Friday, May 3, 2013

Teman Yang Dikira Musuh ^_^

Sabtu tanggal 27 April kemarin saya dan keluarga berkesempatan mengikuti ceramah kesehatan anak di RS Mitra Keluarga Cibubur. Pembicaranya adalah dokter anaknya Vania, yaitu dr. Syarifah Hanum, Sp.A.

Temanya adalah, Memahami Penyakit Infeksi pada Bayi & Anak, Serta Upaya Pencegahannya. Saya hanya ingin menuliskan disini, rangkuman dari apa yang saya dapat di acara tersebut, sebagai catatan pribadi. Lebih baik lagi jika bermanfaat buat orang lain. :-)


Acara dimulai sekitar pukul 10 pagi, diawali dengan memahami "konsep kuno" tentang cara mendapatkan penyakit. :-D

Beberapa hal yang bisa saja menjadi kambing hitam saat anak sakit, di antaranya adalah.. Masuk angin, kelelahan, salah makan, minum es, makan kerupuk, kedinginan, makan buah rambutan/ mangga/dll..

Bagi saya pribadi, kelelahan bisa saja menimbulkan sakit, dikarenakan kondisi tubuh menurun sehingga tubuh rentan terhadap virus/ bakteri. cmiiw..

Tapi untuk hal lainnya, saya setuju dengan dr. Hanum.. Kenapa bisa salah makan bisa mengakibatkan sakit, atau kenapa minum es bisa mengakibatkan demam? Yang dimaksud salah makan itu, apakah salah masukin makanan yang seharusnya ke mulut eh ternyata jadi masuk hidung, atau bagaimana? Hihihi.. (dr. Hanum ini orangnya memang humoris).. Lebih kasihan lagi kalau makan buah dituding sebagai penyebab anak jadi batuk.. Padahal buah itu menyehatkan,bukan? ^_^ Wallahu'alam..

Kemudian pembahasan berlanjut ke pemahaman tentang definisi infeksi dan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi (apakah virus/ bakteri/ parasit/ jamur). Tidak semua infeksi diberantas dengan antibiotik, karena antibiotik itu hanya untuk bakteri, yang lainnya tentu saja diobati dengan antivirus/ antijamur/ antiparasit, dll.. Oleh karena itu diagnosa yang tepat sangat diperlukan, akan penyebab penyakitnya ini.

Pembahasan dilanjutkan dengan penjelasan bagaimana infeksi menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Ada 4 golongan orang, yaitu yang rentan, yang imun, yang infeksi ringan, dan yang sakit. Jika yang imun tertular, maka ia tak akan sakit, dan tak akan menyebarkan ke orang lain. Namun jika seseorang rentan belum imun, tentu ia mudah tertular oleh yang sakit. Banyak dari kita yang sudah paham akan hal ini tentunya.

Hanya saja, ada satu yang masih tanda tanya bagi saya.. Yaitu kenapa jika orang sakit mata, dia mengenakan kacamata hitam? Dan sering saya dengar seseorang menjerit, "jangan lihat mata gue, gue lagi sakit mata!" Apakah dikira penyakit mata akan menular karena lihat-lihatan? :-D  Yang jelas penyakit mata bisa menular ketika kita usap-usap mata, kemudian tanpa cuci tangan kita salaman sama orang lain, dan orang lain ini bisa tertular ketika ia usap-usap matanya juga. :-D  Orang lain bisa ketularan walaupun ndak pakai main mata dengan si sakit iya kan? :-D  Hehehe...

Inti dari pembahasan tahap ini adalah pentingnya imunisasi. Jujur saja, saya agak merasa bersalah terhadap Vania, karena imunisasi untuk Vania hanya sebatas yang "wajib" saja, sedangkan yang "sunnah" ndak saya ambil. Ada beberapa faktor yang melandasi keputusan saya, di antaranya adalah kontroversi tentang vaksin-vaksin baru tersebut, ditambah banyak juga kolega saya yang orang medis yang sama dengan saya yaitu hanya memberikan imunisasi wajib. Hal ini kembali kepada keyakinan orangtua itu sendiri sih. Tapi ada baiknya memang diambil semua. Usia Vania sudah lewat untuk yang sunnah-sunnah itu, walaupun saya masih berharap bisa berdiskusi dengan dokter tentang masalah imunisasi ini lebih jauh lagi.

