Friday, March 8, 2013

Ketika Vania Sakit

Alhamdulillah setelah demam selama 5 hari,sekarang Vania sudah lebih baik kondisinya, tinggal batuk pileknya saja...

Ceritanya, mulai Jum'at minggu lalu Vania mulai demam, sampai 38. Keluhannya disertai dengan sakit perut, masih mau makan hanya saja lebih sedikit daripada biasanya. Malamnya, suhu tubuh Vania semakin naik sampai 39, yang hanya sedikit turun dengan pemberian penurun panas, kemudian naik lagi. Sabtu pagi itu langsung Bunda bawa ke RS Mitra Keluarga.

Dikarenakan demam tinggi dan bunyi ususnya yang tidak normal, oleh dr. Aryana diberi Ranitidine syrup, dan antibiotik Cefixime, serta Lacto-B. Ranitidine untuk menghilangkan kembung diperutnya dan antibiotik, karena demam yang tinggi plus sakit perut ditakutkan typhus. Namun karena belum 4 hari jadi belum periksa darah..

Hari Minggu demam Vania turun, Bunda senang tapi ternyata malamnya demam naik lagi. Begitu juga Senin. Pagi sampai sore normal, namun diatas jam 8 malam, suhu tubuh Vania mulai naik. Bahkan Senin malam itu mencapai 39 lagi. Aku khawatir typhus, namun kenapa sudah diberi antibiotik Cefixime tidak membaik? Padahal sudah 3 hari?

Opa paling khawatir kalau Vania sakit.. :-(   Ini pagi2 di musholla ketika Vania masih demam.

Akhir Selasa pagi, Bunda bawa lagi Vania ke RS Mitra Keluarga Cibubur. Periksa darah. Ditemani Oma dan Eyang. Dari dulu2 yang namanya Oma, kalau ada anaknya disuntik pasti Oma pergi jauh2 karena nggak tega denger teriakannya.. Hihihi.. Kemarin juga seperti itu.. Oma pergi jauh2.. Nggak mau denger teriakan Vania.. Kalau Bunda lebih nggak tega kalau Bunda tinggalin, lebih baik Bunda pegangin Vania supaya nggak meronta2, walaupun dulu waktu pertama2nya lutut Bunda sampai gemetaran saking sedihnya.. Sekarang udah biasa... ^_^

Baiklah, setelah periksa darah dan menunggu hasilnya dengan harap2 cemas, akhirnya Bunda dipanggil juga ke ruang DSA-nya.. Kali ini DSA yang periksa Vania beda sama yang hari Sabtu.. Kali ini dengan Dr. Syarifah Hanum.

Hasil periksa darahnya bagus, tes widal negatif semua, trombosit dan leukosit normal. Jadi kemungkinan dari virus yang nggak memerlukan antibiotik. Sehingga pemberian Cefixime distop (catat: Dr. Aryana dalam hal ini tidak salah juga ya, kan waktu periksa Sabtu ada komplikasi sakit perut, mungkin kalau beliau ada Selasa pagi itu juga akan melakukan tindakan yang sama, stop antibiotik).

Dr. Syarifah Hanum ini terkenal salah satu yang menganut prinsip RUM ya (Rational Use of Medicine), dan memang pasiennya banyaaak sekali. Dokter Hanum hanya memberikan obat pilek, plus imboost syrup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Obat pilek juga nggak harus diminumin terus ya kalau kondisi anak sudah lebih baik. Obat yang paling utama adalah makan yang banyak... ^_^

Maaf ya teman2 semua.. Bunda Vania belum bisa maksimal membalas kunjungan sahabat2... Karena sekarang gantian Bundanya yang tepar... Demam juga... Hihihi... Sebenarnya kepala masih berat.. Hanya capek tiduran terus jadi coba untuk nulis disini... Baiklah, semoga sahabat semua sehat selalu ya...

No comments:

Post a Comment

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)