Friday, March 22, 2013

Pengalaman Gastroscopy

Sebenarnya, banyak sekali angka tiga yang bertebaran di cerita keluarga saya (saya tiga bersaudara, papa dan mama saya beda tiga tahun, adik pertama saya dan istrinya beda tiga bulan, adik bungsu saya dengan istrinya beda tiga tahun, dan keponakan saya Aira bulan tiga ini berusia tiga tahun.. Iya! Aira seumuran dengan Alvin dan Dija ya! ^_^).

Namun, karena Jum'at pagi ini saya masih flyyy dan hampir tak punya ide menuliskan cerita apapun tentang keluarga saya, maka saya tulis saja pengalaman yang saya alami kemarin malam...

Flyyy...?!

Iyaaa...

Kamis malam kemarin, saya menjalani suatu prosedur yang disebut dengan istilah gastroscopy. Gastroscopy adalah salah satu jenis endoscopy, suatu prosedur non-bedah yang dimaksudkan untuk melihat kondisi organ pencernaan kita, sebagai pemeriksaan penunjang. Dalam kasus saya, yang diteropong adalah lambung.


Jujur saja, saya orang medis, tapi juga penakut.. Eeaaa... #malu2in#

Ini adalah niat ketiga saya untuk dilakukan gastroscopy, dan akhirnya terlaksana juga. Sebelumnya sebanyak  dua kali sakit lambung saya kambuh, dan sebanyak dua kali juga dr. Okki Ramadian, Sp.PD, dokter penyakit dalam saya, memberikan surat pengantar yang tidak saya tindak lanjuti. Yah beliau juga memberikan saya kebebasan menentukan waktunya. "Kapan siap, hubungi saya ya... Tapi surat pengantarnya udah ada, ini..."

Begitu keluhan saya hilang, saya sengaja melupakan gastroscopy ini... Alasannya? Belum siap mental... Ahahahaaa...

Yah, bayangkan saja... Gastroscopy ini dilakukan dengan alat semacam selang panjaaang yang diameternya sebesar jari tengah orang dewasa, yang dimasukkan lewat mulut, teruuuss menuju jalur pencernaan, kerongkongan kemudian berakhir di lambung. Siapaaaaa yang "bersedia dengan senang hati" dilakukan tindakan seperti ini...?? Coba ngacung yang bersedia..? :-P


Kurang lebih seperti ini prosedurnya. Gambar dari sini.

Teropong jalur pencernaan. Gambar dari sini.

Tapi saya sadar, ini adalah pemeriksaan penunjang supaya dokter dapat membuat rencana perawatan yang tepat untuk lambung saya. Akhirnya, surat pengantar gastroscopy ketiga dari dr. Okki, saya tindak lanjuti. Kamis pagi kemarin, saya membuat janji, kemudian cek darah untuk melihat kesiapan tindakan operatif, yaitu pemeriksaan haemoglobin, trombosit, masa pendarahan dan masa pembekuan darah. Selain cek darah, persiapan lainnya adalah berpuasa makan 6 jam sebelumnya, dan puasa minum 3 jam sebelumnya. Supaya lambung kosong dan memudahkan pemeriksaan.

Iya.. Akhirnya saya paksakan diri ya untuk siap mental. Saya punya tiga motivasi untuk itu:
  1. Saya harus sehat demi Vania.
  2. Dukungan kedua orangtua saya yang tiada habisnya... ^_^
  3. Pengalaman ini bisa menjadi ide untuk menulis posting tema tiga untuk acara Syukuran Rame-rame. Hahahaaa... Iya... Yah karena ini adalah ketiga kalinya saya berencana untuk gastroscopy dan akhirnya terlaksana juga... Tapiii, selain hal tersebut, ternyata selama pelaksanaan prosedur gastroscopy, saya juga melihat aneka macam tiga... Ha! Kebetulan yang aneh... ^_^

Sore itu kami bertiga, saya, mama dan papa saya, menuju RS Mitra Keluarga Cibubur. Vania di rumah, ditemani Eyang dan Mbak Atun. ^_^ Setelah sholat Maghrib, sekitar 15 menit sebelum dilakukan tindakan, seorang perawat meminta saya masuk ruang tindakan endoscopy untuk dilakukan prosedur persiapan pre-endoscopy.

