Sunday, March 31, 2013

Bulan Tiga

Mumpung masih di bulan Maret, Bunda Vania ingin menulis tentang dua orang spesial di hidup Vania yang berulang tahun di bulan ini.

Yang pertama adalah Aira, adik sepupu Vania. Tanggal 5 Maret kemarin, Aira berulang tahun yang ketiga. Alhamdulillah.

Di kartu ucapan, Vania menulis surat singkat untuk Aira. Rupanya kata "panjang" dan huruf "j" masih terlalu sulit untuk Vania. Kenapa yaaa, setiap menulis huruf "j" selalu terbalik begitu... Hehehe, tak apalah Vania.. Bunda bangga,Vania sudah bisa menulis sendiri. Alhamdulillah.

"Selamat tahun *love* Aira. Semoga pajang umur ya Aira. Jangan lupa klo Vania ulang tahun tulis surat. dari Vania."

Kado Vania untuk Aira.

Untuk ulang tahun Aira kemarin, Bunda (Bude) kasih kado baju dan celana, sedangkan Vania kasih kado buku cerita popped-up dan lilin mainan fun-doh. ^_^

Nggak ada perayaan khusus buat Aira, Mamanya yang pulang sebentar saat Aira ulang tahun, hanya membuat goodybags kecil2an untuk kakak Vania dan para tetangga.

Kasihan Aira, Mama dan Papanya yang dua2nya PNS sedang menjalani pendidikan sebulan ini. Aira sehari2 di rumah neneknya di Pasar Minggu. Sedangkan setiap akhir pekan dijemput Oma untuk menginap di rumah. 

Bunda Vania geliii banget setiap teringat dialog singkat antara Aira dan Mamanya (Mamam). Sampai sekarang pun, masih sering diulang2 dialog ini... Terutama jika kami sedang di mobil...

Mamam: "Itu Pak Polisi tuh Aira..!" (nunjuk Polisi). "Aira mau jadi Polisi ya nanti kalau udah gede..?"

Aira: "Iyaaa.. Aira mau jadi Pak Polisi...!"
Mamam: "Loh kok mau jadi Pak Polisi sih?? Aira kan perempuan, jadi Bu Polisi dong."

Aira: "Nggak mauuuu!!!" (cemberut). "Aira maunya jadi Pak Polisi!"

Mamam: "Iiihh! Gimana siiih? Nanti kan Aira jadi ibu-ibu. Makanya nanti jadi Bu Polisi."

Aira: "Iiiih!! Aira bukan ibu-ibu!!!"

Mamam: "Ohiya lupa.. Aira anak-anak ya? Ya udah deh Aira nanti jadi Anak Polisi, ya?"

Aira: "Iya deh!" 

Hihihiii... ^_^

Aira dan Vania di ruang bermain.

Aira sekarang udah pintar ya, alhamdulillah. Sudah hafal Pancasila, dan hafal beberapa lagu wajib nasional (nggak heran deh, wong anaknya PNS, hahahaaa..).
 

Anak jaman sekarang. Sebelahan di meja makan saja bisa indivudalistis begini. x_x

Selain Aira, tanggal 25 Maret kemarin, si Eyang juga ulang tahun yang ke-56. Alhamdulillah.

Eyang (Eyang Nani namanya), selalu menemani Vania kemana saja. Eyang nggak berkeluarga karena seluruh hidupnya digunakan untuk mengabdi mengurus kedua orangtuanya (buyutnya Vania). Tapi Eyang suka anak2. Makanya Eyang sayang banget sama Vania, karena Vania adalah keponakan cucu yang pertama buat Eyang. Eyang juga sayang banget sama Aira. Dua yang pertama... Sekarang, keponakan cucunya Eyang udah tiga. Alhamdulillah yaa... ^_^

Saat ulang tahun Eyang Nani kemarin, Eyang Ut (kakaknya Eyang Nani, kakaknya Opa juga) mampir kerumah untuk berdo'a buat Eyang Nani. FYI, Eyang Nani yang ditengah.

Tumpeng sederhana buat Eyang. Cachan yang buat. Walaupun nggak mewah, tapi semoga do'a kami buat Eyang Nani selalu diijabah Allah SWT.

Si Eyang ulang tahun pas hari Senin kemarin. Vania pulang sekolah, bareng juga sama Eyang, langsung diajak Bunda ke R*mayana yang cukup dekat dengan rumah. Sendalnya Eyang sudah usang. Si Eyang suruh pilih sendiri sendal yang disukai, sekalian mencoba supaya benar2 pas.

Vania senang, Eyang juga senang. Alhamdulillah yaaa... Yang namanya hadiah, nggak bisa yang terlalu mahal nggak apa2 kan Eyang? Yang penting semua diberikan dengan hati.. Ya nggak teman..? ;-)

Thursday, March 28, 2013

Vania's 1st Long Trip

"Bundaaa... Bunda kalau senyum cantiknya seperti dari Jogja kesini (Jakarta). Tapi kalau lagi marah, cantiknya cuma dari dapur kesini (kamar)."

