Thursday, March 28, 2013

Vania's 1st Long Trip

"Bundaaa... Bunda kalau senyum cantiknya seperti dari Jogja kesini (Jakarta). Tapi kalau lagi marah, cantiknya cuma dari dapur kesini (kamar)."

Biasanya kalau sudah begini, saya nggak jadi marah... :-P

Hihihi... Akhir2 ini, Vania hampir selalu mengekspresikan kata sangat dengan analogi jarak. Ini karena, memang sampai saat ini, baru Jogja tempat terjauh yang Vania capai... ^_^

Vania juga terkadang menggunakan analogi ini untuk hal2 lain, semisal makanan...

Kalau dia suka sekali, enaknya dari Jogja ke rumah Jakarta...
Kalau suka, tapi nggak banget, enaknya dari Bandung ke rumah Jakarta...
Tapi kalau dia nggak suka, enaknya cuma dari dapur ke kamar... (-___-)"

Pertengahan Januari lalu, kami sekeluarga berkesempatan pergi ke Jogja, untuk menyelesaikan beberapa urusan Bundanya Vania, serta mengunjungi kerabat dan sanak saudara kami di Jogja dan sekitarnya. Kami bertujuh saat itu, saya, Vania, Oma dan Opa, Eyang, Cachan serta Om Surya yang mengemudikan mobil. Perjalanan dengan kendaraan pribadi ke Jogja cukup berkesan buat Vania...

Perjalanan ke Jogja tempo hari, kami tempuh selama sekitar 13 jam..

Vania takjub..! Belum pernah seumur hidupnya yang namanya naik mobil dari pagi sampai malam nggak sampai2...

Awalnya Opa dan Oma mengkhawatirkan kondisi Vania jika diajak jalan jauh, apalagi kondisi cuaca yang selalu hujan. Tapi alhamdulillah, sampai di Jogja hingga kembali ke Jakarta, Vania sehat dan baik2 saja..

Kami berangkat dari rumah kami di daerah Jakarta Timur, hari Minggu pukul 6:30 pagi, lewat jalur selatan. Walaupun di peta kelihatannya dari Jakarta ke Jogja itu lebih dekat lewat jalur selatan, namun kondisi jalan yang berlubang2 cukup menghambat perjalanan, dan akhirnya waktu tempuh sama saja dengan jika seandainya kami lewat jalur utara ya... Hehehe...



Vania sempat memainkan tablet selama di perjalanan untuk menghilangkan rasa bosan, tapi hati2 lah... Bundanya lupa, bahwa melihat dengan dekat suatu benda dalam kendaraan berjalan (seperti membaca, dsb.) bisa membuat pusing... Sehingga Vania sempat muntah sedikit, tapi setelah itu membaik. Akhirnya selama sisa perjalanan, selain tidur, Vania ngemil, bernyanyi dan main tebak2an dengan Eyang dan Cachan.

FYI, Cachan ini adalah asistennya Oma, tapi sudah lebih dari 20 tahun ikut keluarga kami. Cachan (atau Mbak Atun nama aslinya), sudah dianggap seperti saudara, karena Cachan sudah mengabdi dari jaman Eyang buyut Vania masih ada...

Bosen... (-___-)"

Sebuah masjid di Tegal. Tempat kami melepas lelah sejenak. Vania minta dipijit sambil tiduran dalam masjid.. ^_^

Tengah hari kami sampai di Tegal. Istirahat sejenak untuk sholat dan makan. Kami membawa bekal untuk makan siang, sehingga tak mengandalkan rumah makan (yang memang ternyata sangat sulit ditemui). Sholat Dzuhur dan Ashar dijama', kemudian perjalanan dilanjutkan. Kami hanya berhenti sekali lagi di pom bensin, kemudian lanjut lagi sampai tiba di Jogja pada pukul 7 lewat malam itu. Si Surya yang seumur hidupnya di Jakarta dan belum pernah mengemudi di Jogja, menyebabkan kami mumet dengan sistem jalan di Jogja ini yang... Nggak ada puteran! Masya Allah! Jadi kalau sudah salah jalan, nggak bisa muter untuk balik arah.. Dan ini sangat memusingkan... (-___-)"

Akhirnya setelah muter2 selama sekitar 1 jam, kami tiba di penginapan jam 8 malam lewat sedikit.  Di mobil, saya harus menghadapi pertanyaan yang sama dari Vania setiap 5 menit, mulai dari maghrib sampai tiba di penginapan. "Bundaaa... Kapan sampenyaaa??"

Selesai bersih2 dan makan malam, Vania langsung bobo deh... Paginya... Vania senaaaang sekali mendapati taman di sekitar penginapan yang banyak bunganyaaa! Wuah..!

