Friday, May 31, 2013

Cita-citaku

Beberapa minggu terakhir ini, Vania senang sekali nonton YouTube. Biasanya Vania kurang suka kegiatan menonton, baik nonton lagu maupun nonton film. Mungkin karena saat menonton Vania tidak aktif ya, tapi dengan youtube Vania bisa aktif mencari apa yang Vania mau. Sepertinya ini penting ya buat anak-anak yang lekas bosan seperti Vania. Wallahu'alam.

Tetap dalam pengawasan Bunda tentu saja. Kalau Bunda sedang keluar rumah, biasanya yang mengawasi si Eyang.

Suatu pagi, Vania berujar ke Bunda.. "Bun, aku udah hafal dong lagunya... Vania nyanyiin buat Bunda ya..."

Bunda: "Ohya? Lagu apa? Coba bunda mau dengar.."

Akhirnya Vania menyanyikan lagu itu untuk Bunda.. Hafal semua, sampai selesai..

Judulnya "Mama (You Are My Everything)" yang dinyanyikan oleh Afiqah. Kata-katanya memang indah sekali. Membuat Bunda yang mendengar jadi terharu..
Mamaku yang tercinta
Yang selalu ada di hati ini 
Begitu banyak cerita indah
Saat bersamamu
 

Engkau selalu ajarkan aku
Agar kelak jadi anak berbakti 
Berguna bagi semua orang
Dan tak boleh nakal
 

Mamaku yang tercinta 
You are my everything for me
Mamaku yang terhebat
Kau segalanya bagiku

Subhanallah... Semoga Vania benar-benar bisa mengamalkan apa yang ada di lagu ini ya.. ^_^




Ohya, perkenalkan, di bawah ini namanya Tante Selvi, asli Medan yang marganya Tarigan. Tante Selvi ini adalah istrinya Om Ilham, jadi adik iparnya Bunda. Nah, profesinya adalah apoteker yang juga tentara, pangkatnya sekarang Lettu (letnan satu). Waktu acara ulang tahun Vania kemarin, tante Selvi ini yang jadi MC. Orangnya heboh (coba lihat deh ekspresinya waktu di Water Kingdom), dan suaranya keras sekali. Kata tetangga-tetangga, waktu ulang tahun Vania kemarin si tante nggak usah pakai microphone suaranya sudah terdengar dari mana-mana, hehehe...

CS-nya Vania.

Dulu, Bundanya Vania sempat ingin juga mendaftar ke PK (perwira karir), jadi drg yang tentara begitu maksudnya, meneruskan perjuangan Opa Vania. Tapi sayangnyaaaa, tinggi badan Bunda kurang 7cm. Huhuhu.. Ya sudahlah, belum jodoh. Nah, sekarang Vania punya tante yang Kowal (korps wanita TNI AL) yang jadi salah satu inspirasi juga buat Vania.

Kalau ditanya tentang cita-cita, Vania selalu menjawab ingin jadi dokter gigi. Seperti Bunda. Setelah ada Tante Selvi, cita-citanya nambah. Karena Bunda pernah cerita tentang kegagalan Bunda dulu. Sekarang Vania ingin jadi drg yang tentara. Kowal kayak tante Selvi, tapi yang drg.

Pinjam topinya Tante Selvi.

(Insya Allah) calon drg kowal.

Hmm.. Padahal jadi dokter gigi itu modalnya, masya Allah! Jamannya Bunda kuliah nggak terlalu mahal, apalagi dulu Bunda di negeri. Bayar SPP kuliah nominalnya sama dengan bayaran SPP TK Vania sekarang. Itu saja sudah mahal karena ditambah harus membeli aneka peralatan gigi yang buanyaaak itu...

Nah, nanti kalau Vania kuliah bayarannya berapa...? Sekarang saja sudah berkali lipat! Huhuhu.. Makanya, Bunda agak-agak "nggak ngedukung" cita-cita itu.

Bunda: "Kenapaaa Vania mau jadi drg?"

Vania: "Supaya, kalau Bunda lagi kecapekan, Vania bisa bantuin Bunda ngerjain pasiennya.."

Deg!

Satu jawaban yang menyentuh hati Bunda..

Waktu Bunda ukur tensi Opa dan Oma tempo hari, Vania ikut-ikutan. Katanya, "Kan aku mau jadi kayak Bundaaa."  Padahal si Opa udah ketakutan tangannya kesakitan. Hehe...

Katup pompanya Bunda longgarin supaya tangan Opa nggak kesakitan, tapi rupanya anak ini menyimak ya. Vania protes, "Kok airnya (air raksa) nggak naik?!?! Bundaaa!!!" Akhirnya yang di lengan Opa yang Bunda longgarin.. :-D

Baiklah Nak, Bunda dukung apapun cita-citamu.. Rezekimu Allah yang mengatur.. Kita tidak akan pernah tau apa yang Allah rencanakan buat kita di masa depan.. Do'a Bunda, yang penting Vania jadi wanita sholeha dan manusia yang berguna.. Amin.. Keselamatan di akhirat itu yang paling utama, Nak...

You are my everything, and everything is you..

Kalau sahabat Vania disini, cita-citanya ingin menjadi apa..? ^_^
Semoga harimu menyenangkan, teman.. :-)

Wednesday, May 29, 2013

Kumpul Keluarga @ Water Kingdom Mekarsari

Akhir pekan tanggal 18 Mei kemarin, kami sekeluarga berkesempatan pergi ke Water Kingdom Mekarsari, Cileungsi, Jawa Barat. Letaknya persis bersebelahan dengan Taman Wisata Mekarsari. Menurut berita yang saya baca di detikTravel, ternyata Water Kingdom ini masih tergolong baru, grand opening baru dilaksanakan Desember tahun lalu. Kabarnya ini waterpark terbesar si Asia.. Hmm.. Mungkin ini termasuk danau Mekarsari dan aneka wahana airnya ya..? :-D

Dalam rangka pembukaan, mereka menawarkan tiket dengan potongan harga 50%. Kebetulan saat itu adik bungsu saya (Ilham) yang membelikan tiket masuk untuk kami sekeluarga. Tiket yang dibeli bulan Desember itu berlaku untuk 6 bulan...

Boneka di pintu masuk.

Disana ada semacam saung-saung untuk meletakkan barang dan beristirahat, namanya cabana. Harga sewanya lumayan (mahal maksudnya) hehe.. Yaitu Rp.120.000,- per 3 jam. Kalau dipikir-pikir lagi, lebih baik meletakkan barang-barang di locker saja, sehingga semua bisa bermain. Kalau sewa cabana pasti ada anggota keluarga yang tugasnya mengawasi barang, ndak bisa kemana-mana.

Akhirnya ndak berapa lama kami masukkan saja barang ke locker, barang penting seperti handphone dan dompet dibawa-bawa, bergantian menjaga di kursi-kursi yang tersebar dimana-mana.  Kursi-kursi ini free of charge tentunya.. :-D

Cabana. Sampai di area water park ini,Vania sudah seperti kelinci yang diberi extra batere. Loncat-loncat kegirangan.

Ada sekitar 12 wahana disini, yang menurut saya 75% diantaranya sangat children-friendly. Maksudnya ndak terlalu berbahaya dan kedalaman air sangat dangkal. Saya belum pernah ke water park manapun di Jakarta sih (aduh, kasian banget ya?) Terakhir main di water park saat SMP dulu dan itu bukan di Jakarta.. Hihihi.. Ini water park pertama yang saya datangi.. Jadi saya belum bisa membandingkan dengan yang lainnya.

Tapi sejauh yang saya lihat, Water Kingdom asiknya buat anak-anak ya.. Kalau buat dewasa sepertinya yang di Waterbom PIK lebih tinggi dan lebih seru wahananya, kalau ndak salah ya (ini juga baru sebatas testimoni adik saya yang pernah ke Waterbom PIK).

Ini area Toddler Pool. Di sebelahnya ada Kiddy Pool. Ini mencerminkan Mekarsari banget yaa... Dekorasinya berupa buah-buahan begitu.. Hihihi...

