Tuesday, May 7, 2013

Cerita Akhir Pekan dan ON

Ada yang sudah baca buku ON, karya Jamil Azzaini?

Hari Minggu yang lalu, tepatnya tanggal 28 April 2013, di PP IPTEK TMII diadakan pembukaan Seminar Stifin Community. Ada 5 topik bahasan yang akan diselenggarakan menjadi 5 seminar terpisah dengan topik beragam. Diantaranya adalah metode parenting untuk anak sesuai dengan mesin kecerdasan anak tersebut, yang insya Allah nanti akan dibawakan oleh Miss Hiday (beliau adalah lulusan Psikologi UGM, dan sekarang menjabat kepala sekolah di salah satu sekolah TK/KB di daerah Cibubur).

Ada juga seminar tentang bagaimana menjadi ortu cerdas sehingga anak pun cerdas, memerangi kegaptekan, mengatur keuangan, serta seminar motivasi diri. Total ada 5 seminar yang nanti akan diadakan, masing-masing dibawakan oleh 5 orang dengan mesin kecerdasan yang berbeda.
 
Miss Hiday sedang membawakan lagu Stifin (gambar atas). Bawah adalah Pak Agus. Saya sangat suka kata-kata motivasinya.

Hari Minggu itu, saya memang janjian dengan teman-teman saya di Stifin Community. Saya akhirnya juga mengajak Oma Opa, Eyang, dan tentu saja Vania untuk hadir di acara ini. Durasinya ndak lama. sebentar saja dari pagi sampai waktu Dzuhur. Sekalian jalan-jalan di TMII. :-D

Sebagai penjelasan awal dari saya...
Saya sangat paham bahwa Stifin dan tes sejenis banyak kontroversinya. Apalagi dari kalangan psikolog sendiri. Wallahu'alam. Bagi saya pribadi, selama ilmu baru itu tidak bertentangan dengan kepercayaan yang saya anut, saya akan bersedia mempelajarinya lebih jauh lagi.

Saya percaya manusia diciptakan berbeda-beda, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing tentunya. Dimana diharapkan dengan berinteraksi dan kerjasama, maka akan bisa menyelesaikan berbagai masalah dengan baik, benar ndak begitu? Saya juga percaya bahwa ada 5 bagian otak yang memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Logika di otak kiri, seni di otak kanan, memori di limbik kiri, perasaan di limbik kanan, serta insting di otak tengah.

Dan saya juga percaya bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang seluruh bagian otaknya bekerja 100%, ataupun sebaliknya. Oleh karena itu, setiap manusia punya bagian otak yang paling dominan.

Lalu bagaimana cara mengetahuinya? Dari informasi yang saya dapatkan, cara mengetahui bagian otak yang dominan ada tiga cara, yaitu dengan cara tes DNA, tes retina mata, dan tes sidik jari. Ini adalah ilmu baru bagi saya. Sehingga saya pun, masih dalam tahap mempelajari.

Karena di Indonesia peralatan belum secanggih itu, maka yang di tes adalah sidik jari. Ilmu ini didukung oleh ilmu yang sudah dipakai oleh para pakar ratusan tahun yang lalu. Bisa dibaca di web dermatoglyphics untuk lebih jauhnya.

Beberapa bulan yang lalu, Vania, saya, Opa Vania menjalani tes Stifin ini. Hasilnya memang sesuai dengan cara berfikir kami selama ini. Misal: saya paling suka ngobrol dengan anak kecil.. Biasanya, semakin digali dengan aneka pertanyaan, semakin nyeleneh juga jawabannya. Ada yang mengkhayal princess, robot-robotan, dan macam-macam. Hihihi.. Saya serasa didongengi oleh mereka.. Tapi, tidak demikian halnya dengan Vania. Jika saya ngobrol dengan Vania, semakin ia digali dengan berbagai pertanyaan, semakin banyak pula pertanyaan yang dia ajukan ke saya.