Ada tiga macam alat yang dipasang di tubuh saya sebagai persiapan sebelum tindakan ini.
  1. Alat tensi di lengan kiri saya, yang otomatis akan mengukur tensi darah setiap 15 menit sekali.
  2. Alat pengukur denyut nadi yang diletakkan di jari tangan kiri saya.
  3. Venflon, di tangan kanan saya. FYI, ini semacam tempat infus, tapi bukan cairan infus yang akan dimasukkan, tapi obat, secara intra vena.

Setelah itu, ada mungkin sekitar 15 menit saya menunggu, kemudian dokter dan satu perawat lagi memasuki ruang tindakan. Jadi total operatornya ada tiga, satu dokter ahli endoscopy, dan dua orang perawat. Setelah dokter memberikan instruksi, perawat memasukkan obat secara intra vena. Satu demi satu...

Sejatinya, hanya ada dua obat yang dimasukkan lewat vena, yaitu penenang dan penghilang rasa nyeri. Namun karena saya ada riwayat asma, maka ada tiga obat yang dimasukkan...
  1. Hexilon 125 mg, untuk mencegah sesak nafas.
  2. Miloz 4 mg, sebagai penenang.
  3. Petidin 25 mg, sebagai analgesik. Penghilang rasa sakit jenis ini ternyata efeknya sama dengan morfin, walaupun cepat hilangnya dan tidak menimbulkan adiksi... Namun kenapa ya Jum'at pagi ini saya masih sedikit terasa flyyy...?

Setelah masuk ketiga obat tersebut, saya masih menunggu beberapa menit... Perawat dan dokter membuat persiapan alat dan lain2nya, kemudian mereka bertiga mengenakan tiga macam proteksi pada diri mereka...
  1. Masker.
  2. Sarung tangan latex.
  3. Apron plastik. Apron plastik ini yang membuat jantung saya lompat2. Kenapa mereka pakai apron plastik??? Apakah saya akan muntah, perdarahan atau sebagainya?? #pikiran horor#

Setelah semua siap, masih ada tiga hal lagi yang dipasangkan/ diberikan pada saya...
  1. Selang oksigen di hidung.
  2. Anestesi topikal (obat bius lokal) yang disemprotkan ke tenggorokan saya. Rasanya pahit, ya ditelan saja. Ketika obat bius ini sudah bekerja, tenggorokan dan sekitarnya terasa baal.
  3. Semacam alat yang harus saya gigit, berbentuk ring, untuk memudahkan selang masuk ke jalur pencernaan saya.
Setelah itu saya diminta memiringkan tubuh ke kiri. Pada saat ini kepala saya sudah pusing dan pandangan saya kabur, fllyyyy... Kemudian saya tak ingat apa2 lagi. Beberapa menit kemudian (tidak ada setengah jam), saya sadar dan ternyata semuanya sudah selesai... Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Butuh sekitar 5-10 menit bagi saya sampai saya benar2 bisa bangun. Lalu saya kontrol kembali ke dr. Okki untuk mendiskusikan hasil foto lambungnya, kemudian saya langsung bisa pulang.

Dilakukan biopsi juga pada jaringan lambung saya, untuk mengetahui apakah ada Helicobacter pyroli yang hidup di lambung saya. Helicobacter pyroli ini adalah satu2nya bakteri yang dapat hidup dalam kondisi asam (lambung), karena sejatinya semua bakteri seharusnya mati di lambung karena kondisi asamnya itu. Tapi memang yang satu itu beda. Saya harus menunggu tiga hari untuk hasil biopsi saya. Mohon do'anya ya teman, mudah2an hasilnya negatif... Karena kalau positif pengobatannya akan panjang dan saya harus gastroscopy dan biopsi lagi... T__T

Walau bagaimana memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Saya pribadi harus introspeksi gaya hidup saya, diantaranya yang penting untuk menghindari penyakit lambung, menurut saya adalah tiga hal di bawah ini..
  1. Makan makanan sehat, dan hindari makanan yang  tinggi lemak semisal gorengan -___- (karena akan memperberat kerja lambung), serta kurangi makanan yang asam dan pedas (karena akan mengiritasi lambung). Dan terutama, makan makanan yang bersih, karena menurut dr. Okki Ramadian, Sp.PD, bakteri Helicobacter pyroli ini banyak terdapat di makanan mentah.
  2. Perbaiki kebiasaan hidup sehari2... Misalkan olahraga teratur dan tidur yang cukup. Jangan seperti saya, yang kadang rajin olahraga tapi terkadang tidak sama sekali :-P... Dan ngeblog tengah malam..? Coba dihindari... ^_^
  3. EPOS! A.k.a. Energi Positif. Pikiran positif tentu baik untuk kesehatan jiwa kita, namun jika kita memberikan energi positif kepada orang lain, tentu efeknya akan lebih lagi. Jika kita berhasil membuat orang lain yang sedang dirundung masalah menjadi bahagia, kita akan jauh lebih bahagia... Ya nggak? ^_^
Tetep ya, walau udah tau bagaimana caranya hidup sehat, tapi yang namanya berubah kok susahnya... Ibarat taubat tapi taubat sambal.. Besok diulangi lagi... Tapi setelah kejadian gastroscopy ini? Ah, mudah2an kali ini taubatnya sungguhan... (-___-)"

