Thursday, November 22, 2012

Dentophobia

Sebenernya posting ini adalah edisi curcol... :-P

Ternyata aku hiatus lagi yaaa... Lamanyaaa nggak posting... *tutup muka*

Well, kalau mau cari alasan sebenarnya banyaaak... Antara urusan pengadilan, belajar karena ingin coba daftar sekolah lagi, dan nggak bisa isi pulsa karena gaptek akut *colek mbak Lidya*

Hehehe...

Eniwei...

Mau curcol aja sedikit tentang kejadian yang baru saja aku alami... Hehehe...Entah dentophobia ini (fear of dentist) banyak diidap oleh anak-anak, ataukah banyak juga dewasa yang mengidapnya? :-D

Gambar dari sini.

Biasanya yang namanya anak2, akan takut ke dokter gigi. Namun, biasanya dengan bujuk rayu dari kami, mereka akhirnya bisa diberi perawatan sampai selesai... Tapiii, ada beberapa kasus yang sangaaaaat alooot, hingga aku pikir kutulis saja deh disini...

Aku hanya ingin memberi sedikiiit saja masukan buat orangtua yang masih memiliki anak balita.. Alangkah baiknya sebelum anak dibawa ke drg, mereka diberi pengertian dahulu tentang mengapa mereka harus ke drg, serta akibatnya jika tidak ke drg. Tolong ceritakan hal yang sebenarnya. Jangan ditakut-takuti, jangan juga dikurang-kurangi... Dan jangan lebaaayyy dalam menjanjikan hadiah... :-D

Tempo hari, datang seorang anak usia 7 tahun yang sudah duduk di kelas 1 SD. Saat masuk ruangan sudah kuperkirakan, bahwa anak ini akan "alot". Setelah dibujuk rayu olehku, si cantik akhirnya mau juga duduk di kursi gigi, namun apa yang kukhawatirkan terjadi juga. Ia mingkem dong... (btw, "mingkem" ini bahasa baku bukan ya?)

Si cantik tidak mau buka mulut. Kedua orangtuanya mulai hilang kesabaran. Mereka akhirnya mengeluarkan jurus-jurus, seperti...

Nanti habis cabut gigi akan mampir C*rrefour dan beli es krim. (Kedua orangtua masih memanggil sayang kepada anaknya).

Nggak mau buka mulut juga... Diberi janji lain yang lebih heboh...

Nanti habis cabut gigi akan dibelikan iPad.. (Kedua orangtua mulai cemberut)

Masih nggak mau buka mulut juga.... Akhirnya keluar ancaman...
 
Nanti kalau tidak mau buka mulut, akan dilaporkan ke nenek... (Orangtua mulai membentak)

Belum mempan... (Kedua orangtua sudah hilang kesabaran dan merasa malu)

Dokter giginya baik kok, nggak akan berdarah...

Nggak mempan juga...

Akhirnya setelah sekian jurus hadiah dan ancaman yang diberikan, jurus terakhir adalah...

Nanti Papa sama Mama tinggalin kamu disini! (Sampai disini anak akan merengek ditambah sebutir dua butir air mata mengalir di pipinya).

Namun kejadian tempo hari, jurus mereka yang paling membuat aku ingin tertawa geli adalah...

Biarin!!! Nanti Mama tinggalin kamu di lampu merah! Biar suruh ngamen aja!!!

Dalam hati aku... Muahahahaaaa..!!!

Masya Allah... Tega bangeeeet!!!

