Tuesday, October 30, 2012

ESQ Mission Statement & Character Building

Alhamdulillah, Sabtu & Minggu kemarin, aku berkesempatan mengikuti training ESQ tahap II, yaitu Mission Statement & Character Building.

Aku yakin, banyak yang pro dan banyak pula yang kontra mengenai ESQ 165, tapi mari kita kesampingkan dulu semua perbedaan, karena semua orang punya tujuan yang sama.. Yuk, kita hargai perbedaan pendapat, dan biarlah aku mencatat ini sebagai pengingat minimal bagi diriku sendiri.

Pelatihan ESQ ini terdiri dari beberapa tahap. Aku sendiri kemarin baru menyelesaikan tahap kedua, sedangkan tahap pertama yang basic aku ikut sekitar tahun 2009.. :-D

Sebagai pendahuluan, bagi yang mungkin belum mengetahui.. ESQ 165 adalah sebuah pelatihan, yang mengedepankan keseimbangan antara sisi intelektual, sisi emosional dan sisi spiritual seseorang. Sebab secara prinsip, untuk menjadi pribadi yang berhasil dunia akhirat, seorang manusia harus dalam keadaan seimbang antara IQ, EQ dan SQ. Sedangkan angka 165, berarti 1 hati, 6 prinsip, dan 5 langkah, yang secara nyata berarti Rukun Ikhsan, Iman dan Islam.


ESQ Model

Bagi aku pribadi, pelatihan ESQ membuat aku kembali fokus kepada visi dan misi hidupku. Buat apa aku hidup? Mau dibawa kemana hidup ini? Untuk tujuan apa? Dan bagaimana menjalani hidup supaya tercapai visi dan misi hidup tersebut.

Pada intinya, semua manusia (seharusnya) punya visi dan misi yang SAMA. Visi kita adalah untuk masuk surga, dan misi kita adalah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Sebuah visi yang jauuuuh ke depan, cita-cita di akhir perjalanan, sehingga dari sekarang pun kita harus mengerahkan segala upaya demi tercapainya visi atau cita-cita tersebut.

Mungkin bagi sebagian orang, cita-cita masuk surga adalah urusan nanti. Sekarang ya sekarang. Tapi, coba kita pikir lagi.

Apa cita-citamu?

Bagi anak-anak mungkin banyak jawabannya, ada yang mau jadi dokter, jadi pilot, jadi arsitek, atau apa pun yang menurut mereka, keren gitu loooh.

Kemudian tidak lama kita beranjak remaja dan cita-cita itu mulai berubah.

Lalu kita pun beranjak dewasa. Sebagian ada yang tercapai cita-citanya. Sebagian tidak.

Bagi yang sudah tercapai cita-citanya, sukses di pekerjaan, sukses di keluarga, punya uang banyak, lalu...

Mau apa lagi? Mau kemana lagi?

Bagi yang tidak tercapai cita-citanya, lalu...

Harus bagaimana lagi?

Aku yakin sebenarnya yang didamba oleh semua manusia adalah untuk beroleh kebahagiaan. Mungkin caranya dengan punya pekerjaan mapan? Atau uang yang banyak?  Kesehatan yang prima? Keluarga yang utuh?

Banyak orang bijak menasihati, uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Lihat si Fulan, uang banyak tapi sakit-sakitan. Lihatlah si  Fulanah, kerjaan mapan tapi cerai dan keluarganya berantakan.

Berarti.. Apakah kebahagiaan itu tidak bisa dimiliki oleh mereka yang sakit? Mereka yang tidak punya pekerjaan tetap? Mereka yang mengalami perceraian seperti diriku?

Ternyata aku bisa bahagia juga, kawan.. Semua orang memandang aku dengan tatapan kasihan. Aku pun dulu merasa merana. Merasa atap langit akan runtuh di atas kepalaku. Tapi ternyata nggak juga tuh... :-D

Mari kita renungi tujuan hidup kita lagi... Jika kita punya visi jauuuuh ke depan, tercapai atau tidak cita-cita kita di dunia ini, bukan lagi sebuah masalah. Yang ada, kita menjalani hidup yang sudah digariskan Allah dengan penuh keikhlasan dan itu akan membawa kebahagiaan.

Apa ikhlas berarti kita statis tanpa inisiatif? Justru sebaliknya...

Bukankah... Ikhlas berarti percaya penuh kepada Allah yang Maha Kuasa? Ikhlas juga berarti kita mengabdi total kepada Allah? Ikhlas berarti kita harus berusaha supaya kita dijauhkan dari siksa kubur dan siksa api neraka? (Allahumma amin).

Lalu bagaimana caranyaaa...? Ternyata resepnya sederhana saja, teman...

Bekerjalah dengan giat, sepenuh hati dengan diniatkan semua untuk Allah SWT.

Sederhana, tapi tidak mudah.

