Friday, March 1, 2013

Seleksi Alam

Tempo hari saya sempat mengalami kegalauan yang amat sangat, sampai saya bingung harus mencari obat kemana... Padahal masalah yang saya hadapi nggak seberapa.. Pernahkah sahabat mengalami hal seperti itu? Merasa hampa tanpa ada sebab yang berarti..?

Kemudian, saya teringat akan suatu tempat dimana ketika keluar dari tempat itu, saya diingatkan kembali ke tujuan hidup saya.. ya, ruang training ESQ. Jika ada di antara sahabat yang alumni ESQ, sahabat pasti tau bahwa kita bisa melihat sesi training ESQ kembali (dari belakang) secara gratis, untuk recharge.. :-D

Ini ruangan dimana alumni bisa melihat sesi training ESQ kembali. Gambar saya pinjam dari sini.

Bukan kegalauan saya yang ingin saya tulis, namun tentang dua hal yang membuat saya takjub di akhir acara training tersebut. :-D

Pertama, ada penyerahan infaq dari para peserta kepada Ketua Yayasan Wakaf Nurani Bangsa. Lalu diinformasikan juga bahwa suami beliau baru saja meninggal beberapa hari sebelum training ESQ... Yang membuat saya takjub, tidak nampak kesedihan di wajahnya, ia ceria seperti kebanyakan ibu2 yang sedang bahagia. Saya yakin ibu ini merasa suaminya sekarang sangat bahagia karena sudah menemui Rabb-nya.. Kekasih hatinya.. Orang2 seperti ini pastilah menganggap kematian adalah awal kebahagiaan karena bisa berjumpa dengan Tuhannya...

Kedua, seperti hampir di semua training ESQ yang saya tau, ada peserta2 yang datang kesana secara gratis.. Mungkin sudah dibayarkan oleh instansi tempat mereka bekerja.. Kemarin itu, ada sekitar 7 orang peserta dari sebuah instansi pemerintah. Di akhir sesi training (hari ke-3), seorang dari mereka maju ke depan untuk menyampaikan pesan & kesannya. Beliau yang maju ada seorang yang menjabat (apa persisnya, saya lupa), dan yang membuat saya takjub adalah, ternyata dari 7 orang peserta instansi tersebut, hanya tersisa 2 orang.. Yang salah satunya adalah beliau sendiri yang sedang berbicara di depan. Dan yang membuat saya tambah takjub sekaligus miris, adalah.. Beliau yang bertahan sampai akhir training selama 3 hari tersebut, adalah seorang yang bukan beragama Islam.

Pikiran saya mengembara kemana2.. Kira2, apa ya penyebabnya 5 orang itu meninggalkan training gratis ini? Saya saja, bersedia "memecah celengan" saya demi bisa mengikuti training ini.. Ooh, mungkin mereka ada acara keluarga... Atau kesibukan lain yang tidak bisa ditunda...

Namun saya teringat ketika saya mengikuti training ESQ tahap kedua yang pernah saya tulis disini.. Saat itu saya pasang gambar saya dan teman2 seangkatan ESQ MCB sebagai profile picture di blackberry.. Kemudian ada seorang teman saya yang... langsung PING saya. Dia mengatakan bahwa ajaran ESQ itu sesat... ^_^

Saya nggak ngerti bagian yang dianggapnya sesat itu yang mana... Tapi kemudian saya browsing dan memang menemukan kontroversi oleh beberapa pihak...

Mungkin kalau dibahas semua akan jadi panjang ya ^_^... dan alhamdulillah saya kira saya mempunyai jawaban atas hal2 yang dianggap beliau2 ini sesat... Bukannya saya meng-claim diri saya sebagai orang yang paling mengerti agama... Hanya saja, saya dan juga kita semua kan belajar agama mulai dari TK sampai kuliah, dan saya tidak menemukan hal2 yang bertentangan dengan apa yang pernah saya pelajari selama belasan tahun sekolah.

Masalah orang itu mau nangis atau tidak saat sesi muhasabah, itu bukan urusan ESQ, tapi urusan diri sendiri dengan Sang Maha Pencipta. Siapa yang tidak sedih sekaligus takut, ketika ia diingatkan kembali dengan segunung dosa yang ia punya? :-)

Di antara yang menjadi bahan perdebatan oleh dan teman saya ini adalah... metode, musik, biaya ikut training (karena menurut mereka, yang namanya ceramah agama itu nggak boleh bayar), dan pengkultusan Pak Ary Ginanjar.

Bagi saya (yang merasa sangat membutuhkan adanya training ESQ ini), yang bisa saya jawab dari hal tersebut adalah... ESQ bukan ceramah agama, namun memang sebuah training.. Leadership training... Dan memang menggunakan musik sebagai sarana untuk memotivasi peserta. Oleh karena ia berbentuk training, maka para trainer harus diberi imbalan materi atas jasa profesional yang mereka berikan kepada pihak lain, bukan?

