Tuesday, April 2, 2013

Cerita Akhir Pekan: Museum Gajah

Liburan panjang kemarin, Vania manfaatkan untuk jalan-jalan bareng Aira. ^_^
Vania suka jalan-jalan di alam terbuka, jika dia ditanya "mau kemana?" biasanya Vania akan menjawab mau ke Lembang. Sedangkan Aira suka ke mall, jika ditanya "mau kemana?" Aira hampir selalu menjawab mau ke mall. :-D

Akhirnya kami cari jalan tengah, yaitu ke museum. (Nggak nyambung ya? Hihihi... Biarin deh..)

Hari sabtu kemarin, kami berangkat agak kesiangan, karena pagi itu kami kedatangan tamu dulu. Jadi sampai di Museum Nasional sekitar jam 11 lewat. Parkirnya jauh (untuk ukuran anak balita), di basement, dan tidak ada tangga naik masuk ke museum dari basement itu. Sehingga mobil kami naik lagi ke atas dan anak-anak turun dulu di pintu utama, kemudian mobil baru diparkirkan oleh adik saya ke basement. Dia dapat di basement paling bawah, turun satu level lagi. Anehnya kenapa yaaa, basement paling bawah itu digenangi air dimana-mana? Seperti sisa-sisa banjir begitu.

Di pintu masuk kami membeli tiket seharga Rp. 5.000,- untuk dewasa dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak. Barang bisa dititipkan di tempat penitipan, tapi tas dompet dan tas kamera boleh dibawa masuk.

Vania dan Aira. Ini patung Budha di dekat pintu masuk.

Dari pintu masuk, kami berjalan ke arah kiri (karena seperti itu rutenya, menurut petugasnya). Tepat di depan kami ada pintu besar menuju satu ruangan ber-AC dengan koleksi aneka perabotan tua. Terdapat meja besaaaar dari kayu jati, chandelier dari abad ke-19 dan aneka koleksi meriam. Vania dan Aira cukup takjub ya dengan barang-barang tua ini. Vania dan Aira harus bersyukur ya, kita hidup di jaman sekarang karena jaman dulu menyeramkan sekali dengan perang dan sebagainya.

Ruangan-ruangan yang sepi dan patung-patung yang tidak sempurna (karena patah dan sebagainya), membawa auranya sendiri, sehingga Vania terlihat agak ketakutan dan nggak mau melepaskan tangan saya untuk beberapa saat. Aira juga digendong mamanya. Tapi lama kelamaan para bocah ini bisa enjoy juga. :-)


Kami tak menghabiskan waktu lama di ruangan meriam itu. Selain terlalu sepi, bau ruangannya juga kurang sedap. Mungkin karena faktor pemeliharaan atau semacamnya ya... CMIIW.

Lanjut lagi, kami menyusuri lorong dengan aneka pajangan patung. Banyak yang rusak. Vania terlalu sibuk (mungkin) menenangkan dirinya sendiri sehingga ia tak banyak bertanya seperti biasanya.


Kami masuk ke Ruang Tekstil. Disini lebih parah lagi bau ruangannya. Menyengat dan membuat mata kita pedas. Mungkin ini dikarenakan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk pemeliharaan tekstil itu ya..? Anak-anak langsung diminta Opa keluar ruangan.

Ruang tekstil. Ternyata dulu ada ya, bahan pakaian dari kulit pohon. ^_^ Yang bawah adalah ruangan koleksi kain batik dan kain daerah lainnya, seperti songket, dll.

Bersebelahan dengan Ruang Tekstil, ada Thai Room. Ruangan yang berisi koleksi barang khas Thailand ini, menurut data yang tertulis disana, adalah hasil kerjasama antara Kementrian Pariwisata Indonesia dan Kementrian Luar Negeri Thailand. Diresmikan tahun 2003.

Topeng Thailand. Ada yang bertaring, ada juga yang tersenyum. Vania: "Aira, kamu suka topeng yang mana?"

Dari Thai Room ini kami lanjut ke Ruang Etnografi. Disini terdapat koleksi aneka benda, kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke :-D

Vania dan Aira memperhatikan aneka benda bersejarah ini, sambil mendengarkan cerita Opa. Kanan atas adalah aneka topeng Bali. Kanan bawah adalah koleksi keris Jawa.