Bermain di Kiddy Pool.

Lazy River.

Di Lazy River juga airnya ndak terlalu dalam... Beberapa wahana membutuhkan ban untuk bermain. Disini bannya harus sewa, seharga Rp.10.000,- untuk yang single dan Rp.20.000,- untuk yang double, dengan waktu pemakaian sepuas-puasnya. Jadi kalau pindah permainan ya ban yang sudah kita sewa itu dibawa kemana-mana.. :-D

Selesai dua wahana splish splash, Vania dan Aira istirahat sejenak... Terutama buat anak-anak, ngemil dulu... Kami bawa cemilan manis terutama, supaya mereka ada tenaganya..

Nyam.. Nyam.. Itu sebenarnya ndak boleh makan di kolam ya.. Cuma Vanianya ndak mau keluar dari air, akhirnya saya curang deh, masukkan roti ke mulutnya sesuap demi sesuap (-___-)"

Selesai ngemil, main lagiii...
Kali ini ke Octopus Splash Pool...

Ndak tau kenapa Vania takut sekali masuk ke dalam gua-gua yang ada gurita di atasnya ini.. Itu dia menarik tangan Opanya kuat-kuat, minta balik..

Tapi akhirnya mau juga. Setelah diyakinkan bahwa nenek moyang Vania itu pelaut. Hehe.. Ndak boleh takut gelap, ndak boleh takut air..

Ohya, ternyata ya kalau kita meluncur dengan posisi berbaring kecepatan akan semakin bertambah ya... Lihat saja foto Opa dan Aira di pojok kanan atas.. Kecepatan yang lebih menyebabkan air banyak terciprat ke wajah Aira... Hihihi.. Tapi kalau posisi duduk, kecepatan bisa lebih lambat, seperti gambar Vania dan Tante Selvi di pojok kiri bawah..

Masih di sekitar Octopus Splash Pool. Kedalaman air dangkal. Momen bersama keluarga seperti ini, ndak boleh dilewatkan. ^_^

Persis bersebelahan dengan Octopus Splash Pool, terdapat Wave Pool yang menyajikan atraksi ombak buatan. Namun ombak buatan tidak diadakan setiap saat. Hanya diadakan dua kali sehari. Sekitar 15 menit sebelum atraksi ombak buatan, ada pemberitahuan untuk seluruh pengunjung, bahwa Wave Pool akan segera dinyalakan. Saat kami kesana, Wave Pool baru dinyalakan sekitar jam 12 siang. Lagi panas-panasnya. Untungnya kemarin itu cuaca sedikit berawan.

Octopus Splash Pool dan Wave Pool yang saling berdekatan.

Menikmati serunya ombak buatan di Wave Pool. Ternyata menahan ombak itu sangat melelahkan.. (-___-)"

Vania seneng banget... Perpaduan antara lantai kolam dan ombak buatan, membuat tubuhnya terseret ombak berkali-kali. Dan ini "sesuatu" banget buat Vania dan Aira.

Ekspresi Aira. Aira harus dipegangi Mamam yaa.. Belum boleh sendirian.. ^_^

Kiri: Raft Slide. Kanan: Futsal Fountain.

Ombak buatan berlangsung sekitar 15 menit, kemudian Vania dan Aira bermain di Lazy River lagi bersama Opa serta Mama Papanya Aira. Saya diberi kesempatan menaiki wahana lainnya. Saya bersama adik bungsu saya dan istrinya (Ilham dan Selvi) meluncur di Raft Slide. Kami bergantian, jadi ada yang mengambil foto kami di bawah. Hihihi..

Slide yang warna ungu itu terbuka, sedangkan yang orange tertutup. Saya ndak berani naik yang orange. Kata adik saya, gelap gulita. Tangan di depan wajah pun ndak kelihatan.. x_x

Entah kenapa saya kok deg-degan ya naiknya. Apa karena faktor U yang sudah kepala 3 ini ya.. Hehehe.. Saat akan meluncur saya diberi peringatan oleh lifeguardnya, "Nanti posisinya jangan tiduran ya Mbak.."

Sambil meluncur turun di slide ungu itu, jantung saya mau copot rasanya. Kok tikungannya tajam sekali, seakan-akan saya mau "keluar" dan slide dan jatuh ke bawah di tiap tikungannya. Saya baru bisa bernafas lega ketika sampai di landing pool di bawah itu.. Kalau testimoni Selvi, Waterbom yang di PIK itu lebih nyaman dibanding slide ungu itu. Selvi juga merasa takut naik slide ungu itu. Berarti perasaan saya ndak salah dong ya? Hmm..

Saya jadi ingat peringatan awalnya, kalau posisi saya tiduran mungkin meluncurnya lebih cepat, seperti yang saya tulis di atas tadi. Dan kalau slide-nya terbuka seperti yang ungu, mungkin bisa membahayakan jiwa.. Mungkin. Wallahu'alam...

Semua gambar dari sini. Atas: Olympic Pool. Bawah: Food Court.

Selain Raft Slide tadi saya juga meluncur ke Olympic Pool yang lokasinya ndak jauh dari situ. Ada slide warna merah dan kuning yang landai. Saya pikir.. Aaah... Kecil... Saya pun menaikinya dengan membawa ban yang tadi. Tapi kok susah turunnya ya? Akhirnya bisa juga dan saya pun melaju kencang ke bawah...

Ternyata begitu saya sampai di landing pool, saya njungkel.. Hehehe... Tersedak air... Norak banget yaaa... Ternyata kata adik saya, selain posisi tubuh yang harus lebih duduk, kaki kita juga harus mengerem laju tubuh kita, biar ndak njungkel.. Karena adik saya juga njungkel itu.. Kedua kalinya dia coba, baru aman.. :-P

Tapi... Setelah saya baca-baca lagi, kedua slide yang di Olympic Pool itu adalah body slide, bukan raft slide.. Which means? Seharusnya saya meluncur ndak pakai ban, mungkin kalau begitu insiden njungkel sampai tersedak air itu ndak terjadi ya.. (-___-)" 

Selesai itu, saya sudah sangat lelah.. Saya kepikiran Vania saja. Dari jam 9:30 pagi, sampai jam 13:30 kami baru selesai main-main.. Ckckck.. 4 jam, lama juga ternyata. Ndak terasa.. Kamar mandinya bersih (mungkin karena masih baru?) Hihihi...

Kemudian kami beli makanan di food court. Banyak macamnya, mulai dari cemilan sampai paket nasi dan ayam. Harga makanan (menurut saya) standar. Tapi begitu kami beli teh manis botolan, harganya nggetok banget, bisa sampai 2x lipat lebih. Hadeuh!

Vania dan Aira makannya lahap... Mereka berdua makan 2x lipat daripada biasanya. Apa saja dimakan.. Pertama crepes, kemudian siomay, lalu nasi.. Walau sedikit-sedikit tetap saja banyak untuk ukuran mereka. Vania juga walau sudah ngemil ini itu, makan nasi ayamnya habis.. Mantap deh...

Kiri: Oma dan Selvi. Kanan: Oma menyuapi Vania dan Aira selesai mereka mandi.

FYI, Oma ini ndak mau ikut main air. Alasannya menjaga barang-barang, selain itu sedang capek juga . Padahal seperti yang tadi saya tulis, barang bisa masuk locker, dan menjaga barang berharga kecil-kecil lainnya bisa bergantian. Pindah-pindah wahana juga lebih leluasa. Lebih asik lagi jika punya kamera handphone seperti milik adik saya (Mama Papanya Aira). Hampir semua foto di atas diambil dengan kamera handphone adik saya, merk Sony (lupa serinya) yang water resistent.

Saat kami keluar, beberapa petugas waterpark memanggil-manggil kami, menunjukkan foto-foto kami yang diambil oleh petugas waterpark saat bermain ombak di Wave Pool. Oh ternyata ada fotografernya yah.. Bagus juga sih hasilnya.. Jika ingin mencetak, per lembarnya mereka hargai Rp.20.000,- (nggak bisa ditawar, hihihi...). Kami cetak lima lembar. Ohya, saya jadi ingat seharusnya foto-foto itu saya scan ya.. Hehehe..

