Wednesday, April 24, 2013

Belum Juara

Bunda: "Vania... Lebih penting mana, dapat piala atau jadi juara di hati Bunda?"

Vania: "Piala"

O_o

Hahaha... Gubrak! Obrolan di atas terjadi di dalam mobil dalam perjalanan pulang kami dari TangCity Mall ke rumah, hari Sabtu kemarin... ^_^  Saya langsung memberi pengertian ke Vania bahwa kalah itu biasa, setelah mendapat konfirmasi dari teman yang masih berada di lokasi lomba, bahwa kelasnya Vania belum dapat juara baik itu dari lomba menari maupun paduan suara. ^_^

Sabtu pagi kemarin, Vania sempat cemas sampai-sampai ia mengigau dalam tidurnya. Biasanya ia bangun sekitar jam 6, namun karena hari sebelumnya ia diwanti-wanti sama gurunya supaya tidak telat, ia merasa harus bangun lebih pagi. Jam 4 ia terbangun, mengigau, "udah jam berapa ini...?" Lalu ia tidur lagi.. Lucu juga ya, lihat anak kecil was-was masalah jam.. Apa ini salah satu bentuk stress dini ya? Aduh, kasihan..


Kami kumpul di sekolah jam 7:30 pagi itu. Lalu berangkat dengan bis, jam 8 lewat sedikit. Sampai di TangCity Mall sekitar jam 9:30 pagi. Anak-anak langsung persiapan memakai pernak pernik kostum menari. Di atas itu adalah Tim Menari Dindin Badindin, TK A. Teman-teman perempuan Vania lainnya rambutnya disanggul, tapi Vania belum bisa secara rambutnya masih segelintir. Hihihi... Untungnya, Vania cuek.. ^_^

My favorite picture ^_^

Lihatlah foto di atas..! ^_^
Anak-anak ini tau akan ada lomba... Sebuah lomba buat anak-anak 5 tahun, menurut saya sudah merupakan sesuatu yang "besar" bagi mereka, bukan begitu? Bagaimana mereka menghadapinya? Dengan bersenang-senang lah yaaa... ^_^

Saya suka foto di atas... Mungkin kita-kita yang sudah dewasa bisa belajar dari mereka ya.. Supaya mampu menghadapi apa saja dengan santai... Entah UN, entah pernikahan, entah sidang skripsi.. Apa saja.. :-D  Yang penting kita sudah belajar dan berlatih semaksimal mungkin, maka bersenang-senang saja, dan biarkan semua keputusan di tangan Allah... :-D

Vania dan teman-temannya dengan tarian Dindin Badindin, untuk kategori TK. :-D

Tapi ada satu yang membuat saya merasa kasihan. Ya.. Kasihan sama anak-anak ini. Tim menari TK A ini, tampil sekitar jam 12 siang.. Duh duuuh... Mereka sudah siap dari jam 10 pagi, antrian kenapa bisa sampai 2 jam lebih, ya? Jujur saja, memang hal ini mungkin bisa melatih "kesabaran" anak-anak ini. Saya ndak tau ya, apakah mungkin ke depannya, event-event semacam ini bisa lebih terorganisir? Maksudnya, jadwal tampilnya begitu..? Saya kasihan melihat anak-anak ini...

Walaupun sebagian masih tetap bersemangat, tapiii... Ada juga yang ngambek minta pulang. Ada yang nangis entah karena apa. Ada yang bosan dan yang tadinya sudah bersemangat (seperti foto saya di atas) lalu jadi lemah letih lesu karena lama menunggu. Vania juga sempat nangis, minta pulang karena ngantuk... Ndak mau lagi menari..

Akhirnya selama menunggu antrian di belakang panggung, saya gendong saja Vania... Mungkin ada sekitar setengah jam lebih.. Menggendong Vania berbobot 18 kg, lumayan juga loh.. Otot lengan saya sampai sakit selama 2  hari gara-gara itu.. Hihihi... Tapi Bunda senang, Nak! Bunda bahagia... Karena, walaupun bete dan ngantuk, setelah saya beri pengertian dan semangat yang tiada henti, Vania akhirnya mau juga tampil... Fuih! *lap keringet*

Tim Paduan Suara TK A dari Komimo Cilangkap. ^_^

Foto di atas adalah Tim Paduan Suara TK A. Lagu pertama adalah lagu Tanah Airku, lagu kedua adalah Cublak Cublak Suweng. Yang saya tau, lagu Tanah Airku itu dinyanyikan dengan suara mendayu-dayu yang mengharukan, sedangkan lagu Cublak Cublak Suweng dinyanyikan dengan suara riang gembira... Tapiii... Anak-anak TK A ini menyanyikan kedua lagu tersebut dengan semangat 45!!! Hahaha... Luar biasa semangatnya! Sayang saya belum bisa upload video kesini.. Kalau bisa kelihatan deh.. Ada yang sampai monyong-monyong, ada yang bahunya naik-naik, saking semangatnya... Vania sendiri, kalau ada nada tinggi dia mulutnya sampai ke atas gitu... Duh menjiwai sekali... Hihihi...

Anak-anak ini lucu sekali... Lucuuuuu... Dalam defisini saya, adalah menggemaskan dan mengharukan... Hebat deh semua...!! ^_^

Ohya, kebetulan ya.. Saya dan beberapa emak lainnya bisa merekam aksi anak-anak ini dari depan panggung persis... :-D

Beberapa meter dari panggung (di depan, kanan dan kiri panggung), sudah berjajar kursi-kursi yang disediakan untuk orangtua yang menonton. Ada space lantai yang cukup lebar antara panggung dan kursi tentunya.. Dan di situlah saya dan para emak berseragam kaos merah abu-abu itu duduk ndeprok di lantai.. Hehehe.. Tidak boleh ada penonton yang berdiri, karena pastinya akan menganggu penonton lainnya... :-D

Tips merekam aksi anak-anak di panggung:
Duduk saja ndeprok di lantai. Cuek saja, ndak usah mikir kotor.. Para orangtua yang anaknya sedang tampil pasti akan merubung sekitar panggung. Lalu saat giliran anak kita tiba dan sekitar panggung sudah clear, saya dan para emak tinggal ngesot saja ke depan panggung. Saya merekam sambil duduk. Beberapa emak dan babe lainnya bisa juga merekam di belakang saya dengan posisi berdiri di lutut. Sedangkan para penonton di belakang yang duduk di kursi, semua masih bisa melihat acara tanpa terhalang kami yang sedang merekam. Dan semua pun senang. Hehehe..

Ohya, ada satu yang ndak enak loh... Selama saya mengantri di belakang panggung, kan Oma Opa (juga Eyang) Vania duduk di kursi-kursi penonton itu... Ada anak-anak Kelompok Bermain dari sekolah cabang yang mana saya ndak tau... Yah, sebagian besar dari mereka nangis... Oma Vania cerita, sang MC malah bilang, "Ini mau nari apa mau nangis ya?"