Saya tahu, anak kecil akan banyak bertanya. Tapi biasanya setelah dijelaskan sekali kemudian ia tanya lagi "kenapa", dan kita jelaskan lagi, lalu biasanya ya sudah.. Selesai. Tapi tidak dengan Vania. Dia jarang puas.. Pertanyaan "kenapa" bisa ia ajukan sampai belasan kali dalam topik yang sama. Seringkali akhirnya saya pun menyerah.. Saya jawab, "nanti Bunda baca-baca lagi ya, kalau Bunda udah tau, ntar Bunda jelasin lagi."

Ada yang mengalami hal yang sama dengan saya? Jangan-jangan, anak sampeyan mesin kecerdasannya sama ya dengan Vania? Dia punya mesin kecerdasan thinking, ini yang dominan adalah otak kiri (logika).

Saya sendiri mesin kecerdasannya sensing, bagian otak yang dominan adalah limbik kiri (kecerdasan memori), di limbik kiri inilah manusia menyimpan memori. Jadi ya bisa dibilang ingatan saya kuat. Mungkin ini sebabnya saya bisa lulus ujian walau belajarnya sks. Hahahaa.. Please, don't try this at home. :-P

Sedangkan Opa Vania mesin kecerdasannya adalah feeling. Orang dengan mesin kecerdasan ini cocok dijadikan pemimpin, karena mereka bisa mempengaruhi orang lain. Wallahu'alam. :-D

Contoh lain orang feeling, adalah Jamil Azzaini sendiri, penulis buku motivasi ON, yang saat ini lagi happening banget..

Gambar saya pinjam dari sini.

Saya sudah membaca buku ON ini dan memang saya merasa sangat termotivasi oleh tulisan Pak Jamil Azzaini ini. Buku ini bercerita tentang jalan hidup Pak JA sampai kemudian beliau menemukan jalan hidup yang benar-benar gue banget...

Menurut Pak JA, mari kita tetapkan apa tujuan hidup kita. Apa visi dan misi hidup kita. Kemudian buatlah proposal hidup kepada Allah SWT. Tentu saja sebelum kita membuat proposal hidup, kita harus mengetahui tentang diri kita terlebih dahulu, bukan?

Ada satu pemahaman yang sangat saya suka dari membaca buku ini. 
Setiap manusia sudah Allah bekali dengan kelebihannya masing-masing. Tugas kita adalah untuk mengetahui kelebihan kita tersebut. Apa jadinya jika kita tidak menggunakan dengan maksimal kelebihan yang sudah Allah berikan ke kita? Bisa jadi kita termasuk orang yang kufur nikmat.. Na'udzubillah..

Pak JA juga menuliskan di buku ini bagaimana beliau mendidik anak-anaknya sehingga mereka menjadi pribadi-pribadi yang sukses kini.. Buku ini tidak hanya mengajak kita untuk mensukseskan diri sendiri, namun (terutama) juga untuk mensukseskan anak-anak kita... Insya Allah..

Bagi saya pribadi, buku ON ini recommended banget untuk dibaca... Love it!

Gambar pinjam dari sini.

 Bagian manakah dari otak Anda yang paling dominan?

Hari Minggu yang macet di TMII.

Setelah mengikuti pembukaan Seminar Stifin Community ini, Vania minta naik kereta gantung. Tapi karena itu adalah hari Minggu dan antriannya Masya Allah, maka kami putuskan naik monorail saja yang lebih sepi... Lebih sepi karena sekali naik, bisa masuk banyak yaaak, kalau kereta gantung kan maksimal 4 orang.. Hehehe...

Jika ada yang ingin mengetahui lebih jauh tentang mesin kecerdasan, silahkan kunjungi STIFIn dan STIFInCenter.

Semoga bermanfaat.. Amin.. ^_^

26 comments:

  1. Menarik banget bunda ceritanya..

    Aku kira2 otak bagian mana ya yang lebih dominan? hahaha

    Mgkin perlu juga ya bund, buat mencari metode pembelajaran yg pas buat anak..

    Kayak bunda Vania yang apalannya top markotop mau SKS juga lulus dengan nilai bagus ya bund,..Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Errr.. Nilai bagusnya sih belum tentu juga mbak,... Hahahaaa..

      Delete
  2. kalau saya kira-kira jenis kecerdasan apa ya mbak Thia?