Menurut dr. Hanum, ada ratusan jenis penyakit di muka bumi ini, dan yang ada vaksinnya hanya 14. Jadi walaupun sudah lengkap imunisasi termasuk yang wajib dan sunnah, jangan dikira anaknya ndak akan sakit sampai tua. ^_^   Ohya.. ASI eksklusif juga ndak menjamin seorang anak akan kebal terhadap semua penyakit.. Hal ini dibahas oleh dr. Hanum karena banyak yang bertanya, "Dok, anak saya yang satu ASI, yang satu nggak, kenapa yang ASI itu gampang sakit dok?"

ASI memang sangattt baik bagi bayi, namun ndak juga ia dewa menjadikan si anak kebal terhadap aneka penyakit di kemudian harinya. Ada faktor genetik. Menurut dr. Hanum, kekebalan tubuh juga merupakan faktor keturunan. Sebagai contoh, jika ada 4 anak, bisa saja yang dua pertama mendapatkan kekebalan tubuh yang baik (walaupun ndak ASI sampai 2 tahun plus imunisasi hanya yang wajib, misalnya), dan bisa jadi dua anak selanjutnya bisa lebih mudah sakit (walaupun ASI sampai 2 tahun lamanya plus imunisasi yang lengkap wajib sunnah). cmiiw..

Sakit ndak selamanya buruk... Sakit juga merupakan reaksi tubuh yang sedang kenalan dengan aneka macam kuman.. :-D  Jadi jika anak-anak mendapat aneka penyakit di sekolah, ternyata ndak hanya anaknya saja yang belajar sosialisasi, tapi sistem imun tubuhnya juga bersosialisasi.. *Saya suka dengan logika ini*

Bagaimana tubuh melawan kuman? Ini adalah pembahasan selanjutnya.. FYI, semua cairan dan lendir yang diproduksi oleh tubuh ini fungsinya adalah untuk memerangi kuman. Semua lubang yang ada di tubuh juga merupakan jalan masuk kuman. Reaksi tubuh  untuk mengeluarkan kuman dari tubuh beragam, seperti bersin, batuk, mual muntah dan diare. (Siiip... Paham sekarang kenapa jika bersin kita kudu mengucap, "Alhamdulillah"..) ^_^

Saya mau sedikit curcol nih, teman... Saya paliiing (maaf) jijik, jika lagi jalan kaki menemukan
ludah orang dimana-mana.. Sungguh deh.. Apa ndak ada belas kasihan kepada orang lain? FYI... Jika ada kuman masuk ke paru-paru, maka organ kita tersebut akan memproduksi lendir demi memerangkap nih si kuman nakal kan.. Kemudian kuman yang sudah terperangkap itu akan kita keluarkan dengan batuk berdahak. Kalau saya pribadi, dan anak saya, saya suruh telan itu jika sudah batuk berlendir begitu.. Ternyata dr. Hanum, sependapat sama saya.. Kenapa? Karena tubuh seharusnya mengirim kuman ke lambung untuk dihancurkan! :-D

Jadi, menurut dr. Hanum, jika meludahkan dahak (apalagi di sembarang tempat, di jalanan terutama), itu sangattt jorok.. (Maaf ya). Pastilah kita sudah paham, bahwa ludah (plus dahak) yang sudah mengering kumannya akan diterbangkan angin dan bisa saja terhirup oleh orang lain.. Kasihan kaaan? Orang yang suka meludah di sembarang tempat bagi saya sama saja dengan orang yang suka merokok di sembarang tempat.. Ndak kasihan sama orang lain.. Huhuhuuu.. :-(

Lanjut..

Radang... Nah ini... Kita sering salah sebut. Radang itu bukan penyakit, namun adalah reaksi pertahanan tubuh kita melawan penyakit. Rasa ndak nyaman di dalam tubuh menyebabkan si sakit mau ndak mau beristirahat. Dan memang inilah yang dibutuhkan tubuh. Istirahat akan mempercepat pemulihan dan perbaikan jaringan yang rusak.