Ouch...

Jujur saja semua ini adalah pengalaman pertama yang luar biasa bagi saya dan Vania..Saya jadi lebih paham tentang ini dan itu.. Mudah-mudahan ke depan pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk saya pribadi, dan untuk sekolah Vania juga tentunya, supaya jadi lebih baik lagi.. :-)

Untuk Vania dan teman-teman... Walaupun belum dapat piala... Kalian tetap juara di hati Mama... Kiss kiss.. :-*

Sunday, April 21, 2013

Srikandi Bertenaga Kuli

 

Foto ini adalah foto ketika saya PTT dulu. Menjelang akhir masa tugas saya, sahabat-sahabat saya di Puskesmas Bulango, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ini, tiba-tiba ketularan hobi saya, yaitu foto-foto.. ^_^   Foto di atas diambil oleh teman saya pak Kepala Puskesmas, dr. Fendi.. :-D

Ada satu quote yang saya suka...
 "Dokter gigi adalah perpaduan yang sempurna antara kecerdasan, kecantikan dan tenaga seperti kuli.." - Andrea Hirata -
Selamat Hari Kartini... Maju terus perempuan Indonesia! ^_^ 

Foto ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan: Sehari Menjadi Srikandi

Tuesday, April 16, 2013

PORSENI Komimo

Pekan Olahraga Komimo Se-Jabodetabek sudah terlaksana pada akhir Februari lalu, tepatnya hari Sabtu tanggal 24 Februari 2013. Sedangkan Pentas Seni Komimo Se-Jabodetabek (insya Allah), akan diadakan pada tanggal 20 April 2013 besok.

Vania dan teman-teman di sekolah sedang sibuk latihan menari dan paduan suara untuk Pentas Seni antar Komimo besok. Sampai-sampai Vania sempat mengeluh, "Buuun... Kok latihan nari sama nyanyi terus sih Buuun? Vania capek nih... Bilangin sama Bu Guru..."

Hihihi.. Walaupun berdasarkan laporan gurunya, Vania enjoy saja itu latihan menari dan menyanyinya.. Jadi, di rumah Bunda hanya memberi semangat buat Vania saja supaya memberikan yang terbaik yang Vania bisa. Insya Allah.

Bunda ingin menceritakan tentang Pekan Olahraga Februari lalu... Bunda bangga akan kemajuan Vania sampai saat ini... Alhamdulillah..

Event ini diadakan di Taman Wiladatika, Cibubur. Cuaca hujan, tak menghalangi anak-anak ini untuk tetap tampil. Kasihan sebenarnya. Banyak orangtua waswas tentu saja. Termasuk Bunda sendiri. Dan memang terbukti benar, karena seminggu setelah tampil hujan-hujanan itu, Vania sakit demam tinggi selama 5 hari lamanya.

Baiklah, karena sekarang Vania (insya Allah) dalam keadaan sehat, kita lupakan sejenak bagian tak mengenakkan itu.. ^_^

Acara Sport Competition Komimo dimulai dengan parade masing-masing cabang Komimo (seingat Bunda, ada 12 cabang Komimo se-Jabodetabek). Vania, adalah bagian dari Komimo Cilangkap, Jakarta Timur. Banyak anak yang hujan-hujanan saat parade ini. Tapi tidak bagi kami.. :-D  Ada seorang mama yang dengan kreatifnya berinisiatif menjadikan terpal tempat duduk kami untuk dijadikan "atap" selama kita berparade... Way to go, Komimo Cilangkap! :-D

Terpal jadi payung.. ^_^

Selesai parade, masing-masing Komimo bersiap untuk lomba pertama yaitu drumband. Siapa yang siap lebih dahulu dipersilahkan untuk tampil. Bunda lupa Cilangkap dapat nomor berapa, tengah-tengah lah ya...

Bunda ingin mengekspresikan betapa bangganya Bunda kepada Vania... Kalau Vania baca ini suatu saat nanti, asal Vania tau.. Dulu waktu Vania playgroup (di sekolah lain) Vania sangat takut ketika mendengar kakak-kakak kelas yang TK berlatih drumband. Bahkan pernah suatu kali Vania sampai mogok sekolah! Di sekolah pun Vania tak mau bergabung dengan teman-temannya untuk ikut intra drumband. Vania pendiam, penyendiri, dan tak bisa bersosialisasi.

Tapi... Lihatlah Vania sekarang! Bunda tak akan membandingkan kamu dengan anak-anak lain, Nak... Walau masih banyak yang bilang Vania ini pemalu dan pendiam, tapi saat ini dirimu sudah mengalami kemajuan yang luar biasa.. Guru-guru Vania di sekolah adalah pengamat yang sangat objektif. Mereka sangat tau dan juga bangga akan kemajuan Vania.. Alhamdulillah...

Sudah rapi memakai kostum drumband.

Bersiap dengan drum-nya... :-D

Berbaris bersama teman-teman... Bisa lihat tidak, Vania yang sebelah mana? Teman-teman Vania besar-besar ya badannya.. ^_^

Anak-anak TK ini lomba dalam cuaca gerimis.. Oh dear, children...

Walaupun ada satu-dua kali kesalahan pukul, tapi keberanian Vania untuk tampil, patut Bunda banggakan. Selamat ya Nak, Vania sudah bersedia keluar dari zona nyaman... ^_^

Setelah drumband, giliran lomba gerak jalan. Jadiii... Ganti kostum lagi... :-)

Vania ini tidak nyaman ganti baju di depan orang banyak. Dia sudah punya malu. Jadi dia tak mau seperti teman-temannya yang bersedia buka baju di lapangan dengan hanya mengenakan pakaian dalam saja. Mau tak mau, akhirnya bajunya Vania, Bunda dobel saja. 

Seragam gerak jalan.. :-D

Siaaap grak!
Kelompok gerak jalan dipimpin oleh kakak kelas Vania yang di TK B, kakak Alia.  Anak-anak ini lomba gerak jalan masih dalam cuaca gerimis loh... Untung pas mereka selesai, baru deh hujannya menderas...

Lencang depan, grak! Maju, jalan... Aduuuh Vania ngapain garuk-garuk kepala? Ayo jalan..! *Bunda tepok jidat*

Akhirnya jalan juga... Beberapa ratus meter kemudian mereka berhenti, hormat, lalu bubar jalan.. :-D 

Setelah gerak jalan ini, sebenarnya Vania masih disuruh lomba estafet. Sudah latihan berkali-kali pula di sekolah... Tapi ternyata, Vania capek dan ndak mau lagi ikut lomba.. Hihihi.. Ya sudah tak apa... Banyak juga anak-anak (khususnya TK A) yang kelelahan dan tak mau meneruskan lombanya..

