Monday, November 5, 2012

Memaafkan

Hal positif apa yang telah engkau berikan untuk orang lain...?

Membaca pertanyaan di atas, mungkin sebagian orang merasa berhak menjawab, sebagian lagi malu atau bahkan tidak yakin... Kebaikan apa saja yang sudah kuperbuat untuk orang lain?

Baiklah, mungkin dengan keadaan yang sekarang sedang kujalani, aku bisa yakin akan satu hal positif yang kuberikan untuk orang lain, bahkan setelah orang tersebut melukai hatiku sedemikian rupa. Ya, memaafkan. Lama sekali baru aku bisa memaafkan. Berbulan-bulan lamanya...

Untuk giveaway sahabat Nia Angga, pada dasarnya, tulisan ini bisa saja masuk kategori "pencapaian tertinggi dalam hidup hingga detik ini.."

Aku yakin, tidak semua orang bisa bertahan menghadapi cobaan seperti yang aku alami. Banyak orang yang kukenal dulu, ingin mengakhiri hidupnya karena putus cinta, atau lebih jauh lagi mengalami prahara dalam rumah tangga.

Kita manusia normal yang tidak mengalami masalah serupa tentu akan berfikir orang-orang tersebut sangat pendek akalnya, dan tidak ingat Allah. Hanya karena masalah seperti itu ingin mengakhiri hidupnya, padahal pasangannya belum tentu mengalami hal yang sama.

Memang benar, mereka sangat pendek akal dan tidak ingat Allah. Tapi dulu ketika aku menyaksikan mereka yang mengalami hal ini, tidak sedetik pun terlintas dalam pikiranku, bagaimana rasanya jadi mereka? Ternyata, rasanya sakit sekali. Tak usah dibayangkan rasanya. Hanya mengertilah, mereka yang tidak mengalami, tidak pernah akan tau rasanya. Ini, tidak sama dengan putus dengan pacar. Karena ada darah dagingnya yang harus kita pelihara dan sudah diamanahkan Allah kepada kita. 

Berjuta pertanyaan berkecamuk, sampai-sampai kita menyalahkan Allah atas takdir-Nya tanpa kita menyadari bahwa kita telah melakukan hal berani itu. Bertanya kepada Allah, kenapa hal ini terjadi padaku, sama dengan menyalahkan Allah, bukan? Sikap tidak terima atas segala keputusan-Nya. Menghunus pedang! Ingin melawan Allah! Astaghfirullah...

Menyalahkan Allah, dan juga menyalahkan diri sendiri atas kesalahan-kesalahan apapun yang pernah dilakukan, sampai hal-hal terkecil yang pernah lalai dilakukan... Membuat aku sekian lama menghukum diri ini, terpuruk dalam lubang tak berdasar... Hingga hilang semangat hidup.

Ya Allah, ampuni aku atas segala khilafku...

Ikhlas memang mudah untuk diucapkan, tapi tidak untuk diamalkan. Sulit! Apalagi jika seseorang telah mendzalimi dirimu sampai terasa hilang harga dirimu, walaupun bukan fisik yang disakiti, tapi hati yang luka sulit untuk diobati.

Terlepas dari fakta bahwa setiap manusia pernah salah, termasuk diri ini, namun kenyataan bahwa seseorang merasa boleh berlaku sekehendaknya terhadap diri kita adalah hal yang sulit untuk diterima.Inginnya kita berdo'a kepada Allah supaya menghukumnya. Inginnya dia merasakan sakit yang sama dengan yang kita rasakan.

image dari sini

Aku yakin sering mendengar seseorang bergumam sambil mengurut dada, "biar Tuhan yang membalas.."

Ya... Memang Allah Maha Adil... Dan ya memang setiap perbuatan ada balasannya...

Tapi... Mampukah seseorang yang telah disakiti, kemudian ia memaafkan sepenuh hati, dan bahkan mendo'akan orang yang telah menyakitinya?