Jika anak demam, tidak usah panik, dan tetaplah tenang.. Demam adalah mekanisme pertahanan tubuh, dan dengan suhu tubuh yang lebih hangat daripada biasanya, pembiakan kuman akan terhambat. Beri waktu tubuh untuk berjuang melawan kuman yang masuk itu.

Jadi... Demam, batuk berdahak, (maaf) ingus, dll, itu adalaaaah... Temaaan dan bukaaan musuh.. Hehehe... Bukan mereka yang kita perangi, tapi kumannya... Dan karena demam, lendir, dkk itu adalah teman, mari kita bantu mereka dengan memperkuat imunitas tubuh...

Saat Vania demam kemarin, si Oma dan Opa sudah panik. Saya berusaha menenangkan orangtua yang overworried ini.. Saya tentu juga ingin yang terbaik untuk ananda. Namun tidak serta merta saya panik hanya karena suhu tubuh Vania naik.. Yang saya lakukan hanya meliburkan dia dari sekolah, memaksanya untuk istirahat siang (Vania susah disuruh tidur siang), dan memberinya minum dan makan yang banyaaak... ^_^

Gambar pinjam dari sini.

Dua hari Vania demam, alhamdulillah sembuh sendiri tanpa saya harus membawanya ke dokter. Tapi kalau hari ketiga ndak kunjung sembuh, cepatlah kunjungi dokter anaknya. Tentu saja, anjuran saya, jika kondisi anak mengkhawatirkan (seperti misalkan demam yang sangat tinggi sampai di atas 39 derajat C, atau demam yang disertai keluhan lain seperti perut kembung atau rasa sakit di bagian tubuh lainnya), ndak usah nunggu 3 hari, seharipun saya langsung bawa ke dokter anak. Antisipasi jika "diagnosa seorang ibu" yang saya lakukan itu salah.. Jadi intinya, yakinlah akan insting seorang ibu.. Jika dirasa harus dibawa ke dokter maka bawalah.. Ndak usah dengar kanan kiri, cukup dengarkan diri sendiri dan dokter sampeyan.. :-)

Dan satu lagi, kalau ke dokter ndak usah berharap dibekali obat yang bejibun.. Waktu Vania demam sampai 5 hari, dua bulan yang lalu itu (tentu saja karena Vania demam lebih dari 3 hari, ia harus diambil darahnya, syukurlah tidak ada yang mengkhawatirkan dari hasil tesnya). Maka, dr. Hanum hanya membekali pesan, makan yang banyak dan tidur yang banyak. Udah! Hihihi..

Untuk tindakan pencegahan, saya yakin kita semua sudah sangat paham.. Apalagi kalau bukan kebersihan.. ;-)  Hidup sehat, gizi cukup, istirahat cukup, olahraga cukup, dan imunisasi.


Untuk ceramah kesehatan kemarin itu, saya hanya mengeluarkan Rp.15.000,- loh per satu lembar tiketnya... Murah kan.. Saya beli dua, siapa tau adik ipar saya (mamanya Aira) bisa ikut, namun ternyata dia berhalangan, jadilah si Oma yang ikut.. Vania juga ikut.. Hehehe.. Dapat apa saja dengan 15rb? Ternyata banyak. teman.. Kegiatan ini diadakan oleh majalah Parents bekerjasama dengan RS Mitra Keluarga, sepertinya begitu ya.. cmiiw.. Maka saya dapat majalah Parents edisi terbaru, boneka kecil, satu kotak snack, dan satu kotak makan siang... Alhamdulillah.. :-D

Ada satu kejadian yang sangat saya syukuri.. Apa itu? Jadi begini, Vania yang sudah bosan mendengarkan ceramah di dalam ruangan, minta keluar sekitar jam 12 siang.. Memang acaranya sudah selesai sih, hanya tinggal sesi pengundian door prize saja. Saya dan Vania keluar ruangan, sedangkan si Oma masih di dalam (nungguin door prize :-P).. Ternyata makan siang di meja pendaftaran bisa diambil jika ditukarkan dengan kuesioner yang paginya dibagikan itu. Saya masuk lagi mengambil kuesioner yang dipegang Oma. Ketika saya dan Vania masuk, saya lihat semua orang sedang sibuk "membedah" kursi-kursi yang mereka duduki. Ada apa nih? Seru amat, pikir saya..