Opa dan Vania di taman. Minta ijin dulu sebelum petik2.. Hihihi.. ^_^

Rumah Vania di daerah Jakarta Timur... Dan disini... Nggak ada becak! hihihi... Akhirnya alih2 jalan pagi, Vania, saya dan Eyang sewa becak yang mangkal di depan penginapan. Seneeeng deh... Ini pertama kalinya Vania naik becak..! :-P

Hari pertama kami gunakan untuk menyelesaikan urusan Bundanya Vania. Kemudian kami mengunjungi kampungnya Cachan di Klaten. Selain untuk bersilaturahmi, kami juga niatkan memberi kesempatan Cachan untuk nyekar ke makam Ayahanda Cachan yang baru berpulang awal Desember lalu. Perjalanan ke Klaten memakan waktu sekitar 1 jam. Tapi kami baru sampai di rumahnya Cachan sekitar 1 jam kemudian. Total 2 jam. Vania pegel lagi, bawel lagi. Si Cachan yang sudah puluhan tahun di Jakarta bisa2nya lupa sama jalanan ke rumahnya sendiri... Padahal tiap tahun pulang... #weeew#

Sampai di Klaten, kami makan siang dulu di sebuah rumah makan yang namanya Taman Air. Sukaa!! Karena enak dan murah! Ahahaha... Sepiring munjung berisi beberapa ekor ikan gurame sama harganya dengan seporsi (satu ekor) ikan gurame di Jakarta! Sambalnya enak pula.. Vania pun lahap makannya... Hihihi.. ^_^

Salah satu rumah makan di kab. Klaten. Taman Air, namanya. Banyak permainan anak2 juga disini.

Selesai makan siang bersama dengan beberapa anggota keluarga Cachan, kami berkunjung ke rumah Cachan di desa Gamolan, kab. Klaten. Alhamdulillah, kami diberi usia untuk bersilaturahmi dengan keluarga Cachan. Senangnyaaa.. :-)

Oma sedang menikmati keindahan alam. Sawah dan ladang dimana2.. Hijau..! Di belakang Oma itu adalah kebun keluarga Cachan yang sedang ditanami kacang panjang.

Jika mendengar cerita Cachan, jadi sediiih... Betapa berat ya perjuangan seorang petani... Ibunda Cachan seringkali mengalami kerugian besar saat hasil sawahnya dimakan tikus... Atau kacang panjangnya mendadak diserang  hama.. Padahal jikalau berhasil panen semua pun, keuntungan juga tak seberapa dibanding betapa lelahnya memelihara padi dan tanaman palawija ini. Kata Cachan, masyarakat kecil tak berkutik jika sudah berhadapan dengan para tengkulak yang membeli dengan harga yang sangat rendah... :-(

Jika sudah begini, apa yang bisa kita lakukan? Mungkin paling tidak, kita tak membuang2 makanan ya... Hargai jasa petani...

Ah, Vania sukaaa sekali diajak main ke sawah... ^_^ Ini apa ya namanya? Alat untuk menghalau burung ini..?

Luar biasa ramahnya orang2 desa ini... Selain sawah dan ladang keluarga Cachan, tentu banyak juga milik tetangganya... Ada kebun timun, pare, dan pepaya... Setiap kami melewati kebun salah satu dari mereka, pasti kami disuruh mengambil hasil kebunnya. Vania petik satu pare, dan Paklik itu menyahut dalam bahasa Jawa yang kurang lebih artinya, "ambil lagi banyak2, adeeek..."

Pare dari kebun tetangga Cachan.

Alhasil Vania pulang dari sawah dengan sekantung penuh hasil bumi. Ada timun, pare, pepaya, kecipir, aneka bibit bunga, jeruk nipis... Wew... Alhamdulillah yaaa... Jadi malu, karena kami tak membawa apa2... Dan mereka pun menolak ketika kami mau kasih sesuatu. Kami dianggap keluarga Cachan dari Jakarta. And their stuff's not for sale for us..

Sepulang kami dari sawah, kami mendapati suguhan yang lezat nian. Ini bubur pati garut yang disiram dengan kuah santan. Hmm.. Yummy... Luar biasa kenyangnya kami hari itu.. ^_^  Tepung pati garutnya ditumbuk sendiri loh sama keluarga Cachan, apalagi masaknya dengan tungku... Rasanya beda deh! ;-D

Terima kasih banyak untuk keluarga Cachan...