Foto kanan: kalau mau dikasih tagline enaknya apa ya...? :-D


Semua foto diambil dari sini.

Ada 4 wahana yang tidak kami naiki. Whirl Pool, Boomerang Slide, Racer Slide dan Leisure Pool. Untuk wahana Boomerang Slide yang super tinggi itu, tentu saja saya ndak ada nyali. Kalau Whirl Pool sepertinya kolam paling kecil dibanding yang lainnya, sehingga saya ndak berhasil menemukannya, sudah capek duluan.. Leisure Pool juga sama, ada bar kecil di tengah kolam, tapi kami ndak sempat lagi kesana.

Sedangkan untuk Racer Slide, hmm.. Rubber board khusus yang digunakan untuk meluncur itu, ternyata persediaannya terbatas. Sehingga, jika ingin naik maka harus menunggu di bawah bergantian dengan yang sudah meluncur.

Sayangnyaaa... Ketika saya dan adik-adik saya ngantri, disana sudah banyak orang. Sepertinya satu keluarga atau satu kelompok begitu. Jadi temannya meluncur, teman lainnya sudah menunggu dibawah. Lalu ya gantian aja mereka itu... Teruuus seperti itu. Lah, orang lain kapan dapat kesempatannya mas? mbak? Hehehe.. Buat Water Kingdom mungkin bisa dievaluasi untuk wahana yang ini..

Selain itu, semuanya oke deh! Lifeguard juga banyak tersebar dimana-mana... Ada juga kliniknya untuk keadaan darurat medis.. Insya Allah nyaman dan aman buat pengunjung ya... ^_^

Ada yang mau merencanakan liburan ke Water Kingdom Mekarsari? :-D
Info lengkapnya bisa dilihat disini.

Waterpark mana (yang lokasinya di JaBoDeTaBek), yang jadi rekomendasi sahabat? :-D

Bersyukur Itu Tak Ada Batasnya (Edisi Pengumuman GA Vania)

Ketika kumpul keluarga minggu lalu, seperti biasa kami jalan-jalan bersama. Sepupu Vania, yaitu Aira yang berusia 3 tahun, sekarang ini sedang lucu-lucunya. Kemarin saat di mobil, Aira yang duduk di depan dipangku Oma, berceloteh tentang supir.

Aira: "Yang nyetir angkot itu namanya supir.. Yang nyetir bis itu namanya supir... Yang nyetir metromini itu namanya supir.."

Oma: "Ooh.. gitu ya?"

Aira: "Iya!" (sambil bibirnya monyong-monyong sangking semangatnya)

Saat itu, yang menyetir mobil adalah Opanya Vania dan Aira.

Saya duduk di bangku belakang, kemudian saya nyeletuk.. "Aira, berarti Opa itu...?"

Aira: (Terdiam sejenak). "Opa itu orangtuaaa, Bude!" 

Hahahaaa! Tawa kami pecah seketika...
Pastinya Aira nggak tega memberikan predikat "supir" untuk si Opa. Hihihi..
Yang bikin saya geli dan gemas adalah, berarti anak sekecil itu sudah bisa punya stigma untuk kata "supir".

Anak kecil itu memang lucu sekali..!

Anyway.. Beberapa bulan yang lalu, Vania pernah memberi pelajaran hidup kepada saya, tentang arti bersyukur, lewat pertanyaan-pertanyaannya..

Sehabis mandi pagi, Vania lompat-lompat di depan cermin.. Kemudian Vania bertanya kepada saya, "Buuun... Ada nggak orang yang nggak punya kaki?"

Bunda: "Ya, ada... Makanya Vania harus bersyukur karena Vania punya dua kaki yang sehat.."

Vania: "Terus, orang yang nggak punya kaki, bersyukur nggak?"

Saya termenung...

Bunda: "Ya.. Tetap bersyukur juga... Kan masih punya tangan..."

Vania: "Kalau nggak punya kaki dan nggak punya tangan, bersyukur nggak?"

Bunda: "Tetap bersyukur.. Kan masih bisa melihat, mendengar..."

Dan... Pertanyaan pun berlanjut... Terusss.. Sampai jika ada orang yang nggak punya apa-apa.. Maksudnya nggak punya tungkai, nggak sempurna pula panca inderanya.. Apakah masih bersyukur???

Walaupun saya nggak tau ada orang yang seperti itu, tetap saya menjawab untuk selalu bersyukur, karena Allah masih memberikan kehidupan, dan dengan hidup kita bisa berbuat baik untuk bekal akhirat nanti...

Sampai kemudian Vania mengajukan satu pertanyaan yang membuat saya pusing akhirnya..

Vania: "Terus, kalau orangnya udah meninggal, bersyukur nggak?"

Bunda: (-___-)"

Akhirnya saya menjawab, "Kalau orangnya baik berarti dia bersyukur, tapi kalau jahat dia menyesal. Makanya Vania harus jadi anak baik..."

Sepertinya Vania akan mengajukan pertanyaan lagi, tapi saya langsung meng-cut.. "Vania, main petak umpet yuk!!!"

Hari itu, dan sampai sekarang jika saya mengingat percakapan kami itu, saya selalu dilanda perasaan bahagia yang aneh... Bahwa hidup saya masih dilimpahi kemudahan dan berkah tak terkira dari Allah SWT. Tapi... Bagaimana dengan cobaan yang harus kami jalani..? Aaah... Banyak mana dengan pemberian Allah..? Sampai malu saya memikirkannya..

Sikap penuh syukur, selalu berusaha kami jalani, dalam setiap aspek kehidupan. Termasuk saat mengikuti Giveaway dan Kontes tentunya.. Hehehe.. Mau menang atau kalah tetap bersyukur, ya nggak? Masih banyak orang yang nggak bisa ngeblog, gimana coba? Hihihi... ^_^

Aira: "Psssttt.. Kakak Nia.. Pemenangnya itu... wswswswswsws..."

Seperti kata Uncle Lozz...
"Menurut saya Giveaway itu menang nggak menang yang penting senang..." 


Semua cerita lucu yang ditulis oleh Mbah Kung, Om, Tante, kakak-kakak, adek-adek, dan teman-teman untuk Vania, sukses membuat hari kami berdua, semakin ceria.. ^_^

Semua cerita itu insya Allah kami simpan, untuk bahan cerita ke Vania, serta sebagai masukan buat saya pribadi, bagaimana cara menangani celoteh/ tingkah polah anak-anak yang seringkali ajaib. Kami sangat bersyukur untuk semuanya, untuk bantuan yang diberikan oleh Uncle Lozz sebagai juri, untuk tambahan hadiah yang diberikan oleh Ibunya Fauzan, dan untuk kesediaan teman-teman semua berbagi cerita.. Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua peserta, dan semua sahabat yang mendukung GA Vania.. ^_^

Iyaa.. Ada tambahan hadiah dari Ibunya Fauzan berupa dua eksemplar buku Why?
Oleh karena itu, pemenangnya bertambah menjadi 5 orang... Paaas banget... Vania 5 tahun, pemenangnya juga 5! Alhamdulillah..!! Terima kasih, Tante Dey..! ^_^

Jadi, inilah kelima pemenang yang dipilih oleh Uncle Lozz (urutan pemenang bukan berdasarkan peringkat, sorot mouse untuk melihat pemenangnya) :

Tiga pemenang yang masing-masing akan mendapatkan satu buku ON dan satu kotak tissue buah dari AirinHandiCrabby adalah:

Pemenang 1
Rina Setyawati: Celoteh Kanaya
Pemenang 2
Mama Kinan (Sugiharti): Mama Nanti Jelek Sendiri Lho
Pemenang 3
Elsa: Celoteh

Dan dua pemenang yang masing-masing akan mendapatkan satu buku seri Why? dari Ibunya Fauzan adalah:

Pemenang 4
Noorma Fitriana M Zain: Celoteh si Cahya
Pemenang 5
Eda Akbar: Ketika Ara Berdzikir

Untuk kelima pemenang, ditunggu kiriman datanya (alamat dan no. telp) ke e-mail saya di:  
lyliana.thia@gmail.com

Semoga hadiahnya bermanfaat... ^_^

Sekali lagi... Terima kasih untuk sahabat semua... ^_^

Tuesday, May 28, 2013

Syukuran Vania

Alhamdulillah tanggal 22 Mei 2013 minggu lalu, Vania Anandita Haryadi, putri kecil bunda, genap berusia 5 tahun. ^_^

Banyak sekali yang patut untuk kita syukuri ya, Vania.. Kesehatan, kecerdasan, serta orang-orang di sekeliling kita yang mencintai dan menyayangi kita...