Biasanya kalau sudah begini, saya nggak jadi marah... :-P

Hihihi... Akhir2 ini, Vania hampir selalu mengekspresikan kata sangat dengan analogi jarak. Ini karena, memang sampai saat ini, baru Jogja tempat terjauh yang Vania capai... ^_^

Vania juga terkadang menggunakan analogi ini untuk hal2 lain, semisal makanan...

Kalau dia suka sekali, enaknya dari Jogja ke rumah Jakarta...
Kalau suka, tapi nggak banget, enaknya dari Bandung ke rumah Jakarta...
Tapi kalau dia nggak suka, enaknya cuma dari dapur ke kamar... (-___-)"

Pertengahan Januari lalu, kami sekeluarga berkesempatan pergi ke Jogja, untuk menyelesaikan beberapa urusan Bundanya Vania, serta mengunjungi kerabat dan sanak saudara kami di Jogja dan sekitarnya. Kami bertujuh saat itu, saya, Vania, Oma dan Opa, Eyang, Cachan serta Om Surya yang mengemudikan mobil. Perjalanan dengan kendaraan pribadi ke Jogja cukup berkesan buat Vania...

Perjalanan ke Jogja tempo hari, kami tempuh selama sekitar 13 jam..

Vania takjub..! Belum pernah seumur hidupnya yang namanya naik mobil dari pagi sampai malam nggak sampai2...

Awalnya Opa dan Oma mengkhawatirkan kondisi Vania jika diajak jalan jauh, apalagi kondisi cuaca yang selalu hujan. Tapi alhamdulillah, sampai di Jogja hingga kembali ke Jakarta, Vania sehat dan baik2 saja..

Kami berangkat dari rumah kami di daerah Jakarta Timur, hari Minggu pukul 6:30 pagi, lewat jalur selatan. Walaupun di peta kelihatannya dari Jakarta ke Jogja itu lebih dekat lewat jalur selatan, namun kondisi jalan yang berlubang2 cukup menghambat perjalanan, dan akhirnya waktu tempuh sama saja dengan jika seandainya kami lewat jalur utara ya... Hehehe...



Vania sempat memainkan tablet selama di perjalanan untuk menghilangkan rasa bosan, tapi hati2 lah... Bundanya lupa, bahwa melihat dengan dekat suatu benda dalam kendaraan berjalan (seperti membaca, dsb.) bisa membuat pusing... Sehingga Vania sempat muntah sedikit, tapi setelah itu membaik. Akhirnya selama sisa perjalanan, selain tidur, Vania ngemil, bernyanyi dan main tebak2an dengan Eyang dan Cachan.

FYI, Cachan ini adalah asistennya Oma, tapi sudah lebih dari 20 tahun ikut keluarga kami. Cachan (atau Mbak Atun nama aslinya), sudah dianggap seperti saudara, karena Cachan sudah mengabdi dari jaman Eyang buyut Vania masih ada...

Bosen... (-___-)"

Sebuah masjid di Tegal. Tempat kami melepas lelah sejenak. Vania minta dipijit sambil tiduran dalam masjid.. ^_^

Tengah hari kami sampai di Tegal. Istirahat sejenak untuk sholat dan makan. Kami membawa bekal untuk makan siang, sehingga tak mengandalkan rumah makan (yang memang ternyata sangat sulit ditemui). Sholat Dzuhur dan Ashar dijama', kemudian perjalanan dilanjutkan. Kami hanya berhenti sekali lagi di pom bensin, kemudian lanjut lagi sampai tiba di Jogja pada pukul 7 lewat malam itu. Si Surya yang seumur hidupnya di Jakarta dan belum pernah mengemudi di Jogja, menyebabkan kami mumet dengan sistem jalan di Jogja ini yang... Nggak ada puteran! Masya Allah! Jadi kalau sudah salah jalan, nggak bisa muter untuk balik arah.. Dan ini sangat memusingkan... (-___-)"

Akhirnya setelah muter2 selama sekitar 1 jam, kami tiba di penginapan jam 8 malam lewat sedikit.  Di mobil, saya harus menghadapi pertanyaan yang sama dari Vania setiap 5 menit, mulai dari maghrib sampai tiba di penginapan. "Bundaaa... Kapan sampenyaaa??"

Selesai bersih2 dan makan malam, Vania langsung bobo deh... Paginya... Vania senaaaang sekali mendapati taman di sekitar penginapan yang banyak bunganyaaa! Wuah..!

