Monday, June 3, 2013

Cerita-cerita Dari Tepi Pantai

Pernahkan sahabat mendengar mitos yang melarang memotong tanaman, terlebih tanaman bambu, jika kita berkunjung ke daerah yang baru bagi kita?

Saat saya esema dulu (sekitar 15 tahun yang lalu), Paman saya membeli sebuah cottage di tepi pantai. Tepatnya di My Pisita Anyer Resort. Saat itu rumah-rumahnya masih baru. Bagus-bagus. Yaaa, saya dan adik-adik saya jarang jalan-jalan sehingga kami senang-senang saja saat diajak ke sana. Saya ingat, suatu ketika keluarga besar kami diajak menginap kesana oleh Paman saya itu. Hampir semua tante dan paman saya beserta sepupu-sepupu saya ikut. Rame!

Sore harinya, Papa saya menemukan serumpun bambu di belakang cottage Paman. Papa senang sekali begitu melihat bambu muda yang baru tumbuh di antara rumpun bambu tersebut. Keinginannya timbul untuk membuat sayur rebung, persis seperti yang sering dibuat oleh almarhum Eyangti. Dipotonglah rebung itu oleh Papa.

Malamnya... Saat adik bungsu saya sedang sikat gigi di kamar mandi lantai atas... Wastafelnya jatuh, menimpa kakinya! Ibu jari kaki adik saya robek cukup dalam, darah mengucur tak terkira. Kami semua panik! Segera adik saya dilarikan ke klinik 24 jam terdekat. Saya ingat malam itu adalah malam minggu. Jalanan macet oleh para wisatawan yang ingin berlibur ke pantai. Saat itu, pusat layanan kesehatan masih jarang di daerah Anyer, apalagi yang buka malam hari. Akhirnya kami menemukan klinik yang dilengkapi dengan UGD di daerah Cilegon. Saya lupa namanya.

Kaki adik saya dijahit beberapa jahitan. Saat kami pulang ke cottage, keadaan gelap gulita karena mati lampu. Cottage Paman berupa bangunan dua lantai, kami semua tidur berkumpul di lantai bawah seperti ikan sarden, hanya diterangi cahaya petromaks. Hehe.. Sambil menikmati "aneka bunyi berkelotakan" di lantai atas. Bunyi-bunyi itu... Kira-kira ditimbulkan oleh siapa ya..??

Baiklah, kami sekeluarga berkesempatan pergi kesana lagi seminggu yang lalu, tanggal 24-26 Mei '13. Setelah bermain di Water Kingdom, Vania ingin sekali merasakan ombak yang asli! Hihihi.. Karena sampai usia 5 tahun ini, Vania belum pernah main di pantai.. Baru beberapa kali ke daerah Ancol, tapi kondisi disana tidak memungkinkan bermain ombak, bukan?

Fakta bahwa nenek moyang Vania adalah pelaut (yaa buyutnya, yaa Opanya) ditambah fakta si Oma adalah mantan anak pantai, hal ini cukup disayangkan.. Hehehe.. Akhirnya kami kontak Paman kami itu. "Wah silahkan saja menginap, kenapa nggak dari dulu-dulu? Sering-sering kesana juga boleh.." begitu katanya.. Sekalian, hadiah untuk ulang tahun Vania aja ya... Hahaha...

Walaupun menginap disana gratis, tapi perjalanan cukup melelahkan... Kami berangkat Jum'at malam selepas Isya, karena menunggu semua pulang kerja. Semua ikut.. Saya dan Vania.. Opa, Oma, Eyang.. Kedua adik saya beserta keluarganya.. Lengkap!

Tiga mobil beriringan. Kami sempat istirahat sekitar setengah jam lebih di daerah BSD, karena adik saya ngantuk berat. Dari rumah kami ke BSD sudah memakan waktu 1,5 jam sendiri. Kami melanjutkan perjalanan dari BSD masuk tol Jakarta-Merak sekitar jam 10 malam dan keluar di Cilegon Barat sekitar jam 00:30 tengah malam. Kami sampai di Pisita Resort sekitar jam 1 dini hari. Vania dan Aira sudah lelap tertidur sejak awal berangkat.

Begitu sampai, Vania dan Aira terbangun, langsung bersemangat... "Ayooo! Kita main di pantai!"

Kami yang dewasa: "Eerrr.. Apa?!?!?!"

Di Pisita pohon kelapa tumbuh di tengah jalanan mobil. Unik sih, namun terkadang merepotkan..

Sudah lama sekali kami ndak main kesana. Seingat saya terakhir kali kami kesana, rumah-rumahnya masih bagus. Walaupun cottage mungil milik Paman saya dalam kondisi baik, namun sebagian rumah-rumah besar yang ada disana tak terurus. Seperti rumah hantu saja penampakannya. Untunglaaah.. Tidak ada kejadian horror seperti yang terjadi pada adik saya dulu itu. Pintu belakang yang mengarah ke kebun bambu dalam keadaan terkunci.