Yang baca ini jangan ketawa atau komentar dulu ya... Let me explain... Hehehe... :-D

Aku paham orangtua dalam keadaan hilang kesabaran dan merasa malu (dengan drg dan perawatnya) akan melakukan apa saja demi menunjukkan bahwa anaknya tidak seharusnya berlaku demikian. Tapi tolong dipahami juga oleh orangtua bahwa membohongi anak, membentak dan mengancam anak juga tidak layak. Mereka ini orangtua yang aku nilai berpendidikan dan aku yakin mereka paham, bahwa mengancam anak itu sangat tidak patut. Lalu kenapa kalau sudah di ruang drg seakan mereka lupa dengan prinsip itu? :-D

Ada juga yang saking frustasinya, si Mama sampai menangis didepanku. Anak berlaku demikian adalah hal yang wajar. Pelan-pelan anak-anak bisa diberi pengertian kok. Yang sabar saja. Nggak usah putus asa. Jika anak tidak mau buka mulut, bisa kembali di lain waktu, ketika anak lebih siap.

Dan, sekali lagi tolong ceritakan yang sebenarnya. Tidak usah berbohong. Misal: cabut gigi tidak akan berdarah... Salah! Nanti jika kedapatan berdarah anak akan hilang kepercayaan dan tidak mau lagi ke drg, padahal ada 20 gigi yang harus ganti.

Kemudian kalau yang dijanjikan setelah cabut gigi adalah iPad... 20 gigi berarti 20 iPad. Orangtua udah siap belum menyediakan 20 iPad? Nggak boleh ingkar janji loooh sama anak... :-D

Dan semua ancaman itu tentu akan berdampak tidak baik buat kejiwaan anak.

Aku sebagai operator, ingin membujuk sang anak, namun sudah "kalah" suara oleh ancaman dan hadiah yang dijanjikan orangtuanya. Di depan anak, aku dan orangtua seharusnya seiring sejalan. Namun yang sering terjadi adalah kami kontradiktif. Anak jadi bingung kepada siapa ia harus percaya dan akhirnya ia tambah tak mau membuka mulut.

Seharusnya, menurut pendapatku, ceritakan saja yang sebenarnya.. Misalnya... Bahwa jika gigi goyang harus dicabut di drg karena lebih bersih sehingga jika berdarah tidak akan infeksi. Berdarah sedikit, tapi kan itu untuk kecantikan dan kesehatan gigi ananda... Dan jika gigi lubang maka akan mengakibatkan bengkak, dan itu jauuuh lebih sakit daripada hanya ditambal sebentar sama om dan tante drg yang baik hati itu. ^_^

Lebih baik, anak balita diajak berkenalan saja dengan drg sedini mungkin. Tidak harus tunggu sakit gigi, tidak harus tunggu goyang. Pernah beberapa kali ada orangtua yang membawa anaknya yang berusia 2-3 tahun ke ruang drg, hanya untuk berkenalan. Pegang alat-alat yang tidak tajam juga (bagi aku pribadi) akan aku bolehkan, sehingga ia akan yakin bahwa itu tidak menyakitkan. ^_^

Sooo, sekian edisi curcol kali ini.. :-D
Mudah-mudahan bisa bermanfaat... :-D

35 comments:

  1. tuh kan orang tua sekarang apa-apa selalu dihubungkan dengan hadiah, pemberian dan materi untuk hal-hal yang sederhana. Padahal untuk itu hanya membutuhkan penjelasan yang edukatif, bukan dengan janji dan ancaman karena cara yang seperti ini justru membuat hati anak menjadi keras.
    Semoga Bu Dokter selalu sabar menghadapi segala jenis karakter pasien, sebagaimana saya harus sabar menghadapi pembeli di pasar.

    ReplyDelete
  2. hhh ternyata kita saling komentar hampir jam yang sama

    ReplyDelete
  3. Kak Thia,,,saya gak mau komentar dulu, wes kangen sama Vania :)

    Bacanya ntar aja ya,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe # senyum dulu

      Wah seandainya saya jadi anaknya maka saya akan mengap (membuka mulut) ketika ortu menawarkan hadiah iPad hihi

      Delete
  4. Saya dulu juga sempat ditakut-takuti sama emak biar mau dicabut giginya. Soale sudah terlanjur dobel giginya, di depan pula. Jadi percaya aja ama ancaman emak hikz

    ReplyDelete
  5. Mbak... aku termasuk dentophobia!!!!!

    hiks...