Opa dan Vania di taman. Minta ijin dulu sebelum petik2.. Hihihi.. ^_^

Rumah Vania di daerah Jakarta Timur... Dan disini... Nggak ada becak! hihihi... Akhirnya alih2 jalan pagi, Vania, saya dan Eyang sewa becak yang mangkal di depan penginapan. Seneeeng deh... Ini pertama kalinya Vania naik becak..! :-P

Hari pertama kami gunakan untuk menyelesaikan urusan Bundanya Vania. Kemudian kami mengunjungi kampungnya Cachan di Klaten. Selain untuk bersilaturahmi, kami juga niatkan memberi kesempatan Cachan untuk nyekar ke makam Ayahanda Cachan yang baru berpulang awal Desember lalu. Perjalanan ke Klaten memakan waktu sekitar 1 jam. Tapi kami baru sampai di rumahnya Cachan sekitar 1 jam kemudian. Total 2 jam. Vania pegel lagi, bawel lagi. Si Cachan yang sudah puluhan tahun di Jakarta bisa2nya lupa sama jalanan ke rumahnya sendiri... Padahal tiap tahun pulang... #weeew#

Sampai di Klaten, kami makan siang dulu di sebuah rumah makan yang namanya Taman Air. Sukaa!! Karena enak dan murah! Ahahaha... Sepiring munjung berisi beberapa ekor ikan gurame sama harganya dengan seporsi (satu ekor) ikan gurame di Jakarta! Sambalnya enak pula.. Vania pun lahap makannya... Hihihi.. ^_^

Salah satu rumah makan di kab. Klaten. Taman Air, namanya. Banyak permainan anak2 juga disini.

Selesai makan siang bersama dengan beberapa anggota keluarga Cachan, kami berkunjung ke rumah Cachan di desa Gamolan, kab. Klaten. Alhamdulillah, kami diberi usia untuk bersilaturahmi dengan keluarga Cachan. Senangnyaaa.. :-)

Oma sedang menikmati keindahan alam. Sawah dan ladang dimana2.. Hijau..! Di belakang Oma itu adalah kebun keluarga Cachan yang sedang ditanami kacang panjang.

Jika mendengar cerita Cachan, jadi sediiih... Betapa berat ya perjuangan seorang petani... Ibunda Cachan seringkali mengalami kerugian besar saat hasil sawahnya dimakan tikus... Atau kacang panjangnya mendadak diserang  hama.. Padahal jikalau berhasil panen semua pun, keuntungan juga tak seberapa dibanding betapa lelahnya memelihara padi dan tanaman palawija ini. Kata Cachan, masyarakat kecil tak berkutik jika sudah berhadapan dengan para tengkulak yang membeli dengan harga yang sangat rendah... :-(

Jika sudah begini, apa yang bisa kita lakukan? Mungkin paling tidak, kita tak membuang2 makanan ya... Hargai jasa petani...

Ah, Vania sukaaa sekali diajak main ke sawah... ^_^ Ini apa ya namanya? Alat untuk menghalau burung ini..?

Luar biasa ramahnya orang2 desa ini... Selain sawah dan ladang keluarga Cachan, tentu banyak juga milik tetangganya... Ada kebun timun, pare, dan pepaya... Setiap kami melewati kebun salah satu dari mereka, pasti kami disuruh mengambil hasil kebunnya. Vania petik satu pare, dan Paklik itu menyahut dalam bahasa Jawa yang kurang lebih artinya, "ambil lagi banyak2, adeeek..."

Pare dari kebun tetangga Cachan.

Alhasil Vania pulang dari sawah dengan sekantung penuh hasil bumi. Ada timun, pare, pepaya, kecipir, aneka bibit bunga, jeruk nipis... Wew... Alhamdulillah yaaa... Jadi malu, karena kami tak membawa apa2... Dan mereka pun menolak ketika kami mau kasih sesuatu. Kami dianggap keluarga Cachan dari Jakarta. And their stuff's not for sale for us..

Sepulang kami dari sawah, kami mendapati suguhan yang lezat nian. Ini bubur pati garut yang disiram dengan kuah santan. Hmm.. Yummy... Luar biasa kenyangnya kami hari itu.. ^_^  Tepung pati garutnya ditumbuk sendiri loh sama keluarga Cachan, apalagi masaknya dengan tungku... Rasanya beda deh! ;-D

Terima kasih banyak untuk keluarga Cachan...

Selain aneka panenan dari kebun, kami juga dibawakan oleh2 dari keluarga Cachan... Banyak sekali... Kami dioleh2i beras merah, telur bebek organik, kue kembang waru seberat 2 kg! Ini kira2 dua karung banyaknya.. Wow.. Alhamdulillah!


Sepulang dari tempat Cachan, kami kembali ke Jogja. Dari Klaten ke Jogja, kami lewat Candi Prambanan. Karena sudah sore, sudah sekitar jam 5 lewat, kami hanya sebentar mampir disana. Foto2 sebentar, kemudian pada pukul setengah 6 lewat penjaga candi memperingatkan kami, "Anak kecil jangan disini pas maghrib. Cepat keluar saja Bu..."

Dengan agak bergidik, saya dan keluarga buru2 keluar kompleks candi sambil baca ayat kursi... :-D Kemudian kami mampir sebentar di toko souvenir, membeli beberapa kenang2an seperti baju buat Vania dan Aira, serta mainan wayang untuk Vania. Ternyata kalau sudah sore begitu para penjual souvenir ini banting harga ya? ^_^

Di Jakarta, saya belum berhasil menemukan gudeg yang seenak gudeg Jogja asli. Vania saja suka!