Setelah berberes seadanya, akhirnya Vania dan Aira bisa juga diyakinkan untuk tidur kembali. Vania dan Aira bangun sekitar jam 7 hari Sabtu pagi itu.. Langsung ke pantai, sambil sarapan disana.


Menikmati keindahan pelangi di tepi pantai...


Bawah: Oma dan ibunya Tante Selvi yang sedang berkunjung ke Jakarta dari Medan.


Para pedagang tepi pantai.. Atas kiri: Itu bayi gurita?!?!?! Atas kanan: Kenapa banyak sekali pedagang emping disini? Sudah belasan tahun sama saja, tidak ada yang berubah...

Sejak belasan tahun yang lalu saat pertama kali saya ke Anyer, para pedagangnya tidak berubah. Banyaaak sekali ibu-ibu yang menjajakan olahan melinjo, yaitu emping, baik yang mentah maupun yang matang. Padahal dari yang saya baca...
.. Hal inilah yang menyebabkan melinjo sangat mudah untuk ditemukan di berbagai daerah kecuali daerah pantai karena tumbuhan ini tidak dapat tumbuh di daerah yang memiliki kadar garam yang tinggi. 
Sumber: Wikipedia

Aira: Opaaa.. Itu apa? ... Seorang (nelayan?) yang sedang memancing di tepi pantai.. Dan Vania yang sedang melihat-lihat hasil foto. Saya bertanya-tanya apa yang dipancingnya itu? Udang? Ikan? Andai ada kesempatan untuk bertanya ya.. ^_^

Setiap kali Vania dan Aira bertemu.. Rasanya belum lengkap kalau belum bertengkar. Baikan yok baikan.. Lihat, seperti Eyang dan Tante Selvi itu loh!

Kemarin itu, Aira ndak sengaja menyepak pasir yang kena ke wajahnya Vania. Ndak ke mata sih, namanya juga ndak sengaja. Vania menuntut Aira minta maaf. Tapi Aira belum mau. Masih kecil, belum ngerti. Yang satu ndak mau memaafkan yang satu ndak mau minta maaf. Adaaa saja. Entah rebutan mainan atau yang lainnya. Pernah suatu kali kami semua bertemu, dari hari ke hari ndak ada ribut antara mereka berdua. Kami bisa bernafas lega. Ketika Aira mau pulang, ya berantem dong. Kayaknya belum afdol ya ketemu saudara tapi belum rebutan sesuatu?? *pusing*

Tulis, "Bunda" ^_^

Menikmati ombak.

Kata Vania, ombak di pantai lebih asik daripada yang di Water Kingdom. :-D
Yaaa iyalah...  Itu karena ombak di pantai adalah buatan Allah SWT, jawab saya. Ombaknya ndak hanya berlangsung 15 menit, tapi selamanya akan seperti ini.. Luar biasa hebatnya Allah ya Vania! Subhanallah..

Sempat, Vania minta pindah kesini, supaya bisa main ombak setiap hari... Hadeuh! (-___-)"

Pantai Anyer ini banyak karangnya, sebenarnya ndak terlalu asik buat bermain ombak disini. Setahu saya, sedikit lebih jauh lagi ada pantai Carita yang lebih bersih pantainya dan lebih banyak pasirnya. Bahkan lebih jauh sedikit dari Carita ada pantai Tanjung Lesung yang bahkan menurut Trinity, adalah pantai terbaik di pulau Jawa. Sayangnya anak-anak kecil ini kasihan kalau dibawa ke tempat yang lebih jauh lagi. :-D

Nenek moyangku orang pelaut... Gemar mengarung luas samudra... ^_^

Menerjang ombak tiada takut... Menempuh badai, sudah biasa..! :-D

Oma yang sedang nostalgia masa kecil.

Opa dan Tante Ayu (Mamanya Aira) sedang istirahat sejenak menikmati buah kelapa. Ohya, Tante Ayu ini sedang hamil 2 bulan, makanya ndak terlalu banyak main-main.. Do'akan ya semoga calon adik Aira/ calon adik sepupu Vania ini sehat sampai lahir nanti.. Hmm, air kelapa bagus ya buat ibu hamil.. :-D 

Menjelang siang, kami balik ke cottage.. Mandi, makan siang dan tidur siang... Menjelang sore kami jalan-jalan sore di sekitar resort untuk kemudian duduk-duduk lagi di tepi pantai. Kali ini ndak pakai main ombak.. ^_^

(Ceritanya) foto keluarga saat matahari terbenam.