Sebenarnya sudah dari kemarin-kemarin bunda Vania ingin menulis posting sederhana ini, namun karena ada agenda kumpul keluarga ke luar kota (Banten), akhirnya cerita ultah Vania baru ditulis sekarang.. Mohon maaf juga bila bunda Vania belum berkeliling menyapa sahabat blogger semua... ^_^

Kue cake Vania ada dua, keduanya dibeli di BreadTalk. Satu untuk sekolah, satu untuk di rumah.

Bangun tidur, tiup lilin dulu sama Opa dan Oma tersayang.. ^_^

Ulang tahun Vania kemarin, dirayakan kecil-kecilan, di sekolah dan di rumah. Sayangnya, Vania ini anak yang lain daripada yang lain deh, hihihi.. Maksudnya, jika ada bunda di sekitar Vania, maka Vania akan berubah pemalu dan ngumpet di belakang bunda terus.. Nah, akhirnya untuk ulang tahun di sekolah, bunda Vania hanya menitipkan goodybags untuk semua anak, dan kue blackforrest kecil untuk teman-teman TK A saja.

Bunda Vania juga menitipkan kamera supaya kakak-kakak (guru) di sekolah Vania bisa mengabadikan keseharian Vania di sekolah beserta momen ulang tahunnya. Bunda kan juga ingin tahu, bagaimana sih keseharian Vania di sekolah... 

Seperti inilah sekolah Vania... FYI, guru-guru Vania di sekolah Komimo dipanggil bukan dengan sebutan "Miss", tapi dengan sebutan "Kak", karena ini sekolah di bawah Yayasan Kak Seto, jadi guru-gurunya juga dipanggil "Kak" :-D

Vania dan teman-teman, dengan Kak Friska yang memimpin nyanyian untuk tiup lilin..

Setelah potong kue, Vania membagikan kue ke teman-teman. Bunda Vania ucapkan terima kasih untuk Kak Friska dan semua Kakak-kakak Komimo Cilangkap atas bantuannya.. ^_^

Setelah potong kue, belajar dan bermain seperti biasanya.. Itu maksudnya main petak umpet ya? :-P

Sorenya, Vania mengadakan syukuran kecil-kecilan di rumah untuk keluarga, saudara, dan teman-teman di lingkungan tempat tinggal Vania.. 

Ini ceritanya dekorasinya.. Yang niup balon (pakai pompa) itu ya Vania serta teman-teman mainnya.. :-D

Setelah semua datang, saatnya tiup lilin dan potong kue..

Nah, sambil makan kue.. Teman-teman Vania disuruh menyanyi satu-satu... Nanti setiap yang nyanyi dapat hadiah kecil.. Semua kedapatan kesempatan menyanyi.. :-D

Ekspresiku... ^_^  Teman-teman main, Aira dan Om Iam.. :-D

Cheers! Atas: Eyang, Oma dan Opa.. Di bawah: Tante Selvi (yang jadi MC), Vania, Bunda dan Aira... :-D

Ekspresiku ^_^  Paling enak emang makan cokelat ya Vania? Hehehe.. Aira itu baru bangun bobo siang langsung dibawa ke Cilangkap sama Mamam dan Papapnya, mukanya masih bete.. hehehe.. :-P

Malamnya, Nenek dan Tantenya Vania (dari garis Ayah) datang menemui Vania serta memberikan kado. Ayah juga kasih kado sepeda yang dititipkan ke Nenek. Walaupun Ayah belum bisa datang, tapi Vania masih bersyukur atas semua yang Vania punya... Hmm, itu sepedanya lagi diuji coba sama Eyang sepertinya, hihihi...

Dari Vania untuk semua.. Dan dari semua untuk Vania.. ^_^

Walaupun ndak seberapa, tapi bunda Vania bersyukur.. Anak-anak di sekitar tempat tinggal Vania itu terlihat senang sekali..! Ya Allah, semoga semua berkah.. Amin.. O:)


Big love for all of you.. My family.. My friends..

Alhamdulillah..

Friday, May 24, 2013

Aroma Pohon Pinus

Setiap kali saya mencium aroma pohon pinus, saya selalu ingin menyendiri...

Seperti saat saya dan keluarga menginap di Lembang pertengahan Februari lalu, walaupun bu Bintang Timur mengatakan bahwa rumah yang kami tempati itu sering ada yang "gangguin", namun kalau nanti ke Lembang lagi, saya tetap ingin punya beberapa menit untuk menikmati kesendirian, hanya ada saya dan pikiran saya yang penuh kenangan...

Saat yang lain masih berselimut selepas sholat Subuh, saya langsung pergi sendiri ke teras ini, menikmati aroma pohon pinus.. Mumpung Vania yang cerewet itu masih tidur..

Saya adalah orang Jakarta asli, bukan maksudnya saya ini suku Betawi (orangtua saya adalah Jawa Timur dan Sulawesi Utara), namun karena seumur hidup saya, sedari lahir sudah tinggal di Jakarta dan ndak pernah pergi kemana-mana, oleh karena itu saya mengatakan saya orang Jakarta saja. :-D  Di Jakarta, sepertinya belum pernah saya menemukan ada pohon pinus.. :-D  Ya iyalah ya... Daerah panas begini, sepertinya hampir ndak mungkin pohon pinus bisa tumbuh disini. Mereka butuh udara dingin di ketinggian tertentu dari permukaan laut ya, kalau saya ndak salah.. :-D

Seingat saya, saat saya kecil belum pernah saya diajak orangtua ke Bandung/ Lembang atau daerah dingin lainnya. Sehingga aroma pohon pinus pertama kali saya cium di suatu daerah yang sangat jauuuh dari tempat asal saya...

Saat saya kelas 5 SD, Mama saya pergi ke Monterey, California, untuk menemani tahun terakhir Papa di Naval Postgraduate School. Saya dan kedua adik saya tinggal bersama Eyangti (ibu dari Papa saya) di Depok. Suatu ketika, terjadi sesuatu yang mengubah hidup kami sekeluarga...

Oma saya (buyutnya Vania) meninggal karena serangan asma. Jenazah beliau baru dikebumikan seminggu setelahnya, karena menunggu kedatangan Mama saya dari AS. Oma saya adalah penganut Kristen (Protestan), sehingga masalah kapan dikebumikan bukan sesuatu yang harus segera dilakukan. Saya ingat jenazah Oma ada batu es yang besar-besar di bawah peti matinya.

Usia saya saat itu, hampir 10 tahun. Saya ingat saat menjemput Mama di bandara, sejak turun dari pesawat, sampai di rumah duka, sampai di pemakaman, sampai berhari-hari setelahnya, Mama menangis terus. Mungkin sedih yang sangat antara tak bisa menemani ibunda tercinta di saat-saat terakhirnya, dan menghadapi kenyataan bahwa Mama tak lagi punya orangtua. Karena sedih yang mendalam inilah, akhirnya Mama memutuskan untuk kembali ke Monterey, California, berkumpul bersama Papa dengan membawa kami bertiga. Mama tak ingin berpisah dengan kami, sehingga apapun diperjuangkan demi keberangkatan kami semua ke AS. Papa pun memaklumi. Walaupun bagi kami berat, terutama dari segi finansial. Tapi demi menjaga kondisi kejiwaan Mama, apapun Papa lakukan.