Hari kedua, kami mengunjungi saudara kami di Magelang, sambil melihat tempat Opa Vania dulu pendidikan militer. Namun karena cuaca sedang hujan deras, akhirnya kami tak bisa mengabadikan Akademi Militer itu. Hanya lewat saja di depannya, diiringi cerita si Opa tentang masa pendidikan dulu..^_^

Ini pesanan Vania begitu dia melihat cokelat ini dipajang di etalase toko oleh2. Cokelat yang satu kotak harganya 25rb ini hanya berisi 4 buah borobudur mini. Saya mencoba satu, rasanya biasa saja sih, di dalamnya ada kacangnya.

Di Magelang, kami juga menyempatkan diri mampir di makam adik sepupu saya. Alm. Affwan, yang memang menderita kelainan jantung sedari kecil.

Kepergian Affwan awal Desember lalu, 2 minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-15 tahun, adalah satu teguran dan pelajaran yang sangat berharga buat saya.
Sepulang dari makam Affwan, kami menyempatkan mampir membeli oleh2... Oleh2nya yaa.. Cobek! :-D  Katanya kan daerah Magelang ini terkenal dengan kerajinan cobeknya ya...? ^_^

Sebelah kiri atas itu adalah neneknya Affwan, sedang pilih2 cobek bareng si Eyang... Katanya cobek yang bagus adalah yang tidak cepat menyerap air.. Diuji cobanya dengan menuangkan air di atas cobek itu.. Tapi semuanya menyerap air tuh, walau memang ada yang cepat ada yang lambat.. Entahlah... ;-D

Sepulang dari Magelang, kami mampir ke Malioboro, tapi nggak banyak yang dilihat dan nggak banyak yang dibeli, lagipula Vania sudah kelelahan..

Pagi hari ketiga di Jogja, kami keliling cari gudeg yang bisa dibawa pulang dengan pesawat. Untungnya ada sahabat Oma yang mengantarkan kami berkeliling, sehingga kami nggak nyasar lagi.. Hehehe.. Ohiya.. Subuh2, Cachan dan si Surya sudah berangkat duluan ke Jakarta, dengan mobil berisi aneka oleh2 itu.. ^_^ Sedangkan saya, Vania, Oma, Opa dan Eyang, kembali ke Jakarta naik pesawat..

Ini adalah pertama kalinya Vania naik pesawat loh! Lihaaat, awannya lucu2 yaaa.. Ada yang bentuk cabe kata Vania.. *eh, apa ini efek kelamaan main disawah ya Nak?* hihihi...

Naik pesawat dari Jogja ke Jakarta cepat sekali. Baru saja take off, nggak ada satu jam sudah bersiap untuk landing. Vania bingung. Kenapaaaa?? Berangkatnya dari pagi baru sampai malam, sedangkan pulangnya cuma sebentaaar saja sudah sampai Jakarta?

Nah, ini gudeg Yu Djum. Tempatnya ada di dekat bandara.

Ohya, sebagai oleh2 yang kami bawa ini adalah Gudeg Yu Djum. Bisa masuk ke tas, ditaro di cabin nggak tumpah, karena kering. Biasanya kebanyakan kreceknya kan basah, nah yang ini kering. Kemasannya dengan besek. Di dalamnya ada petunjuk cara penyimpanan agar tak basi. Rasanya juga enak. Vania suka. Ayam kampungnya empuk, karena sama Vania nggak dikeluarin lagi sehabis dikunyah, hihihi.. ^_^

Kami makan siang dengan menu gudeg di rumah Jakarta (padahal Cachan dan si Surya saat itu belum sampai daerah Brebes). Nggak kebayang deh lelahnya Vania jika kami memaksakan pulang dengan mobil juga. Cachan dan Surya pulang lewat jalur utara, dan mereka (yang berangkat lepas subuh dari Jogja) baru sampai rumah sekitar jam 10 lewat! Wew! Ini udah termasuk macet Jakarta di hari Rabu malam.

Insya Allah, beberapa bulan ke depan akan ada agenda ke Jogja lagi. Vania udah excited dari sekarang.. Dan memang alhamdulillah, perjalanan kami kemarin sungguh menyenangkan. ^_^

Tuesday, March 26, 2013

Hula Hoop

Sudah sekitar 6 bulan ini Vania mahir bermain hula hoop. Waktu itu, Opa yang beli di tempat jual rotan, sekalian beli kursi.. Sebenarnya hanya iseng saja, ternyata bermanfaat juga.. Buat Vania khususnya... ^_^

Vania belajar main hula hoop sendiri.. Karena satu rumah nggak ada yang bisa..! Ahahaha... Yah namanya anak2 pasti mudah sekali belajar sesuatu yang baru, walau otodidak sekalipun... :-D


Awalnya Vania bisa hanya beberapa hitungan... Sekarang hitungannya sudah mencapai ratusan... Hihihi... Mungkin setara dengan 5 menit lebih... Sekarang Vania membuat aneka variasi bermain hula hoop, misalkan sambil naik turun kursi, sambil tangannya menari2, dll..