    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkiiiin... Intuiting kali ya? Otak kanan. Abis Uncle Lozz kreatif banget :-D

      Delete
  3. hyaaa... tambah mupeng pengen baca bukunya..... tapi di twitter katanya udah mulai banyak toko buku yg kehabisan....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yah? Waduh laku keras nih buku.. Haha...
      Aku beli di inibuku.com mbak rina..

      Delete
  4. bunda vania..makasih banyak ya, bukunya udah sampe.. ^^

    maaf baru bisa kasih kabar sekarang..

    salam peluk buat vania.. :)

    ReplyDelete
  5. hihihi....saya punya bukunya nih bahas ttg stifin :)
    kegiatannya bnr2 bermanfaat ya mbk...saya rindu ikut seminar2 kayak gini,apalge ini ttg bidang saya psikologi hihihi
    big hug bt vania

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya miss Hanna.. Aku jg skrg insaf, mulai ikut seminar gigi lagi.. Hehehe...

      Delete
  6. Mbak,,, aku baru tau soal stifin ini, kuper banget yaa...
    Dari penjelasan singkatnya Mbak Thia, jadi sedikit tertarik dan penasaran.
    Juga penasaran untuk mengetahui mesin kecerdasan Dija kayak apa, supaya bisa mengarahkannya dengan lebih "baik dan benar" hehehhe..hehhee....

    Cari tau lebih banyak aaahhh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbak Elsa... Walaupun kepribadian tiap orang berbeda, aku rasa ada kesamaan secara garis besar deh antara orang2 dengan mesin kecerdasan yang sama..

      Jd penasaran jg, kira2 Dija apa ya yg dominan? :-)

      Delete
  7. pengen deh nyobain.. pengen tau kira2 "secerdas" apakah diriku inih... hihi, apakah masih mampu ikutan marathon di sini?
    eh, buat ortu juga masih keliatan kan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyalah mak Hilsya... Opa Vania jg kemarin nyoba..
      Tapi setau aku, ini bukan ngukur tingkat kecerdasan deh... Tp lebih ke utk tau bagian otak yg dominan aja kayaknya..

      Delete
  8. wah saya juga baru tahu nih kalo tes Retina mata dan sidik jari ada hubungannya dengan kemampuan otak kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Err... Bukan kemampuan otak kayaknya Pak..
      Cuma yg dominan aja yg mana...

      Ini jg ilmu baru buat saya Pak.. Lg ta'pelajari juga hehehe..

      Delete
  9. aku juga baru denger tentang stifin..
    cari tau lebih dalam manfaatnya ah..

    ReplyDelete
  10. Dapat pengetahuan baru saya tentang stifin, dan hal ini sangat bermanfaat untuk para keluarga kecil yang memasih memiliki dan akan memiliki seorang anak bayi ya Mba ?

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan buat bayi sih pak.. buat kita juga :-D

      Delete
  11. kalau menurut saya, apa yang bisa dihasilkan melalui berbagai tes itu, termasuk dengan tes stifin adalah sesuatu hal yang bisa memprediksi dengan akurasi yang mendekati kenyataan...,karena benar setiap manusia dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda-beda, termasuk kemampuan otak yang berbeda-beda..dan itu adalah salah satu rahasia Sang Khaliq, namun kita sebagai manusia tidak dilarang untuk berupaya mencari tahu tentang hal itu kan...meskipun semua itu ada batasan koridornya ...salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih banyak dari ilmu Allah yang bisa kita pelajari ya pak..
      salam :-)

      Delete
  12. Wah ini juga ilmu baru bagi saya mbak.
    Konon ada yang kasih tau agar balita mengkonsumi makanan dan minuman yang bergizi untuk mencerdaskan otak.
    terima kasih artikelnya yang bermanfaat

    Salam dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak Sandy.. memang makanan dan minuman bergizi akan memaksimalkan pertumbuhan otak ;-)

      makasih sharingnya mbak..

      salam.. ;-)

      Delete
  13. Tiaaa, saya belum baca buku On karya Pak JA ini...padahal bolak-balik ke toko buku, kenapa buku ini kelewatan saya perhatiin ya?
    Hehehe, saya malah beli buku KOCOK-nya Nadia Mulya yang isinya ibu-ibu arisan itu;;;;
    :D

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)