Alat pemotong padi, topeng, dan wayang golek. Lihat tidak topeng dengan hidung panjang itu? Saya jadi bertanya-tanya, dari mana cerita dongeng Pinokio itu berasal ya?

Masih di Ruang Etnografi ini, ada set lengkap wayang kulit beserta alat musiknya. Vania suka wayang, karena Opa sering cerita wayang-wayangan sebelum Vania tidur. ^_^

Di latar belakang, adalah perlengkapan pertunjukan wayang kulit.

Daftar nama satu per satu alat musik yang digunakan untuk pertunjukan wayang kulit.

Ini salah satu foto favorit saya.. ^_^ Sepertinya Opa membatin,... "Kira-kira dua bocah itu sedang merencanakan kenakalan apa ya..?"

Ini adalah ruang untuk bersemayam Dewi Sri.

Tak jauh dari tempat wayang tadi, ada sebuah tempat tidur besar. Penasaran, saya membaca keterangan yang ada di depannya....
Pada rumah tradisional Bangsawan Jawa dahulu, selalu terdapat sebuah kamar khusus untuk memuja Dewi Sri. Kamar tersebut lengkap dengan seperangkat tempat tidur dan alat persembahan lainnya, dinamakan Pasren atau Petanen.

Benda lainnya yang ada di muka tempat tidur adalah sepasang pengantin jawa, "Loro Bionyo" dan lampu "Rornyang" yang selalu menyala setiap saat.

Sebagian masyarakat Jawa yang agraris percaya dan memuja Dewi Sri sebagai dewi pemberi berkah kehidupan bagi masyarakat petani di Jawa. Pada setiap habis panen, hasil panen dibawa ke kamar ini dan diinapkan semalaman, baru keesokan harinya dibawa untuk upacara. 

Pada upacara perkawinan, setiap acara pertemuan pengantin dilakukan di muka Pasren agar kedua pengantin mendapat berkah dari Dewi Sri, langgeng dalam menempuh kehidupan, seperti pasangan Dewi Ratih dan Dewa Karnajaya.

Lanjut perjalanan kami ke ruang Manusia Indonesia dan Lingkungannya... Disini ada penjelasan tentang manusia purba Indonesia. Sayangnya, kedua bocah ini sudah lelah. Sudah sekitar 30 menit lebih kami melihat-lihat koleksi museum. Dan bagi bocah-bocah balita ini, itu sudah cukup lama, sehingga mereka berdua rewel karena capek dan bosan. :-P

Akhirnya minta gendong deh... :-D.

Di belakang kami berdua itu ada patung manusia purba yang tidak memakai baju dan tidak punya kompor (masak dengan membuat api dari kayu). Pesan saya untuk Vania, makanya Vania harus belajar sungguh-sungguh, supaya bisa lebih pintar lagi, dan tidak "mundur ke belakang" menjadi seperti manusia purba ini. Manusia harus terus belajar maju ya.. Mudah-mudahan Vania bisa memahami kenapa kita harus belajar sejarah. ^_^

Dan karena bocah-bocah ini sudah  rewel, kami menyudahi kunjungan kami itu. Padahal masih banyaaaak yang belum dilihat. Mudah-mudahan bisa di lain waktu. Ternyata yaa sudah jam 12 lewat...!

Ooh, pantas saja. Pastilah dua bocah ini kelaparan ya. Hihihi... Kami mampir sebentar di kafetaria museum, saya kira ada makanan berat disana, ternyata hanya ada aneka minuman dingin, snack anak-anak, dan gorengan. Ada juga aneka souvenir dipajang di etalase, tapi nggak banyak. Kami membeli minuman saja.