Kemudian... Perihal pengkultusan... Ada tetangga saya yang bersujud mencium jejak kaki guru ngajinya. Dan pernah saya lihat di TV seorang fans berat seorang penyanyi terkenal yang menempatkan sang penyanyi sebagai idola bagi dirinya setelah Nabi Muhammad SAW. Hmm.. Sepertinya ya... Nggak seharusnya kita menuding satu orang saja yang bertanggungjawab atas perlakuan manusia lain terhadap dirinya. Ngerti nggak maksud saya? :-D

Menurut saya, di dunia ini nggak ada yang mutlak benar dan nggak ada yang mutlak salah, karena kebenaran mutlak milik Allah SWT. Yang saya rasa salah, adalah orang2 yang menganggap diri paling benar, sedangkan orang lain salah (terlepas dari konsep ketuhanan). Wallahu'alam.. :-)

Lalu apa hubungannya tulisan ini dengan "seleksi alam"? Entahlah, saya memang tidak kreatif memberi judul.. :-P

37 comments:

  1. wah.. apakah saya sebegitu terkenalnya? hahaha... *namanya sama dgku sih :p*
    saya sih tidak pernah sampe bersujud, itu justru rawan, bisa jadi malah membuat kita menjadi syirik.... :( hmmm...
    smoga rasa hampanya segera hilang ya bu, hehe... salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya Ari emang tenar sih ya.. ^_^

      bener.. yg namanya perbuatan syirik sulit sekali dibedakan.. mudah2an kita semua bisa berhati2 deh ya.. amin .. ^_^

      Delete
  2. Saya juga pernah ikut training ESQ tahun 2010 Kak di Jember, ESQ ini benar bukan ceramah agama, ini adlah program motivasi dan penyegaran jiwa yang mengambil kaidah agama :)

    Kalau masalah pro dan kontra itu sudah biasa, karena didunia ini tidak ada yang mutlak kebenarannya dan mutlak keadilannya :)

    Gimna kalau saya nyumbang judul nih, Atasi Galau Dengan ESQ # hihihi, lupakan saja ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh judulnya seakan2 aku nih kasih tips galau.. jangan ah... orang galaunya masih suka datang kadang2.. pengen kuusir aja.. hihihi... ^_^

      Delete
  3. kalau ada kelompok yang merasa paling benar dan kemudian kita tidak termasuk anggota kelompok itu,,maka boleh jadi kita adalah sesat menurut anggapan mereka..dan memang pengkotak-kotakan agama Islam sudah sering terjadi, tidak di Indonesia, bahkan di luar Indonesia...semua merasa kelompoknya lah yang paling benar, sehingga merasa berhak untuk menjuluki sesat terhadap kelompok lain, kalau perlu membinasakan kelompok yang berbeda aliran dengan mereka,
    dan akhirnya semua itu kembali kepada kita...apakah kita sudah berada di jalan yang benar sesuai tuntunan haditz dan Al Quran..ataukah hanya merasa sebagai pihak yang paling benar...salam :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam.. setuju sekali pak.. panduan qta memang hanya Al-Qur'an dan As-Sunnah.. dengan penafsiran yg tepat, tentu :-)

      Delete
  4. 1. Setiap orang memang bebas untuk berbicara atau berpendapat tentang suatu hal. Kitalah yang menyeleksinya nduk. Jika bingung soal sesat atau tidak ya kita harus kembali ke Al-Quran dan As-Sunnah.

    2. Malah ada orang biasa yang bilang:" kamu pasti masuk neraka". Lho emangnya dia yang milih siapa masuk neraka atau sorga.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. mengerikan Pakde, kalau ada yg berani bilang manusia lain pasti akan masuk neraka :-(

      Delete
  5. Btw, saya sedang membuat proyek2 rame2 menerbitkan buku. Ikut yuuk
    Baca artikel2 terkait di http://proyekbukuwb.wordpress.com/

    Kategori buku dan Desk Officernya bisa dilihat di http://proyekbukuwb.wordpress.com/desk-officers/

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih infonya Pakde... insya Allah nanti saya ikut berpartisipasi ;-)

      Delete
  6. meski saya nggak pernah ikut pelatihan seperti ini (mungkin karena nggak ada kesempatan, repot jualan beras hhh), namun saya bisa memaknai bahwa seleksi alam terhadap sebuah pilihan ataupun sesuatu yang kita jalani bisa jadi akan terjadi seiiring dengan perjalanan waktu. Dalam prosesnya, seseorang akan mampu memilah dan memilih hal yang terbaik.
    Pengkultusan atau apapun istilahnya, muncul karena yang bersangkutan belum memiliki kekuatan pijakan, karena masih terselubungi kesenangan duniawi, hingga ketika ada yang membuka pintu atas kebenaran, maka saya yakin iapun akan menyeleksi pemikiran sebelumnya menuju pemikiran yang lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yakin, Pak Ies..bahwa jika seseorang memohon kpd Allah dituntun ke jln yg lurus dgn khusyuk,insya Allah kesanalah Allah memberi jln.. aaamiiinn.