Ternyata, bermain hula hoop ini sangat bagus untuk tubuh kita... Ini hasil googling Bunda...
Dengan putaraan sirkular yang fokus, gerakan hula hoop secara langsung bekerja di bagian otot perut, pinggul, dan lingkar pinggang. Hasilnya, Anda akan memperoleh dua keuntungan sekaligus, yaitu kesehatan dan bentuk tubuh. Bahkan, merujuk pada penelitian dari badan kesehatan Institusi Cooper, 1 menit bermain hula hoop dapat membakar sejumlah kalori yang sama dengan berlari selama 8 menit. Ber-hula hoop juga bisa mengkoreksi garis tubuh berkat gerakan sirkular dan "membetulkan" postur tubuh bagian atas.
Sumber: Kalbe Nutritionals


Wah main hula hoop ini bagus banget ya buat yang sedang program penurunan berat badan... Hihihi... Sayangnya, walau sudah diajarkan berkali2 oleh Vania, Bunda nggak bisa2... Huhuhuuu... *nangis di pojokan*

Kalau teman2 disini, apa olahraga favoritnya..? ;-)

DHE Itu Prioritas

Salah satu sobat blogger saya ternyata sedang bingung memilih nama... ^_^
Lumayan udah lama saya tau blog Curahan Matahari dan sekian lama itu pula, nama "Dhe" sudah identik dengan Curahan Matahari... :-D

Berarti nama Dhe prioritas ya?

Menurut saya sih, iya... Lebih bagus daripada Dc atau D... :-D

Tapi di kehidupan sehari-hari, DHE, juga adalah prioritas bagi saya. Saya lebih suka tindakan preventif daripada kuratif.. Iya kan memang lebih baik mencegah sakit gigi daripada mengobati... ^_^

Setiap hari, saya usahakan sebisa mungkin mempraktekkan DHE ini kepada setiap yang datang, karena DHE adalah Dental Health Education.. hihihi... ^_^

Pokoknya, buat Dhe... Mudah2an setelah banyak masukan dari teman2, Dhe nggak akan galau lagi ya... Dan tetep rajin ngeblognya... ^_^


Buat yang punya pendapat untuk nama panggilan si pemilik Curahan Matahari, silahkan meluncur ke TKP... ^_^


"Tulisan ini diikutkan pada: Give Away Kecil-Kecilan Ala Curahan Matahari"

Friday, March 22, 2013

Pengalaman Gastroscopy

Sebenarnya, banyak sekali angka tiga yang bertebaran di cerita keluarga saya (saya tiga bersaudara, papa dan mama saya beda tiga tahun, adik pertama saya dan istrinya beda tiga bulan, adik bungsu saya dengan istrinya beda tiga tahun, dan keponakan saya Aira bulan tiga ini berusia tiga tahun.. Iya! Aira seumuran dengan Alvin dan Dija ya! ^_^).

Namun, karena Jum'at pagi ini saya masih flyyy dan hampir tak punya ide menuliskan cerita apapun tentang keluarga saya, maka saya tulis saja pengalaman yang saya alami kemarin malam...

Flyyy...?!

Iyaaa...

Kamis malam kemarin, saya menjalani suatu prosedur yang disebut dengan istilah gastroscopy. Gastroscopy adalah salah satu jenis endoscopy, suatu prosedur non-bedah yang dimaksudkan untuk melihat kondisi organ pencernaan kita, sebagai pemeriksaan penunjang. Dalam kasus saya, yang diteropong adalah lambung.


Jujur saja, saya orang medis, tapi juga penakut.. Eeaaa... #malu2in#

Ini adalah niat ketiga saya untuk dilakukan gastroscopy, dan akhirnya terlaksana juga. Sebelumnya sebanyak  dua kali sakit lambung saya kambuh, dan sebanyak dua kali juga dr. Okki Ramadian, Sp.PD, dokter penyakit dalam saya, memberikan surat pengantar yang tidak saya tindak lanjuti. Yah beliau juga memberikan saya kebebasan menentukan waktunya. "Kapan siap, hubungi saya ya... Tapi surat pengantarnya udah ada, ini..."

Begitu keluhan saya hilang, saya sengaja melupakan gastroscopy ini... Alasannya? Belum siap mental... Ahahahaaa...

Yah, bayangkan saja... Gastroscopy ini dilakukan dengan alat semacam selang panjaaang yang diameternya sebesar jari tengah orang dewasa, yang dimasukkan lewat mulut, teruuuss menuju jalur pencernaan, kerongkongan kemudian berakhir di lambung. Siapaaaaa yang "bersedia dengan senang hati" dilakukan tindakan seperti ini...?? Coba ngacung yang bersedia..? :-P


Kurang lebih seperti ini prosedurnya. Gambar dari sini.

Teropong jalur pencernaan. Gambar dari sini.