Awalnya, itu mustahil bagiku. Tapi alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, pergulatan batin yang cukup lama... Aku akhirnya bisa memaafkan, dan bahkan kini aku pun mendo'akan dia, semoga dia dan keluarganya mendapat kehidupan ke depan yang jauh lebih baik daripada kehidupan sebelumnya.

Jujur saja, aku bangga dengan diriku sendiri. Bukan aku sombong. Bukaaan. Tapi aku merasa spesial.. Aku sangat bersyukur... Karena Allah masih memberikan pikiran yang waras kepadaku, serta hati yang lapang. Aku bisa seperti ini karena aku tidak sendirian, teman. Allah menurunkan bala bantuan-Nya, berupa orangtua sholeh/sholeha dan saudara serta sahabat-sahabat terbaik yang selalu mengingatkan aku kepada-Nya. Alhamdulillah....

Ujian hidup ini jauh melampaui sulitnya ujian universitas manapun. Buku referensinya tidak bisa dicari di perpustakaan. Kita hanya bisa mencari jawaban, dengan satu keyakinan yang amat sangat kepada Allah SWT. Yakin!

Yakinlah apapun rencana-Nya... Dia Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya... Allah tidak mungkin mendzolimi hamba-Nya...

Tidak usah dibahas lagi yang telah lalu...
Tidak usah dibicarakan lagi kepada orang lain...
Tidak usah diungkit-ungkit...
Dan terlebih... Tidak usah menyalahkan orang lain...
Lebih baik introspeksi saja, dan tata kehidupan ke depan supaya lebih baik...

Aku bangga... Inilah pencapaian tertinggi dalam hidupku sampai detik ini... Tapi aku juga yakin, bahwa maaf dan do'a yang kuberikan untuk dia yang pernah menyakitiku, adalah hal terbaik yang pernah kuberikan untuk orang lain...

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi sahabat, untuk lebih mudah memaafkan... Amin Ya Rabbal'alamin..

* * *



43 comments:

  1. merinding membaca ketika yang tersakiti justru mendo'akan yang menyakiti. Sebuah sikap yang indah dan tidak semua orang bisa melakukannya. Yang sering terjadi justru ketika timbul permasalahan karena tersakiti, justru memunculkan rasa dendam dan perang untuk mencari pembenaran diri.
    Dan sudah sepantasnya sikap semacam ini menjadi sebuah kebanggaan, bukan untuk riya' tapi justru memberikan inspirasi dan teladan bagi yang lainnya.

    ReplyDelete
  2. peluk-peluk dulu ah

    Salut Thia
    Jika dirimu sudah mampu memaafkan
    karena kuyakin itu tak mudah
    tapi pasti dirimu telah berupaya keras
    dari Tuhan memberkatimu dengan kelapangan hati
    semoga kuat selalu ya a

    semoga berjaya juga di kontes ini :)

    ReplyDelete
  3. Subhanallah...
    Tak salah bila Mbak menganggap bahwa 'memaafkan' adalah pencapaian tertinggi bagi Mbak. Karena sangat tidak mudah memaafkan orang lain.
    Seingat saya rasanya saya jarang banget bertemu orang yang mengatakan telah memafkan orang lain. Rata2 yang ditonjolkannya hanyalah rasa sakit hatinya saja...
    Gudlak ngontesnya ya, Mbak...
    *big hug :)

    ReplyDelete
  4. Tiaaaaaaa, sungguh pencapaianmu belum tentu bisa diraih semua orang, termasuk daku. Memaafkan dengan setulus hati dan bahkan mendo'akan meski sudah dicontohkan Sang Tauladan tapi masih sangat sulit untuk diamalkan. So, selamat ya Tiaa, semoga berjaya dalam kontes ini ;) #intip kapan DL ah#

    ReplyDelete
  5. memaafkan bahkan bisa mendo'akan itu jauh lebih sulit drpd menita maaf ya mbak.

    semoga sukses utk kontesnya mbak :)

    ReplyDelete
  6. saluuuuuuuuuut sama Mbak Thia yang super hebat
    bisa melewatinya saja sungguh luar biasa
    apalagi bisa MEMAAFKAN dengan ikhlas, bahkan mendoakan dia supaya bahagia

    subhanallaaaah, ajari aku biar bisa seperti itu Mbak...