Aku ingin cerita sebuah kisah pendek. Ada seorang laki-laki biasa, ia adalah seorang yang tawadu, ikhlas menjalani kehidupan, dan meniatkan semua untuk Allah SWT. Apakah hidup laki-laki ini statis? Hanya karena dia ikhlas? Ternyata tidak. Ia tetap mempunyai visi dan misi yang mulia. Ia memiliki cita-cita ingin memperbaiki sistem di suatu organisasi terbesar di negeri ini, semuanya demi Allah SWT. Niat ikhlas karena Allah. Dan walaupun manusia dari segala arah berusaha menjegal langkahnya, tapi siapa yang bisa menghalangi kalau Allah sudah memberikan jalan? Dan ketika Allah menyampaikan ia di posisi itu, tidak ada kesombongan dalam hatinya, karena ia hanya melakukan tugasnya untuk Allah SWT.

Dari luar, ia dipandang sebagai seorang pejabat. Tapi di hatinya, ia hanyalah seorang hamba Allah, yang kewajibannya untuk mengabdi padaNya. Tak ada bedanya dengan hati seorang pemulung, yang juga menjalani hidupnya dengan ikhlas untuk menjaga kebersihan karena Allah SWT. Tidak ada bedanya juga dengan seorang ibu rumah tangga yang ikhlas menjalani tugasnya karena Allah SWT, setiap potongan bawang pun bisa menjadi pahala baginya.


Anyway, kembali ke topik...

Lalu, apa itu Mission Statement?

Aku yakin para sahabat disini sering melihat orang-orang hebat, tapi dalam keadaan fisik yang tidak lengkap, misalnya? Apa yang menyebabkan mereka dapat begitu hebatnya dengan segala kekurangannya?

Motivasi? Tapi darimana motivasi itu berasal? Apakah motivasi lahir dari cita-cita dan harapan? Untuk mencapai cita-cita tentu membutuhkan keyakinan diri, bukan? Tapi, darimana keyakinan itu berasal?

Ternyata kita umat Islam punya sumber motivasi yang lebih hebat dari sumber motivasi apapun itu. Sebuah janji kita kepada Tuhan, bahwa apapun akan kita lakukan demi Tuhan. Kita mengucapkan keyakinan itu setidaknya lima waktu dalam sehari, kawan. Iyaa... Syahadat! Mungkin terlalu sering kita sembari syahadat dalam sholat, pikiran kita memikirkan nanti anak mau dikasih makan apa ya? (Ini jujur pengalaman pribadi, hehehe..).

Apakah itu sebabnya selama ini aku sering galau, mungkin? Karena sumber keyakinan terhebat itu tidak aku yakini sepenuhnya? Mudah-mudahan ke depan, walaupun pikiran ini sulit sekali diam di tempat saat sholat, tapi minimal berusaha keras agar dia tidak kabur kemana-mana. Blas! Yang 4 roka'at, kenapa bisa jadi 5? Yang pernah mengalami ini, coba ngacung! :-D

Ternyata kalau kita meyakini dan meresapi arti dari dua kalimat syahadat, tentu akan berdampak luar biasa bagi motivasi diri ya, teman? Semoga selamanya kita semua akan istiqomah dengan keyakinan ini. Amin.

Kemudian, apa itu Character Building?

Pembentukan karakter? Bagaimana kita bisa mengabdi kepada Allah SWT kalau kita tidak berkarakter?

Jujur saja, aku dulu mudah emosi. Terkadang angkuh. Kurang peduli kepada sesama. Mengapa aku seperti ini?

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS al-Ankabut: 45).

Berarti.. Ada yang salah dengan sholatku?!
Mungkin aku terlalu terburu-buru sehingga menjadikan aku orang yang tidak sabar...
Mungkin aku tidak sepenuh hati memaknai sujudku sehingga menjadikanku orang yang angkuh...
Mungkin aku juga tidak memahami arti salamku sehingga menjadikanku orang yang tidak peduli...

Oh, subhanallah... Ternyata sholat itu sungguh hebat maknanya. Dimulai dari membiasakan diri untuk bersih dengan wudhu, disiplin dengan waktu, senantiasa membersihkan hati dengan selalu mengingat-Nya dan belum lagi segudang manfaat kesehatan yang didapat dari rangkaian gerakan sholat.

“ Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali beribadah (mengesakan ibadahnya) kepada-Ku, Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan pada-Ku, Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan Lagi Maha Sangat Kuat.” (Adz-Dzariat: 56-58).

Jadi terbukti ya secara logika, sholat memang merupakan suatu pendidikan karakter bagi manusia, dan kita melakukannya lima kali sehari bahkan bisa lebih... Subhanallah.. Sekali lagi, semoga kita semua bisa istiqomah dan menjalani sholat dengan sepenuh hati. Amin ya Rabb..

Ah ya...