Khusus untuk sahabat blogger saya yang merayakan hari lahirnya di bulan tiga ini, Cal-Vin, Dija dan Masbro, saya do'akan semoga bisa memetik hikmah dari apa yang saya alami.  Semoga sahabat selalu dikaruniai kesehatan oleh Allah SWT. Jangan sakit seperti saya ya ^_^ hehehee..

Do'a yang sama untuk sahabat saya semua. Amin ya Rabb.


POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME-RAME MAMA CALVIN, LITTLE DIJA DAN ACACICU


 

36 comments:

  1. Makasih ya bun udah ikutan. Semoga sehat selalu ya untuk Vania. Duh jadi serem ya kadang aku juga sakit lambung

    ReplyDelete
  2. semoga lambungnya cepat membaik ya mbak...dan sukses untuk GA nya ya..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Makasih yah Mak Zidane... :-)

      Delete
  3. hadooh kok serem gitu yaa mbak selang dimasukin lewat mulut gitu, untungnya berjalan lancar yaa mbak, kok yaa kebetulan banyak serba 3 nya :D

    Muga2 hasilnya baik2 yaa mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah hasil biopsinya negatif, Niar...

      Makasih yaa.. :-)

      Delete
  4. semoga cepat ketahuan penyebab gangguan lambungnya ya Tia..
    setelah semuanya usai ..masih merasa horor nggak...?, mudah2an udah nggak ya...

    ReplyDelete
  5. Semoga cepet baikan ya mba.
    semoga menang jg di GAnya rame2 ini :)

    ReplyDelete
  6. semoga lekas sembuh ya mbk....
    sukses GA-nya

    ReplyDelete
  7. Hedeeehhh...mengerti sih mba kenapa 'enggan' melakukan si gastroscopy inih. Semoga sehat selalu ya mba Thia, peluk cium buat Vania ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah memang enggan sangat, hihi.. Untung sudah lewat rin... :-)
      Makasih tante Orin... :-)

      Delete
  8. sekarang masih fly gak mbak??
    ajak ajak dong kalo nge fly...
    hehehehhehee


    terima kasih postingannya ya Mbak. semoga Bunda Vania ini sehat teruuuuusss, agar dapat mendampingi Vania sampai dewasa nanti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yukkk mariiii mbak Elsa... Qta ngedoping petidin... Ahahaha...

      Allahumma amin... Makasih do'anya mbak Elsa... :-)

      Delete
  9. Loh..loh, jadi Kak Thia punya penyakit lambung ya,

    Semoga untuk yang ketiga kalinya ini adalah yang terakhir ya Kak :)

    Sukses GA nya Kak :)

    ReplyDelete
  10. Loh komen saya semalam gak masuk nih..hihihi

    cuma nanya kabar mbak Thia aja sekalian ngucapin semoga sukses dengan GA-nya. Vania apa kabar juga?

    ReplyDelete
  11. Bun...kok pas tiga2 ya uraiannya...Moga cepat sembuh ya bun.
    Udah lama ngak kemari lagi nich, salam buat Vania bun.

    ReplyDelete
  12. Wuah manteb postnya.. semoga menang yaaa!!

    ReplyDelete
  13. Mbak Thia...bener2 serem yach ngelihat gambaran alatnya seperti itu....mudah2an mbak tia sakitnya ngga terlalu parah yach...sehingga mudah untuk pengobtannya......aamiin....

    sukses untuk GAnya.....

    ReplyDelete
  14. Mba Thia smoga sehat trus yah! lama sx kita tidak bercakap2 ria. :(
    sukses GAnya mba ^^

    ReplyDelete
  15. MBak Tia, terima kasih atas partisipasinya di acara sederhana bertajuk SYUKURAN RAME-RAME.

