Friday, May 18, 2018

Kursi Roda Untuk Alvino

Bismillah...

Akhirnya saya menulis lagi disini. Semoga sahabat blogger semua dalam lindungan Allah SWT.

Adalah Alvino, yang membuat diri ini akhirnya memutuskan menulis lagi.

Suatu hari, teman saya drg spesialis kedokteran gigi anak yang dinas di salah satu RS rujukan nasional di Jakarta, menghubungi saya supaya kita bersama-sama menggalang dana untuk salah seorang pasiennya. Teman saya tergerak hatinya untuk membantu pasien ini, Alvino namanya.

Alvino adalah seorang anak dengan kelumpuhan otak (Cerebral Palsy). Dikarenakan tidak bisa membersihkan gigi dengan baik, dia mengalami kerusakan gigi yang cukup memprihatinkan. Di poli gigi itulah awal perkenalan teman saya dan Ibu Alvino.

Alvino dengan segala keterbatasannya, harus digendong ibunda kemana-mana. Termasuk saat berobat ke RS yang lokasinya di Jakarta Pusat, padahal rumahnya di Bogor. Ibu Alvino dan Alvino menggunakan transportasi KRL dan bajaj. Jika setiap hari harus bolak balik ke rumah sakit, ibu Alvino stay di rumah singgah sekitar RS tersebut.

Ibu Alvino curhat ke teman saya tentang kondisinya, dimana Alvino semakin hari semakin berat. Tahun ini Alvino insyaAllah 8 tahun usianya. Beratnya 24 kg. Masih digendong ibunda dengan gendongan bayi. :-) Ibu Alvino bercerita dia naksir kursi roda yang dijual di apotek RS tersebut, sehingga dia bisa terbantu saat harus membawa Alvino kemana-mana. Tapi harganya mahal, 1,5 juta rupiah.  Ibu Alvino berdo'a, siapa tahu suatu saat Allah membantu dan ada orang berbaik hati membelikan kursi roda untuk Alvino.

Kami bersama-sama mencoba menggalang dana di kalangan kami sendiri, para alumni teman kuliah satu angkatan. Alhamdullah kurang dari 1 minggu, terkumpul dana sebesar 3,2 juta rupiah. Terharu saya. MasyaAllah. Ini rezeki Alvino. Alhamdulillah, Kamis kemarin (Ramadhan hari ke-1), ibu Alvino dan Alvino ke RS untuk ambil hasil CT Scan, sehingga kami bisa bertemu disana.


Ibu Alvino langsung membeli kursi roda di apotek 24 jam RS. Sesuai dengan yang ia ingini. Hijau warnanya. Tidak berat, mudah dilipat, dan mudah dibawa-bawa terutama untuk bepergian dengan KRL. Segala puji bagi Allah, alhamdulillah.

Sisanya sebanyak 1,7 juta rupiah, kami serahkan ke ibunda Alvino. Alvino masih butuh pampers, padahal sudah besar. Alvino butuh size 3XL, padahal yang banyak di pasaran adalah maksimal 2XL. Alvino butuh susu Pediasure, sesuai kebutuhan gizinya, padahal harganya mahal, sehingga ia hanya minum D*ncow sesuai kemampuan ibunya, yang adalah seorang buruh cuci.


Avino bahagiaaaa.... Ibunya juga bahagiaaa.... Sampai gemetar dan ia ingin berurai air mata haru. MasyaAllah. Alhamdulillah, Allah memberi kami kesempatan untuk mengantar Alvino sampai ke stasiun. Belum bisa kami antar sampai rumahnya di Bogor karena satu dan lain hal. Sepanjang jalan, ibu Alvino bersedia bercerita kepada kami tentang keadaan keluarganya.

Ayah Alvino sudah pergi meninggalkan mereka. Orangtua ibu Alvino sudah tua renta. Bersyukur ibu Alvino masih punya kakak laki-laki, yang sangat baik hati. Walau hanya bawa ojek, tapi sering teringat kepada keponakannya Alvino, sehingga ia sering mampir membawakan pampers dan susu.

Dan, saya tak kuasa menahan air mata saat ibu Alvino bilang...

"Kakak saya bilang ke saya, biar abang suka kasih-kasih buat Vino, tapi rezeki abang nggak pernah kurang. Malah berkali-kali lipat..."

MasyaAllah, janjiMu pasti ya Allah... :')

Dan merinding saya, saat ibu Alvino bercerita...

"Saya pernah nggak punya uang sama sekali, padahal Vino harus diterapi hari itu. Akhirnya saya mau pulang. Eh udah di statiun, ada ibu-ibu colek saya dari belakang. Tiba-tiba kasih amplop isinya 500 ribu rupiah. Saya langsung balik lagi ke RS buat lanjutin terapi Vino. Saya nggak tau ibu tadi manusia apa malaikat..."

:') :') :')


Ibu Alvino adalah seorang wanita yang kuat luar biasa. Belum tentu diri ini kuat menghadapi ujian seberat dirinya. Semoga Allah selalu melindunginya dan keluarganya semua.

Sahabat, jika suatu saat sahabat sekalian berkesempatan ke stasiun Manggarai atau Cikini dan bertemu dengan Alvino,sahabat sudah tau ceritanya dari blog ini. Jika tergerak hati, jangan ragu untuk berkenalan dengan Alvino. Ibu Alvino orangnya sangat ramah.

Do'a terbaik saya untuk sahabat semua. :-)

Thursday, April 20, 2017

Jogja Trip Bersama Vania

Bulan April ini sebagian teman-teman saya seangkatan menghadiri pelantikan mereka di Jogja. Saya jadi teringat, ingin merekam cerita jalan-jalan ke Jogja bulan Januari lalu.

Jogja... Saya selalu merindukan kota ini... :)

Saya dan keluarga tiba disana dua hari sebelum hari H. Niatnya, supaya bisa jalan-jalan. Vania juga saya ijinkan dari sekolah seminggu lamanya. Bablas. Hahaha....

Berangkat ke Jogja adalah saya, Vania, Nanu (sepupu Vania yang akan menyusul ceritanya disini), serta kedua orangtua saya. Nanu yang baru berusia 1,5 tahun tentu saja membawa kehebohan tersendiri. Apalagi, Nanu traveling tanpa kedua orangtuanya karena tugas dan sekolah di luar kota. Akhirnya saya dan Opa yang bergantian menggendong Nanu.

Saturday, February 25, 2017

Perjuangan Menyelesaikan Tesis

Alhamdulillah, akhirnya mood untuk cerita di blog, datang lagi... ☺

Saya ingin berbagi kisah tentang usaha saya menyelesaikan tesis, yang penuh dengan keringat dan air mata... Hahaha....

Siapa tau, jikalau ada sahabat blogger yang sedang menyelesaikan tesis juga, bisa tetap semangat setelah membaca kisah saya... ☺

Lumayan memakan waktu. Tapi tak masalah. Kakak kelas saya banyak yang akhirnya tak selesai dan akhirnya harus menandatangani surat pengunduran diri karena kalau tidakpun mereka tetap akan di drop out dari kampus. Saya salah satu yang ditakdirkan ganti topik tesis 2 kali, ganti tempat penelitian 1 kali dan 1 kali tragedi  yang membuat gaduh antar dosen dan pengelola di program studi yang saya ambil. Para dosen menyebutnya dengan "kasus Lyliana"... Kalau ingat kasus itu, duh Gusti....