Selain aneka panenan dari kebun, kami juga dibawakan oleh2 dari keluarga Cachan... Banyak sekali... Kami dioleh2i beras merah, telur bebek organik, kue kembang waru seberat 2 kg! Ini kira2 dua karung banyaknya.. Wow.. Alhamdulillah!


Sepulang dari tempat Cachan, kami kembali ke Jogja. Dari Klaten ke Jogja, kami lewat Candi Prambanan. Karena sudah sore, sudah sekitar jam 5 lewat, kami hanya sebentar mampir disana. Foto2 sebentar, kemudian pada pukul setengah 6 lewat penjaga candi memperingatkan kami, "Anak kecil jangan disini pas maghrib. Cepat keluar saja Bu..."

Dengan agak bergidik, saya dan keluarga buru2 keluar kompleks candi sambil baca ayat kursi... :-D Kemudian kami mampir sebentar di toko souvenir, membeli beberapa kenang2an seperti baju buat Vania dan Aira, serta mainan wayang untuk Vania. Ternyata kalau sudah sore begitu para penjual souvenir ini banting harga ya? ^_^

Di Jakarta, saya belum berhasil menemukan gudeg yang seenak gudeg Jogja asli. Vania saja suka!

Hari kedua, kami mengunjungi saudara kami di Magelang, sambil melihat tempat Opa Vania dulu pendidikan militer. Namun karena cuaca sedang hujan deras, akhirnya kami tak bisa mengabadikan Akademi Militer itu. Hanya lewat saja di depannya, diiringi cerita si Opa tentang masa pendidikan dulu..^_^

Ini pesanan Vania begitu dia melihat cokelat ini dipajang di etalase toko oleh2. Cokelat yang satu kotak harganya 25rb ini hanya berisi 4 buah borobudur mini. Saya mencoba satu, rasanya biasa saja sih, di dalamnya ada kacangnya.

Di Magelang, kami juga menyempatkan diri mampir di makam adik sepupu saya. Alm. Affwan, yang memang menderita kelainan jantung sedari kecil.

Kepergian Affwan awal Desember lalu, 2 minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-15 tahun, adalah satu teguran dan pelajaran yang sangat berharga buat saya.
Sepulang dari makam Affwan, kami menyempatkan mampir membeli oleh2... Oleh2nya yaa.. Cobek! :-D  Katanya kan daerah Magelang ini terkenal dengan kerajinan cobeknya ya...? ^_^

Sebelah kiri atas itu adalah neneknya Affwan, sedang pilih2 cobek bareng si Eyang... Katanya cobek yang bagus adalah yang tidak cepat menyerap air.. Diuji cobanya dengan menuangkan air di atas cobek itu.. Tapi semuanya menyerap air tuh, walau memang ada yang cepat ada yang lambat.. Entahlah... ;-D

Sepulang dari Magelang, kami mampir ke Malioboro, tapi nggak banyak yang dilihat dan nggak banyak yang dibeli, lagipula Vania sudah kelelahan..

Pagi hari ketiga di Jogja, kami keliling cari gudeg yang bisa dibawa pulang dengan pesawat. Untungnya ada sahabat Oma yang mengantarkan kami berkeliling, sehingga kami nggak nyasar lagi.. Hehehe.. Ohiya.. Subuh2, Cachan dan si Surya sudah berangkat duluan ke Jakarta, dengan mobil berisi aneka oleh2 itu.. ^_^ Sedangkan saya, Vania, Oma, Opa dan Eyang, kembali ke Jakarta naik pesawat..

Ini adalah pertama kalinya Vania naik pesawat loh! Lihaaat, awannya lucu2 yaaa.. Ada yang bentuk cabe kata Vania.. *eh, apa ini efek kelamaan main disawah ya Nak?* hihihi...

Naik pesawat dari Jogja ke Jakarta cepat sekali. Baru saja take off, nggak ada satu jam sudah bersiap untuk landing. Vania bingung. Kenapaaaa?? Berangkatnya dari pagi baru sampai malam, sedangkan pulangnya cuma sebentaaar saja sudah sampai Jakarta?

Nah, ini gudeg Yu Djum. Tempatnya ada di dekat bandara.

Ohya, sebagai oleh2 yang kami bawa ini adalah Gudeg Yu Djum. Bisa masuk ke tas, ditaro di cabin nggak tumpah, karena kering. Biasanya kebanyakan kreceknya kan basah, nah yang ini kering. Kemasannya dengan besek. Di dalamnya ada petunjuk cara penyimpanan agar tak basi. Rasanya juga enak. Vania suka. Ayam kampungnya empuk, karena sama Vania nggak dikeluarin lagi sehabis dikunyah, hihihi.. ^_^

Kami makan siang dengan menu gudeg di rumah Jakarta (padahal Cachan dan si Surya saat itu belum sampai daerah Brebes). Nggak kebayang deh lelahnya Vania jika kami memaksakan pulang dengan mobil juga. Cachan dan Surya pulang lewat jalur utara, dan mereka (yang berangkat lepas subuh dari Jogja) baru sampai rumah sekitar jam 10 lewat! Wew! Ini udah termasuk macet Jakarta di hari Rabu malam.