    ReplyDelete
  6. ipad, mau dong jadi anaknya yaa mbak :D

    kalau niar jarang banget ke dokter tapi gag mingkem gitu juga pas di bwa ke dokter gigi, wong gag sakit blas :D

    Kalau anak semakin diancam semakin kekeh mingkemnya, malah nakut2in bikin mental anak drop yaa kan mbak :D

    ReplyDelete
  7. Biar akuh aja yg dicabut mbak. asalkan dapet ipad!! *mureh* hihihi..

    Kalau aku seh gak mandang dokter gigi itu sakit atau apa ya mbak thia. tapi lebih ke malesnya. males bayarnya maksudnya.. hahahaha. Biasanya kalau udah kedokter gigi ada aja yg harus dibersihkan atau ditambal. jadi uang yg dibawa habis semua.

    Tapi emang salah aku juga seh. kedokter giginya jarang2. jadi lubangnya udah besar dan perlu bayar mahal. kalau seringkan mungkin bisa ketahuan dari lubang kecilnya juga.. >_<

    btw. jangan lupa ikutan GA aku ya mbak. tinggal satu minggu lagi deh deadlinenya. berharap banget loh mbak thia bisa ikutan. cuma tinggal foto dan kirim lewat email. gak perlu di posting juga :)

    ReplyDelete
  8. kasihannya kalau di puskes sih anaknya bisa dicubitin, dibentak2, sampai2 ortunya yang kumarahi he..he,,

    ReplyDelete
  9. wah untungnya pake gigi palsu, jadi bisa cabut sendiri.hehehe...salam kenal bu?

    ReplyDelete
  10. dulu waktu kecil pun setiap dengar namanya mantri/dokter gigi bawaannya langsung pura2 demam...saking takutnya kadang demam beneran..
    tp itu dulu...skrg rajin ke drg spy gigi nd bolong2 minimal 6 bulan sekali

    ReplyDelete
  11. sy sebetulnya takut ke dokter gigi, tp kl sm anak2 sy harus puter otak supaya mereka mau ke dokter gigi :D

    ReplyDelete
  12. waduuh gimana kanaya entar yak... dia paling jejeritan masuk ruang dokter mbak... ntar ke dokter giginya mba Tia aja deh, sekalian kopdar hehehe

    ReplyDelete
  13. duh udah stress juga nih karena anakku belum pernah dibawa ke dokter gigi.....
    pusing bo' hahaha... moga2 dia tahan nanti deh.

    ReplyDelete
  14. Dentophobia ???
    Gue Bangeeeeetttt !!!

    hahahaha ...
    mendengar suara bor yang mencericit itu saja sudah merinding disko saya ...
    Belum lagi beberapa waktu yang lalu ... dimana saya suakit gigi tak tertahankan ... ada yang bengkak di tempat sisa akar gigi ... trus dicabut sisa akarnya ... beeuuhhh ... suntikan anestesinya dua kali pula ... mulutku sampai kebas ... sodara-sodara ...
    (om-om lebay ) qiqiqi

    Salam saya

    ReplyDelete
  15. aduh Thia, aku udh ketawa duluan pas yg mo ditinggal di lampu merah..

    btw, ngomong2 ttg gigi, kayaknya harus pake braces lagi gara2 belum kelar urusan udh dilepas sblm berangkat.. giginya balik ke arah semula, huhuhu.. duh, apa artinya sakit 8 bulan selama itu..
    pasang disini harganya bikin mhs gretongan shock dan kebayang sakitnya lagi, ga dipasang makin aneh..
    *curcol balik*

    ReplyDelete
  16. Wow edisi curcol yang sangat bermanfaat Jeng Thia. Mempersiapkan anak mengunjungi dokter gigi sahabat anak perlu kiat khusus ya. Salam buat Vania jeng.

    ReplyDelete
  17. Saya aja masih takut deh kalau harus ke dokter gigi, apalagi cabut gigi. Walau sebenarnya kalau ditekatin juga gak apa2.