    ReplyDelete
  7. Aku bangga dengan mu This... keep move on sits! Allah Maha Tahu kekuatan dan ketahanan makhluk2Nya, maka ujian dan cobaan yang diberikan kepada masing2 makhluk juga beragam/berbeda-beda.

    Memaafkan memang butuh proses, tidak serta merta. Congrats, doa ku untukmu senantiasa.

    Aku punya kisah yang hampir sama tentang sebuah rasa bernama 'ikhlas', bisa dibaca disini :
    http://www.alaikaabdullah.com/2011/11/ikhlas-adalah-ketika-kita-benar-benar.html

    ReplyDelete
  8. Dear Thia ...
    Saya dua tiga kali membaca ini ...
    Saya diam ...
    tidak tau harus menulis apa ...

    Yang jelas ...
    Live goes on ...

    Semoga ALLAH selalu bersama kita

    Salam saya

    ReplyDelete
  9. setuju mba. ikhlas memang mudah diucapkan tapi sangat sulit untuk dilakukan.

    Bersyukur ketika ada masalah kita masih ingat Allah, karena berarti Allah sayang sama kita. Ujian hidup adalah proses pendewasaan diri. jika kita bisa menghadapinya dengan baik, maka kita naik tingkat. dan janganlah meminta kepada Allah agar jangan diberikan cobaan lagi, tapi mintalah kekuatan pada NYa aga kita bisa menjalani hidup ini. *peluuuuuuuuuk..

    ReplyDelete
  10. Membaca cukup lama sambil diam berkaca ...
    Terima kasih sharingnya. Salam

    ReplyDelete
  11. Saleum,
    Dengan ikhlas hatipun akan lapang, bukan begitu mbak?

    ReplyDelete
  12. mba Tiaaaaaa *peluk erat*

    yes, you're special. setiap individu punya ujiannya masing2, dan Alloh SWT memilih sebagian orang hebat untuk ujian berkategori berat, karena ikhlas -menurutku- adalah ilmu tertinggi yg tidak bs dicapai setiap manusia.

    Gudlak ngontesnya ya mba^^

    ReplyDelete
  13. duh mba ktia, kaya ditampar bolak balik rasanya baca tulisan ini. Aku belum bisa seperti mbak tia yang bisa tulus memaafkan, tapi aku selalu ingin belajar untuk bisa memaafkan orang lain yang sudah menyakiti aku.... *elapaermata

    semoga menang kontesnya ya mbak....

    ReplyDelete
  14. 1. Setiap orang yang beriman pasti diberi cobaan oleh Allah swt guna menguji kadar keimanannya.
    2. Allah Swt tidak pernah memberikan cobaan diluar kemampuan hambaNYA.
    3. Syukur dan sabar adalah sikap orang yang beriman
    4. Memaafkan adalah perbuatan mulia.
    5. Jangan pernah mendoakan orang lain(termasuk keluarga kita) dengan doa keburukan.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  15. berkunjung gan ..
    salam kenal yaa .. salam bloger

    ReplyDelete
  16. Mbak termasuk manusia yang terpilih untuk dilihat oleh Allah ketegarannya ya mbak. Mudah2an bisa tetep sabar menjalaninya :)






    *btw jangan lupa ikutan GA aku ya mbak http://irniirmayani.wordpress.com/2012/10/31/giveaway-sebuah-permintaan/ *tetep promosi* >.<

    ReplyDelete
  17. memaafkan orang yang paling dekat tapi paling menyakitkan kita adalah hal yang sulit....amat sulit. Kalau kita tidak dekat dengan orang itu, pasti kita bisa abaikan, tapi.... Dan dalam agamaku justru kita berusaha mendekati perbuatan Tuhan dengan berusaha memaafkan orang yang paling menyakiti kita. Jika kita sudah bisa memaafkan maka semua akan mudah. Dewasa dalam iman. Semoga kedewasaan yang sudah Thia peroleh bisa berguna bagi Thia sendiri, bagi Vania dan semua orang-orang di dekat Thia.