Perjalanan belasan jam dengan Garuda Indonesia (Ya.. Dulu Garuda Indonesia masih terbang sampai ke bandara Los Angeles, California), bukan sesuatu yang mudah bagi Mama. Saya menemani salah satu adik saya ketika adik saya yang lainnya mabuk perjalanan (untungnya saya tidak), entah muntah-muntah atau masuk angin hingga diare-diare tak berkesudahan. Luar biasa perjuangan Mama..

Sampai di LA, kami sudah dijemput Papa. Kami dibawa ke apartemen Papa di kota kecil Monterey.. Satu kota kecil yang indah, tidak terlalu ramai, bersih dan sejuk... Masa sekolah Papa tinggal 6 bulan ketika kami semua menyusul kesana, dan akan diakhiri dengan wisuda di akhir tahun. Selama 6 bulan itu, tidak mungkin saya dan adik saya (yang usia 5 tahun) tidak pergi ke sekolah. Maka saya dan adik saya didaftarkan di salah satu public school disana, yaitu Monte Vista Elementary School. Saya kelas 5 SD, dan adik saya TK. Adik bungsu saya yang berusia 3 tahun belum sekolah.

Tahun 1990. Saya yakin bagi yang usianya seangkatan dengan saya, pasti tahu bahwa, di tahun 90an, belum banyak siaran televisi menyangkut kehidupan di luar negeri. Yang sering saya tonton adalah TVRI, acara lenong bocah atau acara pramuka. Jadi ketika saya harus masuk sekolah, tanpa satu pun orang Indonesia selain saya serta dikelilingi oleh manusia-manusia aneh berambut pirang dan cokelat yang berbicara dengan bahasa yang entah dari planet mana, saya shock berat. Masuk sekolah hari pertama, sukses membuat saya pucat pasi seperti akan dihukum mati. Mereka pun aneh melihat saya. Berkulit cokelat dengan rambut hitam yang nggak nyambung diajak ngomong.

Hari-hari pertama saya di sekolah, anak-anak lain berkomunikasi dengan saya menggunakan bahasa tarzan. "Did you come here with an airplane?" tanya salah satunya, dengan merentangkan tangannya ke sisi tubuhnya, bergoyang-goyang seperti pesawat. Saya hanya mengangguk.

Papa memasukkan saya ke sekolah itu dengan perhitungan tentunya. Ada kelas khusus untuk murid-murid yang belum bisa berbahasa Inggris. Kelasnya diadakan periodik, beberapa kali dalam seminggu. ESL (English as Second Languange). Di kelas itu ada saya dan beberapa murid lainnya, yang seingat saya kebanyakan dari benua Eropa/ Rusia. Ada juga orang Hispanik. Semua berkulit putih.

Di masa awal saya bersekolah di sana, karena saya tidak bisa bergaul dengan teman-teman karena kendala bahasa, maka saya pun menyendiri. Saya menjelajahi lingkungan sekolah. Banyak pohon pinus tumbuh disana. Saya mengelupasi batang pohonnya, memetik daun-daunnya, mengumpulkan buahnya (atau bunganya?), menikmati harumnya... Ingatan saya saat menyendiri dan hanya punya teman pohon pinus itu begitu melekat di pikiran saya. Sampai sekarang..

Teman-teman dan guru saya di sekolah sering kasihan melihat saya. Karena keterbatasan uang yang orangtua saya miliki, orangtua saya tak mampu beli jaket untuk saya. Kami sekeluarga belanja keperluan ini itu di salah satu toko barang bekas di sekitaran komplek kampusnya Papa. Namanya saya lupa. Mungkin thrift shop. Tapi saya ingat itu toko barang bekas. Bukan barang bekas second hand lagi, tapi sudah third hand, atau hand-hand yang kesekian.. Intinya, barang-barangnya adalah bekas barang bekas. Barang bekasnya orang Amerika, alhamdulillah masih bagus, dan masih sangat layak pakai. ^_^

Mama biasa membelikan sweater buat saya dan adik-adik saya di toko itu. Dari rumah ke toko, kami biasa jalan kaki, lagi-lagi, sambil menikmati aroma pohon pinus di kanan kiri jalan. Mama pernah dapat jaket kecil seukuran adik-adik saya. Tapi mungkin yang seukuran saya ndak ada, atau kalau adapun mahal. Biarlah, adik-adik saya yang kecil lebih membutuhkan jaket daripada saya. Sehingga saat musim dingin, saya yang tidak punya jaket akan mengenakan sweater berlapis-lapis. Guru saya pernah menegur saya, "Why aren't you wearing a jacket? You can get sick!!" Saya hanya tersenyum.

Papa yang seorang mahasiswa saat itu, hanya punya uang yang sangat sedikit, biaya hidup yang cukup untuk satu orang, dari Angkatan Laut. Tidak mungkin Papa cari kerja tambahan, karena Papa harus belajar, jika nilai anjlok maka beasiswa akan dicabut. Apalagi ketika kami bertiga ikut datang kesana. Tambah berat beban yang harus Papa tanggung. Sehingga, setelah sebulan dua bulan kami tinggal di apartemen,  Papa dan Mama memutuskan pindah ke daerah pinggiran. Saya lebih senang di tempat tinggal yang baru, karena bentuknya rumah, bukan apartemen.

Lingkungan tempat tinggal kami sepi, jauh dari pusat kota Monterey. Di sekitar rumah, lagi-lagi saya menemukan berbaris-baris pohon pinus. Maka, setelah saya punya teman main di sekolah dan tidak terlalu sering lagi menjelajah halaman sekolah sendirian, saya tetap berdekatan dengan pohon pinus. Di rumah, selain kedua adik saya, saya tidak punya teman main lagi. Maka saya membuat aneka permainan sendiri dengan pohon-pohon pinus itu. Membuat "kerajinan tangan" dari daun-daun dan buah pinus yang berjatuhan menjadi agenda keseharian saya. Bukan sesuatu sih, hanya ditempeli saja di kertas gambar, membuat entah apa. Nggak jelas. Hehe....

Selain itu, Mama juga bekerja di restoran milik orang Indonesia di salah satu pusat perbelanjaan, menjadi pramusaji. Alhamdulillah, jika ada sisa-sisa makanan yang masih layak, seperti bahan-bahan makanan yang tak habis terpakai (orang di Amerika mudah sekali membuang makanan), Mama membawanya pulang untuk kami sekeluarga.. Lumayan, bisa sedikit menghemat uang belanja, meringankan beban papa...

Jika Papa sudah pulang kuliah, maka Mama berangkat kerja. Saat malam tiba, kami bersama-sama menjemput Mama. Jika masih banyak pelanggan yang harus dilayani, maka saya dan adik-adik saya bermain-main dulu disekitar pusat perbelanjaan itu. Bentuknya bukan mall, tapi sederetan kios-kios kecil, dengan pohon-pohon pinus berjajar di sekelilingnya.

Tak terasa 6 bulan kami tinggal disana. Saatnya Papa wisuda. Dan saatnya kami pulang ke Indonesia. Saat inilah yang membuat saya sering menangis jika teringat kembali. Bukan karena sedih berpisah dengan teman-teman. Tapi karena perjuangan Papa. Papa, lagi-lagi tak punya uang untuk memulangkan kami ke Indonesia. Padahal kami sudah membuka garage sale, menjual tak seberapa banyak barang yang kami punya. Tapi uang tak kunjung terkumpul juga. Maka, ada satu teman Papa yang baik hati, yang bersedia meminjamkan uangnya untuk kami. Beliau adalah teman sekelas Papa, mahasiswa Angkatan Laut dari Taiwan. Yu Chen Ko, namanya.