Ternyata mereka sedang mencari sticker yang ditempelkan di sembarang kursi oleh pihak penyelenggara. Hanya ada dua sticker. Ada hadiah kejutan buat peserta yang beruntung! Dan ternyataaa... Oma menemukan sticker itu di bawah kursi yang diduduki Vania! Hahahaaa... Oma menyuruh saya saja yang maju.. Saya dan seorang ibu lainnya maju membawa sticker itu, Vania membuntuti saya ke depan... Sampai di depan, si MC ngomong bla bla bla saya ndak dengar. Karena ada yang lebih menarik perhatian saya..

Vania yang joget-joget sendiri di depan (entah kenapa nih anak terkadang terlalu aktif), langsung digoda oleh dr. Hanum yang duduk di kursi paling depan.. Ahaa!! Kebetulan..! Sekalian saja saya tanyakan hal penting yang saya ingin tau.. Sebelumnya saat sesi tanya jawab, saya ndak kebagian mengajukan pertanyaan padahal ngacungnya sudah dengan semangat 45! Hehe.. Yang saya tanyakan adalah.. Demam adalah baik untuk pertahanan tubuh, lalu pada suhu berapakah harus diberi penurun panas? Dan, untuk anak-anak yang punya riwayat kejang, bagaimana? Jawaban dr. Hanum, adalah 38 derajat C. Ada loh, orangtua yang saking "santai"nya ndak memberi obat penurun panas bahkan sampai suhu 39 derajat C. Huft..! >.<

FYI, saat Vania usia 1,5 tahun dulu ia pernah hampir kejang di suhu tubuh 39 derajat C. Pesan dokter di UGD, hati-hati karena ke depan bisa saja ia kejang lagi di suhu tubuh yang lebih rendah. Waks! Ini menakutkan, bukan??? Maka dari itu, jawaban dr. Hanum cukup melegakan. Yaitu kejang ndak ada hubungannya dengan demam. (Saya jadi ingat waktu Vania demam tinggi 2 bulan yang lalu, suhunya mencapai 40 derajat C, namun ia ndak kejang, hanya lemas). Yang penting sudah diberi obat penurun panas.. Jika sampai di atas 40 derajat C itu saya tambahkan dengan obat penurun panas supositoria yang dimasukkan melalui anus). Kemudian karena dulu Vania pernah hampir kejang, maka saya juga selalu sedia stesolid di rumah, walaupun saya ndak berharap akan pernah menggunakannya. Perhatikan juga tanggal kadaluarsanya. :-D

Saya mendukung sekali kegiatan semacam ini, mudah-mudahan bisa diadakan lagi ya... Pengetahuan kita mengenai dunia kesehatan masih sangat minim, dan masih didominasi oleh takhyul orangtua jaman dulu.. Hehehe.. Seneng deh, apalagi Vania dapat voucher Carrefour nominal Rp.100.000,- gara-gara sticker di tempat duduknya. Hihihi.. *mau lagi* :-P

Sekali lagi, ini hanya rangkuman saya, jangan dijadikan pedoman menentukan sakit atau tidaknya seseorang. Lebih baik jika ada pertanyaan lebih jauh, hubungi dokter anak masing-masing ya. :-D

Terima kasih untuk Parents dan dr. Syarifah Hanum, Sp.A.. Jika catatan saya ini ada salah penulisan, mohon dikoreksi.. ^_^

21 comments:

  1. alhamdulillah dapet ilmu baru ^_^

    ReplyDelete
  2. Kalau Fauzan demam, yang panik juga Mbah Kungnya. Padahal sudah saya bilang, belum sampai 38 derajat, jadi saya belum kasih penurun panas. Mbah Kungnya yang bingung suruh cepet2 ke dokter.

    Asik, Vania dapet voucher, mau dong di traktir :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang eyang-eyangnya ya yg kelewat khawatir... Terlalu sayang sama cucu... Hihihi.. Alhamdulillah yah bu Dey..

      Ah ya, kpn2 shopping bareng yuk A.. Heheh...

