalah aksur nomor 1 dan nomor 3, Hm..Jadi ada dua orang tidur yang seperti kitiran, Abinya dan Faiz. Ummi yang pingin aman, bobo di pojokan...hihiii. Kaki di kepala sudah entah berapa kali.

    Ternyata Kak Vania juga, tow? hehee...

    Salam
    Ummi Astin

    ReplyDelete
  2. hihihi.. ternyata Vania ada temennya juga,, wkwkwk..

    wong kok tidur mirip kitiran piye toh yo? :-D

    ReplyDelete
  3. Waaah, ini blog tentang kegiatan Vania, Tia?
    Keren ah tentang kartu nama vania yang selalu ada didalam tas itu...waktu Risa masih kecil, saya kok nggak kebayang melakukan hal itu, Tia...hehe...apatis abis nih saya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan apatis lah mbak Irma..
      cuma sayanya saja yang overworried.. hihi.. eh tapi saya juga belajar dari papa saya sih.. masing-masing saya dan adik-adik dibuatkan kartu yang sama.. padahal udah sma dan kuliah dulu itu.. gambar kami + gambar papa lengkap dengan alamat dan notel.. ehehehe...

      Delete
  4. Gaya tidur Vania yang muter-muter?
    Huhuhu, kebayang deh jempol kaki Vania ada dibawah hidung Bunda...
    :(

    ReplyDelete
  5. Tia, saya bener-bener pangling lo Vania sudah setinggi ini...putih pula kulitnya...ah, kebayang deh cowok-cowok yang nanti pada antri buat ngapelin Vania...
    ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaakk... aku nggak mau bersaing sama cowok-cowok.. wkwk.. *bunda egois*

      tapi mbak.. jangan ah,.. duh kok aku jadi takut.. bukan takut kehilangan, tapi takut kenapa-kenapa..

      Delete
  6. Wah... kakak Vania sama kayak adek Alfi ya.... tidurnya suka muter2 kayak kitiran. Tapi adek Alfi boboxnya ndak pakai ranjang jadi ga takut jatuh hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. belom aja, mak Alfi..
      ntar kalau udah gedean liat deh..
      hihihi.. ^_^

      Delete
  7. Keke dan Nai juga tidurnya kyk gitu. Makanya kl di rumah gak pernah pake tempat tidur langsung kasur aja di lantai. Lagian sy dr dulu emang gak terlalu suka sm tempat tidur. Cuma kl lagi jalan2 biasanya mereka lumayan terti tidurnya. Kecapean kali, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi... ternyata banyak juga yang seperti Vania ya mbak, tidur seperti kitiran.. wkwk..

      Delete
  8. gaya tidurnya sama dengan gaya keponakanku :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yang mirip nih gaya tidurnya dengan Vania.. hehehe..

      Delete
  9. ternyata vania aktif juga saat tidur.. yang penting gak nglindur to bun

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngelindur juga kadang-kadang, Kang...
      apalagi kalau habis kecapekan main.. :-D

      Delete
  10. hihihihi kitiran??? hahahahahaa.....
    Kalo Dija tidurnya anteng Mbak, kalo pun berputar hanya 90 derajat aja. Tapi gak enaknya, Dija kalo tidur tuh nempel ke aku. mepet banget gitu, pokoknya salah satu tangan atau kakinya harus numpang di atasku. susah kan???
    Hahahahahahhaaaa

    Kalo udah lelap, aku suka menggeser Dija agar lebih jauh dariku. Tapi entah kenapa, pas aku terbangun, dia udah nempel lagi di sebelahku.
    aneh bin ajaib

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)