Sayangnya.. Saat kita kesana, cuaca sedang berawan. Sehingga matahari terbenam ndak terlihat jelas. 

Papanya Aira yang jadi juru foto. :-D

Bisaaa aja tukang jualan ini cari peluang.. :-D  Mainan ini ndak lama dimainkan, begitu jatuh ndak nyala lagi. Hmmph..

Malamnya.. Kami makan malam di suatu restoran tepi pantai yang masakannya ala Makasar. Ya lumayan sih, cuma kok pisang ijonya rasanya aneh ya..

Bulan purnama! Aaauuuuu..!!!

Minggu pagi sebelum pulang, main ombak lagi... ^_^


Kami disini.. Sekaligus nostalgia buat Opa dan Oma.. Opa dan Oma dulu bertemunya di pelabuhan Bitung loh... Opa yang sedang berlayar ke Sulawesi Utara bertemu Oma yang saat itu bekerja di salah satu perusahaan di Pelabuhan Bitung. Letaknya bersebelahan, antara Pangkalan TNI AL dan perusahaan pelabuhan tersebut.

Saya jadi suka sekali sama pantai.. Kalau ndak ada pantai, ndak mungkin ada saya.. Vania.. Aira.. Dan seterusnya.. Hehehe.. Alhamdulillah, Opa dan Oma merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-35, Februari lalu. Semoga kelak mencapai pernikahan emas seperti Eyangkung dan Eyangti kami... Amin ya Allah.. ^_^

Dari cuma berdua...

Jadi berbanyak... ^_^


Pada akhirnya... Pantai adalah tempat (hampir semua dari) kita merenung tentang kehidupan. Saat saya menyusuri pantai, saya menemukan banyak orang hanya duduk menatap ombak, memandang cakrawala di kejauhan, melukis pemandangan.. Entah apa yang ada di pikiran mereka...

Bagi saya pribadi, pantai (dan lautan) adalah tempat saya belajar.. Bahwa sikap ikhlas adalah cara kita menyerahkan segala sesuatunya kepada Dia Yang Maha Mengetahui..
“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS. Al-Kahfi : 109).

42 comments:

  1. Masakan tebung itu sangat saya gemari bunda.

    Pemandangannya indah sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau bisa masaknya pasti hasilnya enak ya mas Imam :)

      Delete
  2. Pantai memang lokasi yg pas buat merenung ya mba Thia, jd kangen pantai..

    ReplyDelete
  3. aih... serunya. dipantai sampai malam menjelang. jadi pingin juga

    ReplyDelete
  4. Seru banget Vania liburan keluarganya.. Rame banget...

    Dzaky udah 2 kali ke anyer tapi blm pernah nyemplung krn pas kesana masih bayi.. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. skrg minta ayah bunda kesana lagi dong Dzaky ahaha..

      Delete
  5. Luar biasa memang ya mbak, jika dapat berkumpul bersama keluarga besar, apalagi ditempat seindah itu...Pantai juga salah satu tempat favoritku, selain gunung. sayangnya sekarang tenaga sudah jauh berkurang, ga akan kuat lagi mendaki. Jadi yang paling rasional main ke Pantai. Aku rasa pantai seperti juga gunung, tempat yang penuh dg keindahan, sekaligus tempat yg pas utk merenung ttg kehidupan...Thx mba Thia, postingannya indah sekali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg namanya buatan Allah pasti indah.. subhanallah.. ^_^

      Delete
  6. wow,menyenangkan sekali mbk...duh,saya kok slalu suka sama ekspresinya vania yang tomboiy itu ya mbk *mirip aku haghagahag...pletakk!!!*
    pantai itu tempat yang sangat menyenangkan,baik untuk menyendiri ataupun untuk bersenang2 ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. vania emang kadang tomboy kadang girly jg miss.. ahaha...

      Delete
  7. aku juga suka pantai :D soalnya klo hari lagi cerah, hasil fotonya bagus2 hhohhho :P

    ReplyDelete
  8. suka ceritanya...
    pengen juga main di pantai :)
    *maiiiin mulu, hahaha*

    ReplyDelete
    Replies
    1. disana kan banyak pantai yg oke-oke yah nggak mak Hilsya :-D

      Delete
  9. Foto2nya kereeenn.... Di anyer memang banyak sekali pantai, tinggal kitanya bisa memilih pantai yang enak utk dikunjungi, dan pedagang keliling di sekitar pantai juga banyaak... bukan cuma pedagang emping, tapi juga ada otak2 dll.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, pedagang lain memang banyak kok.. :-D