      Delete
  3. Saya suka cemas kalau anak-anak muntah Mba. Btw, laporannya komplit banget dan bermanfaat. Terimakasih sharingnya. Salam kenal Bunda Vania

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau muntahnya sering khawatir juga saya, mbak... Apalagi jika gejalanya ndak hanya satu.. Misalkan demam disertai mual muntah.. Biasanya sy langsung bawa ke dokter, untuk memastikan bahwa benar dia tak apa-apa..

      Dan kalau ada emergency pun, kita dapat peringatan lebih awal, jadi ndak telat menindak anak yg sakit.. Mudah2an kita tetap waspada walaupun tdk panik :-)

      Salam kenal jg mbak Ety :-)

      Delete
  4. Shasa dulu juga cuma dapat imunisasi yang wajib aja mbak... yang sunah juga enggak.
    *tiba-tiba ikut galau*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ndak usah galau mbak,, hihihi... tenaaang.. ^_^

      Delete
  5. Biaya-nya murah gitu ya mbak... trus dapat ilmu yg berharga, dapat yang lain2 juga... termasuk makan.
    Kok di Madiun acara seminar2 gitu mahal ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mgkn ini jg karena Parents lg promosi kali mbak.. hehehe.. :-P

      Delete
  6. Terima kasih ulasannya Mbak, sangat bermanfaat sekali. Salam.

    ReplyDelete
  7. Ada loh dokter di tempatku yang kalo kita berobat ke sana, pulangnya diberikan catatan aneka makanan yang harus dihindari terutama yang goreng, berlemak, snack, bahkan buah-buahan segar terutama yang 'bergetah'

    Perkara imunisasi, ada sebagian kalangan yang mempertanyakan kemanfaatannya bahkan meragukan untuk diberikan pada anak-anak. entahlah saya juga belum memahami.

    Masalah ASI memang pengaruhnya sangat luar biasa pada perkembangan anak, apalagi jika diberikan sesuai dengan tuntutan sampai masa sapih. 3 dari anak saya, yang satu hanya beberapa bulan saja mengkonsumsi ASI sedangkan lainnya sampai tuntas, dan hasil perkembangan kesehatan dan yang lainnya menjadi beda banget.

    Selamat deh buat Vania dapet stiker dan voucer

    ReplyDelete
  8. makasi sharingnya Thiaa.. bermanfaat pastinya!

    #bundo bersedia loh nemenin vania ngabisin vouchernya.. :P

    ReplyDelete
  9. ngeri kalo sampe kejang Mbak,
    keponakanku juga pernah kejang, meskipun demamnya gak terlalu tinggi.

    btw, kalo dibawah 38 derajat, dinilai belom perlu diberi penurun panas ya??

    ReplyDelete
  10. Banyak pengetahuan baru nih mbak Thia seputar kesehatan dari artikel ini

    Cieee Vania emang ngebawa rejeki tuh, ampe kursi yang diduduki aja senilai seratus ribu.. Hmmm coba saya cek deh, apa kursi operator warnet saya ada sticker juga gak ya hahaha

    ReplyDelete
  11. Dulu waktu kanaya masih bayi saya paling panik kalao Kanaya demam padahal udah baca buku smart parent tetep aja panik, tapi sekarang lebih santai (meski tetap waspada) kalau Kanaya demam, alhamdulillah, beberapa kali demam sembuh sendiri, andalan saya cuma dikasih madu aja. Paling seneng baca artikel kaya gini mbak, nambah ilmu lagi... makasih ya share nya....

    ReplyDelete
  12. terima kasih banyak utk sharingnya, Mbak. Seneng deh saya dpt ilmu baru :)

    ReplyDelete
  13. Terima kasih mbak untuk pengetahuannya..

    Meski teman tapi jangan sampai deh kita sering berteman hehe

    salam buat Vania ya..

    ReplyDelete
  14. wuih...keren, penting bgt nih ilmunya mba, TFS ya.
    dan pastinya seneng dwuonk dapet voucher belanja hohohoho

    ReplyDelete
  15. Ilmu yang sangat penting terutama untuk saya yang memiliki imun yang sangat lemah sehingga mudah sakit

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)