Saya ingat suatu ketika kami sekeluarga diajak barbecue dipinggir danau bersama teman Papa orang Taiwan itu, beserta keluarganya. Saya dan adik-adik saya bersama anak-anak Taiwan itu bermain-main di sekitaran danau yang banyak berjajar pohon pinusnya. Saya dan adik-adik saya tak mahir bahasa Inggris, begitupun mereka. Lagi-lagi kami berkomunikasi dengan bahasa tarzan. Saat pulang ke rumah, wajah Papa sumringah. "Alhamdulillah, Papa sudah dapat pinjaman untuk beli tiket kamu semua pulang ke Jakarta."

Saat kami tiba di Bandara LA, Mama saya yang membawa begitu banyak barang titipan orang-orang (serius deh, kalau sekarang saya pikir-pikir, kenapa begitu teganya menitipkan barang yang berat-berat kepada orang lain, apalagi perjalanannya lintas benua), ditegur petugas di gate masuk. Mama yang masih juga terbatas bahasa Inggrisnya, terbata-bata menjelaskan. Untungnya, Mama dibantu oleh orang Malaysia, yang jago berbahasa Inggris dan bisa memahami bahasa mama, karena sama-sama orang Melayu. Papa tak bisa bantu, karena kami berempat dahulu yang pulang. Papa belakangan, harus mengurus ini itu menyangkut sekolahnya.

Setelah mengantar kami ke Bandara, Papa pulang ke rumah. Karena mobil kami sudah dijual, mobil rental juga sudah dikembalikan, sedangkan Papa tak punya uang untuk naik bus, maka dari Bandara ke rumah Papa jalan kaki. Berjam-jam.

Papa dengan perjuangannya demi kami.. Dan terlebih Mama dengan perjuangannya membantu mencari nafkah dan menjaga kami bertiga selama belasan jam (lagi) dalam perjalanan pulang ke Indonesia... Adalah sesuatu yang akan saya ingat seumur hidup saya. Maka ketika membaca giveaway Kakaakin tentang Cerita di Balik Aroma, yang pertama kali muncul di benak saya, adalah aroma pohon pinus... ^_^

Vania dan Aira di Lembang.

Saya begitu jatuh cinta dengan pohon pinus.. Pahit manisnya hidup mungkin dirasakan kedua orangtua saya saat itu. Berusaha bertahan hidup di negeri orang. Mudah-mudahan kelak Vania dan Aira pun bisa membaca kisah kakek neneknya dalam membesarkan kami bertiga ini.. Entah apa kejutan Allah yang menanti kami di masa yang akan datang.. Apapun itu, kita harus siap, bukan?

Beberapa saat setelah Papa pulang ke Jakarta, Papa sempat sakit berat memikirkan hutang-hutangnya kepada Yu Chen Ko. Padahal Yu Chen Ko itu baik, tak menetapkan batas waktu kapan harus dibayar. Dikembalikan nanti jika sudah ada rezeki, demikian yang Papa ceritakan tentang temannya itu. Alhamdulillah, setelah sekitar dua tahun di Jakarta, Papa ditugaskan lagi ke AS, tepatnya di kota Philadephia, Pennsylvania, selama 2 tahun lamanya. Kami ikut semua. Kali ini bukan sebagai mahasiswa, tapi sebagai perwira penghubung TNI AL (Indonesian Liaison Officer for the US Navy). Saat itu, Papa sudah bisa mengembalikan semua hutangnya ke temannya itu. Alhamdulillah. Dan baru saat di Philadelphia itu, saya dan adik-adik saya punya jaket, yang.. semua baru!!! Yeayy!! ^_^

Setiap mencium aroma pohon pinus, maka kenangan itu seperti film yang otomatis diputar di kepala saya.. Bermula dengan kejadian meninggalnya Oma saya... Dan film pun berlanjut...

Thursday, May 23, 2013

Teman-teman GA

Terima kasih untuk semua sahabat yang sudah memeriahkan acaranya Vania.. ^_^
Dan mohon dimaafkan ya dulur blogger jika ada kelalaian dan kekurangan kami dalam mengadakan GA ini.. ^_^
  1. Istiq Ps: Kak Ami dan Baby Naura
  2. RZ Hakim: Bukan Laskar Pelangi
  3. Murtiyarini, Arin: Makin Ceriwis, Makin Nggemesin 
  4. Nana Kesuma: Ssttt... Awas Ada Pendengar Gelap 
  5. Pakies: Menerjemahkan Celoteh Anak 
  6. Ayahnya Kaka: Celoteh Tentang Gigi
  7. Menik D.P.: Penggemar Mobil
  8. Siti Sofiah: (Our Children) Salah Satu Tiket Mendapatkan JannahNya 
  9. Neneng Ma'nawiyah: Jangan Maksa
  10. Lidya: Merk Mobil Versi Alvin 
  11. Niken Kusumowardhani: Allah Ada Dimana Sih?
  12. Rina Setyawati: Celoteh Kanaya 
  13. Diah Kartika Sari: Lirik Yang Berubah 
  14. Bunda Dzaky: Butuh Stok Sabar  
  15. Yurmawita Adismal: Belajar Membaca 
  16. Uwien Budi: "Ummi.. yang Gedhee!" 
  17. Fitri Anita: Panggilan Mami Buat Orang Kaya? 
  18. Mama Kinan (Sugiharti): Mama Nanti Jelek Sendiri Lho
  19. Elsa: Celoteh
  20. Mama Wilda (Matris): Kisah Pesawat dan Cepawat
  21. Myra Anastasia: Tidur di Jalan
  22. Nathalia Diana Pitaloka: Jav: Edisi Anak Sholeh
  23. Mimi RaDiAL: Celoteh Itu...
  24. Reni Judhanto: Celoteh dan Protes Sasha
  25. Indi Sugar Taufik: Tentang Dominika: My Little Best Friend
  26. Rini Uzegan: Off The Record
  27. Tarry KittyHolic: Ucapannya Menjadi Nyata
  28. Mugniar: Saku Sayur dan Kemoceng
  29. Oyen Maroyen: Nama Bapak Tole
  30. Alaika Abdullah: Dan Celotehannya Langsung Membuyarkan Shalatku
  31. Lieshadie: Celotehmu, Menceriakan Duniaku
  32. Dessycherryponie: Nasihat Naeema
  33. Noorma Fitriana M Zain: Celoteh si Cahya
  34. Pakde Abdul Cholik: Celoteh Lucu Bella Bekel 
  35. Sandy: I'm Sorry Mama 
  36. Sarah Amijaya: Protes si Amma 
  37. Kakaakin: Celoteh Lucu Keponakan 
  38. Ummi Bindya: Cuplikan Dialog Kakak dan Adik 
  39. Eda Akbar: Ketika Ara Berdzikir
  40. Rika: Dandan Sendiri  
  41. Inna Riana: Celoteh Berulang Kk Rasyad
  42. Andrea W.: Celoteh Arya: Kucing Setan 
  43. Catatanemak: Surga di Telapak Kaki Ibu, Neraka di Telapak Kaki..?
  44. Astin Astanti: Serial Kobo Chan Menginspirasiku 
  45. Ermayani Novia: Kado Ulang Tahun: DOA
  46. Enny: Celotehmu Bahagiaku  
  47. Orin: Kuburan 
  48. Nia Puspa: Sepenggal Kisah di Atas Kasur
  49. Miss Hanna: Oh Meimei...  

Wednesday, May 15, 2013

Vania's May Giveaway

Untuk ultang tahun Vania yang ke-5 bulan Mei ini, insya Allah Vania mau membuat giveaway kecil-kecilan.. Sebagai ungkapan rasa syukur atas semua yang Allah berikan kepada Vania sekeluarga sampai saat ini.. :-)

Keterangan cara mengikuti giveaway ada di blognya Bunda..

Vania suka sekali diceritakan tentang celoteh dan tingkah polah anak-anak seusia Vania yang lucu-lucu... Oleh karena itu, di acara giveaway Vania tahun ini, Vania ingin mengajak Mbah Kung, Mbah Putri, Om, Tante, kakak-kakak, adek-adek, dan teman-teman semua untuk berbagi cerita lucu.. ^_^

Vania tunggu ceritanya yaa... Buat sahabat-sahabat yang sudah punya cerita lucu, silahkan didaftarkan di kolom komentar di bawah posting Vania ini yaaa...