Di pintu masuk, sambil menunggu adik saya mengambil mobil di basement, Vania dan Aira foto-foto di belakang patung gajah, hadiah dari pemerintah Thailand. Cuaca mendung saat itu, nggak panas. Lalu kenapa ya tampang dua bocah ini seperti itu? Apa ini salah satu ekspresi kelaparan ya? Hehehe.. :-P

Wajah-wajah kelaparan. :-P

Dari Museum Nasional, kami mampir di Sarinah - Thamrin. Cari makan disana. Saya nggak terlalu paham, sehingga nggak ngerti cari tempat makan di sebelah mananya, karena kebanyakan adanya toko pakaian. Untungnya adik saya tau, jadi kami turun satu lantai ke basement, karena di sanalah food court-nya berada..

Dalam keadaan bingung mau makan apa, kami langsung saja duduk di tempat makan yang kelihatan di depan mata. Bakmi Permata namanya. Vania saya pesankan Ayam Nanking, namun karena ternyata (pas terhidang) menu ini dicampur dengan udang, akhirnya untuk Vania saya pesankan mie goreng. Vania alergi makanan laut dan udang.

Untuk saya sendiri saya pesan nasi dan tofu asam manis. Rasanya cukup untuk lidah saya.. :-) Vania makan mie goreng, sedangkan Aira makan mie ayam. Lahap. ^_^ Anyway, yang paling bikin seneng disini adalah... Harganya nggak terlalu mahal, dan di akhir acara makan siang, kami mendapatkan free dessert (khusus untuk yang dine-in). Tetep yaa.. yang namanya emak-emak pasti suka yang gratisan. Hahaha..

Alhamdulillah...

Opa: "Vania.. Tadi di museum liat apa aja..?" ... Vania: "Wayang.." ... Opa: "Kalau Aira liat apa aja?" ... Aira: "Layang.." ... Hihihi... ^_^
 
Ini hiduuung... Wkwkwk... Ini foto favorit saya lainnya. Selesai makan, dua bocah ini rebutan dipangku Opa. Oma misuh-misuh karena nggak ada yang ngerebutin. Hihihi... ;-P

Selesai makan kami lewat depan toko donat, dan Aira minta dibelikan donat. Sekalian saja beli setengah lusin. Vania juga mau. Tapi karena sudah makan, dua bocah ini ON lagi. Baterenya full charged

Satu lagi foto favorit saya. Ini dua cucu Opa yang nggak bisa diem. :-D

Donat itu dimakan malam harinya. Sisa donatnya Aira yang sebelah kanan. Cuma dimakan atasnya saja. Donatnya jadi gundul ya? Wkwkwk...Sisa donat Vania yang sebelah kiri, cuma dimakan sepertiga. Kadang anak kecil bisa nyebelin ya. Minta dibelikan donat, dimakan segini doang.. :-P

Dari Sarinah - Thamrin, kami mampir di Masjid Istiqlal. Begitu saya bilang bahwa kita mau sholat di masjid, Vania langsung joget-joget. Aira ikutan. "Asssiiik... Bisa lari-larian.." Begitu ujarnya.

Ya Allah ampuni sayaaa... Beri saya kemudahan memperbaiki mind-set yang salah arah ituuu.. Amin.

Ternyata Sabtu kemarin Masjid Istiqlal luar biasa ramainya. (Apa selalu ramai ya? Saya nggak terlalu sering kemari). Sampai-sampai mengantri ke kamar mandi adalah suatu yang mustahil. Kasihan anak-anak ini, sudah tak tahan. Huhuhu... Untung saja kami dapat tempat paling ujuuuung, yang jalannya jauuuuh... Oma saja sampai ngos-ngosan. Kasihan Oma.

Saya sampai membatin, ada acara apa siiih? Mereka yang mengantri di kamar mandi itu, membawa alat mandi. Handuk, baju ganti, dsb. Emangnya mandi ya..? Heran...

Vania takjub dengan masjid terbesar di Indonesia ini.. Bocah-bocah ini nggak bisa liat tempat luas. Ya sudahlah... Asal tak berisik hingga menganggu jamaah lain. ;-)

Ketika kami keluar dari tempat parkir, baru saya paham mengapa Masjid Istiqlal penuh sekali hari itu. Ternyata, di pelataran parkir berjajar bis-bis pariwisata. Di badan bis itu tertulis alamat asalnya. TEGAL. Oh, pantas saja.. ^_^

Untuk info lebih lanjut, bisa kunjungi website Museum Nasional.