      Delete
  7. Judul dari kang sofyan bisa dipertimbangkan mbak Thia.... *eh kok malah bahas judul*

    Yakin sama diri sendiri saja mbak. Semangat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe..

      insya Allah, Tarry.. semangat.. ;-)

      Delete
  8. Tiaaa...kenapa saya nggak bisa komen barusan?
    Padahal nulisnya udah panjang banget :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. huaaaa :-(

      maap mbak Irma aku ndak tauu:-(

      Delete
  9. Ah, nulis lagi aja deh...

    Saya belum pernah ikut training ESQ, Tia. Tapi sudah banyak denger cerita teman yang ikutan training itu.
    Buat saya, benar dan salah, baik dan buruk, pahala dan dosa itu hanya Tuhan yang bisa menilai dengan keakuratan sempurna. Sedangkan kita, hanya berdasar norma serta hati nurani saja.

    Apapun itu, saya senang udah ada posting baru disini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak,ikut atau tidak ikut training bukan patokan seseorang baik atau tidak.. tapi pengecapan sesat itu yg gak enak, hehe..

      bener mbak smua kembali ke hati nurani..:-)

      Delete
  10. Oyaaaa, judul tulisan saya juga suka ada yang nggak nyambung dengan isi kok, nggak apa-apa...kalo mau berpikir keras dan agak maksa, pasti judul itu ada hubungannya dengan isi postingan biarpun agak maksa...hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaaaa... judulnya emang maksaaaa :-p

      Delete
  11. Blog yang menarik :) Yuk, teruskan berbagi ide kreatif lewat blog-blog menarik. Kunjungi juga http://malumaluin.wordpress.com/ Salam malu-maluin!

    ReplyDelete
  12. selalu ada pro kontra ya. yang penting sih akidahnya jangan sampai luntur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju mbak Lid.. smoga Allah selalu menuntun qta ke jln yg lurus, amin :-)

      Delete
  13. baru tau mbak klo ESQ sesat... ya begitulah pendapat orang beda2 ya.... mba Tia, pin bbnya yang lama sudah tidak aktifkah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, email sudah sampe nanti aku add yaaa...

      Delete
  14. sekarang memang sedang trend sesat menyesatkan, bahkan ada sampai bunuh-bunuhan. lagu lama yang ngetren lagi.
    ESQ saya punya bukunya, tapi untuk ikut kegiatannya saya rasa tidak.
    untuk masalah di ESQ mungkin bisa direnungi dalam hal bayar itu, karena seperti soal pengajian mestinya tidak bayar, mungkin yang lebih tepat adalah adanya larangan menjual ilmu, kata nabi haram hukumnya menjual ilmu. apalagi kondisi umat sekarang jauh dari pengetahuan yang memadai (buktinya: gampangnya orang saling menyesatkan), bayangkan bagaimana nanti kalau anak-anak sekarang belajar baca quran saja harus bayar mahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi Affip.. :-)

      kalau orientasinya adalah pembayaran... yg dianggap menjual ilmu... bagaimana kalau guru tidak usah digaji saja? hihihi..

      Delete
  15. Saya punya 2 buku ESQ, dari suami dan dari adek tapi belom dibaca sama sekali :D

    yang harus di ingat bahwa Islam itu memudahkan para umatnya, tidak akan mempersulit manusia yang ingin beribadah dan hanya berpegangan pada perintah Al-qur'an dan Hadist :D *nyambung ga sih* hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyambung aja kok ;-)

      salam kenal, Aisyah :-)

      Delete
  16. huaaa senangnya yang udah ikutan ESQ, aku dari dulu selalu gagal ikut padahal ada penawaran gretong dari kantor hiks :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hii Niaaa..ah sayang skali.. padahal gratis.. hihihi..

      Delete
  17. wah :(
    udah enak dibayarin kantor malah ditinggal ya yang dari kemenhan itu..

    ReplyDelete
  18. hebat yaa... yang paling bertahan malah yang nasrani

    ReplyDelete
  19. Baru baca ini juga jadinya :)

    ESQ sudah sering denger Tia, ya sejauh seseorang bisa mengambil manfaat baiknya dari acara tersebut ndak seharusnya diperdebatkan ya...

    Tetap semangat Tia :)

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)