Kasihan sebenarnya, Komimo cabang lainnya banyak muridnya. Bisa seratus lebih. Sedangkan Komimo Cilangkap hanya 40an anak. Kurang personil. Sehingga ada yang ikut lomba dobel-dobel. Bahkan ada yang ikut lomba 4 macam.. Ckckck... Untung pada semangat semua ya.. Hebat deh anak-anak Cilangkap.. :-D

Akhirnya lomba estafet Vania diwakilkan yang lain...

Yaaa.. Alhamdulillah yaaa... Walau bukan juara pertama, tapi anak-anak TK ini bisa dapat penghargaan juga.. ^_^

Juara Harapan I untuk lomba drumband, dan juara II untuk lomba gerak jalan. ^_^

Seminggu kemudian Vania sakit karena lomba dalam cuaca hujan. Teman-teman Vania juga banyak yang sakit. Bahkan beberapa juga dirawat. :-(

Dua piala di atas itu diantarkan ke rumah oleh Kak Friska, yang datang sekalian menjenguk Vania. Sayangnya, Vania sedang bobo saat kak Friska datang. Makasih ya Kak.. :-)

Ohya, selain tiga lomba di atas, ada juga lomba futsal (ini khusus anak laki-laki). Syukurlah, mereka juga menang. Dan ada juga lomba-lomba buat orangtua seperti aerobic, futsal dan estafet. Yang ini optional :-)

Sabtu tanggal 6 April 2013 kemarin, Vania terima raport mid-semester. Alhamdulillah, kemajuan Vania adalah hal yang sangat Bunda syukuri.

Saat acara penerimaan raport itu, anak-anak yang akan pentas seni tanggal 20 April 2013 nanti, dipentaskan juga di depan para orangtua murid. :-D

Vania sedang berkumpul bersama teman-temannya...

Pentas anak Komimo Playschool cabang Cilangkap. Kenapa fotonya jadi gelap begini ya? O_o

Vania dan teman-temannya TK A, menyanyikan lagu "Tanah Airku". Setelah paduan suara ini, seharusnya mereka mementaskan tarian daerah juga. Untuk TK A, adalah tarian daerah Aceh. Sayangnya, ketika akan tampil, Vania (entah bagaimana kejadiannya) tak sengaja kena pukul oleh seorang anak laki-laki TK B yang sedang joget-joget sambil loncat-loncat. Ya sudahlah tangisnya pecah.. Hahaha... Akhirnya Vania mogok ndak mau nari.. Kak Friska sampai bingung, karena menurut kak Friska Vania sudah bagus loh tariannya.. :-P

Ndak masalah, Vania... Ndak apa-apa... Yang penting sekarang, Bunda sedang berpikir.. Bagaimana caranya supaya Vania tidak "lo-senggol-gue-nangis" seperti tempo hari. Bunda ndak akan marah sama anak itu, pastinya dia juga ndak sengaja. Lagipula, yang penting kan membangun benteng sendiri ya Vania, supaya kita bisa kuat dan tegar menghadapi dunia luar...

Bunda sedang berpikir untuk mengikutkan Vania di perguruan silat... Saat ini, Bunda sedang berusaha memenangkan debat dengan si Oma, yang menginginkan Vania nari balet. Kita lihat saja minatnya Vania deh Oma.. Hehehe.. ^_^

Anyway, mohon do'anya ya teman-teman... Supaya pentas seni Vania dan teman-teman sekolahnya tanggal 20 April 2013 nanti, berjalan lancar.. ^_^

Khusus buat Vania, mudah-mudahan ndak ada kejadian "lo-senggol-gue-nangis" lagi ya.. Apalagi sesaat sebelum pentas.. Hihihi..

Pentol Korek Api

Jika berbicara tentang korek api, ada dua kejadian yang membekas di ingatan saya.. :-D

Yang pertama... Akhir Maret kemarin, saya berkesempatan mengikuti training ESQ yang tahap tiga, yaitu ESQ Self Controlling and Strategic Collaboration.

Pada tahap ini dimaksudkan untuk mendalami makna dari Rukun Islam yang ketiga (puasa) dan keempat (zakat). Tentu kita semua sudah paham apa makna dari puasa dan zakat untuk kehidupan kita sehari-hari. Puasa, adalah untuk menahan diri dari hal-hal yang tidak baik. Sedangkan zakat adalah persiapan bekal kita di hari akhir nanti, dengan strategi yang matang.

Pada sesi pembahasan mengenai Self Controlling (puasa), ada satu perumpamaan yang sangat berkesan bagi saya.. Yaitu, analogi pentol korek api.

Iyaaa... Pentol korek api... Mari kita pikir sejenak, apa bedanya pentol korek dengan kepala kita..?

Tentu saja tak ada satu pun manusia yang rela kepalanya disamakan dengan pentol korek bukan? :-D

Tapi jika saya melihat aneka berita di televisi...
Senggol sedikit?!?! BACOK!!
Tersinggung sedikit?!?! BAKAR!!
Lewat batas sedikit?!?! TEMBAK!!

Mirip nggak ya? Dengan pentol korek api.. Yang digesek sedikit, dia langsung terbakar..???

Pinjam dari sini.

Tapi ndak usahlah kita melihat orang lain. Apalagi meneliti kesalahan orang lain... Satu demi satu... Coba kita bercermin dulu... Sudahkah kepala kita benar-benar berbeda dari sekedar pentol korek api?

Fast track!

Bertindak secepat kilat tanpa dipikir. Rasanya saya pun demikian...Cepat tersinggung... Cepat marah... Ah, betapa hinanya diri saya ini...

Mungkin fast track dibutuhkan jika kita melihat bahaya. Misalkan, gempa bumi, ular berbisa, tsunami.. Jika menemui hal-hal seperti ini memang baiknya ndak usah dipikir, lekas saja bertindak sesuai insting untuk menyelamatkan diri.. Ya kan? :-D

Tapi jika berhadapan dengan makhluk Allah lainnya yang bernama manusia.. Seharusnya kepala kita yang bukan sekedar pentol korek api, digunakan untuk berpikir, karena Allah sudah memberi kita akal toh?

Jika ada sebuah mobil menyalip di depan kita dengan gaya ugal-ugalan, tentunya yang sering saya lihat (keluarga saya sendiri bahkan), akan mengklakson mobil tersebut dengan emosi yang terbakar, bahkan terkadang disertai dengan sumpah serapah. Tapi kita kan ndak tau ya, apa yang ada di dalam mobil tersebut. Bisa jadi dia mengantar orang yang sedang sekarat. Wallahu'alam.

Begitu pula saya, yang juga sering fast track di rumah, apalagi jika saya sedang terburu-buru kemudian Vania menangis meraung-raung yang entah-karena-apa. Duluuu, saya pernah membentak. Walaupun sekarang sudah tidak, tapi jika suara tangisan yang tak jelas sebabnya itu masuk ke telinga saya, rasanya mau putus saraf ini.