Insya Allah, beberapa bulan ke depan akan ada agenda ke Jogja lagi. Vania udah excited dari sekarang.. Dan memang alhamdulillah, perjalanan kami kemarin sungguh menyenangkan. ^_^

31 comments:

  1. Baca ceritanya jaraknya cuma kamar Uncle ke halaman depan rumah Van. Tapi rasa serunya pengalaman pas ke Jogya serasa dari Jember ke Las Vegas hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. serunya gmana yaaah kalo dari Jakarta ke Jember..? pasti dari Sabang sampe Merauke.. hihihi.. thanks Uncle ;-)

      Delete
  2. samaan sama Kanaya nih paling seneng diajak naik becak.... pengalaman yg berkesan buat Vania tentunya ya mbak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Rina... Dia minta ke Jogja lg buat naik becak.. *tepok jidat*

      Delete
  3. uwaaaaa senengnya ya vania jalan2,ke jogja lagi... :D
    gudeg yu djum??mauuuuuuuuuuuu

    ReplyDelete
  4. panjang ya perjalanan Vania.Wuih dapurnya cachan sama seperti dapurnya nenek tante di kampung. dan cokltanya itu.. tante Dhe pengen..
    Smoga 1 hari nanti vania bisa maen ke Aceh ya. pastinya lebih jauh dari Jogja :D

    ReplyDelete
  5. kalau pulangnya kan capek jadinya lebih cepet naik sepawat yaa vania :D

    eeh vania kok lucu toh pake rok oren gitu, imuttt #gemessss

    ReplyDelete
  6. Jadi petani memang serba salah mbak, menanamnya susah payah ketika panen harganya murah. :)

    Vania hebat ya, meskipun naik mobil tapi tetep sehat :)

    ReplyDelete
  7. wuuuaaah perjalanan yang sangat sangat sangat panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanggg yaa buat vania...

    # Cachan pastinya juga seneng luar biasa ya Mbak, sempat mampir ke rumahnya, ketemu sama saudara saudara dan seluruh keluarga besarnya. Sedangkan bagi keluarganya Cachan, kedatangan tamu dari jakarta merupakan suatu kehormatan tersendiri pastinya...

    # Jadi penasaran, kenapa anak kecil gak boleh di kompleks candi menjelang magrib ya?? jangan jangan hanya triknya petugas agar pengunjung cepat pulang?? hehehhee.... (berburuk sangka duluan nih...maaf ya pak petugas...)

    # Magelang, aku juga pernah lewat aja di depan akademi militernya itu Mbak. dari jauh kelihatan megaaaah gitu yaa... gak tau deh, dalemnya kayak apa... jangan jangan malah scary, hihihihih

    # Oh ya, mau nanya Mbak Thia... ini kan pertama kalinya Vania naik pesawat, gimana tuh telinganya. pake acara sakit segala gak?? atau agar gak sakit diapain ya?? Waktu ajak Kakaknya Dija naik pesawat, dia kelas dua SD, mengeluh telinganya sakit. Padahal udah aku suruh makan pernah, mengunyah, menguap...gak berhasil. Aku khawatir kalo bawa Dija naik pesawat gitu jugaa

    ReplyDelete
  8. Wah perjalanan panjang ya Van...
    Mudah2an gak capek yaaa...

    ReplyDelete
  9. Tiaaaaa...senengnyaaaa baca perjalanan panjang pertama buat Vania ini!
    Serasa ikutan muter-muter di Jawa Tengah deh saking serunya...hehe, dan begitu sampe di gudeg Yu Djum, eh...gudeg itu kan baru saya baca di majalah wanita langganan saya yang terbit minggu lalu...pengeeeen...
    :D

    Oya, smoga perjalanan ini memberi banyak pengalaman dan pengetahuan buat Vania, kelak dia akan mengingatnya sebagai perjalanan berkesan yang dilaluinya bersama orang-orang tercinta...manisnya!
    :)

    ReplyDelete
  10. Eh, lucu juga lo baca perumpamaan Vania tentang kata 'sangat' itu...hihihi...dari dapur ke kamar kalo rasanya biasa-biasa...duh, kenapa nggak dari dapur ke ruang tamu sih?
    ;)