    Yes, memaafkan sendiri adalah giveaway tak ternilai :)

    ReplyDelete
  18. subhanallah... akhirnya mbak thia berhasil..
    salut buat mbak thia. meski kita ga tau kapan, tapi yakin Allah sudah menyiapkan yang terbaik buat mbak thia. Dan saat itu tiba, mbak thia pasti tersenyum saat mengingat masa itu..
    tetap semangat ya mbak..

    terima kasih atas partisipasinya. sudah kucatat sebagai peserta yaa :)

    ReplyDelete
  19. let me just hug you..
    miss you..

    ReplyDelete
  20. Salut sama mbak Thia.... Tetap semangat ya mbak... Allah pasti merencanakan sesuatu yg indah untuk mbak Thia :)

    ReplyDelete
  21. Dunno what to say mbak..
    Mbrebes mili bacanya..

    ...
    Ahh bener2 ga tau mau nulis apa :'(

    ReplyDelete
  22. Mbak Thia mau nitip apa???
    kain???

    ReplyDelete
  23. loh aku kok ketinggalan postingan ini ya padahal kan udah lama :) semangat terus ya

    ReplyDelete
  24. assalamualaykum

    mbak thia, pengumuman GAnya udah ada ya...
    aku tunggu konfirmasinya :)
    makasihhh

    ReplyDelete
  25. hmmm sudah berapa kali yah tulisan ini aku baca...dan selalu saja mewek....subhanallah...mbak bisa melakukannya...salut..
    aku terus terang seandainya pada posisi mbak..belum tentu kuat dan setegar itu..apalagi yang namanya "MEMAAFKAN" hmm..rasanya akan jauh dari kata itu apabila merasa terdholimi..dan tersakiti..tapi masyallah mbak bisa....itu yang aku ingin belajar mbak...menjadi orang yang pemaaf dan ridho dengan segala takdir allah ....
    suka banget dengan bagian yang ini
    "Ujian hidup ini jauh melampaui sulitnya ujian universitas manapun. Buku referensinya tidak bisa dicari di perpustakaan. Kita hanya bisa mencari jawaban, dengan satu keyakinan yang amat sangat kepada Allah SWT. Yakin! "


    ReplyDelete
  26. mantap info nya sangat bagus,,,,,,,,,
    dan salam kenal aja ,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  27. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  28. info yang sangat bagus nie gan ,,,,,,,,,,,

    ReplyDelete
  29. terimakasih, menarik sekali tulisannya.
    anda pun ingan tampil menarik? mudah saja...

    ReplyDelete
  30. bagus sekali infonya. terimakasih.
    hadapilah semua masalah. selesaikan dengan hati yang tenang dan otak yang yang dingin serta berusaha dengan keras...

    ReplyDelete
  31. terimakasih telah berbagi info yang bermanfaat.
    sehat selalu, dan berikan senyuman pada orang di sekitar anda!!

    ReplyDelete
  32. terimakasih info menariknya, semoga bermanfaat
    http://goo.gl/BB9B4H

    ReplyDelete
  33. Semoga informasi ini dapat memberikan wawasan yang lebih untuk semua pembaca khususnya saya sendiri

    http://goo.gl/Ffvnzt >> Bayam

    http://goo.gl/UQJgNz >> Jagung

    http://goo.gl/CzgFyF >> Temulawak

    http://goo.gl/VpWa7w >> Daun Sukun

    http://goo.gl/0C4xsD >> Protein

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)