17 comments:

  1. Saya sudah lama sekali tidak ke museum Gajah ...
    terakhir tahun berapa ya kesana ?
    waktu itu nganter si Tengah ... mendampingi anak-anak SD kelas 4 study wisata seputar Jakarta ...
    Si Tengah sekarang sudah kelas 2 SMA ... berarti itu terjadi sekitar 7 - 8 tahun yang lalu

    salam saya Thia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Museum nya msh bnyk berbenah sepertinya ya Om :-)

      Delete
  2. Asyik nih Vania, setelah kemarin jalan-jalan ke jogja, eh sekarang ke museum :)

    ReplyDelete
  3. jalan-jalan yang komplit, memberikan pelajaran, kesenangan sekaligus makan-makan.
    Saya yakin lama kelamaan Vania nggak takut lagi sama patung kalo diberikan penjelasan yang benar.

    ReplyDelete
  4. uwaaa..vania pasti seneng banget ya mbk,bisa jalan2 ke musium,makan2,trs ke masjid istiqlal :D
    big hug buat vania ya mbk :D

    ReplyDelete
  5. Semua foto yang dijadikan favorit mba Thia merupakan Favorit Dhe juga. mereka keren2 gayanya, ndak Vania, Ndak Aira. Btw.. sepertinya museumnya tidak terurus dengan baik yah ??

    ReplyDelete
  6. Ngajak anak2 bermain ke museum itu pasti membuat mereka semakin mencari sesuatu mbak ych..banyak pertanyaan ngak dari bibir mungil mereka?

    ReplyDelete
  7. Seru ya mbak. Pasti Vania dan Aira senang sekali :)

    ReplyDelete
  8. seru sekali jalan jalan ke musemun ya Mbak... sayang kok museum nya gak sip gitu, tidak "ramah" buat pengunjung anak anak ya...
    mungkin karena dana terbatas, jadi ada bau bauan yang tidak sedap yaa...

    Vania kelihatan putih banget Mbak.... bening, hehehhehe

    ReplyDelete
  9. aiih senangnya yg jalan2 ke museum.. Kanaya belom pernah aku ajak kesana.... kayanya dia belom begitu ngerti, masih senengnya main ayunan... hehehe

    ReplyDelete
  10. mBAKKK, ini blog baru ya...#wiii salah fokus


    Suka tempat tidurnya dew Sri tuh Mbak..

    ReplyDelete
  11. Vania, ke Lembang lagi yuk .. belum ke rumah Aa Fauzan kan ?

    Atau Vania mau ngajakin Aa ke jalan2 ke museum aja ?

    ReplyDelete
  12. kayaknya tuh donat yang ngabisin bundanya deh? hehehe...

    patung-patung itu banyak dipake buat pertunjukan Khon.. pentas cerita Ramayana ala Thai.. hayuu, kesini tapi lagi musim panas, ampuuun...

    ReplyDelete
  13. Suka ama ulah 2 balita di masjid istiqlal itu mbak :)

    Seneng ya Vania diajak jalan2 terus ama bunda

    ReplyDelete
  14. ide bagus, ajak anak jalan2 ke museum

    ReplyDelete
  15. Hihihihi...ekspresi Vania dan Aira yang lagi bisik-bisikin diperhatiin Opa itu lucuuuuu banget, Tia!
    Dan astaga...lihatlah ekspresi mereka sebelum makan dan setelah makan siang di food court Sarinah Thamrin...beda banget!
    Ikut seneng lihat kegembiraan mereka, ikuit merasa hangat juga pas lihat keakraban Opa dengan cucu-cucunya :D

    ReplyDelete
  16. Salam kenal ya...serunya acara jalan-jalannya! Paling seru interaksi keluarganya ya... Saya kira ikutan acara akhir pekan@museum nasional. Museum itu baru seru kalau ada yang memandu sebenarnya. Acara khusus untuk anak dan keluarga seperti http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=20238 atau acara bersama akhir pekan @museum itu bisa jadi akan lebih menarik buat anak-anak. Tapi sepertinya mereka juga senang tuh...apalagi sudah sering diceritain wayang, jadinya wayang yang paling hidup di ingatan mereka....

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)