Tapi saya sadar, ini adalah pemeriksaan penunjang supaya dokter dapat membuat rencana perawatan yang tepat untuk lambung saya. Akhirnya, surat pengantar gastroscopy ketiga dari dr. Okki, saya tindak lanjuti. Kamis pagi kemarin, saya membuat janji, kemudian cek darah untuk melihat kesiapan tindakan operatif, yaitu pemeriksaan haemoglobin, trombosit, masa pendarahan dan masa pembekuan darah. Selain cek darah, persiapan lainnya adalah berpuasa makan 6 jam sebelumnya, dan puasa minum 3 jam sebelumnya. Supaya lambung kosong dan memudahkan pemeriksaan.

Iya.. Akhirnya saya paksakan diri ya untuk siap mental. Saya punya tiga motivasi untuk itu:
  1. Saya harus sehat demi Vania.
  2. Dukungan kedua orangtua saya yang tiada habisnya... ^_^
  3. Pengalaman ini bisa menjadi ide untuk menulis posting tema tiga untuk acara Syukuran Rame-rame. Hahahaaa... Iya... Yah karena ini adalah ketiga kalinya saya berencana untuk gastroscopy dan akhirnya terlaksana juga... Tapiii, selain hal tersebut, ternyata selama pelaksanaan prosedur gastroscopy, saya juga melihat aneka macam tiga... Ha! Kebetulan yang aneh... ^_^

Sore itu kami bertiga, saya, mama dan papa saya, menuju RS Mitra Keluarga Cibubur. Vania di rumah, ditemani Eyang dan Mbak Atun. ^_^ Setelah sholat Maghrib, sekitar 15 menit sebelum dilakukan tindakan, seorang perawat meminta saya masuk ruang tindakan endoscopy untuk dilakukan prosedur persiapan pre-endoscopy.

Ada tiga macam alat yang dipasang di tubuh saya sebagai persiapan sebelum tindakan ini.
  1. Alat tensi di lengan kiri saya, yang otomatis akan mengukur tensi darah setiap 15 menit sekali.
  2. Alat pengukur denyut nadi yang diletakkan di jari tangan kiri saya.
  3. Venflon, di tangan kanan saya. FYI, ini semacam tempat infus, tapi bukan cairan infus yang akan dimasukkan, tapi obat, secara intra vena.

Setelah itu, ada mungkin sekitar 15 menit saya menunggu, kemudian dokter dan satu perawat lagi memasuki ruang tindakan. Jadi total operatornya ada tiga, satu dokter ahli endoscopy, dan dua orang perawat. Setelah dokter memberikan instruksi, perawat memasukkan obat secara intra vena. Satu demi satu...

Sejatinya, hanya ada dua obat yang dimasukkan lewat vena, yaitu penenang dan penghilang rasa nyeri. Namun karena saya ada riwayat asma, maka ada tiga obat yang dimasukkan...
  1. Hexilon 125 mg, untuk mencegah sesak nafas.
  2. Miloz 4 mg, sebagai penenang.
  3. Petidin 25 mg, sebagai analgesik. Penghilang rasa sakit jenis ini ternyata efeknya sama dengan morfin, walaupun cepat hilangnya dan tidak menimbulkan adiksi... Namun kenapa ya Jum'at pagi ini saya masih sedikit terasa flyyy...?

Setelah masuk ketiga obat tersebut, saya masih menunggu beberapa menit... Perawat dan dokter membuat persiapan alat dan lain2nya, kemudian mereka bertiga mengenakan tiga macam proteksi pada diri mereka...
  1. Masker.
  2. Sarung tangan latex.
  3. Apron plastik. Apron plastik ini yang membuat jantung saya lompat2. Kenapa mereka pakai apron plastik??? Apakah saya akan muntah, perdarahan atau sebagainya?? #pikiran horor#

Setelah semua siap, masih ada tiga hal lagi yang dipasangkan/ diberikan pada saya...
  1. Selang oksigen di hidung.
  2. Anestesi topikal (obat bius lokal) yang disemprotkan ke tenggorokan saya. Rasanya pahit, ya ditelan saja. Ketika obat bius ini sudah bekerja, tenggorokan dan sekitarnya terasa baal.
  3. Semacam alat yang harus saya gigit, berbentuk ring, untuk memudahkan selang masuk ke jalur pencernaan saya.
Setelah itu saya diminta memiringkan tubuh ke kiri. Pada saat ini kepala saya sudah pusing dan pandangan saya kabur, fllyyyy... Kemudian saya tak ingat apa2 lagi. Beberapa menit kemudian (tidak ada setengah jam), saya sadar dan ternyata semuanya sudah selesai... Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Butuh sekitar 5-10 menit bagi saya sampai saya benar2 bisa bangun. Lalu saya kontrol kembali ke dr. Okki untuk mendiskusikan hasil foto lambungnya, kemudian saya langsung bisa pulang.