Tulisanku ini juga kupersembahkan untuk teman-teman seangkatan ESQ MCB kemarin.. Dimana lagi kita bisa berada satu ruangan, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dengan para petinggi dari Polri? Hehehe... Untuk semua sahabat baruku dari berbagai profesi, bahagia sekali rasanya bisa berkenalan dengan sahabat semua... Semoga jalinan persahabatan ini bisa langgeng ya... Semoga bisa kumpul2 dan ketemu lagi... :-)

Sebagian alumni ESQ MCB 034 (akhwat). Until we meet again.. *salam semut*

Begitu banyak pelajaran yang kudapat... Dari kisah Wali Songo... Dari kisah Muhammad Ali... Dari kisah Muhammad Al Fatih... Mereka semua pengukir sejarah dengan kehebatannya, dan mereka melakukan itu semua untuk Allah... :-D


Semoga tulisanku ini bisa dipahami. Setidaknya sebagai pengingat untuk diri sendiri...

26 comments:

  1. aku ikut ESQ sudah lama, gak pernah ikutan lagi padahal kan alumni gratis ya :(
    bagus sih cuma yaaa gitu, mesti sering2 di-charge hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk mbak nique ngecharge sekalian kopdar ;-)

      Delete
  2. huah.. panjang sekali penjelasannya.. :)

    betul banyak sekali pro dan kontra nya.. sampai sekarang masih beredar dari imel ke imel dan blog ke blog :)
    sebaiknya ambil yang baik saja :)
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  3. Aku pernah okut ESQ.. tapi yg dari kantor aja seh mbak.. dan emamg motivasi dari mereka jempolan deh.. menusuk sampai kerelung hati.. tapi pas bagian penerunangan jiwanya aku ketiduran. hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah Irniii... mosok ketiduran sih... justru itu bagian pentingnya.. hehehe

      Delete
  4. Kita ambil sisi positifnya saja, setiap sesuatu pasti ada yang bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, setiap hal di dunia ini pasti membawa hikmah baik itu positif maupun negatif... kita ambil pelajaran sj daripadanya

      Delete
  5. ikut ESQ pertama duluuu, rasanya udah ada 5 tahun deh...
    kelamaan ya...
    btw, Tia, bunda udah ada blog ke dua, klik namaku aja ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bun... nge-charge yuk sekalian kopdar hehehe..

      Delete
  6. memang ada pro kontra ya mengenai ESQ ini?

    ReplyDelete
  7. Pernah ikutan esq waktu awal masuk kuliah itu mbak, sampek nangis2 gitu dibuatnya, bisa menetapkan tujuan hidup biar ndak lari kemana2 :D

    Makasih mbak diingat kan lwat tulisan ini, eeh itu mbak thia yang mana yaa fotonya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Niar yuk nge-charge kapan2 sekalian kopdar hehe... :-D

      aku yg disituuuh... :-P

      Delete
  8. Assalamu'alaikum
    Pengalaman yg berharga bisa ikut training ESQ
    ingin lagi rasanya Mba, saya ikut beberapa tahun yang lalu

    Salam kenal ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal, mbak Lyna...

      alhamdulillah.. memang saya sendiri merasakan banyak manfaatnya :-)

      Delete
  9. saya setuju kalau sisi intelektual, sisi emosional dan sisi spiritual itu harus diseimbangkan demi mendapatkan kualitas kehidupan yang lebih baik :)

    ReplyDelete
  10. Subhanallah...
    Sepertinya event ESQ ini bermanfaat banget ya, Mbak. Saya malah belum pernah ikutan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah2an kapan2 ada kesempatan utk ikut ya kak.. ;-)

      Delete
  11. Saya ikutan ESQ ketika mememnuhi undangan sekolah anak saya. Kegiatan seperti ini ada banyak manfaatnya untuk membangun karakter diri yang lebih baik. Masalah kontra selalu ada dalam banyak hal, dan kita ambil dan serap yang positip saja.
    Tentang sholat memag sarana yang sangat agung diberikan Alloh Ta'ala untuk kita dengan cara yang gratis dan sangat banyak kesempatan untuk membangun shalat yang indah dan bermakna yang mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang bisa amar ma'ruf nahi munkar. Shalat secara pribadi dan sosial sangat luar biasa pengaruhnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ajaran Rasulullah adalah pendidikan terbaik utk umatnya ya Pak..

      subhanallah.. :-)

      Delete
  12. wah keren tulisannya mbak..TFS..
    wah jadi pingin ikutan acara kayak gitu....tapi kapan?? semoga kelak ada kesempatan...

    ReplyDelete
  13. Wah....saya hanya mendengar saja dan baru kali ini saya membaca ulasannya yang cukup dalam.Terima kasih Mba dah posting ini artikel....

    ReplyDelete

Salam, terima kasih sudah mampir di blog saya :-)