    ReplyDelete
  11. wah Vania beruntung sekali, kakak Egi malah baru melakukan perjalanan yg panjang dengan kereta api kemarin ini pas ke Semarang, itupun cuma 7jam saja. Itu aja sudah bolak balik nanya, kapan sampenya? Hehehe rupanya anak2 itu udah default yah, klo berasa lama pasti pertanyaannya akan sama terussss sampe tiba di tujuan.

    senang yah Vania, dolan sama Oma, Opa juga ada Eyang. Ada Cachan juga om Surya. Kebayang deh ramenya. Klo kak Egi kemarin cuma ber3 aja, jadi rada sepi buat dia :D

    Kapan ya Vania dolan ke Jombang sama Kak Egi, biar ketemuan sama Dija hehehe

    ReplyDelete
  12. mba thia kemana aja? kangeen aku padamu he..he.. *lebay yo, tenan ki. duh mba vania wes gede tenan ki. itu lho manyunnya pas lg bosen lucu tenan ha..ha.. dan kui gudegnya bikin aku laper lagi pgn makan. *kiss bwt mba vania yo dr de'fe.

    ReplyDelete
  13. wawawaaaaaaaaa.. mau dunk ke Jogja..

    bunda,, itu fotonya cute bangeett :)

    ReplyDelete
  14. wah lengkap sngat cerita perjalanannya Mbak Ly. serasa ikut jalan2. turut berduka atas kepergian Affwan ya. Anak yang baik pasti meninggalkan kesan yg baik :)

    ReplyDelete
  15. Perjalanan panjang pertama bagi Vania sukses ya Jeng Tia. Mau coba naik kereta api Vania, tuuut jesss. ... Salam

    ReplyDelete
  16. beneran nih Thia... long trip
    ceritanya komplit, panjang dan lama... tapi seruuu banget, berasa ikut ke Yk *btw, anak2 lagi pada ke Yk nih sekarang*

    Vania juga lucu komennya.. :)

    ReplyDelete
  17. Ehhh.. awas jatuh ke kolam ikannya adek :)

    ReplyDelete
  18. Jangan lupa kalo balik lagi mampir ke toko saya ya mbak,,,

    ReplyDelete
  19. cerita yg lengkap..kap..kap.., plus foto2... *smile

    ReplyDelete
  20. walopun liat foto Vania yg cemberut tapi tante tetep seneng kayak jarak Jkt-Jogja kok. Hehe

    ReplyDelete
  21. Perjalanan yang menyenangkan, jadi ingin gudegnya aku suka ceceknya!

    ReplyDelete
  22. Begitulah mbak kalau pergi ke desa... pasti kita akan dapat banyak banget buah tangan hasil bumi. Ini juga sering kualami saat kai sekeluarga berlebaran di sebuah desa di Jombang. Mulai dari telur, kelapa, terong, pisang, ketan, dll pasti akan diberikan kepada kami. Pokoknya apa yang mereka punya pasti diberikan kepada kita deh.
    Pasti Vania terkesan sekali dg suasana desa ya?

    ReplyDelete
  23. Hahaha... masih mending Vania mbak. Dulu waktu Shasa kecil, baru berangkat saja sudah tanya sampai jam berapa? Berapa lama lagi? Duh... sampai capek jawabnya hehehe.
    Shasa pertama pergi jauh saat usianya 3 tahun... kami ke Bandung naik kereta. Berangkat malam sampai Bandung pagi. Pulangnya... naik kereta juga, dan mungkin karena kecapekan Shasa jatuh sakit... badannya panas banget. Kebayang gimana kuatirnya aku kan selama perjalanan dari Bandung ke Madiun dg kondisi shasa yang rewel, gak bisa tidur karena badannya panas.

    ReplyDelete
  24. wah perjalanan yang luar biasa panjang u vania...

    sungguh menyenangkan melihat sawah, kebun dengan beragam hasilnya, sepertinya surga dunia ditangan kita...

    sebenarnya anak itu senang diajak jalan jauh, asalkan nyaman ya mbak, oya azkiya juga suka muntah kalo di jalan bahkan harus minum antimo segala, aman ga sih? gantinya apa ya mbak..

    jogja kota yang legendaris itu, aku sll suka kalo ke jogja. tapi belum sempet ke magelang, bpk pertama kali kan didirikan di magelang mbak, sekarang hanya ada musium bpk di magelang.

    ok deh,,sukses nih vania jlan2 berkesan,,,peluk cium u vania

    ReplyDelete
  25. Hallo Bu, kalau boleh tahu berapa kali Anda isi bensin selama perjalanan JKT JOG, ada sampai 2x isi bensin ?

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)