Tapi sekali lagi harus saya ingatkan diri saya sendiri, untuk tidak menjadi seperti pentol korek api. Tentu saja saya harus menghadapi Vania dengan kepala dingin.. Hmm.. Ambil air segayung, siram ke kepala..  Atau bisa juga dengan cara yang lebih elegan... Berwudhu. :-D

Pinjam dari sini.

Kejadian kedua yang mengingatkan saya kepada pentol korek api, adalah waktu saya menjalani masa Ospek (Orientasi pengenalan kampus).

Suatu pagi, kami para mahasiswa baru, diberikan masing-masing satu kotak korek api, seperti gambar yang di atas itu. Kami diberi instruksi untuk menghapal tulisan yang tertulis di kotak tersebut. Jonkopings Tandsticksfabriks Patent... dan seterusnya... Kemudian siang hari setelah istirahat makan siang kami akan ditagih hapalannya, begitu instruksi awalnya.

Sulit ya buat saya (dan teman-teman), melakukan sesuatu yang absurd seperti itu. :-D
Tapi saya paham sih maksudnya kakak kelas kami, mungkin agar kami terbiasa menghapal banyak dengan waktu terbatas dan dalam kondisi di bawah tekanan. Setelah kami mempersiapkan hapalan, ternyata siang hari itu agendanya beda..

Kami digiring masuk ke kamar mayat RSCM dengan mata tertutup. Tentu saja ini horror bagi sebagian besar dari kami. Satu per satu kami disuruh pegang-pegang sesuatu (yang katanya sih mayat, tapi masih hangat), dan juga pegang-pegang tulang belulang. Kemudian setelah berputar-putar dalam ruangan berbau formalin selama beberapa saat, kami dengan mata masih ditutup digiring lagi entah kemana. Sepertinya keluar ruangan.

Ketika satu per satu kami diperintahkan untuk membuka penutup mata, ternyata ada seorang kakak kelas di depan kami yang tiba-tiba berteriak, "Haaaa!!!!"

Hal itu menyebabkan (pengalaman saya sih), jantung saya nyaris copot. Lalu saya  langsung dibentak, "Mana hapalannya?!?!?! Manaaa?!?! Cepat!!! Cepat!!!"

Kata-kata aneh di kotak korek api tadi yang sudah saya hapal.. Buyar semua. :-D

Anyway, cerita kotak korek api jaman kuliah itu hanya intermezo sedikit dari apa yang ingin saya tulis disini... :-D

Tapi ya, jika saya bisa menyambungkan maknanya... Hmm.. Coba perhatikan ketika ospek berlangsung.. Perhatikan para kakak kelas itu yang berteriak-teriak memarahi adek-adek kelasnya, sampai otot leher mereka jelas terlihat... Wahai kalian para kakak kelas yang suka marah-marah, saya mau tanya.. Kepala kalian itu ada otaknya, atau hanya sebatas pentol korek api saja? :-D

Baiklah... Rasanya ini adalah catatan saya sendiri sebagai pengingat diri sendiri... Jika bermanfaat buat yang lain, ya alhamdulillah... Semua yang benar dari Allah datangnya.. Yang salah dari saya.. Mohon dimaafkan ya jika ada kata-kata yang kurang berkenan (halah kayak apaan aja ya?) :-D

Rasulullah bersabda "Kemarahan itu itu dari setan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah" (H.R. Abu Dawud).
 Dalam sebuah hadis dikatakan, "Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah" (HR Ahmad).
"Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud)." (HR Tirmidzi).

Saturday, April 13, 2013

Jalan-jalan ke Lembang

Ingin melanjutkan cerita Vania yang disini... ^_^

Jadi memang kebetulan pertengahan Februari kemarin, Opa Vania yang sudah pensiun ini mendapat undangan menjadi dosen sehari dari Komandan SESKOAU (Sekolah Staf dan Komando TNI AU) periode ini, yang kebetulan juga adalah adiknya si Opa. Hehehe...

Karena SESKOAU letaknya di Lembang, dan Opa ngajarnya hari Senin, Vania ngikut dooong... Jalan-jalan.. Hehehe... Jadi kami berangkat Sabtu pagi, dan sampai di lokasi tengah hari. Perjalanan sekitar 3,5 jam. Macet yang jelas sih.. :-D

Ini adalah halaman depan rumah dinas Komandan Seskoau. Pemandangan kota Bandung di kejauhan. Indahnya... Subhanallah ya.. :-D

Istirahat sejenak di kediaman komandan, untuk makan siang dan sholat. Alhamdulillah, kami dijamu oleh para pengurus dalam. Terima kasih yah Eyang Dipo. ^_^

Masih di komplek Seskoau. Melihat kota Bandung dari ketinggian.

Di Lembang, udaranya sejuk... Anginnya cukup kencang. Vania senang sekaliii... Sedari bayi, Vania suka sama yang namanya angin... ^_^

Sore itu, kami diajak jalan-jalan. Alhamdulillah kami diantar oleh dua orang pengemudi dari kediaman komandan, yang... sayangnya saya lupa nama-namanya karena sudah 2 bulan yang lalu... Hehehe.. Tapi terima kasih banyak ya.. ^_^

Kami diantar ke Kampung Gajah seperti yang saya ceritakan di blog Vania. Sehabis dari sana, kami  pulang menuju kediaman komandan. Tapi kami mampir sebentar di toko Serba Susu Lembang di Jalan Seskoau. Unik-unik yang dijual disana, selain susu murni dan yoghurt, ada juga permen, kerupuk dan dodol susu! ^_^ Rasanya memang susu sekali. Kerupuk susu ini rasanya lucu sekali. :-D

Serba Susu Lembang. Harga persisnya saya lupa... Seingat saya kerupuk susu itu Rp.15rb (kalau ndak salah), dan dodolnya isi 12 biji Rp.25rb... Cmiiw..

Setelah dari sana, pulang ke kediaman komandan, Vania dan Aira mandi, makan malam dan istirahat. Sekali lagi, makan malam kami sudah disiapkan oleh pengurus dalam. Alhamdulillah.

Me time.

Paginya, selesai sholat Subuh, saat Vania masih tidur, saya pergi sendiri ke teras depan. Menikmati suasana berangin yang dingin.. Dingiiin sekali.. Dengan harumnya pohon pinus yang memanjakan indera penciuman saya. Kadang di saat-saat seperti ini saya merasa seperti debu di atas bumi ini. Pernah sahabat merasa demikian? Di saat seperti apa, dan dimana?

Siap-siap jalan pagi.

Selesai sarapan bubur ayam yang disediakan, kami bersiap jalan pagi. Karena kabarnya, setiap Minggu pagi (dari jam 6 pagi sampai dengan sekitar jam 11an siang), banyak terdapat pedagang aneka rupa di depan gerbang SESKOAU.