    ReplyDelete
  18. Di puskesmas saya biasanya pagi2 heboh dengan jeritan yang menggema ke seantero puskesmas :D
    Cara ancaman memang lekat banget sama budaya kita ya :(

    ReplyDelete
  19. Hihihihi....curcol semua dokter gigi keknya ya mba :D
    aku pernah gi ngantri di dokter gigi, si anak sampe diseret2 masuk ruang dokter en dia nangis kejer gituh *kebayang kan ya* hahahaha.... yg msh pada nunggu stress jg kan ngeliatnya :P

    ReplyDelete
  20. saya pernah menyarankan agar dikasih headphone dan diperdengarkan lagu2 yang eak agar pasien tak mendengar suara bor yang mengerikan itu he he he he.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  21. Tiaaaa...memang ada ya istilah dentophobia?
    Setelah baca posting ini, jadi tau deh kalo dokter gigi juga bisa gemes sama orang tua yang tidak memberikan penjelasan sebelum berangkat ke tempat praktek dokter gigi ;)

    Eh, kalo Vania yang periksa gigi, pasti udah langsung duduk di kursi gigi dan buka mulut kan, Tia?
    Siapa dulu dong ibunya... :D

    Tia, apa kabar?
    Saya udah tinggal di deket rumah Tia lo, beda-beda tipis deh kalo dari sana. Kangeeeeeen!

    ReplyDelete
  22. wah seumur hidup saya malah ga pernah ke dokter gigi lho

    ReplyDelete
  23. Gigi grahamku sebelah kanan bawah sudah berkurang satu....

    ReplyDelete
  24. Nggak lagi lagi dech sakit gigi....

    ReplyDelete
  25. Pernah juga mengalami sakit gigi, nggak ingin terulang lagi....Lebih baik sakit hati, daripada sakit gigi ini, biarlah tak mengapa...

    ReplyDelete
  26. Terima kasih atas sharingnya.Memang orang tua sering memakai jurus-jurus untuk menaklukkan buah hati.Dari mulai merayu dengan imbalan hadiah,membentak sampai ada juga yang mengancam...Wuih.....padahal anak seandainya diberi pengertian (tapi tidak membohongi) ins Allah mereka akan menurut.

    ReplyDelete
  27. nice day :)
    hargailah hari kemaren,
    mimpikanlah hari esok,
    tetapi hiduplah untuk hari ini.
    bagi-bagi motivasinya yaah...

    http://www.nolimitadventure.com/

    ReplyDelete
  28. Mbak tiaaa, ya ampuunnn baru sempet mampir sini. Btw aku mau ceritaaa
    Aku berhasil bawa dina ke dokter gigi #goyang doraaa

    Dan dina dapet jempol 4 krn da mau buka mulut plus tambal sementara. Ihh senengnyaaaa. Mau rajin2 bawa dia ke dentist :)

    ReplyDelete
  29. hai mbak, tfs, ya.

    Anak2 sy juga awalnya gak nangis kalo ke dokter gigi. Stlh bbrp kali ke dokter gigi,baru deh mereka mulai takut terutama Nai. Padahal sy gak pernah nakut2in atau cerita yg berlebihan juga

    Kl utk iming2, suka saya iming2 sih. tp kl iming2 ipad, enggak lah. Bisa bangkrut saya. Hehehe. Mereka di kasih stiker abang2 yang harganya 2000-an aja udah seneng bgt kok :D

    ReplyDelete
  30. hahaha.. keren.. keren..
    klo aku, klo pasien udah gak mau buka mulut ya istirahat liat ikan .. tp ada juga yang demi requirement ya disogok pake mainan.. :D

    ReplyDelete
  31. hehehe,
    hrs sabar ngadepin anak kecil mbak,
    pilihan terakhir HOME, Hand Over Mouth.....
    *br nyadar knp rate Sp.KGA muahaaaal

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)