    Penjuriannya sederhana saja, terdiri atas tiga tahap:

    1. Kesesuaian dengan tema (dan memenuhi persyaratan GA)
    2. Diksi dan penulisan
    3. Imajinasi (sudut pandang, dll)

    Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 1 April 2013


    Terima kasih ucapannya dan doanya. Semoga kita semua diberi kesehatan dan usia yang berkah ya Mbak, Amin.

    ReplyDelete
  16. waduuh... saya aja blm tentu sanggup tuh, mba pengobatan sprti itu, tapi salut deh.... semoga semuanya baik2 saja ya,mba....

    ReplyDelete
  17. banyak banget angka tiga di artikel ini, heee :P

    ReplyDelete
  18. Tiaaa....
    Takjub dengan keberanian Tia melakukan tindakan ini.
    Kagum dengan cerita Tia yang runtut dan mengena di posting ini.

    Sehat ya, Tia!
    Tetep semangat. Semua yang ditulis Tia disini, bener-bener menginspirasi saya agar hidup lebih sehat dan bahagia :)

    ReplyDelete
  19. Waaaah, kita kayaknya sama deh!
    Kadang rajin olah raga, kadang nggak pernah sama sekali dengan alasan males capek plus keringetan.

    Yuk kita perbaiki, Tia...

    ReplyDelete
  20. semoga ALLAH senantiasa melimpahkan kesehatan kebahagiaan untuk bunda vania ya ,
    selamat berkontes...salam sehat selalu dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  21. semoga sehat terus ya Mbak ...
    Duh, saya juga sebenernya bermasalah dengan lambung.

    sukses kontesnya ya ..

    ReplyDelete
  22. Selamat untuk sahabat yang telah terpilih mendapatkan paket hadiah pada acara syukuran rame-rame. Info lebih lanjut silakan dilihat http://www.acacicu.com/2013/04/pengumuman-syukuran-rame-rame.html

    ReplyDelete
  23. baru baca postingan mba Tia yg ini, aku pernah tuh di gastroscopy, sempet takut juga awalnya tp mikirnya krn pengen sembuh yo wes jalanin aja.... selamat ya mba tia menang kontes

    ReplyDelete
  24. Pagi Tadi Saya di Endoscopy di Rs Sardjito Jogja, hanya bius Lokal tanpa General anestesi.
    Awalnya Takut luar biasa, bahkan sampai batal 1x.
    Pas hari ini saya nekat.

    Agar gak mual & gak takut ternyata kuncinya ada di mata dan pernapasan.

    Jng panik Atur pernapasan yg dalam dan teratur saat alatnya masuk. Plototin alat & dokternya selama proses utk mengalihkan perhatian ke lambung.

    Gws teman2....

    ReplyDelete
  25. Bunda.. Saya ingin tanya mengenai endoskopi ini, apa ketika dimasukan tenggorokan tidak merasakan apapun sama sekali? Merasa mual mungkin ? Prosesnya brp lama? Jujur saya juga memiliki masalah dengan gastritis, ingin sekali melakukan endoscopy hanya saja takut sekali, membayangkannya aja sudah takut, apalagi menjalaninya..hehehe.. Tp penasaran juga dengan bagaimana kondisi lambung saya.. Mohon info bunda agar bisa saling menguatkan..terimakasih

    ReplyDelete
  26. apakah boleh saya minta data hasil endoskopynya?

    ReplyDelete
  27. kalau susah tidur, ngga bisa tidur, mau tidur dalam keadaan duduk baru bisa tidur, dada terasa sesak, keringat dingin, sakit pada kedua tangan terutama pada bagian seputar siku, bagian tengah dada terasa sakit, suka terbangun gara2 sesak dan dada tengah sakit, berjalan terasa sesak, apagi naik tangga sangat sesak terasa nafas dan dada sakit, lalu kadang2 terasa hilang dan sehat. Mau tau obatnya, email saja saya, saya kasih resepnya gratis. obatnya beli sendiri di apotik. thepakjo@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan satu lagi dari gejala di atas adalah perut kembung dan susah buang air besar. Jangan sungkan2 untuk email saya. Nanti saya akan kasih obat jitu untuk dibeli di apotik, dalam 2 hari akan terasa sangat membaik dan sudah bisa tidur tanpa duduk lagi.

      Delete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)