Kami jalan kaki menuju gerbang. Tapi si Oma dan Eyang yang kakinya sakit karena dimakan usia, terpaksa naik mobil deh. :-D

Suasana Minggu pagi. Pengamen Sunda itu menarik perhatian Vania. Vania nggak beli apa-apa, cuma beli balon saja.  ^_^

Masyarakat umum seperti kita-kita ini, diperbolehkan jalan pagi ke dalam komplek SESKOAU sampai pada titik tertentu. Wuah ramainya luar biasa.. Dari gerbang, ada mungkin para pedagang ini memenuhi jalan sampai lebih dari satu kilometer panjangnya.. Vania sampai kelelahan.. :-D

Balik ke komplek SESKOAU, kami dipersilahkan memetik apa saja di kebunnya rumah dinas Eyang Dipo.. :-D  Disana ada terung dan cabai. Itu saja sih. Hihihi.. :-D

Karena hari sebelumnya Vania nggak jadi petik strawberry, disini Vania puas-puasin petik terung. Hehehe.. Oma dan Eyang juga kalap liat cabai yang berbuah lebat. :-D

Hmm... Abis dari sini kita kemana yaaa?


Floating Market Lembang.

Aha! Banyak sekali saya baca para sahabat yang sudah jalan-jalan ke Floating Market Lembang, seperti si Teteh dan Pakde. ^_^

Pertama kali melihat plang namanya (saat menuju Seskoau), saya sempat membatin, ini apa seperti pasar apung yang di Kalimantan itu ya? Nggak persis sih, tapi agak mirip. Memang tempatnya indah sekaliii... :-D

Suka! Sukaaa sekali dengan suasana disana.

FYI, kita jalan-jalan kesini, belum ada yang mandi loh. Hahaha... Lah, habis jalan pagi, petik terung, lalu langsung ke Floating Market Lembang ini deh. Vania dan Aira juga masih pakai piyama. Hihihi... Oma dan adik ipar saya masih pakai daster. Saya masih pakai baju yang buat tidur semalam. Hahaha...

Kalau ingin foto keluarga, jika tak ada yang bisa dimintai tolong ditambah tidak membawa tripod, kamera bisa diletakkan di atas batu atau rumput. Tapi yaaa hasilnya seperti ini deh, hehe... Yang penting everybody's in.. ^_^

Vania sampai bingung melihat banyaknya perahu yang berjualan aneka rupa. Akhirnya kita sewa permainan air saja deh. Saya, Vania dan Opa naik sepeda air. Sedangkan Aira beserta mama papanya naik sampan. Harganya lupa berapa. Hihihi... Kalau nggak salah Rp.70rb untuk sampan dan Rp.50rb untuk sepeda air ya? Cmiiw.

Setelah main-main sepeda air. Kami makan-makan cemilan.

Untuk setiap tiket masuk kita dapat minuman gratis. Bisa pilih. Foto kanan bawah itu durian bakar. Yang suka durian Oma dan Aira, lihat saja itu mereka rebutan. Haha.. Tapi ternyata rasa duriannya hilang ya kalau dibakar gitu (berdasar testimoni Oma), Aira ndak doyan jadinya.

Saya beli pohon buncis baby itu.. Dan seperti yang sudah saya perkirakan, tak berapa lama menghirup udara Jakarta, si pohon buncis itu tewas. X_X

Etapi, mungkin sayanya juga yang nggak perhatian sama si buncis.. Hehehe.. :-P


Selesai jalan-jalan di Floating Market Lembang, kami beli souvenir (beli baju buat Vania dan Aira). Lalu kami bersiap kembali ke Jakarta.

FYI, berangkat dari SESKOAU hari Minggu jam 2 siang. Sampai di rumah (Jakarta Timur) jam 7 malam. Gubraaak... Sedangkan si Opa yang pulang hari Senin sore, hanya menempuh perjalanan selama 2,5 jam. Mantaaaap yaaaa... ^_^

Mengesampingkan masalah macet, Vania teteeeeep ingiiiin sekali ke Lembang lagi, dan lagi, dan lagi.... :-P

Last but not least, terima kasih banyak untuk Eyang Dipo, Komandan SESKOAU periode ini, beserta staf yang mendukung, pengurus dalam, pengemudi, dan semuanya... ^_^

Di Satu Sudut Kampung Gajah

Kakak Keke dan kakak Naima, Vania mau cerita nih...

Pertengahan Februari kemarin, Vania dan Aira (adik sepupu Vania) ikut Opa yang sedang tugas ke Lembang. Nggak lama sih, cuma 2 hari saja. Vania terutama, sukaaa sekali kalau diajak jalan-jalan ke alam bebas. Nah, kemarin itu, kami sekeluarga berangkat dari Jakarta hari Sabtu pagi.

Seperti biasa ya, macet itu pasti.. Hehehe.. ^_^

Jadi, perjalanan kami ke Lembang sekitar 3,5 jam. Sampai di penginapan pas tengah hari. Selesai makan siang, sholat dan bersih-bersih, kami diajak jalan-jalan sama Paman Pengurus Dalam (soalnya waktu itu Opa Vania mendapat undangan jadi dosen sehari di Seskoau, jadi ada paman pengurus dalamnya ^_^).

Sedari Jakarta sampai ke Lembang, Vania bersemangat sekali, karena Vania ingiiiiin sekali petik strawberry! ^_^

Ternyata ya Lembang juga macet dengan kendaraan berplat nomor B.. Hihihi... ^_^ Dan sepanjang perjalanan yang namanya kebun strawberry penuh dengan pengunjung dan bis-bis pariwisata. Akhirnya kami pilih ke Kampung Gajah saja. Ada mainannya, sekalian ada kebun strawberry-nya juga. Kami sampai di Kampung Gajah hampir pukul 4 sore.

Box tiket.

Harga tiket per orang (terusan) adalah Rp.200.000,- (hari libur), dan Rp.150.000,- (hari biasa). Harga sekian sih lumayan mahal buat kami, apalagi Vania dan Aira masih balita dan nggak mungkin menaiki semua permainan.

Tapi ternyata kalau di atas jam 4 sore, tiket jadi setengah harga. Wah kebetulanlah kalau begitu. :-D

Sayangnyaaa... Ketika kami mau beli tiket, tiba-tiba cuaca gerimis, kakaaak... Huhuhuuu... :-(

Ya sudahlah, nggak usah sedih yah... Siapa tau masih ada yang bisa dilihat... ^_^

Nah, di sekitar situ, berjajar kios-kios makanan. Bunda Vania pikir, apa wisata kuliner saja yah buat Vania dan Aira? Tapi ada yang lebih menarik buat anak-anak ini ternyata. Ada gelembung-gelembung yang melayang-layang terbang di sekitar Vania dan Aira. Dan uniknya, gelembungnya besar-besar! Wow!!! :-D

Apa itu...?!