Dilakukan biopsi juga pada jaringan lambung saya, untuk mengetahui apakah ada Helicobacter pyroli yang hidup di lambung saya. Helicobacter pyroli ini adalah satu2nya bakteri yang dapat hidup dalam kondisi asam (lambung), karena sejatinya semua bakteri seharusnya mati di lambung karena kondisi asamnya itu. Tapi memang yang satu itu beda. Saya harus menunggu tiga hari untuk hasil biopsi saya. Mohon do'anya ya teman, mudah2an hasilnya negatif... Karena kalau positif pengobatannya akan panjang dan saya harus gastroscopy dan biopsi lagi... T__T

Walau bagaimana memang lebih baik mencegah daripada mengobati. Saya pribadi harus introspeksi gaya hidup saya, diantaranya yang penting untuk menghindari penyakit lambung, menurut saya adalah tiga hal di bawah ini..
  1. Makan makanan sehat, dan hindari makanan yang  tinggi lemak semisal gorengan -___- (karena akan memperberat kerja lambung), serta kurangi makanan yang asam dan pedas (karena akan mengiritasi lambung). Dan terutama, makan makanan yang bersih, karena menurut dr. Okki Ramadian, Sp.PD, bakteri Helicobacter pyroli ini banyak terdapat di makanan mentah.
  2. Perbaiki kebiasaan hidup sehari2... Misalkan olahraga teratur dan tidur yang cukup. Jangan seperti saya, yang kadang rajin olahraga tapi terkadang tidak sama sekali :-P... Dan ngeblog tengah malam..? Coba dihindari... ^_^
  3. EPOS! A.k.a. Energi Positif. Pikiran positif tentu baik untuk kesehatan jiwa kita, namun jika kita memberikan energi positif kepada orang lain, tentu efeknya akan lebih lagi. Jika kita berhasil membuat orang lain yang sedang dirundung masalah menjadi bahagia, kita akan jauh lebih bahagia... Ya nggak? ^_^
Tetep ya, walau udah tau bagaimana caranya hidup sehat, tapi yang namanya berubah kok susahnya... Ibarat taubat tapi taubat sambal.. Besok diulangi lagi... Tapi setelah kejadian gastroscopy ini? Ah, mudah2an kali ini taubatnya sungguhan... (-___-)"

Khusus untuk sahabat blogger saya yang merayakan hari lahirnya di bulan tiga ini, Cal-Vin, Dija dan Masbro, saya do'akan semoga bisa memetik hikmah dari apa yang saya alami.  Semoga sahabat selalu dikaruniai kesehatan oleh Allah SWT. Jangan sakit seperti saya ya ^_^ hehehee..

Do'a yang sama untuk sahabat saya semua. Amin ya Rabb.


POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME-RAME MAMA CALVIN, LITTLE DIJA DAN ACACICU


 

Thursday, March 14, 2013

Ultah Paman di Godongijo Nursery

Susah ya menjelaskan ke anak2 kenapa seseorang bagi orang yang lain tidak sama dengan seseorang itu kepada orang lainnya. Ngerti nggak ya, maksud saya? ^_^ Vania sampai sekarang masih belum paham benar sepertinya, kenapa adik saya itu adalah paman bagi dia. Pertanyaannya yang susah dijawab.

Bunda: "iya, adiknya Bunda kan Om Ucup dan Om Iam.. Om Ucup dan Om Iam itu ya pamannya Vania.."

Vania: "kenapaaa?"

Bunda: (-___-)"

Baiklah bukan hal itu yang mau saya pusingin.. ^_^

Awal Januari lalu memang hari lahir adik saya. Kami yang alhamdulillah ada waktu berkumpul bersama langsung menjadwalkan jalan2. Karena acaranya ulang tahun, tentu saja agendanya makan2.. ^_^ Si Opa ingin ke daerah yang "hijau2" seperti sawah atau perkebunan. Setelah browsing2 akhirnya saya mengusulkan Godongijo Nursery yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami.

Gambar dari website Godongijo Nursery



Godongijo Nursery adalah tempat pembibitan tanaman hias, dan juga tanaman buah2an. Cocok juga untuk dijadikan tempat rekreasi keluarga, karena dilengkapi cafe dan tempat pemancingan. Mereka juga memiliki sejumlah hewan langka.


Sebagian koleksi tanaman hias.

Tanaman ini harganya mahal sekali! 1,8 jt! Hoooo :O  ...  Saya coba googling "schwenfurtii" dan apakah benar tanaman ini sejenis sanseviera? Cek disini.

Di belakang foto Vania dan Opa adalah tempat pemancingan. Walaupun sepi, tapi pemancingan tetap ramai. Terdapat juga bibit pohon jeruk (kanan bawah).

Ada kura-kura raksasa! Wow! Vania dan Aira bisa naik ke punggungnya ya.. ^_^ Kura-kura ini dikurung di kandang dan di pintu kandangnya tertulis "Dilarang Masuk". Saya berfikir kenapa di penjelasan tentang Si Bagong (foto kiri) ada foto seorang anak kecil memegang kura-kura raksasa itu. Apakah berbahaya?