      Delete
  10. Saya belum pernah ke Anyer Mbak..
    Kalau ke Ancol sudah pernah tapi gak pke nginep di cottage :D
    Suka melihat keceriaan keluarga, semua senang, semua tertawa seperti hebohnya ombak laut yang besar itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kumpul keluarga mbak, dimanapun kapanpun selalu menyenangkan.. insya Allah :)

      Delete
  11. Duluuuuu bangett, pas masih TK, saya pernah ke sini sama keluarga.
    Duluuuuu masih bersih dan airnya biru. Saya juga membeli satu gurita di sini, tapi ketika perjalanan pulang, si gurita sudah mati. Hihihihi

    Bermain di Pantai memang seru, apalagi kalau ada pelanginya, tambah serius merenungnya, ya. Allohu Akbar. . ^_*

    ReplyDelete
    Replies
    1. menikmati keindahan ciptaan Allah mbak Idah :)

      Delete
  12. Hohoho nostalgia pantai cinta opa oma ya Vania

    ReplyDelete
  13. wah senangnya liburan bersama keluarga tercinta..
    wah senang banget kak vania main pasir dipantai yah..sama kayak kinan..wah kalo disuruh udahan susah..untung pantainya sini nggak jauh....15 menitan sampai..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. vania kalau main air emang disuruh udahan susah mak.. sampai tangannya keriput-keriput gitu mak.. :-D

      Delete
  14. Seru banget jalan2 sekeluarga besar gitu hihihi...
    Klo carita sama anyer masih gak jauh beda kog, mba. Kalo mau yg bagus masih musti terus ke arah barat sono

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih jauh lagi ke barat yah Mila :-D

      Delete
  15. Ibu ya bijak, selalu mengenalkan Alloh Ta'ala atas nikmat dan ciptaan keindahan pantai dan ombaknya. Begitulah seharusnya orang tua yang membimbing anak-anak untuk tidak lalai dalam berdzikir mengingat dan menyebut karunia Alloh Ta'ala dalam kesempatan apapun.
    Liburan yang sangat seru dengan keluarga besar memberikan makna yang sangat baik untuk membangun semangat dan silaturahim.
    Salam untuk keluarga dari nenek moyang pelaut hhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... nenek moyang kita semua orang Indonesia bukannya pelaut ya Pakies... hihihi.. ^_^

      Delete
  16. aaaaahhhhh..senengnya liat foto2 ini..aura kebahagiaan memancar di sana...

    ReplyDelete
  17. mengiri ria ini ceritanya mbak...
    sampai umur 3 tahun lebih, aku belom pernah ajak Dija ke pantai. hiks mengenaskan sekali yaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. vania juga baru kali ini mbak.. udah 5 tahun padahal dia.. ahaha..
      tenang Dija.. suatu saat pasti diajak Ola Elsa ke pantai.. amin :-D

      Delete
  18. Hi Mba, suka sekali baca tulisannya. Keren sampai menangis sayah.

    Lautan itu Maha Indah, senang sekali ya...sering-sering ke Pantai, memandang lautan yang luas.
    Kak Vania senang memiliki keluarga besar yang dekat dan kompak. Keluarga besarku ada di Cilacap semua, Hanya Lebaran saja bisa kumpul...Di sini, ada kelaurga dari Abinya...

    Selamat ya buat Kak Aira, disayang ya Bundanya...mau punya adeeek. Opa dan Oma...romantisme masa lalu terpantul ke masa kini ya.


    Salam
    Astin

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaa mbak Astin... makasiiih atas do'anya..
      jd terharu hiks hiks..

      semoga Faiz cepet dapet adek jg ya.. hihihi.. ^_^

      Delete
  19. Ah, Tia...saya kok jadi menahan nafas ya baca postingan ini...
    Indaaah banget ceritanya!
    Diluar bunyi kelotakan tengah malam di lantai atas itu *hiiii*, cerita Tia tentang kebersamaan ini bisa membuat saya ikut merasakan kehangatannya.
    Keluarga adalah harta kita yang berharga, jadi betapa indahnya kalao bisa liburan bersama :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. merinding ya mbak kalau ada kejadian2 seperti ini.. x_x
      tapi iya kebersamaan dgn keluarga itu mahal harganya :-D

      Delete
  20. Ahaaaa...Aira seneng bertengkar dengan Vania?
    Kayaknya itu bawaan anak-anak yang sebaya deh, Tia...kalo udah besar, pasti mereka jadi berteman akrab ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin, mbak Irma ^_^
      seringnya akrab sih drpd bertengkar..
      tapi ya setiap ketemu mesti bertengkar.. haha..

      Delete
  21. Kebahagiaan keluarga terpancar dari foto bersama di pantai dan gulungan ombak. Vania dan Aira pemberani ya Jeng Tia, mainan ombak. Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya Allah bu Prih.. inginnya saya dia menjadi pemberani :-)

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)