Aira suka menangkap gelembung sabun besar-besar ini! Hati-hati kena ke mata ya Aira. :-D

Iyaa... Ada paman dan bibi baik hati yang menjual mainan gelembung sabun!  ^_^
Uniknya, gelembung sabun dibuat dengan alat yang lain dari biasanya, buatan mereka sendiri, yaitu dari sepasang stik kayu dan benang. :-D

Kata paman dan bibi ini, cairannya khusus dan tidak ada di Indonesia (karena yang buatan sini, menurut mereka gelembung sabunnya mudah pecah). Untuk bermain gelembung sabun ini ternyata butuh cuaca yang mendukung loh. Dan ternyata cuaca gerimis adalah yang paling bagus untuk bermain gelembung sabun! Wah, kebetulan dong... ^_^

Si bibi menyiapkan cairan sabunnya, si paman membuat pertunjukan buat Vania dan Aira. Kedua bocah ini senang sekali! ^_^

Paman: "Begini cara memainkannya, adek.."

Wow! Besar sekali...! ^_^

Dengan stik kayu khusus yang dibuat oleh paman dan bibi ini, Vania dan Bunda bisa masuk ke dalam gelembung sabun. Hehehe... :-D

Semua pertunjukan yang dibuat oleh paman dan bibi itu, serta foto kami yang masuk ke gelembung sabun itu, gratis loh... Ya, fotonya dengan kamera kami sendiri sih.. :-D  Kami hanya membayar barang-barang yang kami beli. Untuk cairan sabun yang isinya 500ml, harganya Rp.25.000,- per botol. Lalu stik kayunya itu (yang paling kecil) harga satuannya adalah Rp.10.000, -

Yang tadinya nggak niat beli mainan ini, akhirnya beli deh... Sepasang buat masing-masing bocah, ditambah dua botol cairan sabunnya. Kalau nggak gitu kan rebutan ya.. Hihihi... ^_^

Nah, karena Vania dari Jakarta sudah ingiiin sekali petik strawberry, akhirnya kami mampir juga di kebun strawberry milik Kampung Gajah. 

Kebun strawberry.

Tapi lagi-lagi...Sayangnyaaa... Strawberry-nya sudah habis, kakaaaak! Huhuhuuu... :-(

Nggak jadi petik strawberry...

Tapiii... Sekali lagi, nggak usahlah bersedih... Ayooo, Vania cari-cari lagi... Pasti ada sesuatu yang menarik disini.. Apa saja bisa dijadikan mainan, toh? ;-)

Buah kersen.

Naaah... Kebetulan di depan kebun strawberry itu, ada satu pohon kersen yang pendek. Buahnya, biasa disebut anak-anak komplek tempat Vania tinggal, dengan sebutan buah ceri.. :-D

Jadi itulah yang jadi perhatian Vania...

Kata Vania ke Aira... "Aira... strawberry-nya udah  abis... Ya udah deh nggak apa-apa... Nih aku ketemu buah ceri nih Aira... Buah cerinya cuma satu siiih... Nggak ada lagi yang merah, lainnya masih ijo kecil-kecil... Tapi nggak apa-apa deh... Alhamdulillah ya, kita masih bisa dapat satu ceri.."

Yah Bunda Vania jadi geli, kasihan, sekaligus terharu sih, mendengar Vania bilang begitu.. Hihihi... Padahal Vania sudah membicarakan strawberry dari Jakarta. :-D

Walau nggak dapat strawberry tapi tetap senang yaaa... ^_^

Bunda Vania bersyukur juga, karena Vania dan Aira ini masih bisa bersenang-senang walaupun nggak didapat apa yang sebelumnya direncanakan. Buat kakak Keke dan kakak Naima, pasti suka jalan-jalan ya? Tapi jika suatu saat jalan-jalannya kakak ternyata nggak sesuai rencana, Vania yakin deh pasti kakak Keke dan kakak Naima masih bisa bersenang-senang juga kan yaa... Karena apa saja yang biasa bisa saja dijadikan sesuatu yang istimewa... Ya kan? Insya Allah... ^_^


Saturday, April 6, 2013

Wayang Ala Opa

Vania punya kebiasaan sebelum tidur... Yaitu selalu dibacakan cerita... Seringnya sih sama Bunda, tapi kalau Bunda belum pulang ya dibacakan cerita sama Eyang.

Nah, kalau Vania lagi kangen sama Opa, Vania minta diceritain sama Opa. Tapi kalau sama Opa, Vania nggak mau diceritain pakai buku. Maunya pakai boneka, kalau istilahnya Opa sih, main wayang-wayangan. Pakai koleksi boneka Vania yang banyak itu.

Ceritanya macam-macam deh. Kadang percakapan antara si Kelinci dan si Ulat Bulu tentang kenapa kita harus sholat. Kadang si Monyet berantem sama Spongebob karena si Monyet ingin membela kebenaran. Eh, tapi kata Opa nggak boleh mukul teman loh. Yah kalau temannya nakal bilang saja sama Bu Guru.

Note: Vania jadi sering banget laporan sama gurunya, kalau temannya melakukan apa saja yang menurutnya nggak seharusnya begitu. Duuuh, jadi tukang lapor ya?! Salah lagi... *Tepok jidat*

Karena Opa sering main wayang-wayangan sebelum Vania tidur, Vania jadi penasaran.. Seperti apa sih wayang yang benerannya itu? Nah kemarin Vania ikut Bunda ke Jogja. Disana kita bisa beli wayang... Hore! Vania jadi tau deh, ooh seperti ini ya wayang yang beneran itu... :-D

Ternyata masih cakepan bonekanya Vania ya... ^_^


Bunda beli dua wayang ini di tempat souvenir Candi Prambanan, seharga Rp. 25rb. Tadinya yang jual pasang harga Rp. 40rb loh, untuk satu wayang. Ditawar-tawar sama Bunda akhirnya dapat deh Rp.50rb dua. Hehe... Mungkin karena sudah sore juga, jadi mereka menjual dengan lebih murah. :-D

Itu juga udah alhamdulillah loh.. Bunda cari wayang-wayangan ditoko souvenir TMII yang deket rumah, satunya bisa Rp.90rb. Malah ada yang Rp.130rb (padahal kecil). Weewww!

   

Sebenarnya Opa udah berusaha memainkan wayang ini... Tapi ternyata susah mainin wayang di tempat tidur. Kalau mau bagus gerakinnya cuma bisa pegang satu wayang aja. Hihihi..

Ternyata susah loh ya, jadi dalang... Salut deh, buat para dalang... Semoga profesi ini tetap ada ya... Biar Vania kalau besar nanti bisa nonton pertunjukan wayang yang malam-malam itu.. Hehehe..


Dan karena kesulitan mainin wayang-wayangan tadi... Akhirnya Opa balik lagi deh main bonekanya.. Hehehe... Ya udah nggak apa-apa deh... Yang penting Vania seneeeng banget kalau diceritain dongeng sebelum tidur...