Sebelumnya, Vania ucapkan terima kasih.. :-)

Teman-teman yang sudah ndaftar:
  1. Istiq Ps: Kak Ami dan Baby NKaura
  2. RZ Hakim: Bukan Laskar Pelangi
  3. Murtiyarini, Arin: Makin Ceriwis, Makin Nggemesin 
  4. Nana Kesuma: Ssttt... Awas Ada Pendengar Gelap 
  5. Pakies: Menerjemahkan Celoteh Anak 
  6. Ayahnya Kaka: Celoteh Tentang Gigi
  7. Menik D.P.: Penggemar Mobil
  8. Siti Sofiah: (Our Children) Salah Satu Tiket Mendapatkan JannahNya 
  9. Neneng Ma'nawiyah: Jangan Maksa
  10. Lidya: Merk Mobil Versi Alvin 
  11. Niken Kusumowardhani: Allah Ada Dimana Sih?
  12. Rina Setyawati: Celoteh Kanaya 
  13. Diah Kartika Sari: Lirik Yang Berubah 
  14. Bunda Dzaky: Butuh Stok Sabar  
  15. Yurmawita Adismal: Belajar Membaca 
  16. Uwien Budi: "Ummi.. yang Gedhee!" 
  17. Fitri Anita: Panggilan Mami Buat Orang Kaya? 
  18. Mama Kinan (Sugiharti): Mama Nanti Jelek Sendiri Lho
  19. Elsa: Celoteh
  20. Mama Wilda (Matris): Kisah Pesawat dan Cepawat
  21. Myra Anastasia: Tidur di Jalan
  22. Nathalia Diana Pitaloka: Jav: Edisi Anak Sholeh
  23. Mimi RaDiAL: Celoteh Itu...
  24. Reni Judhanto: Celoteh dan Protes Sasha
  25. Indi Sugar Taufik: Tentang Dominika: My Little Best Friend
  26. Rini Uzegan: Off The Record
  27. Tarry KittyHolic: Ucapannya Menjadi Nyata
  28. Mugniar: Saku Sayur dan Kemoceng
  29. Oyen Maroyen: Nama Bapak Tole
  30. Alaika Abdullah: Dan Celotehannya Langsung Membuyarkan Shalatku
  31. Lieshadie: Celotehmu, Menceriakan Duniaku
  32. Dessycherryponie: Nasihat Naeema
  33. Noorma Fitriana M Zain: Celoteh si Cahya
  34. Pakde Abdul Cholik: Celoteh Lucu Bella Bekel 
  35. Sandy: I'm Sorry Mama 
  36. Sarah Amijaya: Protes si Amma 
  37. Kakaakin: Celoteh Lucu Keponakan 
  38. Ummi Bindya: Cuplikan Dialog Kakak dan Adik 
  39. Eda Akbar: Ketika Ara Berdzikir
  40. Rika: Dandan Sendiri  
  41. Inna Riana: Celoteh Berulang Kk Rasyad
  42. Andrea W.: Celoteh Arya: Kucing Setan 
  43. Catatanemak: Surga di Telapak Kaki Ibu, Neraka di Telapak Kaki..?
  44. Astin Astanti: Serial Kobo Chan Menginspirasiku 
  45. Ermayani Novia: Kado Ulang Tahun: DOA
  46. Enny: Celotehmu Bahagiaku  
  47. Orin: Kuburan 
  48. Nia Puspa: Sepenggal Kisah di Atas Kasur
  49. Miss Hanna: Oh Meimei... 

Vania's May Giveaway

Kita semua pasti setuju bahwa tertawa adalah obat yang paling mujarab.. Dan bagi saya pribadi, anak-anak adalah komedi terbaik.. ^_^

Mereka bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak dengan aneka tingkah polahnya, dan celoteh spontan dari mulut mereka yang polos tanpa dosa.. ^_^

Sooo.. Langsung to the point saja...

Untuk ulang tahun Vania yang ke-5 ini, saya ingin mengadakan giveaway kecil-kecilan, dengan mengajak sahabat menuliskan cerita tentang celoteh lucu anak-anak atau tingkah polah lucu mereka di blog..

Contoh celoteh lucu anak-anak, sudah beberapa kali saya tulis di blog Vania seperti di posting yang ini dan yang itu, ada juga contoh lain yang sering ditulis oleh ibunya Fauzan...  :-D

Caranya...
  1. Tulislah celoteh atau tingkah polah anak-anak usia KB/TK (sekitar usia 2-6 tahun), beserta cerita yang melatarbelakangi terjadinya celoteh atau tingkah mereka itu, dan bagaimana orangtua atau sahabat menangani (atau menjawab celotehannya) itu. 
  2. Bagi sahabat yang belum punya anak atau bagi sahabat yang anak-anaknya sudah besar, bisa berbagi cerita tentang keponakan, atau anaknya teman, atau tetangga, atau siapa saja... Atau... Bisa juga diceritakan celoteh lucu ketika sahabat masih anak-anak dulu, atau ketika anak-anak sahabat itu masih usia KB/TK. (Ehm, banyak "atau"nya ya? Banyak cara untuk bercerita).  ^_^ 
  3. Postingan boleh disertai foto, boleh juga tidak.
  4. Cerita lucu anak ditulis di blog dengan platform apa saja, dan peserta yang menang harus memiliki alamat di Indonesia. ^_^
  5. Tulisannya baru dibuat saat mengikuti giveaway ini. ^_^
  6. Pada bagian akhir tulisan, silakan cantumkan kalimat “Cerita lucu ini ditulis untuk acara Vania's May Giveaway" yang di-link ke posting ini. 
  7. Jika sudah, mohon daftarkan tulisan sahabat di kolom komentar blognya Vania disini. ^_^

Waktu diadakannya giveaway ini adalah dari saat posting ini publish, Rabu, 15 Mei 2013, sampai dengan hari ulang tahun Vania, Rabu, 22 Mei 2013 pukul 12:00 siang WIB.:-D

Insya Allah, jurinya adalah pamannya anak-anak blogger, yaitu Uncle Lozz..

Dan, tali asih insya Allah, berupa.. Two of my favorite things...

Gambar dari sini

Gambar dari sini

Insya Allah akan ada 3 pemenang, masing-masing akan mendapatkan satu buku ON karya Jamil Azzaini dan satu kotak tissue buah buatan AirinHandyCrabby.

Review buku ON pernah saya tulis di posting ini.. :-)

Buku ON ini kabarnya sudah habis cetakan pertama dalam dua minggu. Saat saya menuliskan postingan ini, buku yang saya pesan dari seminggu yang lalu di salah satu toko buku online masih belum ada stoknya.. Padahal saya ingin sekali menghadiahkan buku ini untuk para pemenang Vania's May Giveaway... Akhirnya, saya menghubungi salah satu trainer terbaik STIFIn, yaitu Pak Dodi Rustandi, dan alhamdulillah... Insya Allah beliau menyanggupi membantu saya mendapatkan buku ini! Terima kasih banyak, Pak Dodi!

Pengumuman pemenang insya Allah di akhir bulan ini.. :-)

Mudah-mudahan tulisan sahabat kelak bisa membawa keceriaan kepada sesama, dan semoga juga tali asihnya bisa bermanfaat untuk sahabat... Amin.. :-)

Terima kasih sebelumnya.. ^_^

Saturday, May 11, 2013

Kalung

Beberapa waktu yang lalu, Bunda sempat memberitahukan ke Vania, untuk membuang saja jepit-jepit rambut yang sudah berkarat. Jika masih dipakai, dikhawatirkan nanti karatnya akan melukai kulit kepala.