Ini dia si Bagong. Menurut penjelasan ternyata Si Bagong ini berasal dari Afrika. Merupakan kura-kura terbesar kedua di dunia. Dan usianya 19 tahun. ^_^ Mengingat papan penjelasan yang sudah lapuk terlihat lama tak diganti, saya rasa si Bagong ini usianya jauh lebih tua dari itu.. :-D

Ini adalah ular Sanca. Karena dia ada di dalam kandang kaca, susah ya ambil gambar yang bagus? Apa saya aja yang nggak tau caranya ya? Hehehe... :-P

Tak jauh dari kandang Sanca, terdapat kolam ikan. Penjelasannya ikan ini adalah Arapaima Gigas, ikan air tawar terbesar di dunia dan berasal dari pedalaman Amazon. Di foto bawah saya coba mengambil gambar ikannya, namun karena ikannya hitam dan kolamnya juga hitam, saya nggak bisa dapat gambar apa2. Saya heran, kalau ikan ini karnivora, kenapa ikan kecil sejenis lele itu nggak dimakan ya? Hmm.. Keliatan nggak lelenya?

Ini gambar ikan Arapaima Gigas yang kupinjam dari National Geographic. Mirip ikan arwana ya? Tapi, wow besar sekali!

Sekitar cafe... Ada kolam ikan lain, berisi ikan koi, dan ikan mas.. Kursi dan meja di cafe ini juga ada yang unik, yang terbuat dari kayu berbentuk tak beraturan. Hanya saja keluarga saya nggak ada yang mau duduk disana, padahal saya ingin... ^_^

Nah, kalau ini namanya hewan apa ya? Sejenis aquarium ini berada di salah satu dinding cafe. Unik. Saya nggak ingat ada papan penjelasan apapun di sekitar aquarium.

Suasana di Godongijo Nursery. Teduuuuh.... ^_^

Ini yang langka! Keluarga lengkap! ^_^

Saatnya makan... Maaf, kalau udah ada makanan di meja pasti berantakan deh..

Menu disana lumayan enak..  Ikan dan ayam bakar, aneka sayuran tumis seperti kangkung, gado2, gorengan tahu dan tempe, dll.. Ada menu anak2 juga, Vania pesan chicken katsu dan sayur sup. Tempe mendoan itu pesanan saya, cukup enak, tapi sambalnya kurang banyak.. Hihihi... :-D .. Harga makanan cukup terjangkau. Seingat saya, harga makanan dan minuman saat itu, berkisar antara 10rb-60rb..

Vania dan Aira, kalau tak dijanjikan es krim, pasti susah makannya..

Saatnya pulaaang... Untunglah.. Lahan parkirnya cukup luas...

Mungkin kapan2 bisa ke tempat sejuk di daerah Sawangan Depok ini lagi... Sekedar mencari udara segar dan suasana makan yang dekat dengan alam... ^_^


Untuk yang ingin info lebih lanjut, bisa kesini. :-)

Bilang Saja Sama Allah

Salahnya Bunda Vania memang, kurang bisa menjelaskan mengapa seorang perempuan dewasa terkadang bisa tidak sholat. ^_^ Bunda hanya memberi alasan "sedang sakit perut" ketika sedang datang bulan, untuk menghindari pertanyaan2 Vania yang luar biasa sulit dijawab ^_^. Akhirnya Vania menyimpulkan salah deh...


Tempo hari ketika sedang asyik main dengan si Eyang, Vania mengucapkan sesuatu yang menurut kami, lucuuu... Bunda sedang jaga klinik waktu itu, dan seperti biasa setelah teman2 Vania yang ada di komplek pulang dan mandi sore, Vania saatnya mandi dan makan sama Eyang. Namun sebelum mandi, biasanya main dulu.

Kemarin sudah lewat jam 5, dan karena Vania susah sekali diajak mandi kalau lagi main, akhirnya Eyang memutuskan sholat dulu saja, baru mandikan Vania.

Eyang: "Vania, Eyang sholat dulu saja ya, kamu disuruh mandi lama banget..."

Vania kemudian langsung menarik tangan Eyang dan membawanya ke dalam kamar mandi. Di pojok kamar mandi Vania berbisik... "Ssstttt... Eyang, diem2 aja... Eyang main aja sama Vania... Eyang nggak usah sholat... Eyang bilang aja sama Allah, kalo Eyang lagi sakit perut kayak Bunda kemarin.."

Eyang langsung tepok jidat.. x_x

Pada akhirnya Eyang dan Opa menasihati Vania, bahwa Allah itu nggak bisa dibohongi... Bahkan Vania nggak usah ngomong apa2 juga Allah tauuu kalau Vania mau bohong... ^_^


Sekarang ini, Bunda sedang membacakan Vania buku "365 Hari Bersama Nabi Muhammad saw." Bunda sendiri sudah selesai membaca buku ini, sangat mudah dipahami buat anak2. Buku ini menceritakan kehidupan Nabi Muhammad saw sedari lahir sampai wafat. Bunda saja sukaaa sekali, sangat mengingatkan kita semua akan kecintaan kita kepada Rasulullah saw. Dengan bahasa yang sederhana, justru sangat terasa bagaimana indahnya akhlak Rasulullah saw.

Kalau buku favorit sahabat, buku apa namanya? ^_^