Semenjak dari Jogja, tempat ceritanya selalu sama... Desa Klaten... ^_^

Padahal Klaten itu kan nama kota, Vania.. Hihihi.. ^_^

Kalau teman-teman, suka diceritain dongeng apa sebelum tidur..?

Friday, April 5, 2013

Satu Keluarga

Semenjak si Ebeng almarhum, saya jadi trauma memelihara kucing lagi. Jadi, kesukaan saya pada kucing saya berikan saja untuk kucing-kucing jalanan yang sering saya temui di sekitar rumah. Foto di bawah ini adalah sekelompok kucing (yang saya simpulkan sebagai satu keluarga), di sekitar rumah kost saya ketika saya PTT dulu.

Saya suka foto ini, betapa yaaa kucing dewasa itu lebih mendahulukan anak-anaknya makan. Lucunya, si bapak kucing ini maju menghadapi ancaman (dalam hal ini, saya) yang sepertinya bisa membahayakan keluarganya. :-D  Padahal saya yang kasih makan, dasar yaa kucing nggak tau diri.. Hahaha...


Mau apa ente deket-deket??? Anak-anak ane lagi makan, cuy.. Jauh-jauh lah sana... Jangan ganggu keluarga ane!!! Kalau ente maksa, hadapi dulu ane! Ente nggak bakalan bisa ganggu anak-anak ane! Huh! Langkahi dulu ekor ane!

Miaw-miaw ini diikutkan di Cat's Giveaway by AHc

Tuesday, April 2, 2013

Cerita Akhir Pekan: Museum Gajah

Liburan panjang kemarin, Vania manfaatkan untuk jalan-jalan bareng Aira. ^_^
Vania suka jalan-jalan di alam terbuka, jika dia ditanya "mau kemana?" biasanya Vania akan menjawab mau ke Lembang. Sedangkan Aira suka ke mall, jika ditanya "mau kemana?" Aira hampir selalu menjawab mau ke mall. :-D

Akhirnya kami cari jalan tengah, yaitu ke museum. (Nggak nyambung ya? Hihihi... Biarin deh..)

Hari sabtu kemarin, kami berangkat agak kesiangan, karena pagi itu kami kedatangan tamu dulu. Jadi sampai di Museum Nasional sekitar jam 11 lewat. Parkirnya jauh (untuk ukuran anak balita), di basement, dan tidak ada tangga naik masuk ke museum dari basement itu. Sehingga mobil kami naik lagi ke atas dan anak-anak turun dulu di pintu utama, kemudian mobil baru diparkirkan oleh adik saya ke basement. Dia dapat di basement paling bawah, turun satu level lagi. Anehnya kenapa yaaa, basement paling bawah itu digenangi air dimana-mana? Seperti sisa-sisa banjir begitu.

Di pintu masuk kami membeli tiket seharga Rp. 5.000,- untuk dewasa dan Rp. 2.000,- untuk anak-anak. Barang bisa dititipkan di tempat penitipan, tapi tas dompet dan tas kamera boleh dibawa masuk.

Vania dan Aira. Ini patung Budha di dekat pintu masuk.

Dari pintu masuk, kami berjalan ke arah kiri (karena seperti itu rutenya, menurut petugasnya). Tepat di depan kami ada pintu besar menuju satu ruangan ber-AC dengan koleksi aneka perabotan tua. Terdapat meja besaaaar dari kayu jati, chandelier dari abad ke-19 dan aneka koleksi meriam. Vania dan Aira cukup takjub ya dengan barang-barang tua ini. Vania dan Aira harus bersyukur ya, kita hidup di jaman sekarang karena jaman dulu menyeramkan sekali dengan perang dan sebagainya.

Ruangan-ruangan yang sepi dan patung-patung yang tidak sempurna (karena patah dan sebagainya), membawa auranya sendiri, sehingga Vania terlihat agak ketakutan dan nggak mau melepaskan tangan saya untuk beberapa saat. Aira juga digendong mamanya. Tapi lama kelamaan para bocah ini bisa enjoy juga. :-)


Kami tak menghabiskan waktu lama di ruangan meriam itu. Selain terlalu sepi, bau ruangannya juga kurang sedap. Mungkin karena faktor pemeliharaan atau semacamnya ya... CMIIW.

Lanjut lagi, kami menyusuri lorong dengan aneka pajangan patung. Banyak yang rusak. Vania terlalu sibuk (mungkin) menenangkan dirinya sendiri sehingga ia tak banyak bertanya seperti biasanya.


Kami masuk ke Ruang Tekstil. Disini lebih parah lagi bau ruangannya. Menyengat dan membuat mata kita pedas. Mungkin ini dikarenakan bahan-bahan kimia yang digunakan untuk pemeliharaan tekstil itu ya..? Anak-anak langsung diminta Opa keluar ruangan.

Ruang tekstil. Ternyata dulu ada ya, bahan pakaian dari kulit pohon. ^_^ Yang bawah adalah ruangan koleksi kain batik dan kain daerah lainnya, seperti songket, dll.

Bersebelahan dengan Ruang Tekstil, ada Thai Room. Ruangan yang berisi koleksi barang khas Thailand ini, menurut data yang tertulis disana, adalah hasil kerjasama antara Kementrian Pariwisata Indonesia dan Kementrian Luar Negeri Thailand. Diresmikan tahun 2003.

Topeng Thailand. Ada yang bertaring, ada juga yang tersenyum. Vania: "Aira, kamu suka topeng yang mana?"

Dari Thai Room ini kami lanjut ke Ruang Etnografi. Disini terdapat koleksi aneka benda, kebudayaan Indonesia dari Sabang sampai Merauke :-D

Vania dan Aira memperhatikan aneka benda bersejarah ini, sambil mendengarkan cerita Opa. Kanan atas adalah aneka topeng Bali. Kanan bawah adalah koleksi keris Jawa.

Alat pemotong padi, topeng, dan wayang golek. Lihat tidak topeng dengan hidung panjang itu? Saya jadi bertanya-tanya, dari mana cerita dongeng Pinokio itu berasal ya?

Masih di Ruang Etnografi ini, ada set lengkap wayang kulit beserta alat musiknya. Vania suka wayang, karena Opa sering cerita wayang-wayangan sebelum Vania tidur. ^_^

Di latar belakang, adalah perlengkapan pertunjukan wayang kulit.

Daftar nama satu per satu alat musik yang digunakan untuk pertunjukan wayang kulit.

Ini salah satu foto favorit saya.. ^_^ Sepertinya Opa membatin,... "Kira-kira dua bocah itu sedang merencanakan kenakalan apa ya..?"

Ini adalah ruang untuk bersemayam Dewi Sri.

Tak jauh dari tempat wayang tadi, ada sebuah tempat tidur besar. Penasaran, saya membaca keterangan yang ada di depannya....
Pada rumah tradisional Bangsawan Jawa dahulu, selalu terdapat sebuah kamar khusus untuk memuja Dewi Sri. Kamar tersebut lengkap dengan seperangkat tempat tidur dan alat persembahan lainnya, dinamakan Pasren atau Petanen.