Vania berjanji akan memilih jepit-jepit rambut yang berkarat itu. Tapi sebelum sempat kami memilih dan membuang, Bunda dan Vania sudah disibukkan dengan serangkaian acara lomba dari sekolah Vania. Akhirnya kegiatan itu ditunda sementara.

Nah, pada saat acara Art Competition di TangCity Mall tempo hari itu, setelah selesai pentas Vania melepas baju daerahnya. Tapi ada satu barang yang dia minta. Yaitu tali rafia yang diikat di pinggang Vania supaya kainnya tidak jatuh. Vania kekeuh meminta talinya kembali..

Sampai si Oma Opa ikut sibuk mencari-cari Kak Tri (guru Vania yang juga bertanggung jawab untuk kostum anak-anak), di antara kerumuman orang yang banyak itu, demi meminta kembali tali rafia yang sudah kami serahkan ke kak Tri beserta baju daerahnya. Sampai hampir nangis Vania ketika Kak Tri tak terlihat dimana-mana. Tapi akhirnya ketemu juga..

Kak Tri: "Buat apa siiih Vania, tali rafianya?"

Vania tak menjawab hanya senyum-senyum saja.. ^_^

Tali rafia yang diikat di pinggang Vania untuk menahan kainnya itu, diminta sama Vania ^_^

Setelah dapat tali rafia, Vania puas. Akhirnya kami pulang. Dalam benak kita semua (Oma, Opa, Eyang dan Bunda) bertanya-tanya.. Untuk apa sih tali rafia? Segitu hebohnya minta tali rafia.. Ckckck..

Yah namanya anak-anak, batin Bunda.. Buat apalah itu tali, mungkin buat main lompat-lompatan atau apalah...

Sesampainya di rumah, Vania sibuk dengan tali rafianya. Tali rafia digunting dua, kemudian dibelah dua.. Jadinya sekitar 4 helai.. Kemudian Vania mengambil selotip, dan akhirnya sibuk memilah dan memilih di kotak jepit rambutnya.

Bunda mengawasi saja... Dan akhirnya, jadilah ini...


Kalung dari jepit rambut yang sudah karatan!


Hihihi...!

Vania: "Bun.. Kan katanya jepit rambut yang karatan nggak boleh kena kulit kepala.. Jadi Vania bikin kalung aja ya.. Kan nggak kena ke kulit..."

Bunda: *speechless* (sambil peluk Vania dan menghujaninya dengan kata-kata positif sebagai apresiasi atas semua usahanya).

Ini kalung buat si Eyang..

Ada juga  kalung buat Bunda, dan Oma dan Opa... 


Tanpa sadar, Vania telah menerapkan salah satu dari prinsip 3R (reuse, reduce, recycle) sebagai upaya menangani sampah demi bumi yang lebih hijau. Yang dilakukan Vania adalah reuse (Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Sumber: Alamendah).

Kejadian ini membuat Bunda bercermin... Apa yang sudah Bunda lakukan untuk bumi? Apakah Bunda sudah maksimal menjadi khalifah? Makasih ya Vania, sudah mengingatkan..

Dan yaa.. Bunda bersyukur atas kreatifitas yang Allah berikan untuk Vania.. Alhamdulillah ya Rabb..

Catatan: usia Vania saat ini 4 tahun, 11 bulan dan 18 hari.

Friday, May 10, 2013

Jangan Melawan Sunatullah

Pasti sebagian dari sahabat sudah pernah pergi ke Snow World ya? ^_^

Saya, Vania, Oma Opa serta Eyang berkesempatan pergi kesana hari Kamis kemarin. Kebetulan libur ya.. Snow World masih ada di Bekasi Square. Setahu saya, masih akan ada sampai dengan akhir Juni... Kalau saya ndak salah ya.. :-D

Judulnya tajam ya? Hihihi..
Yah setidaknya, begitulah pelajaran yang saya dapat untuk diri saya sendiri, setelah masuk Snow World dan keluar lagi dalam beberapa menit saja.

Ya, saya tidak kuat..
Lebih tepatnya, saya dan Mama saya yang menderita asma, mengalami sesak nafas hanya beberapa menit kami masuk kesana...

Kami tiba sekitar jam setengah duabelas siang. Setelah membayar tiket di loket depan, sebesar Rp.50.000,- untuk dewasa dan Rp.40.000,- untuk anak-anak di atas 1 tahun, kami masuk dan mendapat jaket sewaan yang ditukar dengan karcis masuk tadi. Kemudian kami mengantri di sebuah ruangan yang sepertinya ruangan persiapan untuk masuk ke ruangan es yang utama. Udara sudah mulai dingin, dan lembab.

Ketika akhirnya pintu ruang utama dibuka, Vania langsung teriak, "Buuun.. Dingin bangettt!"

Tapi akhirnya saya bisa meyakinkan Vania bahwa tidak apa-apa.. "Ayooo.. Katanya Vania mau lihat salju kan..?"

Di dalam Vania tampak cukup senang. Saya sempat mengambil beberapa foto Vania, Opa dan Eyang.. Oma entah kemana.. Sepertinya menyendiri..

Vania senang... Tapi Bundanya ndak kuat.. Huhuhuu.. Maafkan Bunda ya, Nak.. Bunda do'akan semoga kelak Vania bisa lihat salju di negara asalnya saja... ^_^

Beberapa saat kemudian, saya merasakan pernafasan saya menjadi berat... Saya langsung teringat Oma.. Begitu saya melihat Mama yang sedang berdiri gelisah, "Ma.. Mama nggak apa-apa?"

"Mama sesak nafas, Tia.."

Saya baru sadar.. Iya! Saya juga sesak nafas! Pikiran horor saya membayangkan, jika saya dan Mama saya pingsan, akan adakah pertolongan pertama..? Huhuhuuu.. Saya tidak ingat ada peringatan tentang penderita penyakit apa saja yang dilarang masuk... Atau sayanya saja yang tidak teliti? My fault..

Kemudian saya dan Mama langsung berusaha mencari pintu keluar. Tempatnya ada di sebelah patung es bentuk burung garuda. Opa, Eyang dan Vania yang baik-baik saja, akhirnya mengikuti kami berdua keluar. Saya sendiri, selain mengkhawatirkan diri sendiri, mengkhawatirkan Mama dan juga mengkhawatirkan Vania tentu saja..

Saya langsung teringat akan kenangan kami sekeluarga ketika tinggal di Philadephia, Pennsylvania. Kami mengalami 3 kali musim dingin, 2 kali di antaranya kami mengalami badai salju (blizzard). Saat itu kami baik-baik saja. Walaupun tentu saja yang namanya flu itu sudah pasti.

Kiri: saya (13 tahun), dan adik saya dengan snowman buatan kami yang diberi nama "Tia", kreatif banget ya?! :-P.. Kanan atas: Mama dan adik saya Ilham saat fieldtrip sekolahnya di musim gugur. Kanan bawah: saya dan kedua adik saya berfoto di sebelah rumah saat musim semi.

Makanya, saya mengira dengan memasuki Snow World untuk memperkenalkan ke Vania seperti apa pengalaman saya ketika kecil dulu, kami sekeluarga akan tetap baik-baik saja. Tapi saya salah.

Begitu keluar ke udara yang panas, sesak nafas saya sempat menghebat... Saya dan Mama tak bisa bicara beberapa saat... Sekitar 5 menit kemudian saya baru bisa bicara... Saya yakin akan penyebab kami berdua sesak nafas.. Perubahan suhu yang drastis.

Terbayang di benak saya, mengapa Allah membuat negara yang mengalami cuaca bersalju menjadi 4 musim. Saya paham sekarang! Subhanallah! Allah membuat manusia beradaptasi, dengan menurunkan suhu secara perlahan (musim gugur), dan menaikkan suhu secara perlahan pula (musim semi). 

Walaupun pengalaman kami Kamis kemarin sangat singkat... Tapi saya mendapat begitu banyak pelajaran tentang betapa hebatnya Allah mengatur alam semesta sehingga kita, hambaNya dapat hidup dengan layak.. Subhanallah! :-D