Benda lainnya yang ada di muka tempat tidur adalah sepasang pengantin jawa, "Loro Bionyo" dan lampu "Rornyang" yang selalu menyala setiap saat.

Sebagian masyarakat Jawa yang agraris percaya dan memuja Dewi Sri sebagai dewi pemberi berkah kehidupan bagi masyarakat petani di Jawa. Pada setiap habis panen, hasil panen dibawa ke kamar ini dan diinapkan semalaman, baru keesokan harinya dibawa untuk upacara. 

Pada upacara perkawinan, setiap acara pertemuan pengantin dilakukan di muka Pasren agar kedua pengantin mendapat berkah dari Dewi Sri, langgeng dalam menempuh kehidupan, seperti pasangan Dewi Ratih dan Dewa Karnajaya.

Lanjut perjalanan kami ke ruang Manusia Indonesia dan Lingkungannya... Disini ada penjelasan tentang manusia purba Indonesia. Sayangnya, kedua bocah ini sudah lelah. Sudah sekitar 30 menit lebih kami melihat-lihat koleksi museum. Dan bagi bocah-bocah balita ini, itu sudah cukup lama, sehingga mereka berdua rewel karena capek dan bosan. :-P

Akhirnya minta gendong deh... :-D.

Di belakang kami berdua itu ada patung manusia purba yang tidak memakai baju dan tidak punya kompor (masak dengan membuat api dari kayu). Pesan saya untuk Vania, makanya Vania harus belajar sungguh-sungguh, supaya bisa lebih pintar lagi, dan tidak "mundur ke belakang" menjadi seperti manusia purba ini. Manusia harus terus belajar maju ya.. Mudah-mudahan Vania bisa memahami kenapa kita harus belajar sejarah. ^_^

Dan karena bocah-bocah ini sudah  rewel, kami menyudahi kunjungan kami itu. Padahal masih banyaaaak yang belum dilihat. Mudah-mudahan bisa di lain waktu. Ternyata yaa sudah jam 12 lewat...!

Ooh, pantas saja. Pastilah dua bocah ini kelaparan ya. Hihihi... Kami mampir sebentar di kafetaria museum, saya kira ada makanan berat disana, ternyata hanya ada aneka minuman dingin, snack anak-anak, dan gorengan. Ada juga aneka souvenir dipajang di etalase, tapi nggak banyak. Kami membeli minuman saja.

Di pintu masuk, sambil menunggu adik saya mengambil mobil di basement, Vania dan Aira foto-foto di belakang patung gajah, hadiah dari pemerintah Thailand. Cuaca mendung saat itu, nggak panas. Lalu kenapa ya tampang dua bocah ini seperti itu? Apa ini salah satu ekspresi kelaparan ya? Hehehe.. :-P

Wajah-wajah kelaparan. :-P

Dari Museum Nasional, kami mampir di Sarinah - Thamrin. Cari makan disana. Saya nggak terlalu paham, sehingga nggak ngerti cari tempat makan di sebelah mananya, karena kebanyakan adanya toko pakaian. Untungnya adik saya tau, jadi kami turun satu lantai ke basement, karena di sanalah food court-nya berada..

Dalam keadaan bingung mau makan apa, kami langsung saja duduk di tempat makan yang kelihatan di depan mata. Bakmi Permata namanya. Vania saya pesankan Ayam Nanking, namun karena ternyata (pas terhidang) menu ini dicampur dengan udang, akhirnya untuk Vania saya pesankan mie goreng. Vania alergi makanan laut dan udang.

Untuk saya sendiri saya pesan nasi dan tofu asam manis. Rasanya cukup untuk lidah saya.. :-) Vania makan mie goreng, sedangkan Aira makan mie ayam. Lahap. ^_^ Anyway, yang paling bikin seneng disini adalah... Harganya nggak terlalu mahal, dan di akhir acara makan siang, kami mendapatkan free dessert (khusus untuk yang dine-in). Tetep yaa.. yang namanya emak-emak pasti suka yang gratisan. Hahaha..

Alhamdulillah...

Opa: "Vania.. Tadi di museum liat apa aja..?" ... Vania: "Wayang.." ... Opa: "Kalau Aira liat apa aja?" ... Aira: "Layang.." ... Hihihi... ^_^
 
Ini hiduuung... Wkwkwk... Ini foto favorit saya lainnya. Selesai makan, dua bocah ini rebutan dipangku Opa. Oma misuh-misuh karena nggak ada yang ngerebutin. Hihihi... ;-P

Selesai makan kami lewat depan toko donat, dan Aira minta dibelikan donat. Sekalian saja beli setengah lusin. Vania juga mau. Tapi karena sudah makan, dua bocah ini ON lagi. Baterenya full charged

Satu lagi foto favorit saya. Ini dua cucu Opa yang nggak bisa diem. :-D

Donat itu dimakan malam harinya. Sisa donatnya Aira yang sebelah kanan. Cuma dimakan atasnya saja. Donatnya jadi gundul ya? Wkwkwk...Sisa donat Vania yang sebelah kiri, cuma dimakan sepertiga. Kadang anak kecil bisa nyebelin ya. Minta dibelikan donat, dimakan segini doang.. :-P

Dari Sarinah - Thamrin, kami mampir di Masjid Istiqlal. Begitu saya bilang bahwa kita mau sholat di masjid, Vania langsung joget-joget. Aira ikutan. "Asssiiik... Bisa lari-larian.." Begitu ujarnya.

Ya Allah ampuni sayaaa... Beri saya kemudahan memperbaiki mind-set yang salah arah ituuu.. Amin.

Ternyata Sabtu kemarin Masjid Istiqlal luar biasa ramainya. (Apa selalu ramai ya? Saya nggak terlalu sering kemari). Sampai-sampai mengantri ke kamar mandi adalah suatu yang mustahil. Kasihan anak-anak ini, sudah tak tahan. Huhuhu... Untung saja kami dapat tempat paling ujuuuung, yang jalannya jauuuuh... Oma saja sampai ngos-ngosan. Kasihan Oma.

Saya sampai membatin, ada acara apa siiih? Mereka yang mengantri di kamar mandi itu, membawa alat mandi. Handuk, baju ganti, dsb. Emangnya mandi ya..? Heran...

Vania takjub dengan masjid terbesar di Indonesia ini.. Bocah-bocah ini nggak bisa liat tempat luas. Ya sudahlah... Asal tak berisik hingga menganggu jamaah lain. ;-)

Ketika kami keluar dari tempat parkir, baru saya paham mengapa Masjid Istiqlal penuh sekali hari itu. Ternyata, di pelataran parkir berjajar bis-bis pariwisata. Di badan bis itu tertulis alamat asalnya. TEGAL. Oh, pantas saja.. ^_^

Untuk info lebih lanjut, bisa kunjungi website Museum Nasional.